
Setelah pertarungan itu, Li Xuan beristirhat sejenak di tengah arena, semua jenius yang masih di atas arena sudah hampir tak berniat untuk bertarung, mereka bahkan menghabiskan waktunya dengan mengobrol antara satu dan lainnya.
Ketiga wanita yang menyerang Li Xuan tanpa alasan yang jelas sudah mulai kembali ke tempatnya masing masing, dengan wajah merah ketiganya saat Li Xuan mencoba membangunkan mereka setelah pulih.
Namun.. Ada satu orang yang selalu melihat dan memperhatikan gerak gerik Li Xuan bahkan dari saat dirinya pertama melihat Li Xuan dan mengaku sebagai murid dari ketiga Pria tua berbahaya itu.
Dan orang itu adalah sang jenius dari Sekte Neraka Hitam, Heian Jingzhe, Heian Jingzhe terlahir dari orang tua yang tidak Ia ketahui, sejak kecil Ia di asuh oleh panti asuhan, yang saat sudah besar menjual mereka sebagai budak, itu pun jika mereka tidak memiliki energi root ( akar energi ), kebetulan Jingzhe tidak memilikinya.
Hari harinya Ia lewati sebagai budak dari seorang bangsawan kaya di Kekaisaran Awan Darah, Ia sudah pasrah dengan kehidupannya, hidup di sebuah kandang kotor milik bangsawan itu, membersihkan kandang dan memberi makan sudah menjadi pekerjaan sehari harinya.
Siksaan sudah menjadi makanan pokok Jingzhe tiap harinya, hingga di satu waktu, Jingzhe tidak sengaja menumpahkan kotoran ke baju majikan yang sedang melihatnya bekerja.
Marah, majikannya benar benar marah waktu itu, bahkan.. Jingzhe diperintahkan harus di siksa dengan cara diseret oleh kuda selama satu bulan penuh di jalanan, seorang anak yang usianya saja belum melewati sepuluh tahun, harus menjalani kehidupan seperti itu.
Setelah seminggu berlalu, tanpa diberi makan.. Jingzhe terus saja diseret oleh kuda majikannya tanpa henti, warna kulit tubuh aslinya sudah tak terlihat, bahkan dirinya pun semakin putus asa hingga meminta kematian pada dewa.
Namun.. Keajaiban sepertinya memilih dirinya, kuda yang menyeretnya tiba tiba dihentikan seorang Pria paruh bawa, dan langsung membawanya pada majikannya,
" Berapa kau jual kuda dan anak ini? " ucap Pria paruh baya itu.
" Tukarkan saja keduanya dengan beberapa koin Emas, " ucap majikannya.
Tanpa berlama lama Pria paruh baya itu langsung memberikan sekantung uang kecil pada majikannya dan lalu membawanya pergi.
Masih tanpa ekspresi, Jingzhe dimandikan secara perlahan oleh Pria paruh baya itu, lukanya dibersihkan, dan Jingzhe kemudian diberikan pakaian yang layak.
Ia lalu dibawa ke sebuah sekte yang sangat besar dan luas, Jingzhe tak banyak bicara, ia hanya menurut saja sampai akhirnya Ia bisa menjadi seperti sekarang ini, Pria paruh baya itu tidak lain adalah gurunya sendiri sang Patriack, Heian Futao.
Setelah melewati begitu banyak cobaan dan rintangan yang mencoba menghalangi jalan hidupnya, terkadang Jingzhe sering merasa iri dengan orang orang yang mempunyai kualitas kehidupan lebih baik sedari kecil, namun pencapaiannya harus sama dengan dirinya, atau bahkan lebih.
Sejak berkultivasi, Jingzhe sangat percaya diri dengan kemampuannya, bahkan.. jika mengeluarkan kekuatan penuhnya, Ia sangat percaya diri bisa mengalahkan sang Putri Mawar Hitam, Yun Qingxue yang sekarang dijuluki sebagai jenius dari para jenius.
