Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 30 - Terpaksa Diakhiri


__ADS_3

" Hahaha... Bagaimana kawan muda? Apakah kau sudah kelelahan? " Ucap Heise Qian pada Li Xuan.


" Hah... Ini memang melelahkan, namun ini belum cukup tuan muda Bloodline kultivator! " Teriak Li Xuan dengan tubuh terlihat sedikit memprihatinkan, dan darah mengaliri di sudut mulut nya yang sedikit terangkat oleh senyuman.


" Hahaha... Baiklah baiklah, jika itu mau mu, cobalah untuk menerima ini, 9 Seni Cakar Kegelapan! " Terlihat cakaran cakaran mematikan dibawa oleh lengan Heise Qian menerjang menuju Li Xuan.


" Cihh... Baiklah, coba kau rasakan ini, Tarian Pedang Phoenix Api! " Ucap Li Xuan menerima terjangan dari Heise Qian, tarian pedang dan juga cakaran kegelapan beradu.


Saat Li Xuan menggunakan teknik berpedang ini, alis Jian Shutian yang melihat nya mengernyit, namun di karenakan dirinya yang juga sedang berada dalam pertempuran menjadi tak terlalu memperhatikan nya.


" Aku seperti mengenal teknik berpedang ini, tapi dimana? Dan juga sepertinya teknik berpedang nya memang bukan teknik berpedang yang itu, namun terlihat banyak kemiripan disetiap tarian nya. " Pikir Jian Shutian.


Terlihat tarian dan cakaran yang saling berimbang, kekuatan penuh keduanya mulai dikeluarkan, saling serang terkena sayatan dan cakaran, namun di sisi lain di dalam pikiran sang pemuda berpedang yang sedang menari dengan pedangnya.


" Alat tulis bertinta merah? Darah? Kertas hitam dan putih? Cahaya dan kegelapan? Bukan, kebaikan dan kejahatan? Terkurung dalam tempurung? Selalu di dalam sarung nya? Tidak bukan juga, tak bisa berkehendak sendiri? " Li Xuan bertarung dalam pikiran nya.


Perlahan terlihat perbedaan dalam permainan pedangnya, cakaran cakaran mematikan mulai menumpul ketika beradu dengan ketajaman pedang kayu berlapis qi nya.


" Budak surga dan neraka? Pemiliknya surga dan neraka? Pemilik? Membawanya menuju surga dan neraka? Tidak bukan seperti itu, aku mengerti, selalu mengikuti apapun yang diyakini pemilik atau penggunanya? Lalu pemangsa tanpa penguasa? Sulit sekali yang terakhir ini. " Li Xuan masih bergulat dengan pikiran nya sendiri.


" Pemangsa tanpa penguasa? Pemangsa? Pembunuh? Pembantai? Pemusnah? Ahh... Jadi begitu, aku mengerti, tanpa pemilik sekalipun, sebuah pedang merupakan alat berbahaya dan juga mengerikan. "


" Namun, aku Li Xuan memilih untuk menuliskan tinta merah ini di kedua kertas tersebut, terkurung dalam tempurung keyakinan ku sendiri, mengikuti apapun yang diyakini oleh keyakinan ku, dan akan menjadi pemangsa bagi orang yang berlawanan dengan keyakinan hidupku!! "


Tiba tiba lonjakan kekuatan keluar dari tubuh Li Xuan, permainan pedang nya berubah drastis, cakaran tajam dan mengerikan yang berasal dari Heise Qian tiba tiba menumpul, ketajaman, kelihaian, kecepatan, kelincahan, dan juga kekuatan berpedang Li Xuan menghiraukan cakaran nya itu, hanya dominasi dari sang pedang yang mendominasi pertempuran itu


" Apa apaan kemampuan berpedang cecunguk muda itu, kenapa menjadi begitu mengerikan dalam sekejap? Bahkan Jian Shutian pun tak memiliki kemampuan berpedang seperti itu. " Gumam Heise Qian.


