Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 100 - Perebutan Tempat 30 Besar


__ADS_3

Di beberapa tempat, pertarungan kelompok orang mulai menyerang satu persatu para jenius sekte, masih tersisa beberapa ratus orang yang bertahan disana dan mencoba peruntungan untuk menjatuhkan satu dari beberapa jenius itu, agar setidaknya salah satu dari mereka bisa lolos ke babak 30 besar.


" Semuanya! Mari kita satukan kekuatan untuk menyerang para jenius ini! " ucap seorang pemuda yang berkumpul dengan teman temannya.


Setelah merasakan gelagat kurang mengenakan, beberapa jenius mulai berdekatan, mencoba bertahan dari musuh dua kali lipat yang mereka lawan, namun beberapa jenius sekte super bahkan sudah menumbangkan mereka dengan gampang dan cuma cuma.


Berbeda dari para jenius sekte super yang sudah bisa membereskan nya sendiri sendiri, para jenius sekte besar mulai mengambil posisi formasi, ada yang mengikutsertakan para jenius aliran kecil dan menengah juga, semuanya mencoba menahan gempuran dari para kultivator pengelana Kondensasi Qi.


" 100.. 99.. Emm? 95.. ternyata cepat juga, sepertinya pertandingan ini akan segera berakhir, " gumam Luo Fengtian dari atas arena itu.


Beberapa kultivator yang sejak tadi mencoba menumbangkan para jenius mulai berguguran, berterbangan ke segala arah, dikarenakan kualitas dan juga fondasi sumber daya mereka yang tak terhitung jumlahnya.


" 53.. 49.. 43.. , sepertinya sebentar lagi, " gumam Luo Fengtian.


Pertandingan mulai terlihat sengit, beberapa jenius sekte super bahkan terlihat seperti sudah memulai acara latih tandingnya, beberapa pertarungan dahsyat mulai terlihat di dalam arena itu.


" 37.. 34.. Hmm? Pertarungannya menjadi semakin alot, sepertinya akan ada beberapa masalah bahkan sebelum 30 besar kali ini, " gumam Luo Fengtian sambil terus melihat pertarungannya.


Terlihat beberapa jenius mulai beradu kekuatan di arena, Bing Qingyun ternyata dapat godaan dari sang jenius Sekte Kegelapan Abadi Cao Chun, beberapa jenius sekte super aliran putih pun mulai mendekati dan mencoba kekuatan dari sang jenius Mawar Hitam.


" Salam kenal Putri Mawar Hitam, Matriack muda Yun Qingxue, saya Jian Shutian dari aliran putih, " ucap Jian Shutian sambil menangkupkan tangannya.


" Yun Qingxue.. " membalas sapaan Jian Shutian dengan menangkupkan tangannya juga.


" Ternyata memang benar seperti apa yang dikatakan rumor, kecantikan anda tak kalah dari setangkai mawar, namun sepertinya duri duri manis mu itu sedikit beracun bagi para laki-laki, "


" Jian Shutian ini ingin meminta beberapa petunjuk kepada sang jenius dari para jenius, Putri Mawar Hitam, Matriack muda Sekte Grup Awan Kematian Yun Qingxue, " ucap Jian Shutian.


" Kalau itu yang kau minta.. "


Swoosshh

__ADS_1


Dengan kecepatan penuh nya, Yun Qingxue langsung menerjang ke arah Jian Shutian, terlalu lambat untuk menghindarinya, Jian Shutian mencoba menangkisnya, serangan beruntun seperti itu terus berlanjut, bahkan terkadang pertukaran serangan terjadi.


" Lihat itu! Pertarungan para jenius akhirnya dimulai, sang jenius pedang dari Sekte Seribu Pedang, melawan sang jenius dari para jenius, Putri Mawar Hitam Yun Qingxue! "


" Itu.. Itu.. Itu pertarungan yang sangat hebat!


" Pertukaran serangan yang sangat intens, juga kekuatan keduanya yang bahkan telah melebihi sebagian kultivator Kondensasi Qi! "


" Hoho.. Jiwa jiwa muda sungguh sedang membara.. " ucap Luo Fengtian.


Ketika di tengah arena sedang terjadi beberapa pertempuran menarik, Yao Lao dan Taiyang Huo keduanya terlihat seperti celingukan tak karuan.


" Apakah kau melihat Xuan'er Yao Lao? " ucap Taiyang Huo.


" Xuan'er? Haiss.. Kemana anak itu? Ku kira ia sudah kau beritahu kalau siapapun pemenang pertempuran ini, mereka boleh menantangnya? " jawab Yao Lao.


