
Kau tahu bukan, memendam cinta terlalu lama bisa membuat kerusakan pada hati.....
"Kamu kenapa sayang?" tanya Chandra khawatir saat melihat Rindu pucat bahkan wanita itu memuntahkan cairan bening.
"Kepala ku pusing mas." ucap nya lirih sambil terduduk lemas.
"Ayo kita kedokter." ajak Chandra namun di tolak oleh istri nya.
"Aku mau tidur saja mas." ucap nya, kemudian Chandra menggendong istri nya ke atas tempat tidur.
"Istirahat lah, aku akan membuatkan teh hangat sebentar."
Rindu mulai terlelap, namun ia tak tidur, wanita itu sedang merasakan mual yang sangat luar biasa bahkan membuat tubuh nya lemas hingga ke tulang.
"Bangunlah," ujar Chandra lalu membantu istri nya duduk bersandar. "Minumlah." pinta Chandra.
Chandra sedikit meniup gelas yang masih panas itu, pria itu mulai gelisah saat melihat istri nya menolak untuk minum teh nya.
"Sebaiknya kita kedokter ya."
"Aku hanya ingin tidur mas."
"Tapi kamu sangat pucat, bahkan tubuh mu sangat dingin." ucap nya khawatir.
Mau tidak mau Rindu menurut dengan ucapan suami nya, pria itu berganti pakaian sebentar dan langsung menggendong istri nya menuruni tangga.
"Rindu kenapa Chan?" tanya Wulan khawatir
"Gak tahu mah, dari subuh udah seperti ini."
Bergegas mereka menuju mobil, Chandra langsung melajukan mobil milik nya sedang kan Rindu tidur di pangkuan mertua nya di kursi belakang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Rindu langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Tak lama dokter keluar dari ruangan.
"Keluarga pasien." ucap dokter wanita itu.
"Saya suami nya dok." jawab Chandra, "Dokter kenapa senyum-senyum? ada yang lucu." tanya Chandra kesal.
"Begini pak, istri anda saat ini sedang mengandung........" ujar dokter, namun belum sempat dokter menyelesaikan ucapan nya, Chandra sudah kegirangan seperti orang gila.
Wulan menendang kaki anak nya, "Berisik." bentak Wulan, "Maafkan anak saya dok, maklumi saja."
"Tidak apa bu, ini adalah reaksi wajar dari seorang suami."
"Jadi, menantu saya hamil sudah berapa bulan?"
"Baru dua minggu bu, dan mulai sekarang sebaiknya nyonya Rindu harus istirahat total, karena kandungan nya masih sangat lemah." jelas dokter.
"Baik dok." jawab Chandra dan Wulan.
"Sayang.......aku bahagia sekali." ucap Chandra memeluk istri nya.
"Aku juga mas, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua."
"Dan mamah akan menjadi oma." sambung Wulan tak kalah senang nya.
"Mulai sekarang, kamu gak boleh capek-capek gak boleh melakukan apa pun apa lagi membantu memasak dan membersihkan rumah."
Chandra memeluk Wulan, "Mah, Rindu ku hamil istri ku hamil, aku akan menjadi ayah."
"Iya.. iya ...mamah tahu Chan, selamat nak."
"Aku akan memberi tahu mereka semua tentang kabar bahagia ini."
__ADS_1
"Kakak pasti senang mas."
Chandra menggendong Rindu kembali, bahkan pria itu tak malu saat orang-orang menatap ke arah nya.
Mereka pulang, di sepanjang perjalanan Rindu mulai kesal saat mendengar ocehan suami nya yang sangat posesif.
"Sayang kau ingin makan apa? bilang pada suami mu."
"Tidak ada." jawab singkat Rindu.
"Sayang kau tak ingin makan buah yang segar gitu?"
"Sedang tidak berserela."
"Atau kau ingin minum-minuman yang segar gitu."
"Mas, aku pusing dengan ocehan mu dari tadi, yang aku mau sekarang ingin cepat sampai rumah dan tidur." ucap Rindu kesal.
"Suami mu ini sama seperti papah nya Rindu." sambung Mayang. "Lihat saja nanti, kau pasti akan kesal setiap hari melihat kelakuan suami mu ini."
"Apaan sih mah."
"Memeng begitu kan?"
"Chandra kan hanya ingin menjadi suami yang baik."
Lagi-lagi Rindu hanya bisa diam dan merasakan pusing di kepala nya saat mendengar perdebatan suami dan mertua nya itu. Wanita itu bahkan mencoba membuang pandangan nya keluar jendela kaca mobil.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