Namun.. Gelar nya itu tak berselang lama, kini datang lagi seorang anak yang entah darimana datangnya, menjadi guru dari para kultivator terkuat Benua Bumi Selatan, bahkan sedikit jenius yang mau macam macam dengannya.
Ia merasa bahwa anak muda seperti itu perlu diberikan pelajaran untuk tidak berlaku sombong kedepannya, namun, ketika pemikiran naif seperti itu disematkan kepada semua orang tanpa mengetahui nya terlebih dahulu, mungkin itu akan menjadi senjata makan tuan bagi dirinya sendiri.
Setelah pulih Li Xuan kembali melakukan beberapa pertarungan, tapi tak ada jenius yang bisa dengan berarrti mengalahkannya, satu persatu berhasil dikalahkan, paling bisa memberikan perlawanan hanyalah jenius keluarga Song dari Sekte Grup Awan Kematian, Song Jiudao, lalu ada Jian Shutian, Shan Jianfeng, Feng Shejian, dan lainnya.
__ADS_1
Gurunya berpesan agar dia jangan mengeluarkan kekuatannya sedikit pun jika perlu, namun Heian Jingzhe itu sangat merasa tertantang untuk mengalahkan Li Xuan, karena setelah melihat beberapa pertarungannya, Ia masih percaya diri untuk mengalahkannya.
Apalagi Ia mengetahui, darimana guru sekaligus Patriacknya itu mendapatkan kekuatan ini, dari yang sebelumnya Jingzhe tanpa energi root ( akar energi ), menjadi seorang jenius kegelapan yang memiliki satu energi root saja.
Heian Jingzhe kemudian melihat ke arah gurunya, dan gurunya ternyata seperti mengetahui apa maksud dari tatapan muridnya itu, lalu dibalas dengan beberapa gelengan kepala, Jingzhe kemudian merasa kesal karena sejak awal bahkan Ia tidak diberi izin untuk sedikit pun mengeluarkan kekutannya untuk membungkam para pengoceh itu.
Setelah beberapa lama Heian Jingzhe melihat perbincangan sederhana dari para jenius di pusat lapangan, dari sudut Ia lalu mengangkat tangannya.
" Aku ingin menantang mu Saudara Li! " ucapnya.
Sontak semua orang mengalihkan pandangannya oada seorang anak muda yang berbalut baju hitam di pinggiran arena, beberapa penonton tidak mengetahuinya, namun yang lainnya mulai mencari tau siapa anak muda itu.
" Siapa anak muda itu? "
" Apakah dia berani atau memiliki kualifikasi untuk mencoba menantang Tuan muda Li Xuan itu? "
" Bahkan para jenius yang lain pun dipaksa tunduk dihadapan kekuatan Saudara Li, "
Para penonton mulai berdiskusi, beberapa bahkan sudah mulai mengidolakan Li Xuan dalam hatinya.
" Ohh apakah itu Tuan muda Heian Jingzhe dari Sekte Neraka Hitam yang misterius itu? Saya merasa terhormat Tuan muda, " ucap Li Xuan.
" Ya.. Di hari acara kompetisi pertarungan para jenius, Tuan muda Jingzhe tidak ikut serta di dalamnya, namun sepertinya sekarang Ia dipaksa ikut oleh guru anda Saudara Li, " ucap Song Jiudao.
" Itukah Tuan muda Heian dari Sekte Neraka Hitam? " ucap Jian Shutian.
" Benar.. Kabarnya ada beberapa orang yang melihatnya bertarung, sanggup untuk mengimbangi Matriack muda kami, namun itu hanyalah sebuah rumor yang tidak pasti, " ucap Song Jiudao.
" Kalau begitu sepertinya aku akan kalah kali ini, hehe.. " ucap Li Xuan sambil sedikit tersenyum.