Terlihat sayatan sayatan yang dalam mulai tercetak jelas di tubuh mengerikan Heise Qian, hingga akhirnya Heise Qian melompat mundur dan mengeluarkan seteguk darah segar.


" Uhuuk.. Uhuuk.. Kau benar benar memberiku kejutan, bahkan kemampuan Jian Shutian pun tak semengerikan itu, ternyata kau memang sangat menarik kawan muda, bolehkah aku mengetahui siapa kawan muda ini? " Ucap Heise Qian sambil memulihkan sedikit luka dan kekuatan nya, namun Heise Qian menyadari, kekuatan sementara nya ini hanya tinggal tersisa beberapa puluh nafas saja.

__ADS_1


" Hah.. Huh... Hah.. Huh.. Ini benar benar melelahkan, kau ingin tau namaku? Ahh... Kata kedua guru ku, saling mengetahui nama merupakan sebuah kehormatan ya? Dan juga pengakuan? Hah.. Baiklah, nama ku adalah Li Xuan, panggil saja aku begitu, dan aku juga bukan orang yang berasal dari keluarga Li yang kalian tau, kau juga sangat menarik tuan muda Heise Qian, sungguh kekuatan yang mengerikan, ternyata benar yang guru ku sebutkan, kekuatan seorang Bloodline kuktivator memang sangat mengerikan. " Jawab Li Xuan dengan nada serak dan nafas yang terengah engah.


" Baiklah mari kita akhiri pertarungan ini dengan jurus pamungkas kita, satu jurus ini akan menentukan siapa pemenang dan juga siapa pengecut yang sebenarnya. "


" Terimalah ini tuan muda Li, Uhuuk.. Uhuuk.. Teknik terakhir dari jurus Bola Darah, Bola Darah Kegelapan, Pelahap Keberadaan!!! " Teriak Heise Qian dengan disertai keluarnya banyak darah segar dari mulutnya.


Terlihat sebuah black hole besar bergerak menuju Li Xuan, membawa riak riak energi kehancuran, melahap apapun yamg dilalui nya, bahkan Jian Shutian dan Zui Tanlan muda yang berada tak jauh darinya menghentikan pertempuran mereka.


" Hahaha... Tuan muda Heise Qian ini ternyata mempunyai jurus sekuat dan semengerikan ini, kawan muda itu sepertinya akan menempati sepetak tanah di kota ini sebagai kuburan nya, hahaha... " Tawa mengerikan keluar dari mulut Zui Tanlan muda itu.


" Cihh... Omong kosong apa yang kau keluarkan. " Jawab Jian Shutian.


" Aku harus segera menolong nya, bagaimana pun dia telah menolong ku. " Pikir Jian Shutian.


Dengan kecepatan nya Jian Shutian mencoba menghampiri Li Xuan, namun naas Zui Tanlan muda itu menyerang nya bertubi tubi, sehingga tak ada waktu baginya untuk menolong Li Xuan.


" Semoga kau bisa menahan nya kawan Li. " Gumam Jian Shutian.


**


Bersiap siap dengan kuda kuda nya, Li Xuan mengangkat pedang kayu nya, menarik energi qi kuno yang berada di dekatnya, menguras habis seluruh qi nya, terlihat retakan kecil di pedang kayu itu, namun tak mengurangi tekanan yang dihasilka dari kumpulan energi kuno yang berkumpul disekeliling nya.


Trackkk


" Tidak, ini belum cukup. " Ucap Li Xuan.


" Uhuuk.. Uhuuk.. Cobalah kau juga terima jurus pamungkasku ini tuan muda, Teknik terakhir Pedang Ilahi Pemusnahan, Seribu Pedang Ilahi Suci!!! " Teriak Li Xuan.


**


Terlihat pertarungan dua orang bertarung sengit diatas langit, namun keseimbangan mulai tak terlihat dari pertarungan itu, sang tetua Sekte Seribu Pedang Ilahi terlihat terdesak oleh tetua Sekte Darah Kegelapan tadi setelah pengingkatan kekuatan nya.

