Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
52.Wanita Itu


__ADS_3

"Pergilah bekerja mas." perintah Rindu.


"Tapi siapa yang akan mengurus mu jika aku bekerja?"


"Gak usah lebay mas, aku baik-baik saja, jika kau tak bekerja nanti kita makan apa?" ujar Rindu kesal.


"Sayang, sudah ku bilang jika harta keluarga Gautama tak akan habis jika di makan sepuluh turunan." ucap Chandra dengan bangga.


"Jangan sombong mas, mana tahu kau besok bangkrut." ledek Rindu.


"Apakah istri ku ini sedang mendoakan suami nya bangkrut?" tanya Chandra sambil menatap tajam istri nya.


"Aku tidak mendoakan mu mas, sejak menikah kau jadi pemalas."


"Itu karena aku gak mau jauh-jauh dari kamu." balas Chandra lalu memeluk istri nya.


Gedoran pintu membuat Rindu dan Chandra kaget setengah mati, "Chandra keluar kamu." teriak Gautama.


Dengan kesal Chandra membuka pintu, namun ia langsung mendapatkan tendangan dari sang papah.


"Aaa....sakit pah, apa salah Chandra?"


"Kamu mau bikin perusahaan papah bangkrut? sudah berapa hari kamu tidak pergi bekerja hah!" ucap Gautama dengan nada kesal.


"Marahin aja pah, Rindu udah capek nasehati nya." sambung Rindu mengompori.


"Sayang, harus nya kamu membela suami mu ini."


"Suami seperti apa dulu yang seharus nya di bela?" ujar Rindu.


"Cepat sana pergi kerja." bentak Gautama.

__ADS_1


Chandra kalah, dengan berat hati ia berangkat bekerja dan itu pun harus melalui serangkaian drama terlebih dahulu.


Rindu mengantar suami nya sampai depan rumah, mobil Chandra melaju dan Rindu kembali masuk kedalam rumah.


"Apa mamah bilang, benarkan?" tanya Wulan.


"Rindu bisa gila mah." keluh Rindu.


"Dia tipe laki-laki penyayang, tapi jika sudah di sakiti dia akan membenci sampai ke hati." tutur Wulan.


"Mas Chandra laki-laki yang baik mah, dia tahu cara nya menghibur meski dia sendiri butuh hiburan."


"Iya, tapi sudahlah sabar saja menghadapi sifat kekanakan suami mu itu."


Rindu masuk kedalam kamar, wanita itu menjadi wanita yang sangat pemalas sejak hamil. Kerjaan hanya makan tidur seperti sapi.


Gedung tinggi menjulang, di situ lah Chandra bekerja, perusahan milik orang tua nya yang bernama ChandraWulan. Kenapa di beri nama ChandraWulan? karena Gautama sangat mencintai anak dan istri nya.


"Kenapa tidak ketuk pintu dulu?" tanya Chandra datar.


"Anu pak, emmm." jawab Rani sedikit takut.


"Katakan." perintah Chandra.


Belum sempat Chandra menjawab,seorang wanita berperawakan kurus tinggi rambut panjang kulit putih tiba-tiba masuk.


Chandra menatap tajam ke arah wanita tersebut, raut wajah nya seketika berubah membuat Rani sang sekretaris merasa kan hawa panas di dalam ruangan bos nya.


"Rani, keluarlah." perintah Chandra.


"Baik pak." jawab Rani.

__ADS_1


Chandra masih menatap lekat wanita yang sedang tersenyum itu, setelah Rani keluar, wanita itu langsung menghampiri Chandra dan memeluk nya. Namun seketika Chandra mendorong wanita itu hingga jatuh tersungkur.


"Chandra kamu kok tega dorong aku? aku ke sini khusus kembali untuk mu aku rindu sama kamu." ucap nya tak tahu malu.


"Siapa kau sekarang untuk ku?" tanya Chandra.


"Chandra, aku masih sangat mencintai mu." ujar wanita itu.


"Cihhhh...." Chandra mendecih, "Mulut manis dan kotor mu itu tak pantas terucap kata cinta yang suci itu."


"Chandra, ku mohon beri aku kesempatan." rengek manja wanita itu.


"Aku sudah menikah, jangan ganggu aku lagi apalagi rumah tangga ku."


"Kamu pasti bohong kan, aku tahu jika kamu tak bisa melupakan ku." ucap nya bangga.


"Siapa kau? berani berucap jika aku tak bisa melupakan mu hah?" tanya Chandra setengah berteriak. "Sekarang keluar dari ruangan ku." usir Chandra sambil menunjuk ke arah pintu.


"Chandra ku mohon." rengek nya.


"Keluar!" usir Chandra sekali lagi, bahkan pria itu melemparkan gelas yang berisi kopi hitam itu.


Wanita itu ketakutan,ia memilih keluar dari ruangan Chandra. Chandra terduduk lemas, pria itu melonggarkan dasi sedikit.


"Apa yang aku ucapakan tak salah, dia pasti kembali." ucap Chandra kesal.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘

__ADS_1


__ADS_2