Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
62.Kepulangan Rindu


__ADS_3

Katakan pada nya, jika rindu ku tak pernah berujung meski aku dan dia tak saling berhubung.......


"Tante kenapa?" tanya Arana lalu menyeruput jus nya.


"Mereka semua tahu jika kita berdua bekerja sama." jawab Maya kesal.


"Mereka siapa yang tante maksud?"


"Bayu dan Chandra."


"Kok bisa, tante sangat ceroboh." ujar Arana yang tak kalah kesal. Wanita itu mengusap wajah kasar. "Jadi, rencana kita akan gagal semua nya."


"Kamu tenang aja, menurut info yang tante dapat, kakak nya Rindu akan segera menikah."


"Apa hubungan kakak nya Rindu menikah dengan rencana kita?"


"Dasar bodoh." umpat Maya, "Saat acara pernikahan nya kita akan membuat Rindu membenci suami nya."


"Gimana cara nya tante?" tanya Arana bodoh.


"Kau ini, cantik tapi sayang otak mu isi nya batu semua." ledek Maya. "Kau ikuti saja cara main ku." pinta nya.


"Tante tahu dari mana jika kakak Rindu akan menikah?"


"Tante punya mata-mata, tapi nikah nya kapan tante belum dapat info lanjut nya."


Dua minggu setelah pernikahan Hisyam dan Laras, kehidupan mereka sangat bahagia. Lintang bahkan sangat bersyukur melihat keluarga nya bersatu kembali.


"Jadi gini omo, Elang mau nya langsung menikah saja, gak ada acara lamaran nya gitu bagaimana?" tanya Elang.


"Om dan tante sih terserah Lintang saja." jawab Hisyam "Jika Lintang setuju maka pernikahan akan kita segerakan."


"Bagaimana Lintang?" tanya Laras.


"Emmm....Lintang sih ambil yang gampang dan gak ribet aja mah pah," jawab Lintang.

__ADS_1


"Ya udah, kalau begitu pernikahan akan kita laksanakan dua minggu lagi." ujar Hisyam.


"Semakin cepat semakin bagus," sambung Laras.


Elang dan Lintang hanya pasrah dengan dengan kemauan orang tua Lintang. Siang itu juga Elang mengabari Rindu jika diri nya akan menikah dua minggu lagi.


"Aku kan pulang mas." ucap Rindu pada suami nya.


"Kapan?"


"Kalau boleh besok," rayu Rindu pada Chandra


"Tapi, kandungan kamu masih lemah." ujar Chandra merasa khawatir.


"Nanti sebelum naik pesawat kita ke dokter dulu ya."


Rindu masih merayu suami nya, bahkan wanita itu mengeluarkan semua jurus agar Chandra luluh. Melihat wajah melas istri nya, akhir nya Chandra mengiyakan permintaan sang istri.


Rindu dan Chandra mulai berkemas, mereka hanya membawa dua koper saja. Setelah selesai, sore itu juga mereka pergi ke dokter untuk mengecek kondisi kandungan Rindu sekaligus meminta saran.


Pagi menjelang, Rindu dan Chandra yang di antar langsung oleh Gautama dan Wulan mendapatkan ceramah panjang lebar sepanjang perjalanan.


"Mamah dan papah menyusul dua hari sebelum hari H aja ya." ujar Wulan.


Rindu dan Chandra akhir nya berangkat, sesampai nya di kota M mereka langsung di jemput oleh Elang dan Lintang. Suka cita bahagia tergambar jelas dari wajah Rindu.


Di lain tempat, Arana yang sedari tadi mengikuti Chandra langsung berputar arah menemui Maya.


"Informasi apa yang kau dapat?" tanya Maya.


"Aku melihat Rindu dan Chandra pergi menggunakan pesawat."


"Kapan?" sambar Maya.


"Baru saja, kemana mereka akan pergi kira-kira ?"

__ADS_1


"Kita harus mengikuti mereka, aku tahu kemana mereka pergi." ujar Maya.


"Tante yakin?"


"Aku sangat yakin." ucap nya mantap.


Bergegas Maya langsung pulang, ia juga langsung mengemasi beberapa pakaian nya yang di masukan kedalam koper.


"Mamah mau kemana?" tanya Darma bingung melihat istri nya berkemas.


"Menyusul Rindu." jawab nya.


"Kemana?" tanya Darma tak mengerti.


"Mamah akan menghancurkan rumah tangga Rindu tepat di hari pernikahan Elang kakak nya."


"Apa yang akan mamah lakukan?"


"Melakukan apa yang seharus nya mamah lakukan, biar secepat nya Rindu menjadi menantu kita."


Darma hanya mengikuti ucapan istri nya, ia bahkan tak berani untuk melawan Maya. Setelah selesai, Maya yang di jemput Arana langsung pergi ke bandara.


"Kau tahu Arana, Chandra memiliki hotel di sana?"


"Jadi, kita akan menginap di hotel milik Chandra?"


"Dasar bodoh, tentu saja tidak." ucap nya.


Begitulah pembicaraan mereka berdua di dalam taxi, kedua wanita itu bahkan tak memikirkan akibat ke depan nya.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘

__ADS_1


__ADS_2