
" Aku ingin bertarung dengamu! " ucap pemuda itu.
Wasit mencoba menahannya, " Kenapa kau tiba tiba saja masuk ke tengah arena? Apa kau tak mengerti peraturannya? " ucap sang wasit.
" Biarkan aku menjadi yang kedua melawannya, dan aku akan menghancurkannya, kau tak perlu ikut campur dan lihat saja pertarungan kami!! " ucap pemuda itu.
" Shan Jianfeng, ku peringatkan kau.. "
Sebelum wasit itu menyelesaikan ucapannya, Li Xuan memotong percakapannya, " Tidak apa senior, biarkan Tuan muda Shan Jianfeng untuk bertarung dengan ku, aku pun sudah tak sabar ingin belajar satu dua ilmu dari Tuan muda Shan Jianfeng, " ucap Li Xuan sambil menangkupkan tangannya.
" Kau serius Li Xuan? Tidak masalah kalau begitu, kalian bisa bertarung setelah aba aba dariku. "
" Bersiap di kedua sisi! Satu... " Belum selesai aang wasit berbicara, Shan Jianfeng sudah maju menerjang Li Xuan, membawa pedang putih hijau yang dikelilingi energi angin tipis berputar disekitarnya.
Pedang itu merupakan pinjaman dari Shan Huangdi untuk dipakai Shan Jianfeng di acara itu, Pedang Giok Hijau Surgawi, kualitas pedang ini bahkan lebih mengerikan, Heaven mid tier, bahkan mendekati sebuah senjata senjata pusaka sekte super, bahkan setara dengan pusaka pusaka para sekte besar, dan bagi sekte menengah ke bawah, mereka hanya bisa bermimpi mencoba menggunakannya.
Swoosshh
" Hancurlah kau Li Xuan!! " teriak Shan Jianfeng.
Li Xuan menahan serang Shan Jianfeng dengan pedangnya, terlihat pertarungan panas antara dua Sword kultivator, Li Xuan terlihat tenang menanggapi berbagai serangan beruntun dari Shan Jianfeng.
Kemurnian pemahaman ilmu berpedang Shan Jianfeng dikacaukan oleh kemarahannya, pertarungan yang dilandasi nafsu itu terlihat mengerikan bagi sebagian penonton yang melihatnya.
Li Xuan yang masih tenang menanggapinya itu sedikit demi sedikit memperlihatkan keunggulannya, sayatan dan tebasan perlahan mulai bermunculan di bagian bagian tubuh Shan Jianfeng, teriakan kesakitannya pun mulai memenuhi seluruh arena.
Slasshh
" Agghhh! "
" Cihh.. Coba kau rasakan ini Li Xuan! "
" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Pemecah Langit! "
" Aku akan menjawabnya Tuan muda Shan, "
" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Pemecah Langit! "
Dua Pedang Pemecah Langit berbenturan,
" Agghhh! " Teriakan dari Shan Jianfeng yang terdorong ke batas arena dengan tubuh yang sedikit babak belur.
__ADS_1
" Sudahlah Tuan muda, aku tidak menginginkan pertarungan seperti ini, maafkan aku jika sudah melukaimu, aku harus melindungi diriku juga, maka maafkan aku, " ucap Li Xuan.
" Cihh.. Simpan saja maaf mu itu Li Xuan! Aku belum serius, kau pikir segini saja kemampuanku? " ucap Shan Jianfeng.
Kembali Shan Jianfeng bangun menerjang ke arah Li Xuan dengan kecepatan puncak nya, energi qi elemen angin dikeluarkan dengan begitu kentara, Li Xuan pun menanggapinya dengan menggunakan Gerakan Seribu Petir nya.
" Aku harus bisa mempelajari gerakan yang digunakan oleh Tuan muda Shan ini, kemungkinan itu sebuaj gerakan tingkat tinggi elemen angin, " gumam Li Xuan.
" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Penembus Nirwana! "
Shan Jianfeng kembali memgeluarkan salah satu jurus dari teknik pedang ilahi, Li Xuan pun lagi lagi menjawabnya dengan jurus yang sama.
" Teknik Pedang Ilahi, Pedang Penembus Nirwana! "
Dua pedang ilahi penembus nirwana saling berhadapan, dan sudah dipastikan lagi siapa yang terbang menuju ke batas arena dengan tubuh yang semakin babak belur juga baju yang compang camping.
Namun, tiba tiba seorang Pria tua turun ke tengah arena, ya Pria tua itu tidak lain adalah sang Ayah sendiri dari Shan Jianfeng, yaitu Shan Yuan,
" Bukankah kau terlalu berlebihan bocah Li? Kau melanggar peraturan, dan juga kenapa kau bisa menggunakan jurus yang sama dengan jurus jurus yang dikeluarkan oleh anakku!? " ucap Shan Yuan yang naik pitam.
Li Xuan hanya bisa tersenyum tak bersalah dan menggelengkan kepalanya, namun saat Li Xuan akan menjawab, tiba tiba suara tua Shan Huangdi membelanya,
" Aku yang mengizinkannya, lagi pula, kau tak bisa ikut campur pertarungan antara dua pemuda seperti itu, apakah kau tidak tau malu? " ucap Shan Huangdi dingin.
" Hohoho.. Keadilan? Kau bertanya padaku tentang keadilan!? jika Anak bocah Li Xuan itu diam saja sedari tadi dan pasrah saja dibuat babak belur oleh kebrutalan Anak bodoh mu itu hingga menjadi seperti Anak mu sekarang, apakah kau akan berbicara hal yang sama *Anak muda? " ucap Luo Fengtian.
