
" Hah.. Huh.. Akhirnya sampai juga, salam semuanya, para kaisar, para penguasa, para raja, juga para pemimpin sekalian, saya menyapa dan memberi salam, " ucapnya sebagai yang paling terakhir datang.
**
" Salam Kaisar Zheng, " ucap Ma Duyao sang ( Poison Lord ) Penguasa Racun.
" Salam yang mulia Kaisar Zheng, haha.. " ucap Kaisar Wang Dunrui.
" Ahh ku kira siapa, ternyata Kaisar Li, bagaimana pertarungan kita? Apakah akan dilanjutkan sekarang? " ucap Kaisar Zheng.
" Haiss.. Sudahlah kalian berdua, ini bukankah saatnya untuk seperti itu? Apalagi ini sudah termasuk wilayah dari sang Emperor kalian sudah tau bukan konsekuensi dari mengganggu orang tua itu? " ucap Kaisar Li Xiufeng menengahi.
" Benar apa yang dikatakan Kaisar Li, lebih baik kita berjaga jaga daripada gegabah seperti itu, " Kaisar Long menambahkan.
" Cih.. Kalau tidak ada yang menengahi, sepertinya kau akan kalah hari ini, " ucap Kaisar Zheng.
" Aku bukanlah orang yang hanya bisa berbicara seperti dirimu, melainkan dengan langsung membuktikannya, haha.. " ucap Kaisar Wang masih memprovokasinya.
" Kau.. Si4l4n kau Wang Dunrui!!! " ucap Kaisar Zheng dengan muka marahnya.
Tiba tiba para Patriack mulai menghampiri mereka,
" Sudahlah para kaisar, ini bukan waktunya bagi kita unjuk kekuatan, banyak para anak anak muda jenius disini, jika kita sendiri memberikan contoh seperti itu, bagaimana nanti para anak muda ini kedepannya, " ucap Patriack Guang Zhou menengahi percakapan mereka.
" Benar apa yang di katakan oleh Patriack Guang Kaisar, sudahlah, sekarang lebih baik kita berbincang santai saja, nanti juga akan ada saatnya kita bisa berolahraga, bukankah begitu para Patriack yang terhormat dari aekte aliran putih? " ucap Heian Futao mencoba menambahkan.
" Baiklah baiklah para Patriack sekalian, terutama para Patriack sekte aliran putih, sebenarnya banyak hal yang membuat kami semua penasaran, bahkan hingga memutuskan untuk datang kesini hari ini, terkait tentang sang Pill Emperor ( Kaisar Obat ) yang akan mengambil murid, bukankah kalian telah mengetahui, bahkan melihatnya? " ucap sang Death Lord ( Penguasa Kematian ) Patriack Yun Mingzhi.
" Ya.. Sayang sekali saat itu sang murid hadir nya di sekte putih, bisakah kalian ceritakan sedikit tentangnya? Dan juga, apakah rumor nya itu memang benar? " Sang Poison Lord ( Penguasa Racun ) Patriack Ma Duyao menambahkan.
__ADS_1
" Murid sang Pill Emperor? Ya kami mengetahuinya, bahkan lebih dari sekedar mengetahui, kalian bisa yakin, bahkan jika sang murid itu bertarung dengan jenius aliran hitam terkuat saat ini, sang Mawar Hitam Yun Qingxue, Matriack muda Sekte Grup Awan Kematian, kami belum bisa menentukan siapa pemenangnya, " ucap Patriack Guang Zhou.
" Benar apa yang dikatakan Patriack Guang Zhou, aku sendiri pun melihatnya, kekuatan, dan bakatnya tak kalah sedikitpun dari jenius nomor 1 kalian, " ucap sang Beast King, Patriack Long Shen menambahkan.
" Sepertinya akan ada hal yang seru nanti saat kita tiba di Pulau Teratai Putih, haha.. " ucap sang Blood Lord ( Penguasa Darah ), Patriack Heise Fuhao.
" Kalian tau? Mungkin kejadian seratus ke belakang akan terjadi lagi nanti di Pulau Teratai Putih, bukan begitu Lan Muzhe? " ucap sang Ghost Lord ( Penguasa Hantu ), Patriack Gui Xie.
" Emm? Ahh.. Kompetisi dadakan seluruh jenius Benua Bumi Selatan itu kan? Ya.. Sepertinya mungkin saja, " jawab sang Puppet Lord ( Penguasa Boneka ), Patriack Lan Muzhe.
" Ya.. Jika dipikir pikir lagi kemungkinannya tidaklah nol, sepertinya akan ada tontonan menarik lagi acara tahun ini, haha.. " ucap sang Flame King ( Raja Api ), Patriack Huo Guan.
