Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 56 - Pertarungan Dua Sword Kultivator


__ADS_3

" Dimulai!!! "


Pertarungan antara Jian Shutian dan juga Li Xuan akhirnya dimulai, tanpa sedikitpun aba aba, Jian Shutian langsung menerjang ke arah Li Xuan dengan Pedang Qilin Pembantai nya.


Swoosshh


Li Xuan tanpa persiapan apapun bahkan tak mengeluarkan pedang nya sendiri mencoba menghindari berbagai serangan yang diluncurkan oleh Jian Shutian,


" Ayo Saudara Li, keluarkan kemampuan terbaikmu itu, aku ingin melihatnya lagi saat kau melawan Tuan muda dari sekte hitam itu, " ucap Jian Shutian pelan sambil mengayun ayun kan pedangnya menerjang ke arah Li Xuan.


" Begini Tuan muda, aku tak berniat untuk bertarung disini, sebenarnya aku hanya ingin hadiah menerima tantangan darimu saja, untuk menang dan lainnya aku tak terlalu percaya diri, jadi begini saja dulu, mungkin nanti aku akan menyerah, baik baik saja kan Tuan muda? " sambung Li Xuan sambil terus menghindari serangan Jian Shutian.


" Mana bisa begitu, kau akan lebih dahulu tercincang oleh pedang ku ini jika kau terus menghindar seperti ini! " timpal Jian Shutian sambil terus menyerang.


" Begitukah Tuan muda? " ucap Li Xuan santai.


Ketika Qi yang berada dalam dirinya mulai perlahan berkurang, Li Xuan dengan sigap memakan sebuah Pill Pengumpul Qi untuk terus merestorasi Qi nya sendiri, ini menjadi sebuah pertarungan dimana siapa yang lebih dulu menghabiskan Qi lawannya, dialah yang menang.


Para penonton kurang menyukai pertempurannya karena terlihat seperti penyerangan sebelah pihak, namun berbeda bagi para kultivator tingkat tinggi termasuk para Patriack sekte dan para Emperor, kelincahan Li Xuan jauh di atas nalar biasa seorang pemuda di tingkat Kondensasi Qi.


Apalagi dibantu oleh pill pill pengumpul Qi nya, Li Xuan menjadi seorang yang lincah dan seperti memiliki Qi yang tak terhingga.


" Seni Sayatan Halilintar, Sayatan Elang Halilintar! "


" Gerakan Seribu Petir, Gerakan Petir! "


Li Xuan masih dengan sikap bertahan dan menghindar nya berusaha mencoba menghindari jurus jurus mematikan dari Jian Shutian,


" Ckk.. Apakah kau masih meremehkan ku? Terima ini! "


" Seni Sayatan Halilintar, Sayatan Seribu Halilintar! "


Permainan pedang Jian Shutian akhirnya meningkat, desas desus yang mengatakan bahwa Jian Shutian telah menyelesaikan tantangan pertama dari pemahaman Sword Dao bukanlah kabar burung belaka, disusul oleh para pesaingnya Shan Jianfeng dan juga Feng Shejian.


" Sepertinya di ranah Kondensasi Qi ku ini takkan bisa menghindari terus menerus tebasan dari seorang Sword kultivator yang telah melewati tantangan pemahaman pertamanya " Sebuah Pedang " , jika terlalu lama, mungkin aku akan mengeluarkan pedangku cepat atau lambat. " Li Xuan bertarung dalam pikirannya.


Sesaat setelah pertarungan itu cukup intens, Li Xuan mundur menjauh dan mengangkat tangannya, " Aku menyerah! "


Sontak seluruh penonton bahkan para Patriack dan juga para Emperor terkejut dibuatnya, namun tidak dengan Luo Fengtian,


" Hehehe.. Aku tak mengizinkan siapapun dari kalian untuk menyerah, sebelum ada yang tumbang entah siapapun diantara kalian, hohoho.. " ucapnya.


