Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 102 - 3 Kecantikan


__ADS_3

" Hufftt.. Bisakah anda membiarkan ku menyelesaikan kata kata ku terlebih dahulu Tuan Putri Mawar Hitam? " ucap Li Xuan.


" Banyak penjelasan yang harus kau berikan padaku! Hiyaa!! " ucap Yun Qingxue sambil terus menyerang Li Xuan dengan kekuatan penuhnya.


" Ini gawat! Tingkat kultivasinya jelas 2 tingkat diatas ku, juga bakat dan keahliannya tak sedikit pun kalah dari ku, aku tak ragu jika harus melawan putri ini sendirian, tapi jika ada yang datang mengikutinya, stamina ku akan terkuras dan habis dengan cepat, " pikir Li Xuan.


" Penjelasan? Penjelasan apa itu Tuan Putri? " ucap Li Xuan.


Syatt


Clangg


Clangg


Klangg


" Benarkan apa kataku? Pertandingan selanjutnya tidak akan kalah seru dari yang sebelumnya? Hehe.. "


" Kita tidak membicarakan kehadiran mendadak dari Tuan muda Li Xuan itu kau tau.. "


" Hei.. Di samping saling bertarung, sepertinya mereka juga saling berbincang? Apakah mereka saling mengenal? "


" Mustahil.. Keduanya jarang dikatakan bepergian kemana mana, apalagi Tuan Muda Li yang misterius itu, apakah dia keturunan Kekaisaran itu? "


" Dari pengakuannya sepertinya bukan, tapi kita tidak tau hal yang sebenarnya, lihat.. Mereka sambil bertarung tapi seperti orang yang saling mengenal.. "


" Apakah.. "


Para penonton mulai ramai berdiskusi tentang hal itu, bahkan hingga terdengar ke arah para Patriack dari sekte super, terutama sang Death Lord ( Penguasa Kematian ) Yun Mingzhi.


" Mereka saling mengenal? Bagaimana mungkin? " gumamnya.


Di tengah arena, pertarungan antara Li Xuan dan Yun Qingxue masih berlanjut, namun terlihat raut wajah dua wanita lain yang berdiri di arena itu seperti berubah.


" Jadi setelah kau mempermainkan kematian guru, kau juga mencoba mempermainkan kami semua? " ucap gadis itu dengan tatapan tajamnya pada Li Xuan.


Di sisi arena lainnya seorang gadis cantik mengepalkan tangannya, di pinggangnya tertali sebuah kantung kecil berisi energi stone.


" Kau pikir karena aku mempunyai hutang padamu kau bisa menjadi sesombong itu? " gumam wanita itu sambil mengeluarkan tatapan tajam pada Li Xuan.


Li Xuan yang merasakan tatapan tatapan tajam lain itu mulai merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi padanya,


" Apa yang sudah ku lakukan dewa? Sehingga kau menghukum ku seperti ini, " rintih Li Xuan di tengah pertarungannya.


Benar saja seperti apa yang rasakan oleh Li Xuan, dari dua arah lain datang serangan cepat yang juga menuju ke arah Li Xuan.


" Gawat!! " gumam Li Xuan.


Dengan cepat Li Xuan menghindarinya, meloncat ke belakang meninggalkan Yun Qingxue sendirian, namun akhirnya ikut meloncat ke belakang, dan..


Boomm!!!


Dua serangan beradu di depan tak jauh dari Li Xuan dan Yun Qingxue,


" Hufftt.. Hampir saja.. " gumam Li Xuan.


" Cihh.. Kau dapat menghindarinya! " ucap seorang wanita dari sisi kiri Li Xuan yang berjalan menembus kepulan asap ledakan serangan itu.


" Heh.. Beruntung sekali kau masih selamat setelah ku berikan serangan mematikan seperti itu.. " ucap wanita lain yang datang dari arah kanan ny, berjalan perlahan menembus kepulan asap itu.

__ADS_1


" Saudari Yin? Dan juga Adik seperguruan Ma? Hei.. Kenapa kalian menyerang ku juga? Dan - "


Belum selesai Li Xuan menyelesaikan ucapannya, serangan lagi lagi datang dari arah depannya,


" Ketika bertarung dengan ku, kau masih berani memalingkan pandangan mu!? " ucap Yun Qingxue dari depan.


" Dosa aoa yang telah ku perbuat sehingga harus berurusan dengan mereka dewa.. " gumam Li Xuan.


Para penonton, para jenius, juga para Patriack disana kaget melihat itu, tiga penguasa kecantikan muda Benua Bumi Selatan dengan serentak menyerang Li Xuan.


" Hei hei.. Bisakah kalian mengingatkan ku bahwa ini hanyalah sebuah kebetulan? "


" Lihatlah tiga dewi kecantikan itu mengerumuni Tuan muda Li Xuan itu! "


" Untuk Saudari Ma Xinyun aku bisa memahami nya karena mungkin berurusan dengan gurunya, tapi untuk dua lainnya? "


" Mungkin tiga peri itu menyukai Saudara Li Xuan? "


" Itu tidak mungkin bukan!? "


Para penonton mulai mendiskusikan beberapa hal, beberapa rumor mulai akan bertebaran, pusat kekuatan informasi dunia akhirnya mulai bergerak.


" Hei.. Kenapa kalian mencampuri urusan ku? " ucao Yun Qingxue pada dua wanita lainnya.


" Mencampuri? Aku hanya punya sedikit urusan dengannya, " ucap Yin Lianhua acuh tak acuh.


" Jika denganku sudah jelas bukan? " ucap Ma Xinyun.