" Kau ini selalu saja seperti itu Tuan muda Li Xuan sang murid dari para kultivator terkuat Benua Bumi Selatan, haha.. " ucap Jian Shutian.
" Tidak.. Ini serius, aku bisa merasakan kekuatannya, seperti terdapat sesuatu yang sangat kuat dalam dirinya, tidak seperti dirimu, hanya ada Qi tipis dan lemah yang bersarang di energi root mu, " ucap Li Xuan sedikit mengejek.
" Kau.. Kau.. Tunggu saja beberapa tahun lagi aku akan mengalahkan mu Saudara Li! " ucap Jian Shutian.
" Haha.. Aku akan menunggunya, "
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu Tuan muda saya menerimanya! " ucap Li Xuan mantap.
Namun sebelum mereka berdua ambil posisi, sang Patriack Sekte Neraka Hitam sekaligus guru dari Heian Jingzhe itu melompat ke tengah arena.
" Mohon maaf sebelumnya.. kepada semua yang hadir disini, karena itu hanyalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh murid saya ini, dia tidak sedikit pun ingin menantang anak muda Li Xuan ini, mohon maaf sebelumnya.. " sambil berdiri di depan Heian Jingzhe.
" Tidak guru! Aku ingin mencoba bertarung dengannya, aku ingin membuktikan bahwa sebenarnya Li Xuan itu tidaklah sekuat yang mereka kira! " ucap Heian Jingzhe itu sedikit berbisik.
" Kau ini tidak mengerti apa apa.. Diam saja dan turuti apa yang ku katakan! " balas Heian Futao sambil sedikit meninggikan suaranya.
Namun tiba tiba Yao Lao yang melihat itu turun menghampiri mereka juga,
" Kenapa kau menghalangi hal itu Futao? Biarkan mereka bertarung, muridku tidak akan sampai melukai nya hingga cidera seperti para 7 anak muda dari sekte itu, bukankah itu akan bagus bagi perkembangan murid mu juga? " ucap Yao Lao.
" Ahh.. Maksud saya bukan seperti itu yang mulia senior Yao.. Murid saya ini Heian Futao sebenarnya sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk bertarung, jadi saya hanya meminta untuk kebaikan dirinya saja.. " sambung Heian Futao.
Namun tiba tiba dua sisa guru Li Xuan yang lain ikut campur dalam perbincangan itu,
" Sudahlah biarkan mereka bertarung, lagipula sejak terakhir pertempuran para jenius aliran hitam pun, murid mu itu tidak sedikit pun bertarung bukan? " ucap Taiyang Huo.
" Kenapa kau seperti menghalanginya Futao? Biarkan saja dia bertarung.. Tidak ada yang sedang kau sembunyikan bukan? " ucap Luo Fengtian.
" Tidak tidak.. Itu terlalu jauh, mungkin sepertinya saya sedikit terlalu khawatir pada murid saya ini, kalau itu yang mereka inginkan maka silahkan saja, kalau begitu saya akan kembali ke tempat, " ucapnya lalu pamit terbang ke tempatnya lagi diikuti oleh para Emperor itu.
Heian Jingzhe kemudian menghela nafas lega, melihat para Emperor itu ikut campur tangan dalam menanganinya, karena jika tidak.. mungkin kejadian saat pertarungan jenius akan terulang kembali, ia hanya akan menonton saja.
" Baiklah kalau begitu segera bersiap ditempat! " ucap Luo Fengtian.
Keduanya langsung naik ke tengah arena, saling bersiap memasang kuda kuda nya, dengan hormat tanpa merendahkan lawannya, Li Xuan langsung mengeluarkan pedangnya juga.
" Hei lihat itu.. Tuan muda Li Xuan langsung mengeluarkan pedangnya! "
" Apakah Tuan muda Heian itu sehebat rumornya?
" Mari kita lihat saja pertarungannya, semua akan bisa kita nilai setelah pertarungan ini.. "
" Mulai! "
__ADS_1