Tiba tiba seluruh arena terdiam, bahkan semua penonton membelalakkan matanya tak percaya,


" Yang mulia Space Emperor, bagaimana bisa seperti itu? Bukankah jika seperti itu sebuah kecelakaan apapun itu dapat terjadi di arena? Dan juga sepertinya Anak muda itu terdesak dan juga menyerah, " ucap seorang penonton.

__ADS_1


" Hohoho.. Aku telah mempertimbangkan nya, lagipula ada sahabatku di sini yang siap membantu jika terjadi sesuatu di luar prediksi kita semua, bukankah begitu yang terhormat Pill Emperor? " ucap Luo Fengtian.


Dengan anggukan dan lambaian tangan, Yao Lao sang Pill Emperor itu kembali memejamkan matanya dan diam dengan acuh tak acuh.


" Bagaimana? Apakah kalian masih meragukan keputusan ku? " ucap Luo Fengtian.


Semua penonton terdiam, namun tiba tiba Li Xuan melayangkan protesnya,


" Ini tidak bisa menjadi seperti itu Pak tua, ini sangat tidak adil, aku mohon kepadamu agar mengizinkan ku untuk menyerah, " ucap Li Xuan dengan sikap setengah bersujud.


" Hohoho.. Keputusan ku sudah bulat, tak ada yang diperbolehkan menyerah, silahkan lanjutkan lagi pertarungannya, hei Nak, kau tak perlu menunggu aba2 lagi, serang saja langsung seperti tadi, hahaha.. " ucap Luo Fengtian.


" Baik, terima kasih sebelumnya yang terhormat Space Emperor, " ucap Jian Shutian yang langsung meneruskan serangannya.


" Chichichi.. Bagaimana kau akan menghadapinya Anak muda Li Xuan? Apakah kau masih bisa menyembunyikan kemampuan mu? Chichichi.. " gumam Luo Fengtian.


" Hei Luo tua, kenapa kau melarang salah satu dari mereka menyerah? Aku tidak mengerti, dan juga bukankah anak itu ingin terus menyembunyikan kemampuan dan identitasnya? " Taiyang Huo menanyakan perihal pelarangan yang dilakukan oleh Luo Fengtian.


" Kau lihat saja nanti Taiyang tua, kau akan mengerti, bukankah begitu Yao tua? " jawab Luo Fentian dengan sedikit lirikan pada Yao Lao.


Kembali Yao Lao hanya menjawabnya dengan lambaian tangan, lalu meneruskan kembali kultivasi nya.


Di arena pertarungan Li Xuan dengan seluruh kemampuannya masih terus saja menghindari serangan serangan beruntun mematikan yang dilancarkan oleh Jian Shutian,


" Ckk.. Pak tua itu mencoba mempermainkan ku, sepertinya tak ada pilihan lain jika sangat terdesak nanti, " gumam Li Xuan.


" Bukankah kau sudah sedikit kewalahan Saudara Li? Bagaimana jika ku akhiri saja ini jika kau tetap tak mau mengeluarkan pedang mu, bukankah kau menyadari kalau aku mengerahkan seluruh kemampuan ku di jalam " Sebuah Pedang " , kau takkan bisa mengimbangiku hanya dengan menghindar? "


" Cobalah untuk menghindari jurus ini, "


" Seni Sayatan Halilintar, Sayatan Naga Halilintar!! "


" Ini berbahaya.. " Li Xuan bergumam pelan, lalu tanpa di duga...


" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Pemecah Langit! "


Clanggg!!!


Buzzz!!!


Seorang pemuda yang tadi terus saja menghindar akhirnya menangkis serangan dari lawannya menggunakan sebilah pedang dengan dialiri sempurna oleh Qi emas miliknya.


Semua yang hadir di sana membelalakkan matanya tak percaya, serangan pedang dengan penguasaan Qi yang sempurna, dibawa oleh sebuah jurus mematikan seperti itu takkan bisa ditangkis oleh orang yang penguasaan Qi nya biasa biasa saja, juga jurus yang tak sebanding dengannya.


