
Swosshh Swosshh
Li Xuan dan Biksu muda itu berbalik merangsek menyerang para bandit yang tadi memojok kan sang Biksu muda tadi, terjadilah pertempuran kecil yang cukup sengit diantara mereka.
Terlihat Biksu muda dengan keadaan nya yang sedikit kelelahan tak terlalu terbebani dengan musuh yang di lawan nya, namun berbeda dengan Li Xuan, dia harus mengeluarkan seluruh kemampuan nya demi bisa mengalahkan para petinggi bandit itu.
" Gerakan Seribu Petir, Gerakan Petir! " Pekik Li Xuan.
" Cih.. Bocah nakal yang baru datang itu memiliki banyak keterampilan membosankan, cepat mari kita habisi dia bersama sama! " Ucap sang pemimpin bandit itu.
" Baik bos! " Sahut 3 petinggi bandit kultivator Common Foundation tadi.
" Sepertinya aku harus menggunakan serangan dao magic bertipe area, aku memang mempelajari dan mengingatnya namun, hah.. Aku harus mengeluarkan kartu as ku yang lain. " Ucap Li Xuan.
Kelima petinggi bandit bersamaan menyerang Li Xuan, namun dengan sisa Qi yang dimilikinya, Li Xuan mengeluarkan dua Dao Magic untuk mengalahkan para bandit itu.
" Dao Magic Es, Pembekuan Wilayah! "
Tiba tiba kaki para bandit itu membeku seketika, mereka kaget dibuatnya, dengan kekuatan para petinggi bandit itu, sebenarnya takkan kesusahan untuk melepaskan diri dari serangan Dao Magic Es itu, namun karena kecepatan Li Xuan dalam mengeluarkan Dao Magic selanjutnya, maka para petinggi bandit itu lengah.
" Dao Magic Angin, Angin Pemotong! "
Swosshh Swosshh Swosshh
Angin angin tajam yang dikeluarkan dari jurus itu satu persatu memotong tubuh para bandit yang masih terjebak itu, kecuali si pemimpin bandit yang sudah jelas berada pada tingkat kultivasi Superior Foundation.
" Sial, aku lengah. " Ucap pemimpin bandit itu.
__ADS_1
" Kau memang mempunyai banyak kejutan Anak Kecil, aku penasaran dengan jurus jurus yang kau kekuarkan, berapa banyak energi root yang kamu miliki. " Ucap pemimpin bandit itu dengan seringai.
Memang benar, Li Xuan sudah terbiasa menggunakan energi root elemen api nya untuk menyerang, namun tadi dua elemen dari energi root nya terpaksa dikeluarkan juga, pemimpin bandit ini mencoba menebak apa yang dimiliki oleh pemuda itu.
" Kau akan sangat berbahaya di masa depan Nak, aku akan membuat mu berhenti disini dan takkan pernah bisa melihat masa depan. " Ucap pemimpin bandit itu, dengan perlahan mengeluarkan sebuah tombak panjang yang merupakan Magic tool Superior low tier.
" Ini berbahaya. " Ucap Li Xuan.
" Teknik Tombak Bumi, Tusukan Tombak Pembelah Bumi! "
" Dengan kecepatan seperti itu aku takkan bisa menghindari nya, " Li Xuan seperti memikirkan sesuatu, namun tanpa di duga sebuah tongkat besar memanjang di depan nya menyambut serangan tombak itu.
" Teknik Tongkat Surgawi, Tongkat Pemecah Langit! " Biksu muda itu berteriak.
Tongkat dan tombak tiba tiba beradu, terlihat serangan tongkat itu begitu mendominasi, sehingga menusuk perlahan membesar dan memanjang, bahkan hingga menghantam pemimpin bandit tdi hingga terdorong kebelakang, dan mengeluarkan seteguk darah.
Swosshh
Saat Li Xuan akan mengejar nya, tiba tiba ia ditahan oleh Biksu muda itu, " Amithaba.. Biarlah dia pergi, mungkin dia akan berubah di masa depan, juga kenapa kau membunuh sisanya, kau tidak boleh membunuh manusia tanpa alasan, amithaba.. "
" Aku mengejar nya agar orang itu tak mencelakai lagi orang seperti kita, jika tak dikejar, kemungkinan dirinya untuk kembali melakukan hal semacam ini sangat besar, dan juga jika bawahan nya tak di bunuh seperti itu maka mereka akan berkumpul kembali dan mencoba mencari mangsa baru yang bisa jadi lebih lemah dari kita, lalu mereka membunuh nya. " Protes Li Xuan.