Banyak orang melihat kedamaian di hadapannya, tanpa konflik, semua penguasa puncak Benua Bumi Selatan seperti bersama di tengah perbedaan, kedamaian yang sepertinya tak lama lagi akan mereka rasakan.
" Bukankah ini seperti dunia yang kita impikan? Kedamaian antar semua pemimpin puncak Benua Bumi Selatan. "
" Kau benar, walaupun hanya sebentar, rasanya aku ingin menikmatinya selamanya.. "
Setelah para pemimpin itu berbincang santai beberapa saat, beberapa orang terlihat berdatangan menuju para pemimpin yang sedang berbincang itu, terlihat ratusan kapal yang susah berlabuh itu sudah siap untuk di berangkatkan.
" Sepertinya kita akan berlayar bersama para pemimpin sekalian, " ucap Kaisar ali Xiufeng membuyarkan semua fokus para pemimpin yang sedang berbincang itu.
" Sudah waktunya? Sepertinya pembicaraan ini harus dilanjutkan nanti yang terhormat Dark Lord ( Penguasa Kegelapan ) Patriack Heian, haha.. " ucap Patriack Guang Zhou.
" Hoho.. Nanti? Sepertinya bagian tubuh lain yang akan berbicara jika diteruskan nanti Patriack Guang, haha.. " balas sang Dark Lord, Patriack Heian Futao.
Beberapa kapal mulai di lepas dari dermaga, sekte sekte kecil dan menengah mulai memasuki kapalnya, diikuti oleh para sekte besar, terlihat kebersamaan di antara mereka tanpa adanya perbedaan, lalu dilanjutkan para sekte super dan perwakilan kekaisaran mulai naik ke kapal mereka.
Semua kapal mulai berjalan menjauh perlahan dari dermaga pelabuhan, meninggalkan beberapa orang yang tertinggal di dermaga, kehabisan kursi di pemberangkatan pertamanya.
__ADS_1
**
Di atas langit tak jauh dari dermaga Pelabuhan Teratai Putih, terlihat seekor burung dan juga kuda yang terbang dengan seorang anak muda remaja diatasnya.
" Hufftt.. Akhirnya sampai juga di pelabuhan yang guru maksud, tapi? Kenapa kosong seperti ini? Bukankah kata guru selalu banyak kapal berada disini yang siap untuk mengantar ku ke Pulau Teratai Putih itu? " gumam anak muda itu keheranan.
" Jangan jangan aku ketinggalan? Hah.. Sepertinya menunggu pemberangkatan kedua bukanlah hal yang merepotkan, hei Ayam Kecil, Kuda Hitam, kuatkah kalian jika harus mengarungi perairan itu dengan terbang? " tanya anak muda itu yang tidak lain adalah Li Xuan.
Dengan wajah ketakutan, kedua hewan peliharaannya itu menggeleng gelengkan kepalanya,
" Kyaakk kyakk "
" Hihaa hihaa "
" Hufftt.. Baiklah, aku akan menunggu pemberangkatan kedua saja, " gumam Li Xuan sambil turun ke daratan dan menyuruh kedua hewan itu kembali ke dalam tatto di tubuhnya.
**
Di seberang pulau, terlihat tiga orang tua duduk melingkar dengan mata terpejam, namun tiba tiba salah seorang dari tiga oria tua itu membuka pembicaraan.
" Hei ini sudah hampir sebulan, bahkan para pemimpin sekte itu sudah berjalan kemari, apakah bocah Li Xuan itu dapat menyelesaikan tugasnya? " ucap Pria tua yang paling besar tubuhnya.
" Sudahlah kau tak perlu memikirkan itu, percayalah padanya, bukan kau saja yang merasa cemas, kami berdua disini pun juga mengkhawatirkannya, " sahut Pria tua yang lain.
" Apakah ku jemput saja? Mungkin ia sudah dekat dari sini, " ucap Pria tua itu.
" Kalau begitu untuk apa kau menyarankan hal mengerikan pada bocah Li itu? Sudahlah percayakan saja pada bocah itu, jika kita menjemputnya, maka bocah itu akan selalu merasa tak pantas untuk menjadi murid kita, karena tak bisa menyelesaikan tugasnya, " ucap Pria tua yang paling kecil tubuhnya.
" Sudahlah mari kita menunggu saja, berharap bocah Li itu dapat selamat hingga mencapai pulau ini, " ucap Pria tua yang lain.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, Nak Li, semoga kau bisa selamat samoai disini, " ucap sang Pria tua yang paling besar tubuhnya itu.