
Terlihat dua orang manusia remaja seorang pemuda dan seorang pemudi terduduk lelah di tanah dengan nafas yang terengah engah dengan luka yang hampir sama keduanya di sekujur tubuh mereka.
" Hah.. Huh.. Hah.. Huh.. Aku masih bisa bertarung untuk memenggal kepalamu Li Xuan, Hah.. Huh.. Hah.. Huh.. " ucap Yun Qingxue yang bahkan sudah terduduk lemah di tanah.
" Sudahlah, Hah.. Huh.. Kau.. Hah.. Sudah tidak kuat lagi, Huh.. Hah.. Huh.. "
" Sebaiknya kita hentikan ini terlebih dahulu, Hah.. Huh.., sebelumnya mari kita pulihkan dulu diri kita, " ucap Li Xuan, sambil mengeluarkan beberapa pill.
" Untuk mu, ambillah untum mempercepat proses pemulihannya, " ucap Li Xuan sambil mengulurkan tangannya.
Dengan cepat Yun Qingxue mengambil pill nya, tanpa berlama lama lagi Yun Qingxue langsung memakannya, terlihat kekagetan di wajahnya saat obat itu memasuki tubuhnya, dengan posisi duduk lotus Yun Qingxue dengan cepat menyerap khasiat pill itu.
Begitupun Li Xuan, keduanya kemudian berkultivasi untuk memulihkan keadaan tubuh dan juga kekuatannya, setelah beberapa saat barulah keduanya kembali membuka mata.
" Hei.. Benarkah kau tak tertarik kepadaku atau menginginkanku? " sekali lagi Yun Qingxue menanyakan pertanyaan itu kepada Li Xuan.
" Sudah kubilang aku tak mengerti apa maksud perkataan dan pertanyaan mu itu, sudahlah ayo cepat kita bergegas, bukankah rombongan mu sedang menuju Pelabuhan Teratai Putih? Kebetulan aku pun sedang bertujuan kesana, " ucap Li Xuan.
" Ohh begitukah? Baguslah, kau tau jalannya? " tanya Yun Qingxue.
" Ya aku mengetahuinya, kau tunggu saja dulu disini sebentar, " ucap Li Xuan sambil bergerak sedikit menjauh dari Yun Qingxue.
Dengan hati hati Li Xuan memanggil dua peliharaannya, lalu membawa keduanya ke arah Yun Qingxue,
" Ayo cepat, kau naikilah salah satunya, terserah padamu ingin yang mana, mereka berdua peliharaan ku, " ucap Li Xuan.
" Hah? Dua hewan kecil ini? Bukankah dengan tubuhku saja masih besar tubuhku bahkan jika mereka disatukan, " ucap Yun Qingxue melihat dua hewan kecil yang dibawa Li Xuan.
" Ayolah dua kawan kecil, kalian jangan memperlama ini, sudah ku bilang kita harus mengantarkan Tuan putri ini ke rombongannya dengan cepat, dan jika kalian berhasil maka Tuan putri ini akan memberikan kalian makanan yang sangat enak, " ucap Li Xuan.
" Hei hei tunggu.. Bukankah sebelumnya tak ada kesepakatan seperti itu!? " ucap Yun Qingxue dengan nada marahnya.
" Ayolah.. Ini hanyalah tentang beberapa tanaman herbal, aku tak percaya sebagai seorang putri dari sebuah sekte super tak memilikinya, " goda Li Xuan.
" Ini bukan seperti.. Ahh ckk.. Baiklah baiklah, pegang janji mu untuk mengantar ku dengan cepat, dan juga ku minta jika sudah cukup dekat dengan rombongan ku biar turubkan aku, kau tak perlu ikut, aku akan menutup mulut tentang mu, apalagi yang dengan sembarang meniru jurus jurus sekte kami, " ucap Yun Qingxue dengan kilatan mata tajamnya.
__ADS_1
" Baiklah baiklah, ayo kita berangkat sekarang, kau bisa menaiki Ayam Kecil, atau Kuda Hitam, pilihlah sesukamu, " ucap Li Xuan.
" Menaiki burung ini!? Aku bisa terbang menaiki burung ini!? " ucap Yun Qingxue senang.
" Ya kau bisa menikinya, tap - "
Swoosshh
Belum selesai Li Xuan bicara, Yun Qingxue dengan cepat naik ke tubuh Ayam Kecil yang sudah membesar dan terbang.
" Hah.. Baiklah, sebenarnya Kuda Hitam pun bisa jika harus terbang, ayo Kuda Hitam! " ucap Li Xuan.
" Hihaaa hihaaa.. " dengan cepat Kuda Hitam menyusul teman nya terbang di langit.
" Huuu... Haaa.. Aku terbang.. " ucap Yun Qingxue dari atas langit berteriak di atas tubuh Ayam Kecil.
" Hah.. Bukankah dia dari sebuah sekte super? Memangnya dia tidak tau, jika nanti kultivasinya telah mencapai tingkat Body Formation, terbang merupakan hal yang gampang baginya, namun memang tidak akan bisa se bebas para kultivator Nascent Life, " gumam Li Xuan sambil menggelengkan kepalanya.
" Ayo Kuda Hitam kita susul mereka! " ucap Li Xuan.
