Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 47 - Kompetisi & Pertemuan


__ADS_3

Di sebuah ruangan, terlihat beberapa puluh kursi melingkar mengelilingi meja, di belakang kursi kursi itu terdapat satu atau lebih kursi juga diantaranya, beberapa orang menduduki kursi kursi itu, hingga beberapa saat hanya tinggal sebuah kursi saja yang tersisa.


Seorang Pria tua terlihat masuk ke ruangan itu, berjalan menuju ke kursi yang belum ditempati itu, lalu dirinya duduk dan menghadap kepada semuanya,


" Selamat datang di pertemuan besar aliran putih, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya pada kalian yang terhormat para Patriack sekte dan juga pengawalnya. "


" Saya Luo Huang Pemimpin cabang pusat Asosiasi Harta Karun Langit Kekaisaran Bintang Surgawi menyambut kedatangan kalian, juga permohonan ini saya sampaikan pada kalian yang terhormat apabila terdapat beberapa kekurangan ataupun masalah yang mana kalian terganggu oleh nya. "


" Jadi.. Prokk Prokk.. Bawa hidangan nya, " ucap Luo Huan itu.


Para pelayan masuk dengan anggun, membawa berbagai macam makanan dan juga minuman, beberapa pelayan terbaik ditempatkan di beberapa tempat khusus jika ada satu atau dua hal permintaan.


" Dengan ini pertemuan aliran putih, saya mulai!!! " ucap Luo Huang.


Prokk Prokk


Prokk Prokk


Suara riuh tepukan tangan para kultivator yang berada di ruangan itu terdengar, beberapa terlihat semangat, sebagian tampak cuek dan acuh tak acuh, sebagian yang lain tak menghiraukan apa yang di bicaran Luo Huang.


Kebanyakan hanya mereka para sekte super yang berani untuk melakukan hal seperti itu, dengan fondasi ekonomi dan juga bakatnya, bahkan jika bersatu, Asosiasi Harta Karun Langit akan mengalami banyak kerugian.


" Baiklah, silahkan menikmati hidangan yang telah kami sajikan, kalian boleh menyicipinya terlebih dahulu, semuanya kami peroleh dari semua restoran berbintang yang ada di Benua Bumi Selatan. "


" Sehubungan dengan di adakan nya pertemuan ini, beberapa waktu lalu kami mendapat kabar dari Ketua Asosiasi tentang apa yang ia dapat dari beberapa perjalanan nya. "


Saat mendengar kata Ketua Asosiasi, semua yang hadir disana tiba tiba menghentikan aktivitas nya, bahkan beberapa orang yang tadinya tak menghiraukan sang Pemimpin cabang, tiba tiba mulai memperhatikan nya.


" Maka dari itu, tema yang kami angkat di pertemuan kali ini adalah " Peninggalan Dua Jagoan " !! "


Seketika para pria tua yang diam dengan mata terpejam, tiba tiba membuka matanya, keterkejutan dan juga ketertarikan melintas dimata para pria tua itu.


" Menurut informasi yang diberikan oleh Ketua asosiasi, di akhir pertempuran keduanya setelah saling mengeluarkan jurus pamungkas mereka, Ketua asoasi dengan sigap dan cepat menuju ke arah mereka, namun saat tiba, jasad mereka berdua pun telah menghilang. "

__ADS_1


Suasana disana tiba tiba sunyi, tak ada suara sedikitpun, namun, seorang pria yg mukanya terlihat tampak belum terlalu tua, tiba tiba berbicara,


" Bukankah aneh mereka tiba tiba menghilang? Apakah Ketua Asosiasi mu itu bisa diterima Pemimpin cabang? Apa bukti yang bisa menguatkan informasi itu? " Ucap Pria itu.


" Kami telah melakukan pencarian di setiap jengkal tanah pertempuran mereka, hingga bermeter meter jauhnya, jangankan kami menemukan jasad nya, bahkan sepihan serpihan baju ataupun barang apapun yang mereka bawa, kami tidak menemukan nya, " ucap si Pemimpin cabang.


" Tapi jika seperti itu, bukankah terlalu absurd untuk mempercayai informasi nya? " Timpal Pria itu.


" Yang terhormat Patriack Shan, aku tau kenapa kau begitu menyanggah informasi itu, kau takut jika Tetua Fang masih hidup kan? " Ucap seorang Pria lain yang terlihat hampir seumur dengan nya.


" Diam lah Jian! Ini urusanku, karena Fang tua itu adalah tetua dari sekte ku, kau tak berhak ikut campur masalah ini! " teriak Patriack Shan itu.


" Heh.. Apa yang membuat mu cemas Shan? Apakah Tetua Fang pergi dari Sekte Pegunungan Surgawi dengan membawa sesuatu? Kau nampak gelisah seperti itu, hahaha.... " ucap Pria yang di panggil Jian itu..


" Patriack, sudahlah jangan kau teruskan lagi perdebatan ini, jangan dibiarkan emosi mu tersulut seperti itu, " ucap seorang Tetua sepuh yang ada di belakang nya.