" Tapi kalian mencampuri urusan ku, bertarung lah saat urusan ku sudah selesai, kalian mengganggu ku saja! " ucap Yun Qingxue sambil menyerang keduanya.


" Kau berani menyerangku? Akan ku racuni kau sampai mati! " ucap Ma Xinyun.


" Emm.. Sepertinya kalian sedang ingin bertarung? Kalau begitu aku pamit! " ucap Li Xuan mengambil ancang ancang lalu berlari.


" Tunggu! Banyak yang harus kau jelaskan padaku Saudara Li! Ini gara gara kalian! " ucao Yun Qingxue langsung mengikuti Li Xuan dan terus menyerangnya.


" Kau saja yang tak memiliki kemampuan untuk mengalahkannya dengan cepat, dasar duri hitam, " ucap Ma Xinyun sambil mengikuti pergerakan Li Xuan dan menyerangnya juga.


" Kalian berdua sama saja, tak bisa menumbangkannya, lihatlah ini! " ucap Yin Lianhua.


Syaatt


Syaatt


Dua sayatan pedang mengarah ke tubuh Li Xuan yang sedang berlari dengan kecepatan penuh.


Boomm!!!


" Nahh.. Itu baru serangan, kalian berdua benar benar payah! " ucao Yin Lianhua.


" Kau hanya menggunakan kelebihan mu sebagai pengguna pedang! " ucap Ma Xinyun.


" Tapi wanita berjubah hitam itu juga pengguna pedang bukan? Kenapa Ia tak menggunakannya juga? Atau memang tidak bisa? " ucap Yin Lianhua.


" Tutup mulutmu rubah putih! " ucap Yun Qingxue.


" Apa kau bilang!? " balas Yin Lianhua.


" Sudahlah, selagi si Li Xuan itu terduduk di tanah, mari kita bersatu saja bersama sama menyerangnya, bukankah kita mempunyai masalah dan urusan yang sama? " ucap Ma Xinyun.

__ADS_1


" Aku bisa menyetujuinya untuk kali ini.. " ucap Yun Qingxue.


" Aku tak punya pilihan lain selain menerima permintaan bantuan kalian berdua.. " balas Yin Lianhua sambil memalingkan wajahnya.


" Kau ini! " ucap Yun Qingxue.


" Baiklah.. Uhuk.. Uhuk.. Apakah kalian sudah selesai berbicara? Mari kita selesaikan ini, aku sudah mulai muak dengan kalian.. " ucap Li Xuan yang mulai bangun.


" Cuhh.. Aku sedikit lengah tadi.. " gumamnya sambil meludahkan beberapa darah.


" Akhirnya kau bangun juga Li Xuan! Rasakan jurus terkuat dari kami bertiga ini! " teriak Ma Xinyun.


Ketiganya mulai memasang kuda kuda untuk mengeluarkan jurus pamungkas mereka bertiga,


" Oy.. Oy.. Oy.. Ini benar benar gawat.. Bisakah aku menarik ucapan ku tadi? " gumam Li Xuan.


" Sepertinya terpaksa aku harus mengeluarkan jurus itu lagi.. Haa! Hiyaa!! "


" Seni Racun Terlarang, Racun Abadi Pemusnah Dunia! "


" Seni Pedang, Tarian Khusus Bangau Salju, Bangau Salju Penakluk Angkasa! "


" Seni Pedang Neraka, Cambuk Pedang Pengoyak Nirwana! "


" Teknik Pedang Ilahi Pemusnahan, Seribu Pedang Ilahi Suci! "


4 jurus yang sangat mengerikan akan bertemu, beberapa penonton sedikit takjub melihat pemandangan itu, terlihat riak riak energi Qi yang mulai berbenturan dari jauh.


" Hiyaaa...!!! "


Keempatnya menekankan kekuatannya, mempercepat pertemuannya, dan..


Booommmm!!!!!!!!!


Ledakan besar terjadi, bahkan menyebabkan beberapa bagian arena berterbangan dan hancur berkeping keping, membuat semua orang yang hadir disana tersentak dengan beradu nya 4 serangan itu, bahkan beberapa orang membuka Qi pertahanannya.


" Uhuuk.. Uhuuk.. "


Terlihat seorang anak muda dengan baju compang camping mengeluarkan beberapa darah dari mulutnya, mencoba berdiri menghampiri para wanita yang telah tergeletak Ia kalahkan.


" Kalian ini.. Aku tak mengerti dengan pikiran kalian para wanita.. " gumam Arzha sambil mencoba menyembuhkan mereka bertiga.


Semua orang yang melohat itu bahkan sampai memelototkan matanya, para jenius tak terkecuali.


" Bisakah kau melakukan hal seperti itu Saudara Jian? " ucap Guang Mu.


" Mustahil.. Itu hanya bisa dilakukan olehnya, para dewa sendiri sepertinya membuat itu khusus untuk Saudara Li, Saudara Guang.. " ucap Jian Shutian.


Di atas tempat para Patriack, Yun Mingzhi yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum,


" Sepertinya sebentar lagi kau akan tau kemana kapal mu akan berlabuh Xue'er.. " gumam sang Patriack.


Di sudut lain, tetua Ruo Ling guru dari Yin Lianhua hanya tersenyum masam melihatnya,


" Semoga kau tak menghilang bahkan hingga meninggalkannya seperti apa yang telah guru mu lakukan, " gumam Ruo Ling.


Di sisi lain guru dari sang Poison Lord Xiao Li, Grand Elder ( Tetua Agung ) She Haipa tersenyum penuh arti,


" Apakah menjadikannya sebagai adik seperguruan akan tepat Li'er? " gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2