Wajah Shan Yuan semakin memerah ketika dipojokkan juga oleh Luo Fengtian saat mengadukan perihal Anak semata wayangnya, Shan Yuan memutuskan untuk membawa sendiri Anaknya yang sedang terduduk itu untuk diobati, namun..
" Tidak Ayahanda, biarkan aku menyelesaikan pertarunganku dulu dengannya, aku akan mengakhirinya dalam satu jurus terakhir ku ini, dan juga aku ingin mengetahui siapa jenius sejati dari para kultivator pedang muda! " ucap Shan Jianfeng dengan tekadnya.
" Baiklah jika itu maumu, namun setidaknya obati lah dulu tubuhmu, jika kau memaksakannya aku takut nyawa mu meninggalkan mu hari ini, " ucap Shan Yuan.
" Kau tak perlu khawatir Ayahanda, aku takkan mati semudah itu! "
" Baiklah jika itu keinginan mu. " Shan Yuan menyerah membujuk Anaknya, ia kembali ke tempatnya dengan muka merah padam nya.
" Li Xuan aku menantangmu untuk mengakhiri pertarungan terakhir ini! Mari kita lihat, siapa yang paling hebat dalam menggunakan jurus ini! " teriak Shan Jianfeng.
Shan Jianfeng mengangkat pedangnya, tiba tiba kengerian riak kuno memenuhi sekeliling pedang Shan Jianfeng, energi Qi berwarna hijau berkumpul bersatu dengan riak kuno itu, awan menggelap membawa angin kencang disertai badai tornado mengelilingi Shan Jianfeng.
Melihat itu Li Xuan kembali memperagakan gerakan yang sama, aura dengan riak kuno muncul keluar, pedang yang diangkatnya membawa riak kuno yang bersatu dengan Qi emas milik nya itu.
__ADS_1
Ruo Ling merasa kaget dengan dua pemuda dihadapannya itu, di umurnya yang masih belia, mereka sudah menguasai jurus mengerikan seperti itu, dan juga Ruo Ling sedikit merasakan sebuah hawa yang familiar dari jurus yang Li Xuan peragakan.
Terdapat perbedaan yang agak mencolok dari jurus yang diperagakan oleh dua pemuda itu, di sisi Shan Jianfeng, jurus itu seperti dilakukan dengan tergesa gesa dan jauh dari kata bisa mendekati penguasaan seperti Fang Hao dan juga Shan Huangdi, walaupun membawa riak kuno, namun kekuatannya masihlah semu.
Berbeda dengan yang diperlihatkan oleh Li Xuan, tak sedikitpun berbeda dengan yang pernah dikeluarkan oleh Fang Hao, hanya saja energi Qi yang bisa dikeluarkan Li Xuan belum bisa menandingi ketebalan dan kemurnian Qi yanh dimiliki oleh Fang Hao, karena tingkat kultivasinya.
Shan Huangdi terlihat tersenyum dan bergumam melihat pemandangan itu,
" Kau benar benar telah menemukan pewaris yang lebih hebat dari pewaris yang bahkan telah ku latih selama beberapa tahun ini, kau benar benar telah melampauiku yang tua ini Fang Hao, " ucap Shan Huangdi sambil merekahkan senyumannya.
Ruo Ling kaget merasakan kenangan dan nostalgia yang kentara dari riak energi jurus yang Li Xuan keluarkan, bahkan ia seperti mengingat sesuatu yang membuat air matanya bahkan tak sengaja mengalir disudut air matanya.
" Senior Fang... " gumam Ruo Ling dengan kesedihannya.
Ruo Ling semakin penasaran dengan anak Li Xuan itu, ditengah kesedihannya, ia berpikir untuk terus mendekatkan Yin Lianhua dengan Li Xuan untuk kepentingan mengorek informasi tentang bocah Li Xuan yang membuatnya penasaran itu.
" Kenapa harus dirimu bocah Li Xuan, saat menggunakan jurus itu terasa seperti pada waktu senior Fang dulu menyelamatkan ku, sebenarnya apa hubungan mu dengannya? " Ruo Ling masih bergumam ditengah kesedihannya.
**
Di pusat pertempuran dua jurus yang sama mengerikannya itu perlahan bergerak akan saling berhadapan,
" Teknik Pedang Ilahi Pemusnah, Seribu Pedang Ilahi Suci! "
" Teknik Pedang Ilahi Pemusnah, Seribu Pedang Ilahi Suci! "
Ribuan pedang kecil saling menghantam, disusul dua pedang besar bertemu, terjadi ledakan dahsyat dari pusat arena.
Boommm!!
Ledakan dahsyat itu disertai dengan kemunculan seorang Anak muda yang terbang keluar arena menghantam dinding pembatas khusus antara arena dan tempat penonton.
" Feng'er!!!!!!! "
~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~
Note :
(*) Ucapan anak muda di sini ditujukan pada Shan Yuan yang mana merupakan seorang kultivator yang masih terhitung muda jika dibandingan dengan Luo Fengtian.
Di next Arc, kalian akan mengetahui berapa kisaran angka pas dari para Emperor itu, dan juga kisaran bayangan dari perhitungan umur para Patriack sekte sekarang, dan juga mungkin kalian sudah bisa memperkirakannya saat membaca beberapa episode di belakang bukan? Hehe
__ADS_1
Pentengin terus ya ceritanya, mungkin nanti kedepannya akan disertakan " Note " Di akhir cerita untuk memperjelas bagian yang masih samar nya.