Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 83 - Kota Nian, Dan Rumor


__ADS_3

Kyaakkk


Seekor burung terbang melintasi pepohonan dan juga pegunungan dengan kecepatan sedang, di atasnya seorang pemuda terlihat sedang menikmati indahnya pemandangan dunia dari atas cakrawala.


Pemuda itu tidak lain adalah Li Xuan yang sedang terbang santai di atas Ayam Kecil, burung unik aneh yang di temukannya di dalam gua.


Saat Li Xuan memulai perjalanannya Li Xuan mencoba menghubungi Ayam Kecil yang berada dalam tato nya, namun ternyata, Ayam Kecil tiba tiba keluar langsung menghampiri Li Xuan.


Tanpa disadari, ternyata tingkat kultivasi ayam kecil telah jauh melampaui dirinya, Kondensasi Qi 13, itulah yang sepertinya dirasakan Li Xuan saat mencoba memeriksa burung kecil itu.


Kemudian Ia menemukan ide untuk mencoba menungganginya sambil menikmati pemandangan dunia nya dari atas cakrawala, sambil sesekali berkultivasi tanpa mengganggu waktu perjalanannya.


Hari ini baru hari kedua Li Xuan berada di atas Ayam Kecil yang terbang melintasi hamparan awan, saat Ia berkultivasi, dari beberapa meter di depan, Li Xuan merasakan beberapa energi Qi di depan jalur lintasannya.


Saat mencoba menghentikan kultivasinya, ternyata Li Xuan melihat sebuah kota kecil atau desa yang besar, Ia tidak begitu mengetahui ukurannya karena masih samar akan dunia nya sendiri.


" Ayam Kecil! Mari kita beristirahat dulu di bawah, sepertinya ada kota atau desa di depan, kita bisa turun ke bawah, dan kau masuk lagi ke dalam tato nya, terlalu berbahaya di luar, " ucap Li Xuan.


" Kyaakk.. Chiikk.. Chikk.. "


" Baiklah ini! Makanlah, itu sisa bahan baku dalam membuat pill, sepertinya cukup enak untuk mu karena merupakan tanaman herbal yang sudah berumur sekitar 100 tahunan, " ucap Li Xuan.


Ayam Kecil terlihat tersenyum bahagia melihat itu, ia langsung melahapnya bersemangat,


" Baiklah, mari kita turun, sekalian sepertinya kita harus mengisi perbekalan tanaman herbal, juga mencari petunjuk menuju ke Pulau Teratai Putih, " ucap Li Xuan.


" Kyakk.. Kyakk.. "


Ayam Kecil kemudian turun ke bawah dengan perlahan sampai ke permukaan, lalu masuk kembali ke dalam tato yang berada di punggung Li Xuan, Li Xuan melanjutkan sisa perjalanannya menuju tempat itu dengan berjalan kaki.


Li Xuan berjalan menuju kota itu, karena untungnya ternyata jarak dari pendaratannya ke kota itu tak terlalu jauh, terlihat tak ramai antrian seperti kota kota biasanya, para pelancong keluar masuk dengan santai, hanya dipinta biaya untuk masuk, lalu dengan lancar melenggang masuk ke dalam kota.


" Hufftt.. Akhirnya aku sampai di kota setelah berhari hari keluar dari Kota Besar Chang An itu, " gumam Li Xuan.

__ADS_1


Li Xuan berjalan ke gerbang masuk kota itu, terlihat di atasnya tertulis kata " Nian " ,


" Emm? Kota Nian ya.. "


Li Xuan melenggang berjalan ke depan gerbang, lalu para penjaga meminta biaya masuknya dan Li Xuan dengan cepat langsung membayarnya, saat masuk benar benar di luar perkiraan Li Xuan, Ia menantikan peemandangan kota seperti Kota Besar Pertamanya Chang An, namun Ia tak bisa berharap lebih pada kota ini.


Sejak masuk Li Xuan dengan cepat mencari toko cabang dari Asosiasi Harta Karun Langit, berbekal keberaniannya bertanya pada orang orang yang berada di sana, tak hanya bertanya Asosiasi, namun juga mengenai penginapan dan restoran atau toko makanan terbaik yang ada di kota itu.


Setelah mendapatkan beberapa petunjuk, akhirnya Li Xuan memutuskan untuk singgah ke toko Asosiasi Harta Karun Langit terlebih dahulu, karena tempat dengan jarak terdekat darinya adalah Asosiasi Harta Karun Langit itu.


Di Asosiasi Harta Karun Langit, Li Xuan hanya membeli beberapa kebutuhan tanaman herbalnya, Ia membeli dengan harga biasa tanpa mengungkapkan identistasnya sekalipun.


Li Xuan lalu berkeliling kota untuk mencari tempat makan atau restoran terbaik di kota itu, mengikuti beberapa petunjuknya dari hasil bertanya pada orang orang sekitar, Li Xuan akhirnya menemukan tempatnya,


" Restoran Kerang Biru, menurut penduduk kota, restoran ini adalah yang terbaik, dan kabarnya pusat restoran ini berada di setiap ibukota dari segiap kekaisaran, jadi sepertinya toko ini hanyalah cabang kecil ya.. " gumam Li Xuan.


