Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 61 - Kedatangan Ruo Ling


__ADS_3

Li Xuan kembali menghela nafas nya, setelah tuntutan yang dilayangkan Shan Huangdi padanya, ia sekarang harus mengikutinya ke tempat para Patriack berada, lalu berdiam di sana atas permintaan Shan Huangdi.


Saat melewati balkon para jenius, terlihat tatapan tatapan para jenius yang tertuju padanya, semuanya menatap acuh tak acuh kecuali Shan Jianfeng, ya.. tatapan sengit Shan Jianfeng layangkan pada Li Xuan,


" Hah.. Sepertinya akan terjadi pertarungan dua sword kultivator babak ketiga, " pikir Li Xuan sambil terus mengikuti Shan Huangdi ke tempat asalnya.


Berbeda dengan saat bertatapan dengan Sheng Liu, Li Xuan sedikit saja menganggukkan kepalanya, Sheng Liu pun membalasnya seperti itu, sejak saat pertama mereka berpisah di bazar, mereka berdua sepakat untuk tak saling berbicara, karena Li Xuan meminta untuk merahasiakan hubungan pertemanan mereka.


Awalnya Sheng Liu merasa heran dengan hal itu, namun Li Xuan menjelaskan ia tak ingin kedekatan antara dirinya dan Sheng Liu dimanfaatkan para orang tua untuk mencari tau asal usulnya.


Setelah Li Xuan berada di atas balkon bersama para Patriack tiba tiba seorang anak muda dari balkon khusus para jenius berdiri, pemuda itu memancarkan aura yang dapat memotivasi semua orang, selalu terlihat bersemangat dan optimis.


Seekor Harimau putih terus saja mengekor dibelakang pemuda itu, namun ternyata tubuh kecilnya tak bisa menyembunyikan tingkat kultivasinya, Kondensasi Qi tingkat 12, sudah cukup untuk membuat para kultivator Kondensasi Qi dan Qi Foundation biasa bergidik ngeri dibuatnya.


Juga sejak dari dulu hukum alam di Benua Bumi Selatan seperti memihak pada para Demonic Beast, karena sangat jarang ada kultivator biasa yang bisa mengalahkan para Demonic Beast yang setingkat dengannya.


Bahkan bagi para kultivator Nascent Life sekalipun, diperlukan beberapa kultivator Nascent Life untuk mengalahkan seekor Demonic King Beast, namun masih ada pengecualian bagi para kultivator yang memang memiliki kemampuan untuk mengalahkannya.


Pemuda itu secara tidak langsung menantang Sheng Lou untuk sebuah pertandingan, atas izin dari sang Biksu Kepala akhirnya Sheng Liu menerima tantangan dari pemuda itu, yang tidak lain adalah Long Fui, sang jenius Beast King muda, yang selalu ditemani oleh Harimau putih yang sangat langka itu.


Kedua nya memperlihatkan pertarungan yang sungguh epik, bahkan penonton seperti merasa tercerahkan dengan pertarungan itu, setelah menonton pertarungan pertarungan sebelumnya.


" Teknik Tongkat Surgawi, Tongkat Pelebur Bumi! "


" Tahan itu Tiger! "


" Rawrr! "


Syeettt!


Serangan tongkat Sheng Liu masih mampu dihalau oleh Harimau putih itu, Long Fui kemudian mengeluarkan sebuah Magic tool unik berbentuk tongkat besi panjang, namun bisa melebar seperti rantai.


" Terima ini Biksu muda! "


Long Fui mengayunkan tongkat besinya, melempar ke arah Sheng Liu, pertarungan dua tongkat terjadi, namun Sheng Liu seperti kesulitan beradaptasi menghadapi tongkat unik itu

__ADS_1


Trakk!


Dua tongkat berbenturan, Long Fui selalu menjadi yang pertama bergerak menyerang, cara nya menggunakan tongkat dengan agresif seperti itu memang sudah menjadi ciri khas nya, juga ciri khas dari teknik dasar yang dipelajarinya.


Kedua tongkat itu memiliki kualitas yang sama kuatnya, merupakan dua buah senjata Magic tool Earth top tier, yang brrti sama dengan kualitas dari pedang baru Li Xuan pemberian dari Luo Fengtian itu.


Di sisi lain Li Xuan kesusahan untuk melihat pertempuran itu, dikarenakan Shan Huangdi yang terus saja menanyakan perihal muridnya Fang Hao selama beberapa tahun ini, Li Cuan hanya bisa mengangguk dan menceritakan semuanya pada Shan Huangdi.


Kembali ke pertarungan Sheng Liu dan juga Long Fui, sejauh ini pertarungan mereka berdua semakin intens, bentrokan dua benda lebih terdengar, diiringi oleh raungan raungan dari sang Harimau putih.


" Teknik Tongkat Surgawi, Tongkat Suci Nirwana! "


" Seni Tongkat Rantai, Putaran Rantai Tornado! "


Dua serangan kuat beradu, Sheng Liu dan Long Fui terpental dari pusat serang, terlihat beberapa luka ditubuh keduanya,


" Kau memang hebat Biksu muda, aku merasa terhormat bisa bertarung Biksu muda berbakat seperti mu, dan juga aku melohat pertarungan yang lain tadi, aku seperti di cerahkan oleh awan yang benar benar ada diatas awan yang lain, " ucap Long Fui


" Amithaba.. Saya merasa tersanjung, namun kau juga sungguh hebat, apalagi bersama hewan mu itu, serangan kalian benar benar terorganisir dan dapat membuatku terdesak, amithaba.. " jawab Sheng Liu.