" Anak muda itu benar benar seorang Sword kultivator!? "

__ADS_1


" Bukankah ini sedikit mencengangkan? Ada Sword kultivator muda berbakat lain di Benua Bumi Selatan ini? "


" Tapi bakat dan juga kemampuan maksimalnya mungkin belum bisa setara dengan para jenius itu? "


" Hei, kau tak menyadari? Mana bisa serangan dengan penguasaan Qi sempurna dan jurus yang mengerikan seperti itu ditangkis oleh seorang Sword kultivator biasa saja? "


" Mungkinkah Anak muda itu bisa bersaing dengan para jenius pedang itu? "


Para penonton mulai berdiskusi di tempatnya masing masing, mencoba berasumsi pada fakta yang telah terlihat oleh mata mereka sendiri.


Dengan seringai tipisnya tanpa aba aba Jian Shutian dengan cepat menerjang ke arah Li Xuan, terjadilah bentrokan antara dua Sword kultivator.


Awalnya Li Xuan terlihat ragu dalam mengayunkan pedangnya, terlihatragu dan kaku, sehingga para penonton mulai berasumsi lain, namun seiring berjalannya waktu Li Xuan terlihat mulai bisa mengimbangi ayunan pedang Jian Shutian, bahkan sedikit memberi perlawanan pada lawannya.


Semua orang yang menonton pertarungan itu terdiam, pertarungan dengan seni yang indah seperti dua orang sword kultivator yang mengayunkan pedangnya dengan lihai merupakan surga itu sendiri bagi para kultivator.


Kecepatan, ketajaman, kelincahan, kekuatan, dan juga kelihaiannya sangat diperhatikan dalam permainan berpedang, namun dengan mengambil 5 kriteria tersebut, Li Xuan dapat mengimbangi permainan berpedang dari Jian Shutian, bahkan...


Clangg!!!


Slasshh!!


Terdengar luka sayatan pedang, seluruh arena terdiam menunggu siapa yang terluka oleh pedang mereka pertama kali, tiba tiba darah menetes dari pipi kanan Jian Shutian, semua penonton benar benar tercengang dibuatnya.


" Anak muda itu mampu melukai Tuan muda Jian Shutian!? "


" Ini.. Ini.. Seorang monster Sword kultivator lain! "


" Siapakah guru yang beruntung mendapatkan murid seperti Anak muda itu? "


Dari kursi para Patriack, tiga Patriack tiba tiba berdiri melihatnya, Shan Yuan, Feng Xiantian, dan juga Jian Wang, di balkon khusus para jenius, Shan Jianfeng dan juga Feng Shejian pun ikut berdiri.


" Hahaha.. Bagaimana Ayahanda, para Saudara sekalian? Kalian melihatnya kan? Aku bertemu dengannya waktu itu menyelamatkan ku dari serangan sekte hitam di Kota kecil sebelah timur dari sini, dan ya kalian mungkin bisa menebaknya, " ucap Jian Shutian.


" Ternyata, menang masih banyak anak singa yang sengaja ditidurkan oleh ayah nya, aku merasa tersanjung dengan permainan berpedangnya, kalau boleh tau, siapa guru yang telah mengajari mu nak? Apakah guru yang juga membuatkan pill untuk mu? "


Pertanyaan Jian Wang membuat seluruh arena diam dalam pemikirannya masing masing.


" Mungkin Ayahanda harus menunda dulu pertanyaannya sebelum aku menyelesaikan pertarungan ini? " ucap Jian Shutian dengan seringainya.


" Ahh.. Benar, aku melupakan hal itu, baiklah silahkan, selesaikan dulu pertarungan kalian, berikan kami sebuah pertarungan dengan seni yang memukau! " ucap Jian Wang.


" Hehe.. Bukankah ini baru pemanasan Saudara Li? Aku selalu bersemangat jika bertarung melawan seseorang yang sebanding dengan ku, terima ini!! "


Jian Shutian kembali menerjang ke arah Li Xuan dengan kecepatan puncak nya.

__ADS_1


" Hah.. Justru aku berharap sebaliknya Tuan muda, " keluh Li Xuan sambil menangkis serangan yang datang padanya.


Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!


__ADS_2