Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
54.Kedatangan Elang


__ADS_3

"Mah, kenapa ada apa?" tanya Chandra khawatir saat melihat raut wajah Wulan.


"Tadi siang Arana kesini." bisik Wulan.


Tanpa menghiraukan mamah nya, Chandra langsung masuk kedalam kamar. Pria itu melihat istri nya yang sedang duduk di balkon kamar dengan wajah sedih.


"Sayang...." sapa Chandra lalu memeluk istri nya. "Kamu kenapa?"


"Entahlah." jawab Rindu singkat.


"Jangan seperti itu Rindu, jangan membuat ku merasa bersalah akan kehadiran Arana."


"Berjanjilah mas, kau tak akan meninggalkan ku." pinta Rindu dengan air mata berlinang.


"Sayang, kau sedang mengandung anak ku, mana mungkin aku akan meninggalkan mu."


"Aku hanya takut mas, seperti nya dia wanita yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya."


"Dia hanya masa lalu ku, sudah sepantas nya masa lalu itu di jadi kan pelajaran agar tak jatuh pada lubang yang sama. Dan sudah sepatut nya jika masa lalu harus di kubur di dasar laut paling dalam."


"Aku mencintai mu mas."


"Aku juga sayang, sudah ayo masuk nanti kamu masuk angin."


Mereka masuk, Chandra langsung pergi mandi sedangkan Rindu menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suami nya.


Pagi menderu, embun dingin menyejuk qalbu, namun wanita itu masih terlelap di balik selimut tebal nya. Chandra terus memandang wajah cantik istri nya, pria itu bahkan senyum-senyum sendiri.


"Sayang ayo bangun," ujar Chandra.


"Dua puluh menit lagi mas." jawab Rindu dengan suara khas nya.

__ADS_1


"Sayang, ayolah kita akan menjemput Elang dan Lintang sebentar lagi." ucap nya.


Sekejap mata Rindu terbuka, "Apa yang kau katakan tadi mas?"


"Kita akan menjemput Kakak mu dan calon kakak ipar mu." ujar Chandra.


"Siapa calon kakak ipar ku mas?"


"Sayang siapa lagi kalau buka Lintang bintang di langit yang terang."


"Wah...benarkah?"


Bergegas Rindu masuk kedalam kamar mandi, wanita itu tak sabar untuk bertemu kakak nya.


"Cepat mas..." teriak Rindu.


"Sabar sayang, makan lah dulu roti dan jangan lupa minum susu nya."


"Ayo cepat mas." ucap nya tak sabar.


Chandra hanya tersenyum melihat kelakuan istri nya.


"Sudah mau berangkat?" tanya Wulan.


"Iya mah, menantu mamah ini tidak sabaran."


"Ingat Rindu, kamu jangan capek-capek ya."


"Siap mah."


Mereka akhirnya pergi, sepanjang jalan Rindu terus bersenandung mengikuti irama lagu yang berasal dari mobil suami nya.

__ADS_1


Sesampai nya di bandara, Rindu terus mengabsen satu persatu penumpang yang baru saja keluar.


"Kakak...kak Elang." panggil Rindu.


Rindu langsung memeluk kakak nya, tidak lupa juga dengan Lintang yang berada di samping Elang.


"Ciee....yang baru jadian." ledek Rindu.


"Apaan sih." ujar Elang.


''Lintang ciee..."


"Sayang sudahlah, sebaik nya kita cepat ke mobil karena kamu sudah lama berdiri." ajak Chandra.


Di dalam mobil, tak henti-henti nya Rindu menceritakan apa yang terjadi pada nya.


"Kak, Rindu kangen masakan kakak."


"Nanti kakak masakan ya." ujar Elang.


"Berdua sama Lintang." ucap nya kembali.


"Iya...iya...." jawab malas Elang.


Sesampai nya di rumah, Elang dan Lintang di sambut langsung oleh Wulan dan Gautama. Sedangkan Rindu yang merasa lelah langsung pergi beristirahat.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘

__ADS_1


__ADS_2