Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 57 - Pertarungan Dua Sword Kultivator 2


__ADS_3

Swoosshh


Sringg


Clangg


Benturan benturan benda tajam terus terdengar di seluruh arena, pertarungan pedang yang sangat epik terpampang jelas di mata mereka.


Dua pedang beradu, setelah lama berbenturan, terlihat perbedaan kualitas pedang yang cukup jauh, terlihat retakan retakan tipis di pedang yang Li Xuan gunakan, mungkin karena hanya sebuah pedang Superior low tier, dimana yang lawannya gunakan merupakan pedang Heaven low tier.


Li Xuan terlihat kesusahan menjaga kestabilan berpedangnya, karena khawatir satu satunya pedang yang ia miliki sekarang akan hancur di pertandingan ini.


Dan benar saja, dengan tak terduga,


Crackk!!


Pringg!!!


Pedang yang Li Xuan gunakan hancur berkeping keping, Li Xuan pasrah dengan mengangkat kedua tangannya,


" Sekarang bisakah aku menyerah senior Space Emperor yang terhormat? " ucap Li Xuan.


" Hohoho.. Bukankah tadi peraturannya sudah ku tetapkan? Ini pakailah pedang ini, ku berikan percuma pedang Earth top tier itu padamu, mungkin itu akan cukup untuk pertarungan ini. "


" Jangan kau jadikan alasan hancurnya pedang jelek mu itu untuk berhenti bertanding, cepatlah pakai pedang itu, dan selesaikan pertandingan membosankan ini, " timpal Luo Fengtian sambil melemparkan sebuah pedang je arah Li Xuan.


Li Xuan dengan sigap menangkap pedang itu, saat Li Xuan mencoba membuka dari sarungnya, energi mengerikan tiba tiba keluar dari sarung pedang itu, mengelilingi bilah pedang berwarna merah itu.


" Ini benar benar pedang yang sangat kuat, " gumam Li Xuan.


Semua penonton terdiam melihatnya, pedang semengerikan itu diberikan cuma cuma untuk Li Xuan pakai dalam pertarungannya, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa pedang itu akan hancur lagi,


" Sungguh pantas bagi seorang Ketua Asosiasi Harta Karun Langit! "


" Ya.. Ya.. Aku pun berpikiran seperti itu. "


" Baiklah kalau begitu saya berterima kasih padamu senior Space Emperor yang terhormat, " ucap Li Xuan membungkukkan badannya.

__ADS_1


" Hem.. " jawab Luo Fengtian dengan sedikit anggukan.


**


Penonton kembali bersorak mencoba memberikan semangat kepada kedua penuda di tengah arena sudah cukup porak poranda itu.


" Bagaimana Saudara Li? Bukankah sepertinya kau harus melanjutkan pertarungan ini? " ucap Jian Shutian masih dengan seringai nya, juga tanpa aba aba langsung menerjang ke arah Li Xuan.


" Hah.. Sepertinya begitu Tuan muda. "


Pertarungan mereka kembali berlanjut, Jian Shutian kembali menyerang dengan seluruh kemampuannya, Li Xuan tentu saja menanggapinya dengan serius, jurus jurus mematikan mulai dikeluarkan, luka luka mulai tercetak ditubuh keduanya,


" Rasakan ini! 5 Teknik Qilin Pembantai, Teknik Pertama! "


" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Pembelah Bumi! "


Slashh!!


Boomm!!


" Masih belum! Teknik Kedua!!! "


Slashh Slashh Slashh


Boomm!! Boomm!! Boomm!!


Semua orang melihat pertukaran teknik mematikan itu, terdiam, semua orang benar benar terdiam melihat dua pemuda itu bertarung, tanpa sadar Li Xuan semakin menikmati pertarungannya, perlahan lahan Jian Shutian terdesak dengan permainan pedang dari Li Xuan.


Di kursi para Patriack sekte, Jian Wang, Shan Yuan, dan Feng Xiantian membelalakkan matanya, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bahkan tanpa disadari oleh mereka sendiri, ketiga Patriack itu menonton pertandingan dengan berdiri sejak pertarungan berpedang dimulai.


" Bukankah Anak muda bernama Li Xuan itu sedikit lebih kuat Pak tua Jian? Bahkan anak mu sekalipun bisa disudutkan hingga sedemikian rupa? " ucap Feng Xiantian.


" Kau benar Feng tua, sebenarnya, siapa anak muda itu? Permainan berpedangnya sangat amat rapi, lincah, lihai, dan disiplin, aku hanya pernah melihat permainan pedang seperti itu satu kali seumur hidupku, " sambung Jian Wang.


" Kau merujuk pada Tetua Fang bukan? Sudahlah lupakan saja, lagipula kita juga belum mencoba untuk mencarinya, tugas itu kita sepakat untuk melakukannya setelah acsra ini selesai bukan? " timpal Feng Xiantian.


