
Kau bahkan sudah tahu bukan?
Jika hati yang sudah mati, ia tidak akan pernah hidup kembali meski pun dengan orang yang sama. Bahkan terkadang untuk menata dengan orang baru sekali pun butuh waktu untuk bersemu.
Sudah hampir tiga hari Elang dan Hisyam mencari Laras dan Lintang, wajah tua itu tak pernah patah semangat meski fisik nya lelah.
Satu toko terakhir yang belum mereka masuki, membuat Elang dan Hisyam sedikit berdebar-debar.
Toko kue yang cukup unik dengan gaya klasik sangat menarik di mata Elang, kemudian ke dua pria itu mencoba melangkahkan kaki ke arah toko tersebut.
"Semoga saja." ucap Elang.
"Ini toko terakhir." sambung Hisyam.
Langkah kaki Hisyam terhenti saat melihat seorang wanita yang sangat ia kenal, wajah cantik nya masih lekat di pandang mata meski umur nya sudah cukup.
Elang mengikuti tatapan mata Hisyam, "Tante Laras." ucap lirih.
Hisyam memilih keluar, hati nya bergemuruh mana kala melihat istri yang tak pernah ia ceraikan itu. Elang mengejar Hisyam. "Om kenapa?" tanya Elang bingung.
"Om tak sanggup," ucap nya sambil memegang dada nya.
"Biar Elang saja yang menemui tante Laras."
"Jangan beritahu dia jika kamu bersama dengan ku." mohon Hisyam dan Elang hanya mengangguk.
__ADS_1
Elang kembali masuk ke dalam toko kue, mata nya celingukan mencari Laras. Semenit dua menit ia mencari akhir nya dia melihat wanita paruh baya baru saja keluar membawa nampan berisi kue yang akan di susun dalam etalase.
"Tante Laras." sapa Elang, membuat Laras mendongak kemudian menautkan ke dua alis nya. "Emmm, siapa ya?" tanya Laras penasaran.
"Elang tante masih ingat gak?" ucap Elang sopan.
Laras sejenak berpikir, ia mencoba mengorek isi kepala nya mencari siapa Elang. "Elang siapa ya?" tanya nya kembali.
"Elang yang dulu tetangga tante saat tinggal di pesisir pantai." jelas Elang, Laras kemudian kembali berpikir mencoba mengingat. "Oh.....kamu Elang anak nya Gita ya?" ujar Laras ingat.
Elang kemudian menyalami tangan Laras, kemudian Laras mengajak Elang untuk duduk di kursi yang berada di sudut ruangan.
"Bagaimana bisa kamu masih mengenali tante Elang?" tanya Laras memulai pembicaraan.
"Aku mengingat semua nya tante termasuk Lintang."
"Mereka sudah meninggal lama tante."
"Maafkan tante Elang, tante gak tahu."
"Ngomong-ngomong Lintang di mana tante?" tanya Elang langsung, karena ia sangat penasaran.
"Oh...dia bekerja sebagai chef di salah satu hotel di kota ini."
"Wah....Lintang sangat hebat," puji Elang " Emmm tante....." ujar Elang dengan suara terputus.
__ADS_1
"Ada apa Elang coba katakan?"
"Elang di sini hanya satu minggu, empat hari lagi Elang harus kembali. Kalau tante mengizinkan apa boleh Elang bertemu dengan Lintang?''
"Tentu saja boleh, kalian kan sangat dekat saat kecil."
Elang dan Laras akhirnya bertukar nomor telepon, kemudian Elang pamit pergi karena ia tahu jika Hisyam pasti sedang menunggu dengan rasa penasaran.
Elang menghampiri Hisyam, "Om......" sapa Elang.
Dengan tergopoh-gopoh Hisyam yang kelelahan menghampiri Elang, "Bagaimana ? apa yang Laras katakan?" tanya nya penasaran.
"Semua baik-baik saja om, bahkan kami sudah bertukar nomor."
" Lalu apa lagi?"
"Lintang sekarang menjadi seorang chef di salah satu hotel di kota ini."
Hisyam tersenyum bangga, namun hari nya perih mana kala mengingat wajah kecil anak nya yang di bawa pergi istri nya dulu.
"Om gak usah sedih, sebaiknya kita kembali ke hotel."
Lagi-lagi Hisyam hanya menuruti semua ucapan Elang, otak pria itu buntu, ia tak tahu harus berbuat apa setelah diri nya menemukan istri nya yang dulu ia sia-sia kan.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
__ADS_1
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca oppa😘