
Sebab rindu seseorang bisa bersedih...
Tolong katakan pada rindu, jangan nakal pada hati yang sedang menunggu....
"Dari mana kau tahu jika aku sedang bermasalah?" tanya Arana pada pria di depan nya.
"Semua nya sangat mudah untuk ku." jawab nya sombong.
"Kau sangat pendendam, apa yang membuat kau iri pada Chandra?"
Pria itu menggeram marah, "Dia selalu membuat ku kalah dalam segala hal termasuk kau." ujar pria itu.
"Bukankah kau sudah menikah?"
"Benar, memang benar jika aku sudah menikah tapi dendam dan menikah apa hubungan nya?"
"Terserah kau, aku pergi dulu, terimakasih sudah menjamin ku dengan sangat mahal." ujar Arana.
"Lain kali bekerja sama lah dengan orang yang memiliki otak." ucap pria itu.
Arana pergi, wanita itu memilih pulang ke apartemen milik nya. Arana langsung pergi berendam,wanita itu sangat merindukan aktifitas manja nya.
"Rindu memiliki orang-orang yang sayang pada nya, terutama Elang dan Chandra." ucap nya sambil memainkan busa. "Aku butuh orang yang bisa ku ajak bekerja sama, tapi siapa?"
Lalu Arana memejamkan mata nya menikmati lembutnya busa dan wanginya aroma sabun.
__ADS_1
Malam mulai gelap, kunang-kunang nampak terlihat memberi terang di celah yang gelap.
Malam yang indah bagi setiap pasangan yang memiliki hasrat.
Kilau mentari menyeruak memberi sinar pada bumi memberi hangat. Rindu dan Chandra sudah bersiap untuk terbang kembali ke tanah air. Mereka langsung pulang ke kota M tempat di mana Chandra dan orang tua nya tinggal.
Sesampai nya di rumah, mereka di sambut hangat oleh Tama dan Wulan. Sejenak istirahat sebelum makan malam.
Rindu sudah kembali seperti biasa nya, senyum tawa sudah menghiasi wajah wanita itu. Mereka menikmati makan malam dengan saling bertukar cerita.
"Chan, setelah makan temui papah di ruang kerja." ujar Tama.
Makan malam selesai, Rindu kembali ke kamar untuk beristirahat sedangkan Chandra menemui papah nya di ruang kerja.
"Ada masalah apa pah?" tanya Chandra.
"Bagaimana bisa, siapa orang itu?" tanya Chandra kaget.
"Entahlah, siapa pun orang nya yang jelas kamu harus hati-hati, kebebasan Arana akan mengancam hidup mu."
"Apa maksud papah?" tanya Chandra yang yang tidak mengerti.
"Kau harus bisa berpikir Chan, yang di bebaskan hanya Arana, pasti ada orang yang akan berniat jahat pada keluarga kita."
Chandra membuang nafas kasar, pria itu baru saja berbahagia melihat istri nya bisa tersenyum kembali.
__ADS_1
Chandra menyusul istri nya ke kamar, pria itu ikut berbaring di samping Rindu.
"Ada masalah apa mas?" tanya lembut Rindu.
"Entahlah sayang, aku bingung sekarang." ujar Chandra.
"Katakan mas." pinta Rindu.
"Ada yang menjamin kebebasan Arana, dan aku yakin pasti itu orang yang dekat dengan keluarga ku." tutur Chandra.
"Apa maksud mu mas? kenapa Arana bisa bebas?"
"Entahlah, orang itu menjamin mahal kebebasan Arana."
Rindu kembali bersedih, wanita itu memulai menampakan wajah kusut nya.
"Jangan sedih sayang, doakan saja keluarga kita baik-baik saja." ujar Chandra lalu memeluk istri nya.
"Apa salah kita mas?" tanya Rindu lirih.
"Sudahlah sayang, jangan berpikir keras, tidak baik untuk kesehatan."
"Aku hanya ingin keluarga kita bahagia mas."
"Aku juga mau nya begitu sayang, tapi kita gak tahu siapa yang benar-benar baik siapa yang menusuk." ujar Chandra "Sebaiknya kita tidur, aku sangat lelah." ajak Chandra.
__ADS_1
Rindu tidur berbantal pergelangan suami nya, wanita itu masih belum bisa memejamkan mata nya memikirkan siapa yang akan berbuat jahat selanjut nya.