Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 58 - Sang Pemenang


__ADS_3

Jian Shutian terlihat semakin terdesak dibawah serangan serangan Li Xuan, dalam sekali pengamatan saja Li Xuan sudah dapat melihat dengan jelas kelemahan dan kekurangan dari Jian Shutian itu sendiri,


" Cihh.. Jika terus seperti ini aku akan segera babak belur dibuatnya, aku harus segera mengeluarkan jurus itu untuk mengakhirinya, " gumam Jian Shutia.


" Saudara Li, pertarungan ini sudah terlalu lama, bagaimana kalau kita akhiri saja pertempuran ini sekarang, " ucap Jian Shutian.


" Terserah kau saja Tuan muda, aku mengikuti keinginan mu, " jawab Li Xuan.


" Baiklah, coba kau terima serangan terakhir dari ku di akhir pertarungan kita kali ini Saudara Li! " ucap Jian Shutian


Jian Shutian memasukkan pedang ke dalam sarungnya, menjorokkan sebelah kaki nya ke belakang, lalu memejamkan mata sambil memegang gagang pedangnya.


Tanpa disadari langit tiba tiba gelap penuh dengan petir ungu yang menyambar, terlihat sekumpulan petir ungu mengelilingi Jian Shutian.


Semua yang melihat itu merasakan riak petir kuno seperti menyambar nyambar menyerang tempat mereka berpijak sekarang.


Para Patriack dan juga semua orang yang hadir di sana sangat mengetahui seberapa mengerikan jurus yang akan di keluarkan ini.


Bahkan dikatakan dulu salah seorang leluhur Sekte Seribu Pedang Ilahi pernah menggunakan jurus ini untuk membunuh 2 orang kultivator di tingkat Nascent Life final circle sekaligus.


" Bukankah ini jurus mengerikan itu? Tidakkah terlalu berlebihan Tuan muda Jian Shutian menggunakannya untuk menyerang Anak muda itu? "


" Ya.. Kau benar, mungkin Tuan muda ingin memperlihatkan dominasinya dalam Sword kultivator kepad Anak muda itu. "


Para penonton dibuat ngeri dan bingung sekaligus oleh yang Jian Shutian perbuat,


" Bukankah Tian'er mu itu terlalu berlebihan Jian Wang? " tanya Feng Xiantian.


" Ya.. Aku juga berpikiran seperti itu, namun mungkin, Tian'er memiliki pemikirannya sendiri, semoga dia tak membahayakan nyawa lawannya itu, " sambung Jian Wang


" Amithaba.. Patriack Jian, bukankah kau harus menghentikan niat anakmu yang ingin mengeluarkan jurus berbahaya ini? Amithaba.. " ucap sang Earth King Biksu Kepala Sheng Tong.


" Ya Patriack Jian, jurus ini terlalu mengerikan untuk sekedar pertarungan persahabatan seperti ini, " ucap sang Beast King Long Shen.


" Kalian memang benar, namun aku merasa yakin dengan keputusan yang dikeluarkan anakku, aku pun akan bertanggung jawab penuh atas dirinya jika terjadi sesuatu apapun nantinya, " jawab Jian Wang.


Shan Jianfeng dan juga Feng Shejian terlihat penasaran dengan apa yang Jian Shutian lakukan,


" Apakah Saudara Jian memang perlu hingga mengeluarkan jurus seperti itu? Bukankah kau pun pernah merasakannya Saudara Shan? " tanya Feng Shejian heran.

__ADS_1


" Ya.. Aku tau seberapa mengerikan jurus itu, bahkan aku pernah merasakannya sendiri, jika saja waktu itu aku telah menguasai jurus pamungkas itu, aku takkan kalah dari Jian Shutian itu, " ucap Shan Jianfeng


" Aku berpikir, mungkin setelah aku mengusai jurus pamungkas itu sedikit saat ku gunakan melawan mu, aku akan bisa mengalahkan Jian Shutian itu jika ku tantang lagi, namun sepertinya penguasaan nya terhadap jurus mengerikan itu telah meningkat kembali, hah.. " keluh Shan Jianfeng.


**


Di tengah arena pusat pertempuran, Li Xuan terlihat kebingungan, ini situasi berbahaya, namun jika dirinya tak mengeluarkan jurus terakhir dari Teknik Pedang Ilahi maka bisa saja dirinya meninggal ditempat oleh serangan itu, Li Xuan tak memiliki pilihan lain.


Li Xuan mengangkat pedangnya, Ia memejamkan matanya, terlihat langit yang tadinya penuh dengan petir, seperti dibelah dua secara sengaja, aura kuno ilahi seperti turun membanjiri pedang yang Li Xuan angkat.


Semua orang yang hadir disana tiba tiba berdiri, terutama sang Patriack Sekte Pegunungan Surgawi, Shan Yuan, Shan Jianfeng bahkan Yin Lianhua sekalipun, tak ketinggalan sang White King yang sedari tadi memejamkan matanya tiba tiba membuka kedua matanya, mereka semua telah sangat akrab dengan jurus itu pamungkas yang akan segera dikeluarkan oleh Li Xuan itu.


Dari kejauhan, beberapa meter dari Kota Besar Chang An, terlihat seorang wanita yang terbang tergesa gesa menuju ke arah arena di pusat kota, saat ia merasakan riak kuno jurus pamungkas itu, tiba tiba wanita itu meneteskan air matanya dan mempercepat perjalanannya menuju pusat kota.