" Amithaba.. Kau tak perlu berlebihan hingga seperti itu Tuan muda, bahkan kau melihat pertarungan pemuda tadi kn Tuan muda? Amithaba.. " ucap Sheng Liu.


" Haha.. Ya Biksu muda, aku yang awalnya merasa percaya diri, setelah melihat pertarungan tadi itu mulai merasakan sedikit keraguan, " Long Fui tersenyum kecut.


" Amithaba.. Kalau begitu, bagaimana kalau kita akhiri saja pertarungan ini? Amithaba.. "


" Ya kau benar Biksu muda, baiklah mari kita akhiri ini. " Long Fui menambahkan.


Mereka berdua terdiam sejenak, lalu saling tersenyum dan mengangguk,


" Aku menyerah! "


Ucap keduanya serentak.


Ucap keduanya serentak sambil mengangkat sebelah tangannya.

__ADS_1


Sontak seluruh penonton yang tadinya bersorak, ada juga yang berdiskusi berbisik bisik, tiba tiba terdiam mendengar pernyataan keduanya, wasit terlihat kebingungan menanggapinya,


" Jadi siapa yang akan menyerah? Bukankah kalian masih baik baik saja? Kenapa harus menghentikan pertarungannya? " ucap sang wasit pengganti Luo Huang.


" Amithaba.. Kami bertarung bukan karena ingin mengetahui siapa yang menang dan juga siapa yang kalah, namun seberapa banyak pengalaman yang dapat kami ambil dari pertarungan ini, mohon pada senior yang terhornat untuk menerima keputusan menyerah kami, " ucap Sheng Liu dengan hormat.


" Ya.. Itu benar senior, kami hanya ingin bertukar oukulan, bukan bertukar kemenangan ataupun kekalahan, jadi kami telah bertekad untuk menyerah saja, " tambah Long Fui.


" Bagaimana ini Ketua Asosiasi? Apakah mungkin kau bisa menerima keputusannya? " tanya sang wasit.


Namun tiba tiba sang Biksu Kepala menyela, " Amithaba.. Yang terhormat Space Emperor, saya ingin meminta izin berpendapat, bagaimana jika kita terima saja keputusannya, bukankah mereka hanya bertukar pukulan, berbagi ilmu dan juga menambah pengalaman, apalagi telah disetujui oleh keduanya, " ucap sang Biksu Kepala.


" Emm? Baiklah, kalian boleh mengaturnya, aku mengizinkannya, namun sebelumnya sepertinya ada yang sedang menuju ke sini dengan kecepatan penuhnya, dan mungkin sebentar lagi akan datang, kita tunggu saja dulu, " ucap Luo Fengtian.


Baru saja Luo Fengtian selesai berbicara tiba tiba terlihat seorang kultivator terbang di atas langit dekat dari arena itu,


" Salam pada semua yang hadir disini, junior Ruo Ling ini sebelumnya meminta maaf karena telah mengganggu acara yang sedang dinikmati oleh para senior sekalian, " ucap kultivator wanita itu sambil membungkukkan badannya hormat.


Semua orang sontak menoleh ke arah kultivator wanita itu, yang tidak lain adalah Elder Mountain Ruo Ling, yang juga merupakan guru langsung dari Yin Lianhua, dulu Ruo Ling merupakan kultivator yang terkenal akan kecantikannya, seperti murid murid langsungnya.


Seorang perempuan berdiri di balkon para jenius, ya Yin Lianhua muridnya sendiri yang telah menunggu kedatangannya sejak dirinya sampai ke sini beberapa hari yang lalu, " Guru.. " guman Yin Lianhua.


" Ohh ternyata satu lagi junior kecil yang datang ke acara ini, baiklah silahkan mencari tempat yang nyaman jika kau ke sini berniat untuk menonton pertandingannya, " ucap Luo Fengtian acuh tak acuh.


" Ahh.. Ternyata para senior Emperor yang terhormat, mohon maafkan saya yang telah lancang ini mengganggu ketenangan kalian, saya benar benar minta maaf, saya akan segera mencari tempat untuk menonton, sekali lagi mohon maafkan kelancangan junior Ruo Ling ini. "


Ucap Ruo Ling sambil membungkukkan setengah tubuhnya lalu pergi ke tempat khusus para Tetua sekte yang diberikan kesempatan kehormatan untuk menonton dengan sebuah undangan.


Setelah Ruo Ling duduk di tempatnya, ia melihat ke arah Yin Lianhua yang juga seperti sedang menatapnya dan membungkukkan badannya ke arah Ruo Ling, lalu duduk kembali di tempat duduknya, lalu bergumam,


" Sepertinya kau bisa mengatasi rintangan mu sebelumnya sehingga bisa bersaing dengan para jenius itu, kau telah sangat membanggakan ku Hua'er. "


" Dan juga, sepertinya aku harus mencari tau siapa orang yang telah mengeluarkan jurus pamungkas itu, mungkin aku akan mendapatkan petunjuk tentang Tetua Fang darinya, " pikir Ruo Ling.


Namun, saat Ruo Ling memperhatikan sekitarnya, ia seperti melihat seorang Anak muda sedang berbincang dengan Grand Elder sekte nya,

__ADS_1


" Siapa Pemuda itu? "


__ADS_2