Dari luar memang terlihat ramai orang di dalam nya, tak lupa juga yang berlalu lalang, bangunan yang cukup besar dan luas, namun Li Xuan harus memastikannya untuk bisa mengetahui sebenarnya.


Li Xuan kemudian masuk ke restoran itu dengan hati hati, lalu mencari meja yang kosong di tempat yang tak terlalu menarik perhatian, dengan sigap terlihat seorang pelayan menghampiri Li Xuan,


" Emm senior, kalau boleh tau, apa saja makanan terbaik di restoran ini? " ucap Li Xuan ke pelayan yang melayani nya.


Pelayan itu terlihat terkejut, namun dengan cepat Ia mencoba membenahi wajahnya,


" Sepertinya Tuan ini bukan berasal dari daerah dekat sini ya? Baiklah kalau begitu, ini mungkin makanan khas dan terbaik yang kami miliki, " Pelayan itu mulai menerangkan banyak makanan kepada Li Xuan.


Li Xuan terlihat mengamati dan mendengarkan dengan cermat,


" Emm.. Kalau begitu aku pesan semuanya, sekalian dengan minuman minumannya yang tadi kau sebutkan, ahh.. kalau kalian memilikinya jangan lupa tambahkan sedikit bumbu bumbu seperti garam sungai, gula kayu, dan juga rempah lain khusus ke dalam masakan daging Demonic Beast nya ya, aku akan menambah biaya nya untuk itu, " ucap Li Xuan.


Sekali lagi pelayan itu dibuat terkejut,


" Sebentar Tuan, anda mengetahui bumbu bumbu rahasia seperti itu? Kami biasanya hanya menyajikan hal hal dengan campuran bahan langka seperti ini untuk para tamu sekte sekte super dan besar, bahkan mungkin tambahan biayanya mungkin akan cukup besar tuan, " ucap Pelayan itu.

__ADS_1


" Baiklah ini tips untuk mu, apakah ini cukup? " ucap Li Xuan sambil mengeluarkan beberapa koin emas dan juga sekantung energi stone low grade.


Lagi lagi Pelayan itu membelalakkan matanya,


" Ini.. Ini.. Baiklah Tuan muda, anda hanya tinggal menunggu nya di sini, aku akan segera menyiapkan pesanannya, " ucap Pelayan itu, lalu dengan cepat menyambar beberapa benda emas itu dan kantungannya.


" Hah.. Ternyata benar apa kata guru Taiyang Huo waktu itu, hampir semua hal bisa kau dapatkan dengan uang, namun ada beberapa yang bahkan takdir pun hanya bisa melihatnya pergi tanpa bisa menahan apalagi menghentikannya, " gumam Li Xuan.


Saat Li Xuan sedang duduk tenang dan santai, tiba tiba beberapa orang yang sepertinya para kultivator masuk ke restoran itu, dan duduk di meja yang tak terlalu jauh dari Li Xuan.


" Hei kau tau, kabarnya para Emperor telah mengambil murid, bahkan menurut rumor yang beredar, anak beruntung itu langsung menjadi murid dari ketiganya? " ucap seorang kultivator itu.


" Oyy oyy oyy yang benar saja, langsung jadi murid ketiganya!? Bukankah dia terlalu hebat, " ucap yang lainnya.


" Sayangnya di sini tak ada yang mengikuti acara itu kemarin kan? Ternyata ada kabar lain yang lebih mengerikan, anak itu bahkan bisa mengalahkan semua jenius aliran putih secara langsung! "


Brakkk


" Mustahil!! Bukankah itu terlalu berlebihan, hanya siapa sebenarnya orang yang berani menyebarkan rumor seperti itu!? Akan ku robek mulutnya jika berani berkata seperti itu! " ucap kultivator paling tua yang ada di kelompok itu.


" Tapi kakak senior sepertinya kabar ini benar adanya, bahkan aku hampir tidak mengerti, anak ini pun merupakan seorang ahli alkemis yang sangat handal dan mengerikan, rumor nya dikatakan bahwa dia bisa membuat sebuah pill Heaven tier di umurnya yang masih muda sekarang ini! " ucap seorang yang lain.


" Omong kosong apalagi itu!? Aku semakin tak mempercayai rumor rumor tak jelas ini! " ucap si kultivator tertua.


Di sisi lain, Li Xuan yang tak sengaja mendengarkan kemudian terkejut buak main,


" Hei hei hei.. Siapa yang berani membesar besarkan kabar itu? Heaven tier? Memuat pill Earth top tier seperti itu saja aku baru bisa membuatnya saat acara kompetisi, apalagi dengan Heaven tier, apa apaan kabar itu, " gumam Li Xuan.


Dengan bantuan Magic tool ikat kepalanya, Li Xuan mencoba membuka Divine Vision nya, Ia mencoba mendengarkan percakapan orang orang yang berada di lantai 1 restoran itu.


Begitu terkejutnya Li Xuan saat semua orang yang berada di sana ternyata sedang membicarakannya,


" Kabarnya merebak dengan sangat cepat, bahkan aku baru bepergian beberapa hari, kabarnya sudah menyebar dengan cepat hingga bahkan sampai ke kota ini, " gumam Li Xuan.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus lebih berhati hati lagi kedepannya, "


__ADS_2