__ADS_1


Terlihat keduanya mengambil jarak setelah pertukaran terakhir.


" Hahaha... Bagaimana kekuatan ku ini? Cukup mengerikan bukan? Namun sayang nya ini tak bertahan lama, sepertinya aku harus segera mengakhiri nya, sayang sekali. " Ucap tetawa itu dengan disertai tawa nyaring nya.


" Uhuuk.. Uhuuk.. Cihh.. Hanya kekuatan palsu hasil peningkatan sementara, aku akan menunggu hingga kekuatan palsu mu itu menghilang. " Ucap tetua


" Hahaha... Kau memang benar, namun apakah aku akan senaif itu membiarkan mu menunggu hingga selama itu? Aku akan mencabut nyawa mu terlebih dahulu, sebelum kau menyaksikan kekuatan palsu ini menghilang, haha.. " Tawa tetua Sekte Darah Kegelapan disertai seringai mengerikan nya.


Namun saat keduanya akan melanjutkan pertempuran, terasa riak kuat mengerikan energi kegelapan berkumpul lalu berjalan menerjang.


" Ini... Hahaha.. Ternyata pertarungan para tuan muda telh mencapai puncak nya, aku juga harus segera mengakhiri ini. " Tangan nya tiba tiba terangkat ke atas, memunculkan sebuah riak kekuatan mengerikan.


" Hah... Semoga tuan muda Jian bisa mengatasi nya, aku akan mengakhiri dulu pertarungan disini. " Pedang nya di luruskan sejajar dengan bahu, mengumpulkan energi alam di depan nya seperti membuat sebuah bola energi kuat, perlahan lahan terkumpul energi kuat berbentuk bola di depan pedang nya.


Saat kedua serangan itu akan dibenturkan, tiba tiba terasa riak kuno yang amat sangat kuat, bahkan dapat mempengaruhi riak energi yang mereka para Nascent Life kumpulkan, keduanya saling berpandangan.


" Inikah kekuatan sejati tuan muda mu? Memang sangat mengerikan, namun apakah mungkin bisa bersaing dengan tuan muda ku yang kekuatan nya sudah meningkat itu? " Ucap tetua Sekte Darah Kegelapan.


" Mungkinkah tuan muda telah mempelajari jurus pamungkas sekte? Namun aku seperti merasakan riak yang berbeda dari jurus pamungkas yang selalu di keluarkan oleh Patriack sekte, tapi aku seperti merasa familiar dengan riak dan aura kuno nya. " Pikir tetua Sekte Seribu Pedang Ilahi itu.


**


Ribuan pedang suci ilahi kuno maju perlahan menuju ke black hole yang seperti siap melahap apapun, namun saat akan terjadi benturan keduanya.


Boommm


Ledakan keras menggema, menggetarkan seisi kota, asap mengepul seperti kabut yang menghalangi pandangan seluruh orang yang ada di kota itu, semua pertempuran tiba tiba berhenti, anggota seluruh sekte aliran putih dan hitam bergegas menuju ke arah ledakan, tak terkecuali kedua jagoan ahli Nascent Life kedua sekte super tersebut.


Saat kepulan asap dan riak energi yang bertebaran itu tiba tiba menghilang, terdengar suara tua yang membawa riak energi kuat bersamanya.


" Hentikan lah pertempuran kecil tak berarti ini, apa yang kalian pikirkan dengan melangsungkan pertempuran ini? Banyak manusia tak berdosa yang kalian libatkan, aku tak ingin perjalanan ku ini, dikotori hal hal semacam ini! " Energi kuat itu menggetarkan seisi Kota Batu Merah, bahkan mengacaukan riak energi di setiap tubuh kultivator yang berada di sana, tak terkecuali dua kultivator Nascent Life dari kedua sekte aliran putih dan hitam itu.

__ADS_1


__ADS_2