Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 81 - Awal Menuju Keabadian


__ADS_3

Saat sampai, Li Xuan menemukan beberapa bangunan yang sedang di bangun, ada juga yang sudah jadi dan bisa ditinggali, kedatangan Li Xuan disertai dengan intimidasi yang di keluarkan oleh para bandit itu.


" Semuanya, Tuan muda telah kembali! " ucap Bandit yang tadi bersama Li Xuan.


" Tuan muda telah kembali!? "


" Tuan muda telah kembali, Tuan muda tak melupakan kita! "


Teriakan teriakan para bandit yang berada di desa itu, namun ada yang berbeda dari kelihatannya, yang datang hanyalah 10 bandit awal termasuk kebetulan bandit yang tadi Ia temui di tempat menunggu yang telah dijanjikan.


" Kenapa? Bukankah kalian telah mendapatkan banyak teman teman yang lain? Dimana mereka? " tanya Li Xuan.


" Ahh.. Itu.. Sebelumnya kami telah mengajak mereka, namun.. " belum selesai pemimpin bandit yang dulu bersyarat pada Li Xuan itu berbicara, dari belakang seseorang menyerang Li Xuan dengan tiba tiba.


Swoosshh


Slasshh


Li Xuan dengan cepat menghindari serangan itu,


" Cihh.. Ku kira Tuan muda yang kalian bicarakan itu berkekuatan tinggi, atau memiliki asal usul yang mengerikan, ternyata hanya seorang bocah beruntung yang bisa mengalahkan beberapa bandit rendahan, " ucap bandit yang menyerang Li Xuan.


" Kau.. Ku peringatkan kau untuk mencoba berhenti menyerang Tuan muda, kau tidak tau kekuatannya juga belas kasihnya, kau akan menyesal jika bersikeras seperti itu, " ucap si Pemimpin bandit bawahan Li Xuan.


" Aku harus tunduk pada bocah antah berantah ini? Cih.. Hanya karena ada dirimu? Mungkin saat kita satu lawan satu kau bisa mengalahkan ku, tapi jika melawan 4 orang sepertiku apakah dirimu mampu? " ucap pemimpin bandit yang meragukan Li Xuan.


" Kau.. Kau.. Tuan mud - " belum selesai Pemimpin bandit itu berbicara, Li Xuan mengangkat tangannya.


" Tenanglah, biar aku yang mengatasi ini, kau takkan bisa mengalahkan mereka, " ucap Li Xuan.


Setelah berbicara seperti itu Li Xuan mengeluarkan sebuah pedang kayu tumpul dari cincin penyimpanan nya, banditmusuh yang melihat itu tertawa terpingkal pingkal.


" Hahaha.. Ternyata kau hanyalah seorang bocah miskin yang sedang beruntung, ku kira bocah kaya dari sebuah sekte super, hahaha... "


" Mari kita habisi dia! Semuanya, serang!! " teriak pemimpin bandit musuh.


" Cihh.. Kita harus melindungi Tuan muda, semuanya jangan kalah maju!! " ucap pemimpin bandit bawahan Li Xuan.


" Tidak! Berhenti!! Biar aku yang menyelesaikan mereka, " ucap Li Xuan.


" Tapi jumlah dan juga kekuatan mereka? "

__ADS_1


" Kau tidak percaya pada kekuatan ku? " ucap Li Xuan dengan nada dingin.


" Bu - bukan begitu maksud saya Tuan muda, " ucap pemimpin bandit nya itu terbata bata.


" Maka diamlah! " ucap Li Xuan kembali.


Yang Li Xuan sadari dari hasil pengalamannya selama di kota itu, Ia harus menghilangkan kenaifannya selama ini, semua harus Ia berikan ketegasan, sesuai pada tempatnya, dari hal itu, kenyataannya Li Xuan semakin terlihat dan tumbuh kedewasaannya.


" Majulah kalian! " teriak Li Xuan.


Swoosshh


Swoosshh


Semua bandit musuh itu menerjang ke arah Li Xuan, Li Xuan yang melihat itu, dengan cepat memaksimalkan kemampuan berpedangnya pada tahap " Menjadi Pedang " sehingga...


Swoosshh


Dengan memaksimalkan kecepatan energi root angin, petir dan juga cahaya nya, Li Xuan bergerak dengan sangat cepat bahkan hingga si pemimpin bandit musuh itu merasakan hawa merinding yang kuat di sekitar punggungnya.


Dalam sekejap mata, Li Xuan telah berada di sebrang para bandit itu, lalu terdengar suara benturan pedang kayu tumpul dengan beberapa anggota tubuh yang terkena sabetannya itu.


Plakk


Slasshh


Syeett


" Aahhh!! "


" Aaaa!! "


Bugg Bugg Bugg


Hampir sebagian bandit tergeletak pingsan oleh Li Xuan, pemimpin bandit musuh itu merasakan tangannya mati rasa menahan serangan itu.


" Ini.. Ini.. Kekuatan Tuan muda sungguh benar benar mengerikan.. " ucap para bandit yang telah mengikuti Li Xuan sejak mereka bertemu dengannya di perjalanan.


Pemimpin bandit musuh tiba tiba melepaskan pedang yang dipegangnya dari tangan kanannya, terdiam melihat itu, pemimpin bandit itu langsung terkulai lemas duduk di tanah lalu bersujud ke arah Li Xuan.


" Saya memohon ampunan pada belas kasih Tuan muda, saya benar benar bodoh karena buta akan ketinggian sebuah gunung! " ucap pemimpin bandit itu.

__ADS_1


" Baguslah jika kalian sudah mengerti, cepat sembuhkan rekan kalian, lalu terima ini sebagai syarat menjadi pengikut ku, " ucap Li Xuan sembari menyebarkan segel Qi nya.


