
" DIAM SEMUANYA!!! "
" KAU BERHUTANG SEBUAH PENJELASAN PADAKU Li Xuan!!! "
Teriakan nyaring disertai energi Qi kuat terlontar dari kursi Para Patriack, dan benar saja seperti apa yang diperkirakan oleh Li Xuan dan juga Jian Wang itu sendiri.
Seorang Pria tua yang terlihat seumuran dengan Jian Wang terbang dari balkon para Patriack menghampiri Li Xuan.
Berdiri dihadapan Li Xuan dengan wajah memerah marah, Shan Yuan mencoba mengintrogasi Li Xuan tentang apa yang telah ia buat,
" Darimana kau belajar jurus itu bocah Li Xuan? Kau tau? Seberapa berharga jurus itu bagi Sekte Pegunungan Surgawi? Apakah kau bisa memberikan alasan yang masuk akal padaku? " Shan Yuan memberikan pertanyaan bertubi tubi pada Li Xuan tanpa jeda sedikit pun.
Li Xuan menggaruk kepalanya yang tak gatal, dengan sedikit senyumnya Ia menjawab,
" Ini.. Aku secara tak sengaja mempelajarinya, aku tak bermaksud mencurinya yang terhormat senior Patriack, tadinya aku pun tak akan mencoba menggunakan jurus itu, namun karena situasi yang berbahaya dan mendesak, aku terpaksa menggunakannya, aku minta maaf atas apa yang telah ku perbuat senior Patriack, " jawab Li Xuan dengan tegas dan lugas.
" Secara tak sengaja kau bilang!? Memang nya jurus itu merupakan jurus biasa pasaran yang gampang ditemui dimana mana!? Bahkan bagi anggota Sekte Pegunungan Surgawi sekalipun tak sembarang orang dapat mempelajarinya, tetapi kau!? Bahkan secara tak sengaja kau bilang!? " ucap Shan Yuan.
" Bukan begitu Patriack.. " ucap Li Xuan dengan nada serba salah.
Saat Shan Yuan akan meneruskan introgasinya, tiba tiba seorang Pria tua sepuh yang menggunakan seragam yang sama dengan Shan Yuan turun menghampiri Li Xuan,
" Anak muda, mungkin kau sendiri mengetahui seberapa penting dan berharga nya jurus itu bagi Sekte Pegunungan Surgawi, atas dasar itu kau tak bisa dengan begitu saja tiba tiba menggunakannya bahkan berdalih mempelajarinya secara tidak sengaja."
" Setidaknya kau berikan alasan yang masuk akal bagi kami untuk dapat memutuskan konsekuensi apapun yang pantas untuk mu dari kami, aku Shan Huangdi meminta penjelasan secara jelas dan juga masuk akal, " ucap Pria tua sepuh itu.
Li Xuan kaget dengan pernyataan dari Pria tua itu, " Anda sang White King? White King Shan Huangdi? " ucpa Li Xuan tak percaya.
" Ya.. Itu aku, jadi bagaimana dengan itu? Apakah kau bisa memberikan penjelasan yang dapat memuaskan ku? " ucap Shan Huangdi.
__ADS_1
" Mohon maafkan saya White King yang terhormat, namun saya sangat tidak bisa memberitahukannya pada anda, saya benar benar minta maaf, jika anda berniat menghukum saya, saya siap menerima apapun keputusannya. "
Li Xuan membungkukkan setengah tubuhnya mencoba menghormati sang White King Shan Huangdi yang merupakan guru dari Fang Hao itu sendiri dan juga merupakan Kakek guru bagi Li Xuan secara tidak langsung.
Seorang pemuda melompat ke arah tiga orang yang sedang berbicara itu,
" Kau pikir hanya dengan alasan tak masuk akal seperti itu, juga permintaan maaf berkali kali mu kau akan dapat hukuman yang ringan!? Jangan harap! Ayahanda, Guru, biarkan dia dikurung di penjara sekte selama beberapa bulan bahkan tahun, lalu hapus lah ingatannya, kalau perlu buat dia tak bisa berkultivasi lagi untuk selamanya, " ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Shan Jianfeng.
" Feng'er, kau tidak bisa memutuskannya sepihak seperti itu, biarkan ini menjadi urusan kami, kau tak perlu ikut campir dalam masalah ini, " ucap Shan Huangdi.
" Tapi guru.. "
" Kau mengerti bukan dengan apa yang tadi aku bicarakan? " ucap Shan Huangdi dengan nada dingin.
" Murid ini mengerti guru, " Shan Jianfeng menundukkan kepalanya karena menyadari kesalahannya yang telah mengusik suasana hati sang White King.