Di pusat pertempuran, Jian Shutian dengan jurus mengerikannya, dan Li Xuan dengan jurus terakhir Teknik Pedang Ilahi nya, keduanya terlihat seperti dua pangeran pedang surgawi yang sedang memperebutkan tahtanya sebagai raja pedang.


Keduanya mulai bergerak saling melepaskan serangannya,


" Teknik Pedang Petir Surgawi, Pedang Petir Nirwana! "


" Teknik Pedang Ilahi Pemusnahan, Ribuan Pedang Ilahi Suci!!!"


Semua energi Qi orang yang menonton pertandingan itu bergetar, bahkan para Emperor sekalipun merasakan gangguan nya, sang Pill Emperor yang merasakannya pun tiba tiba membuka matanya melihat kedua serangan itu bertemu.


Ratusan bahkan ribuan penghalang terlihat diseluruh arena itu, semua terdiam bergidik ngeri melihatnya, bahkan para Jenius sekalipun bergidik ngeri melihatnya.


Dua serangan itu bertemu, ledakan ledakan kedua serangan itu bertebaran, petir petir surgawi berhadapan dengan pedang pedang ilahi kuno.


Kedua jurus itu terus bergerak maju untuk mencari siapa pemegang tahta sebagai sang jenius Swprd kultivator sejati, hingga akhirnya serangan utama kedua pedang besar bertemu,


Booooommmmm!!!!!


Ledakan besar terdengar, bahkan beberapa penonton tingkat Kondensasi Qi ikut terpental dibalik penghalangnya, sang wasit mencoba mundur menjauh dari pusat pertempuran dengan penghalangnya.


Setelah beberapa nafas, terlihat seorang pemuda yang masih berdiri dengan penuh luka babak belur, namun kali ini pemuda itu ditemani oleh seekor burung kecil di pundaknya, terlihat menyembuhkannya.


" Hah.. Huh.. Ini sangat melelahkan sekali Ayam Kecil, serangannya itu sangat kuat, namun sepertinya telah terlihat siapa pemenangnya, kau kembali saja dulu, terlalu banyak orang di sini, kau harus tetap bersembunyi, " ucap Li Xuan.


" Cit cit cit, chiakss chiakss "

__ADS_1


" Ya.. Aku baik baik saja, kembalilah, aku bisa menyembuhkan nya sendiri setelah ini, " sambung Li Xuan.


Tiba tiba burung kecil itu kembali ke tempat tato di punggungnya Li Xuan.


Di arah lain seorang pemuda lain tergeletak jauh dari pusat arena bersimbah darah, Patriack Jian Wang yang melihat itu dengan cepat turun lalu mencoba mengobati anak semata wayang nya itu, untung saja luka yang dideritanya tidak cukup parah.


Pak tua Yao Lao Pill Emperor itu pun akhirnya turun tangan, Pak tua itu langsung menghampiri Jian Shutian yang tergeletak untuk mencoba menyembuhkannya.


Setelah di periksa, Jian Shutian lalu di berikan sebuah pill oleh Yao Lao, akhirnya kondisi pemuda Jian Shutian itu berangsur angsur membaik.


Para penonton bahkan masih belum mencerna semuanya, para Jenius pun terdiam dibuatnya, namun, dengan ini lalu pembawa acara Luo Huang mengumumkan pemenangnya,


" Satu orang tergeletak pingsan di pinggir arena, maka sudah diputuskan, pemenangnya adalah kultivator muda Li Xuan! " teriak Luo Huang.


Seluruh arena terdiam sejenak mencerna kata kata dari Luo Huang, namun, setelah beberapa nafas riuh pengantar kemenangan bergema di seluruh arena,


" Kau hebat Nak Li!! "


" Kultivator jenius yang bersembunyi!! "


" Penakluk Sang Jenius!! "


" Hidup Li Xuan!! "


Sorak sorai penonton bergema, Li Xuan yang melihat itu dari bawah hanya tersenyum skeptis, Ia lalu berjalan mendekat ke araj Jian Wang, Pill Emperor, dan juga Jian Shutian yang tergeletak itu,


" Emm.. Mohon maaf sebelumnya yang mulia Patriack, saya telah dengan sengaja melukai anak semata wayang anda, namun aku tidak punya pilihan lain, saya memohon mahan yang sebesar besarnya, " Di dekat Patriack itu Li Xuan berbicara sambil membungkukkan badannya.


" Ahh ternyata kau Nak Li.. Tak apa, kau tak perlu minta maaf padaku Nak Li, bahkan mungkin ini keinginan dari Jian Shutian itu sendiri, kau benar benar hebat, aku salut padamu, namun sebenarnya, mungkin yang harus kau berikan permintaan maaf bukan aku, kau menyadari nya kan Nak Li? " ucap Jian Wang dengan senyumannya.


" DIAM SEMUANYA!!! "


" KAU BERHUTANG SEBUAH PENJELASAN PADAKU Li Xuan!!! "


Teriakan kencang dengan membawa energi Qi yang kuat berasal dari kursi para Patriack, membungkam semua riuh penonton di seluruh arena itu,


" Sepertinya anda benar Patriack.. " ucap Li Xuan dengan senyuman kecutnya.


Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!

__ADS_1


__ADS_2