" Kau ku tunjuk sebagai pemimpin bandit di sini, makanlah pill ini, dan besok atau lusa, kau akan memasuki ranah Superior Foundation tahap menengah, " ucap Li Xuan menunjuk sang pemimpin bandit yang patuh padanya sejak awal pertemuannya.


" Lalu.. bagikan beberapa pill ini untuk teman teman kalian berkultivasi, bagi yang masih muda berkultivasi lhh hingga ke ranah Kondensasi Qi tingkat 12, dan berusahalah sekuat tenaga untuk bisa menjadi seorang Superior Foundation, agar kedepannya tak memupuskan harapan kalian dalam berkultivasi, "


" Untuk para orang tua yang telah tua, bagi yang belum memasuki ranah Qi Foundation, aku memiliki beberapa pill di sini, kalian boleh mengkonsumsinya, namun ingat jika masih mampu dalam berkultivasi Kondensasi Qi, maka maksimalkan lah dan capai ranah Superior Foundation sebiaa mungkin, "


" Namun, jika sudah tidak memiliki peluang, kalian boleh untuk mengambil keputusan apapun, berikan pill ini bagi yang memberikan kontribusi lebih pada kelompok ini, bergeraklah seperti sekte untuk membantu warga dari kesusahan dan lainnya, lalu jauhilah tindak kejahatan yang ada dipikiran kalian, " ucap Li Xuan.


" Aku tidak akan berlama lama di sini, mungkin jika hanya menginap satu atau dua hari aku masih bisa meluangkan waktu, bersihkan tempat ini dari bekas pertempuran, lalu kembalilah bekerja, aku akan menginap di sini selama satu hari, " ucap Li Xuan lalu berjalan pergi.


Sebelum pergi melihat lihat, tak lupa Li Xuan meninggalkan beberapa pill, harta, senjata, dan lainnya untuk kebutuhan para bandit di sana.


Bahkan kekayaan yang dikeluarkan Li Xuan itu bisa menghidupi semua bandit itu selama beberapa tahun ke depan.


" Sungguh orang hebat yang dermawan, " ucap pemimpin bandit musuh yang telah menyerah pada Li Xuan tadi.


Hari itu Li Xuan beristirahat di tempat yang telah disediakan para bandit, semuanya saling bertukar cerita, dan mencoba mengembalikan suasana hati Li Xuan yang telah terlanjur buruk.


Namun secara bertahap akhirnya Li Xuan yang dingin kembali menjadi seseorang yang hangat, apalagi melihat beberapa yang sudah memiliki pasangan hidup bahkan mengandung, Ia seperti dikelilingi oleh keluarganya sendiri.


" Tuan muda, kalau boleh aku bertanya, benarkah besok anda akan kembali melanjutkan perjalanan? " ucap salah seorang Bandit.


" Ya.. Begitulah, aku menitipkan kamp pedesaan para bandit ini pada kalian semua, jagalah baik baik, jangan pernah mencari masalah dengan orang lain, bantulah orang yang kesusahan, ohh ya dan satu lagi, aku menyimpan semua kekayaan yang kalian butuhkan di gudang yang telah kalian bangun, "


" Pergunakanlah dengan baik, jangan pernah berpikir untuk mengambil apa yang bukan bagian kalian, semua berhak mendapatkan bagiannya, tapi tidak dalam konteks yang berlebihan, paham kalian semua!? " ucap Li Xuan tegas.


" Bagikanlah secukupnya, atur dalam sebuah penetapan poin kontribusi terhadap perkumpulan kalian ini, baiklah mungkin aku harus beristirahat, besok aku akan kembali melanjutkan perjalanan, jaga diri baik baik, berkumpul lah sebagai satu keluarga yang saling menjaga satu sama lain, " ucap Li Xuan mengakhiri pesan nya.


Li Xuan lalu melangkahkan kakinya ke tempat beristirahat nya, ketika memikirkannya kembali Ia terpikir sejak kapan dia bisa beristirahat seperti ini, namun ini bukanlah tidur yang menurutnya damai, ini hanya tidur ditengah tengah amukan kekejaman dan persaingan sengit dunia, terpencil dan memiliki sedikit kedamaian yang sementara.


Kembali Li Xuan bertekad untuk terus berusaha mewujudkan mimpi dari para guru nya yang menginginkan kedamaian agar keturunan generasi selanjutnya dapat merasakan ketenangan dalam kehidupannya.


Keesokan paginya Li Xuan bergegas pergi diantar oleh para penduduk desa kecil itu,


" Baiklah semuanya, jaga diri kalian baik baik, dan semoga kita bisa bertemu lagi di lain hari nanti, " ucap nya dengan sebuah lambaian tangan lalu pergi dengan kecepatan penuh nya.


Di masa depan, desa kecil itu akan menjadi kekuatan penyokong yang cukup berpengaruh bagi persaingan Li Xuan menegakkan kedamaian di Benua nya itu.


Li Xuan bergerak ke arah selatan dari Kota Besar Chang'an menuju Pulau Teratai Putih tempat Yao Lao berada, Ia kembali melakukan sebuah petualangan yang menegangkan, beberapa ratus kilometer harus ia tempuh untuk menuju Pulau Teratai Biru.

__ADS_1


Li Xuan berdiri diatas sebuah tebing yang tinggi, dengan sedikit senyuman dan terpaan sinar matahari, Li Xuan telah siap menyongsong tugasnya yang baru, sebagai " Murid dari para kultivator terkuat Benua Bumi Selatan ".


" Aku akan mencari, apa itu keabadian! "


__ADS_2