" Anak muda, ku beri kau kesempatan, namun dengan syarat, kau harus melawanku dalam bermain ilmu berpedang menggunakan sebuah kayu, tidak diperbolehkan menggunakan sedikit pun energi Qi, juga.. dilarang untuk curang, kau mengerti? " ucap Shan Huangdi.
" Apakah itu perlu? Jika menghukumnya harus melalui ujian seperti ini dulu bukankah itu terkesan seperti buang buang waktu? "
" Ya.. Seorang Anak muda belasan tahun, melawan ahli terkemuka di dunia kultivator, bahkan seseorang yang dijuluki sebagai White King? Bukankah ini sebuah pertandingan lelucon, bahkan jika tak menggunakan energi Qi sekalipun? "
Li Xuan yang sedari tadi membungkukkan badannya, tiba tiba berdiri tegak melihat ke arah Shan Huangdi, di sisi lain Shan Yuan mencoba memprotes keputusan dari Shan Huangdi itu,
" Bukankah itu terdengar seperti lelucon Grand Elder? Jelas saja anak ini akan kalah jika begitu, dan dia akan tetap dihukum, kenapa kau harus repot repot untuk mencoba mengujinya terlebih dahulu? " ucap Shan Yuan.
" Ini adalah keputusan ku Patriack, memangnya kau memiliki usulan lain? Kalau begitu coba kau sebutkan, kita mungkin bisa mencari keputusan yang tepat dengan berdiskusi sedikit? " ucap Shan Huangdi dengan seringainya.
" Bukan begitu Grand Elder, aku merasa kita hanya membuang buang waktu jika harus mengujinya terlebih dahulu seperti itu, jika ujung ujungnya bahkan Anak muda bocah Li Xuan itu akan kau kalahkan, " sambung Shan Yuan.
__ADS_1
" Kita? Bukankah hanya dirimu saja yang merasa waktunya akan terbuang sia sia? Saling bertukar serangan seni berpedang bagi sebagian bahkan hampir seluruh Sword kultivator adalah merupakan sebuah hobi dari keinginan terdalam yang selalu terpatri dalam tubuh kita para Sword kultivator. "
" Kau yang bukan merupakan Sword kultivator mana bisa merasakannya Patriack, tanya saja untuk lebih jelasnya pada anakmu, aku tak punya waktu untuk kembali berbicara dengan mu, dan juga perlu kau ingat, pewaris sah dari jurus itu adalah diriku sendiri Patriack, " tegas Shan Huangdi.
" Tapi Grand Elder... "
" Sudahlah, biarkan aku yang mengurus masalah ini Patriack, tidak baik bukan jika kita terus berdebat disini? " ucap Shan Huangdi.
" Hah.. Baiklah, kau memang benar Grand Elder, kali ini aku menyerah, aku serahkan semuanya padamu, aku akan menunggu tenang di tempatku, " Kemudian Shan Yuan melenggang terbang pergi menuju tempatnya kembali.
" Jadi Nak.. Apakah kau menerimanya? " ucap Shan Huangdi.
" Hufftt.. Memang aku punya pilihan lain senior White King? " keluh Li Xuan.
" Hahaha.. Baiklah, ambil kayu itu, kita akan bertarung menggunakan ini, " ucap Shan Huangdi lalu melemparkan sebuah kayu kehadapan Li Xuan.
Li Xuan mencoba menangkap kayu yang dilemparkannya, Li Xuan meminta waktu beberapa saat untuk memulihkan tubuhnya setelah pertarungan dahsyat sebelumnya, permintaan itu disetujui oleh Shan Huangdi.
Semua yang menonton acara itu kembali bersorak untuk Li Xuan dan juga Shan Huangdi,
" Sudah bertahun tahun yang lalu sejak peperangan kultivator terakhir, masih ingatkah kau pertempuran sang White King? Aku sudah lupa, namun sekarang secara tak sengaja dapat melihatnya lagi, bukankah itu sebuah keberuntungan? "
" Ya.. Kau benar, namun bisakah Anak muda Li Xuan itu melawannya? Aku ragu senior White King akan dapat mengeluarkan kekuatan penuh seni berpedangnya. "
" Kita lihat saja nanti, pertarungannya pun belum dimulai, kalian ini selalu mendahulukan berbicara, padahal acaranya saja beluk dimulai. "
Wasit mulai mengambil alih acara, sementara Luo Huang mengantar Jian Shutian, Jian Wang, dan juga Pill Emperor ke tempat perawatan intensif untuk menyembuhkan Jian Shutian atas permintaan sang Pill Emperor.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pertarungan antara dua sword kultivator kembali akan mengisi tempat pusat arena pertarungan itu, dengan tanpa energi Qi sedikit pun, murni menggunakan keahlian keduanya dalam berpedang.
__ADS_1
Wasit melihat peserta di kedua sisi berlawanan, mengangkat tangannya,
" Bersiap untuk pertempuran!! Mulai!!! "