" Tidak.. Itu hanya usulanku saja, aku tidak memberitahunya, " balas Taiyang Huo.


" Jadi? Sejak awal Xuan'er belum mengetahuinya? Kau sungguh guru yang ceroboh, cepat cari dia, mungkin dia ketiduran di suatu tempat, pertama coba kembali ke gunung itu lagi, " ucap Yao Lao.


" Aku tak tau bagaimana nantinya jika anak itu berada dalam bimbingan mu Taiyang Huo, sungguh orang tua yang ceroboh, " ucap Yao Lao.


" Diam kau orang tua berbau obat! Aku akan segera mencarinya, " ucap Taiyang Huo sambil pergi dari sana.


" Ada ada saja.. " gumam Yao Lao.


" 32? Tinggal 2 orang lagi? Sepertinya dua orang lagi akan gugur dari para sekte besar itu, tapi pertempuran pembukaan ini cukup lumayan juga, para tamu juga sangat menikmatinya, " gumam Luo Fengtian.


Beberapa jenius sekte besar mulai terlihat saling berbenturan, karena merasa tidak berani bila harus menantang salah satu dari para jenius sekte super itu, mereka berlomba lomba berjuang sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan salah satu dari 30 kursi itu.


" Ayo hajar dia! Haha.. Pertarungan yang sangat hebat! "

__ADS_1


" Hei menurut mu siapa yang akan memenangkannya? "


" Sepertinya mereka terlihat berimbang, ya kita nantikan saja, sangat terlihat sekali bukan kualitas pendidikan para jenius itu? "


" Ya.. Sepertinya memang para jenius sekte besar itu hampir tak tergoyahkan, beberapa bahkan membuat kelompok sekalipun, akhirnya mereka sendiri yang dikalahkan, "


Beberapa penonton mulai berdiskusi tentang pendapatnya, para penguasa sekte super hanya dapat mendengarnya, namun mereka tak menghiraukannya, hanya melihat pertempuran itu dengan santai.


" Akan aku akhiri ini! "


" Jurus Akhir Teknik Pedang Giok! "


"Pedang Giok Dewa! " ucap sang jenius dari sekte besar, Sekte Pedang Giok.


" Sepertinya serangan itu akan mengakhiri sesi pertarungan babak pertama ini, serangan yang lumayan kuat.. " gumam Luo Fengtian.


Lawannya terlihat kebingungan untuk menangkisnya, sebuah pedang besar berwarna giok turun dengan cepat dari atas langit menyerangnya, saat sebelum sampai pada dirinya, lawannya pun mengangkat tangannya.


Dengan cepat Luo Fengtian mengambil anak muda itu dan menangkis serangan pedangnya, dan lalu menghilang, menyisakan serpihan serpihan Qi yang lalu menyebar ke seluruh arena itu.


" Pertandingan babak pertama berakhir! " ucap Luo Fengtian sambil menggendong seorang anak.


" Pemenangnya pemuda itu! "


" Karena 30 orang terkuat telah memantapkan namanya, maka kita akan berlanjut ke pertandingan di babak selanjutnya, silahkan untuk memulihkan kekuatan atau mengobati diri terlebih dahulu, aku memberikan waktu beberapa saat untuk itu, " ucap Luo Fengtian.


" Hampir saja Nak kau membunuh anak ini, " ucap Luo Fengtian pada anak jenius dari Sekte Pedang Giok itu.


" Mohon maafkan saya sebelumnya yang mulia senior yang terhormat, tetapi saya hanya bermaksud ingin memenangkan pertandingannya, saya juga meminta maaf pada saudara, dikarenakan saya percaya akan penyelamatan dari yang mulia senior Emperor yang terhormat, juga kekuatan saudara, maka saya memberanikan diri untuk mengeluarkan jurus itu, " ucap pemuda itu.


" Haha.. Kau menarik, sudahlah, cepat pulihkan dulu tubuh juga kekuatan mu, permainan pedang mu lumayan, tapi kau akan langsung kalah jika melawan mereka seperti itu, mungkin dengan sedikit pemulihan kau bisa bersaing dengan mereka walau sebentar, " ucap Luo Fengtian.

__ADS_1


" Terima kasih senior atas pujian nya, kalau begitu saya pamit yang mulia senior.. " ucap anak muda itu.


" Mungkin bakat dan keahlian mu lumayan jika dibandingkan dengan yang lain dari para sekte besar, bahkan kau mungkin juaranya, namun dengan anak anak itu? Haha.. Hanya murid ku saja yang bisa mengalahkannya, " gumam Luo Fengtian sambil pergi dari sana.


__ADS_2