" Cih.. Untung lah aku diingatkan oleh mu Grand Elder, kalau tidak, akan terjadi pertempuran disini, " gumam Patriack Shan itu.


**


" Dengan ini, pertarungan kompetisi jenius muda antar sekte telah memasuki babak 16 besar, masing masing peserta yang lolos boleh bersiap di tempatnya masing masing, " Ucap seorang wasit yang telah di sediakan khusus oleh pihak asosiasi.


Setelah istirhat selama beberapa jam, akhirnya pertarungan kembali di mulai, tak lupa setiap orang mengambil nomor gilirannya, setelah mengambil nomor giliran, barulah wasit mengambil sebuah nomor yang berisi angka 1 - 8 untuk menentukan siapa yang akan bertarung.


" Pertandingan pertama di babak 16 besar! Nomor 3! Yin Lianhua dari Sekte Pegunungan Surgawi! melawan Jian Mei dari Sekte Seribu Pedang Ilahi! "


Terdengar suara suara riuh, tepuk tangan dan juga siulan siulan dari para kultivator muda laki laki,


" Mei jie jie!! "


" Yin Lianhua ku!! "


" Jian Mei aku mencintai mu!! "

__ADS_1


" Adik Yin Aku menyukai mu!! "


" Bagi kedua peserta, dipersilahkan untuk menaiki panggung arena pertarungan, peraturannya tetap sama, tak boleh saling membunuh, keluar dari arena dinyatakan kalah, menyerah dinyatakan kalah, pingsan juga akan dinyatakan kalah. "


Dua wanita dengan rupa bagai bidadari terlihat menaiki panggung arena, seorang wanita menggunakan baju sekte biru putih abu, berlambangkan 7 pegunungan yang saling memutar di dada nya, juga sebuah pedang dengan riak yang cukup mendominasi bertenteng di pinggang nya.


Dengan selendang penghias di kedua sisi nya, yang sengaja tertempel di baju nya, memperlihatkan keindahan cantik surgawi, dengan wajah yang tanpa cacat, rambut perak panjang bersinar di terpa mentari yang berada di pelupuk kepala, menambah kecantikan alami surgawi nya.


Di seberangnya wanita bergaun kuning emas dengan lambang pedang menyala di dada nya, dan sebuah pedang agak panjang dan besar yang tak kalah mengerikan nya dari pedang wanita tadi mengisi punggung wanita itu.


Ditambah baju ketat nya memperlihatkan dua buah tonjolan yang cukup agak mengerikan dengan belahan baju yang tak terlalu dirapatkan, muka cantik menghiasi wajah wanita itu.


Rambut hitam yang di ikat di belakang kepalanya menghadirkan pesona sosok wanita kuat dan dewasa, walaupun memang tak bisa di bandingkan dengan kecantikan lawan tanding nya, namun dengan wajahnya saja cukup untuk menggetarkan hati para laki laki diluaran sana.


" Jika kalian sudah siap.. Maka pertandingan ini, marilah kita.. Mulai!!! "


Swoosshh Swoosshh


Kedua wanita itu saling maju dengan kecepatan maksimal nya, terlihat jurus jurus berbenturan di arena, dengan keahlian keduanya, bahkan para pria diatas tempat duduk penonton terheran heran.


Hanya Li Xuan yang sedari tadi benar benar memperhatikan pertarungan nya,


" Ini memang benar benar pertarungan para jenius, aku seperti melihat para kultivator Qi Foundation yang sedang bertarung, sejak daritadi bahkan para jenius sekte besar pun dapat memperlihatkan satu dua hal yang menarik. "


" Emm? Itu kan perempuan yang waktu itu ku bantu? Yin Lianhua? Sekte Pegunungan Surgawi? Ahh.. Aku mengerti, jadi yang ku bantu waktu itu adalah Yin Lianhua sang jenius perempuan dari Sekte Pegunungan Surgawi? Pantas saja awal awal sikap mereka begitu sombong. " ucap Li Xuan sambil menggelengkan kepalanya.


" Musuhnya ini? Memang benar, dengan membawa pedang jenis seperti itu harus lah dibarengi dengan kecepatan yang diatas rata rata pula, ternyata memang benar para jenius ini tak main main dalam latihan mereka. "


Pecahan arena terlihat berhamburan, tabrakan energi qi yang terus berlanjut membuat arena pertempuran mau tidak mau terkikis sedikit sedikit, keduanya terlihat telah mendapatkan luka luka sayatan tipis, dengan beberapa sobekan baju berserakan.


" Ternyata kecepatan pergerakan mu telah meningkat Saudari Mei. " ucap Yin Lianhua.


" Kau juga, ternyata kekuatan mu telah meningkat Saudari Yin, namun peningkatan kekuatan mu itu takkan cukup untuk mengalahkan ku. " jawab Jian Mei.

__ADS_1


" Heh? Apakah seperti itu? " sambung Yin Lianhua.


Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!


__ADS_2