" Amithaba.. Sudahlah, kita biarkan saja, semoga dia bertaubat sebelum kembali melakukan kejahatan, amithaba... "
" Baiklah terserah kau saja tuan amithaba, jadi bagaimana nasib keenam orang kultivator Kondensasi tingkat 10 tadi? " Tanya Li Xuan.
" Amithaba.. Mereka sudah ku buat pingsan, lalu sudah ku ikat juga, aku akan membawa nya ke kota yang sedang ku tuju untuk melaporkan nya, amithaba.. " Ucap Biksu muda itu.
__ADS_1
" Baiklah baiklah, sebelum itu bolehkah aku meminta untuk memeriksa para kultivator itu? Aku ingin memastikan nya saja. " Ucap Li Xuan.
" Amithaba.. Boleh saja, baiklah lewat sini, amithaba.. "
Tanpa diketahui Biksu itu, ternyata Li Xuan mencoba mencari cincin penyimpanan mereka, gurunya Xiao Li menjelaskan, jika Li Xuan membutuhkan modal awal untuk petualangan nya, Li Xuan bisa memulai nya dari mengalahkan para bandit, lalu mengumpulkan cincin penyimpanan nya, karena kemungkinan bahkan setiap bandit tingkat rendah sekalipun, akan memiliki harta yang lumayan, juga akan mendapatkan bayaran jika melaporkan nya pada keamanan kota terdekat.
Setelah dengan sembunyi sembunyi tanpa diketahui Biksu muda itu, Li Xuan mencoba mengambil cincin penyimpanan mereka, bahkan cincin penyimpanan milik 3 kultivator Common Foundation yang tadi ia bunuh pun tak terlewat oleh nya.
" Baiklah sudah selesai, jadi kemana kota tujuan yang tadi kau sebutkan? Apakah kota itu masih jauh dari sini? " Tanya Li Xuan.
" Amithaba.. Jika dari sini kemungkinan sudah tak terlalu jauh, kau bisa mengikuti ku jika kau tak mengetahui jalan nya, dan itupun jika kau mau dermawan muda, amithaba.. " Jawab Biksu muda itu.
" Emm.. Baiklah, tak ada salah nya jika memiliki teman seperjalanan, mungkin akan lebih bagus, dan juga kalau benar ku tebak kau dari Kuil Penyucian Ilahi? "
" Amithaba.. Ya kau benar, sebelumnya perkenalkan namaku Sheng Liu, aku merupakan salah satu murid di Kuil Penyucian Ilahi, aku sangat berterima kasih karena pertolongan mu, amithaba... "
" Sebelumnya perkenalkan juga, aku Li Xuan, kau boleh berpikiran kalau aku dari keluarga Li terhormat manapun, namun aku bukan berasal dari sana, aku hanyalah seorang pendekar pengelana dari desa terpencil yang hancur karena pertempuran pertempuran kecil yaang disebabkan karena perebutan warisan dua jagoan mereka. " Ucap Li Xuan.
" Ahh.. Amithaba.. Aku ikut berduka dermawan Li atas kabar duka yang telah kau sampaikan, aku meminta maaf karena tak bisa membantu mu saat itu terjadi. " Ucap Biksu muda itu sambil menangkupkan tangan nya hormat.
" Ahh.. Tak apa tuan amithaba, dan juga bolehkah kau tak perlu menambahkan dermawan di depan nya, aku merasa seperti seseorang yang telah bersedekah besar padamu, kau bisa memanggilku teman Li, atau saudara Li, atau kawan Li, asal jangan memanggilku seperti itu. " Protes Li Xuan.
" Baiklah saudara Li, amithaba.. " Jawab Biksu muda itu.
" Amithaba.. Kau pun jangan lupa untuk memanggilku seperti biasa Sheng Liu, amithaba.. "
" Hah.. Baiklah saudara Sheng, namun tetap saja namaku menjadi Li amithaba, hufftt.. "
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke kota terdekat yang dituju oleh keduanya.
Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!