Namun tiba tiba Shan Yuan menyela, " Heh.. Kalau begitu anakku yang satu guru dengan Tetua Fang itu akan sama hebatnya dengan si Tetua Fang itu? Dan mungkin saja anak mu yang sedang bertarung di sana itu hanyalah seorang pengecut yang kalah dari seorang pemuda asing. "

__ADS_1


" Tutup mulutmu Shan Yuan! Kau bukanlah seorang Sword kultivator, kau hanyalah seorang Ayah, yang dengan beruntung mendapatkan anak berbakat dalam Sword kultivator, jadi kau tak berhak berkata seperti itu padaku. "


" Jika kau tau bahkan sang White King pernah berkata, bahwa sebenarnya keahlian Fang Hao atau muridnya telah jauh melebihinya dalam berpedang, bukankah begitu Tetua White King? Jadi jangan berharap terlalu banyak pada anak mu Shan Yuan. "


" Dan juga, aku bertaruh setelah pertandingan ini, anak mu, dan anak Feng tua akan juga mencoba menantangnya, jadi saksikanlah pertarungannya sendiri, dan jika anak mu itu mencoba merenehkannya, anak mu akan dengan cepat menuju batas arena yang telah dibuat! " timpal Jian Wang.


" Anakku? Heh.. Anakku takkan kalah semudah itu dari Anak muda asing sembarangan seperti dia, kau bisa melihatnya nanti, aku bahkan akan menyuruhnya sendiri untuk menantang Anak muda itu, " ucap Shan Yuan dengan congkak.


Di balkon para jenius, Shan Jianfeng terlihat berdiri dan berdiskusi dengan Feng Shejian sambil menonton pertandingan itu,


" Kau tau, aku baru melihat ada orang yang bisa mendesak Jian Shutian seperti itu, selain jika bertanding seimbang dengan kita, " ucap Shan Jianfeng.


" Memangnya hanya dirimu yang berpikiran seperti itu? " sambung Feng Shejian


" Mungkin setelah ini aku pun berpikir untuk mencoba menantangnya juga, " ucap Feng Shejian.


" Ya.. Kita berpikiran sama Saudara Feng, "


**


Li Xuan terus meningkatkan tempo berpedangnya, ia mencoba untuk tak menggunakan teknik teknik dan juga jurus jurus yang akan sangat jelas terlihat berasal dari salah satu sekte super, apalagi Sekte Pegunungan Surgawi yang notabene nya Fang Hao berasal dari sana, maka kebanyakan jurus yang diajarkan pun berasal dari sana.


Bahkan Li Xuan pun mencoba dengan hati hati dalam mengeluarkan setiap jurusnya, terutama Teknik Pedang Ilahi ini, memang teknik ini akan diajarkan khusus di setiap generasinya, namun hanya orang paling berbakat dalam berpedang yang akan diberikan jurus berpedangnya.


Fang Hao pernah berkata pada Li Xuan, bahwa jangan pernah mencoba menggunakan Tarian seni berpedang yang berasal dari Sekte Pegunungan Surgawi, karena konsekuensi yang akan didapatnya akan sangat ketat, bahkan bisa saja membongkar identitasnya.


Namun Fang Hao menjelaskan, ada sebuah jurus yang mungkin akan sedikit samar bagi para anggota Sekte Pegunungan Surgawi, yaitu Teknik Pedang Ilahi ini, Fang Hao pun hanya pernah memakainya beberapa kali seumur hidupnya.


Yang selalu ia pakai adalah tarian seni berpedang dari sekte itu, dan juga Teknik Pedang Ilahi Pemusnah nya yang merupakan bagian terakhir dari jurus itu, yang dulu ia keluarkan saat melawan Xiao Li.


Untuk beberapa bagian awalnya jarang sekali ia pakai, namun Li Xuan hanya harus berhati hati pada satu orang, sang White King gurunya sendiri, yang telah mengajarkan teknik pedang itu pada Fang Hao, dan juga pewaris teknik itu sebelum Fang Hao.


Maka dari itu, Li Xuan mencoba untuk menggunakan Teknik Pedang Ilahi nya di pertandingan melawan Jian Shutian kali ini, namun tanpa Li Xuan sadari, seorang tetua sepuh yang duduk dengan tenang dibelakang Shan Yuan telah tersenyum sejak pertarungan ini dimulai.


Raut wajahnya bergonta ganti sejak awal pertarungan berpedang ini, sedih, senang, dan juga bersemangat terlihat dari wajah tua keriputnya,


" Hemm.. Ternyata kau di sana ya Hao'er, tak ku sangka, kau akan mendapatkan pewaris yang tak kalah berbakatnya darimu, atau bahkan mungkin? Lebih hebat darimu? Hoho.. " gumam Pria tua itu tanpa disadari siapapun.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!


__ADS_2