Dengan kecepatan penuhnya, akhirnya Kuda Hitam dapat menyusul temannya Ayam Kecil yang sudah terbang di ketinggian dengan membawa Yun Qingxue yang terlihat sangat menikmatinya.
" Huhu.. Mungkin mereka masih terus berlari selagi kita terbang dengan cepat seperti ini Ayam Kecil, ini untuk mu, haha.. " ucap Yun Qingxue sambil tertawa dengan girang setelah melemparkan sebuah tanaman herbal kepada Ayam Kecil.
Lalu tiba tiba sebuah suara terdengar oleh Yun Qingxue,
" Apakah benar seperti itu Tuan putri yang sangat suka terbang? " ucap Li Xuan yang sudah mengejar Yun Qingxue dan Ayam Kecil.
" Kau.. Kau.. Kenapa bisa mengejar kami!? Lalu kau juga!? Kuda Hitam mu itu bisa terbang!? " ucap Yun Qingxue terkejut melihat Li Xuan yang sudah sejajar dengannya bahkan dengan kecepatan yang sama.
" Ya begitulah.. Aku tadinya ingin memberitahu mu, tapi kau dengan cepat dan terburu buru langsung membawa Ayam Kecil terbang, ya sudah jika itu pilihan mu aku hanya bisa mengikutinya saja, " ucap Li Xuan.
" Tidak tidak tidak.. Itu curang kau tau? Bagaimana bisa sebuah makhluk yang bahkan aneh itu terbang seperti burung aneh ini juga? " ucap Yun Qingxue yang langsung diprotes oleh kedua makhluk itu.
" Kyaakk kyaakk "
__ADS_1
" Hihaa hihaa "
" Hei hei.. Kau menunggangi mereka, tapi kau menghinanya, hati hati atau kau akan mereka serang bahkan mereka jatuhkan, " ucap Li Xuan.
" Ahh begitukah? Maaf maaf, maaf kan aku Ayam Kecil, kau tidak aneh, kau gagah dan hebat, aku menyukai mu, jadi jangan jatuhkan aku, nanti kau akan aku berikan lagi beberapa tanaman herbal yang sangat enak, oke? " goda Yun Qingxue pada Ayam Kecil.
" Kyaakk kyaakk " Ayam Kecil terlihat senang menanggapinya.
" Hmm.. Dasar si paling gampang di sogok, " gumam Li Xuan.
Keduanya sepakat untuk menurunkan kecepatan, dan berjalan bersama sama, sambil mengobrol untuk saling mengenal, dari obrolan itupun Li Xuan baru mengetahui bahwa sang Putri Mawar Hitam ini sebenarnya adalah orang yang rapuh saar menceritakan perihal ibunya yang tiba tiba menghilang.
Setelah Yun Qingxue menceritakan kehidupannya, Ia lalu bertanya pada Li Xuan tentang keluarganya,
" Bagaimana dengan keluarga mu Saudara Li? " tanya Yun Qingxue.
" Keluarga ku? Bahkan saat pertama kali aku sadar hidup sebagai manusia, di sisiku hanya ada seorang Pria paruh baya, dia mengaku sebagai Paman Liu, dan aku terus menjalani kehidupan itu bahkan sampai Paman Liu itu menghilang entah kemana dan harus hidup sendirian sejak itu, sampai aku bertemu kedua guruku, mungkin seperti itulah cerita perjalanan hidup singkat ku, " ucap Li Xuan.
" Ternyata kau bahkan.. Maafkan aku sebelumnya yang dengan lancang menanyakan pertanyaan pribadi seperti itu, " ucap Yun Qingxue dengan wajah sedikit tak enak.
" Sudahlah tak apa Saudari Yun, lagi pula sepertinya aku sudah bisa melihat perairan luas tak terlalu jauh dari sini, juga ramai sekali lautan Qi yang berkumpul disana, coba kau rasakan juga, " ucap Li Xuan.
" Kau sepertinya benar Saudara Li, sepertinya kita sudah dekat, " sahut Yun Qingxue.
Setelah mereka berjalan lagi lebih dekat ternyata Yun Qingxue sudah dapat merasakan Qi para anggota keluarga juga rombongannya, yang seperti menyebar mencari keberadaan dari Yun Qingxue itu sendiri.
" Baiklah jatuhkan saja aku dari sini, akan sangat bahaya jika kau harus ikut ke bawah, aku takut ke salah pahaman keluarga ku bisa mencelakai mu Saudara Li, " ucap Yun Qingxue.
" Benarkah kau ingin dijatuhkan dari ketinggian seperti ini? Bukankah itu terlalu berbahaya? " ucap Li Xuan.
" Tidak, kau bisa percaya kepadaku, aku punya satu dua hal dibalik saku lengan ku, kau tenang saja Saudara Li, baiklah kalau begitu aku pamit Saudara Li, semoga kita bisa bertemu lagi, " ucap Yun Qingxue lalu melompat terbang dari ketinggian.
" Hah.. Wanita aneh, jangan salahkan aku jika kau tiba tiba meninggal Saudari Yun, " gumam Li Xuan.
Setelah menunggu sebentar akhirnya Li Xuan melanjutkan perjalanan nya dengan tenang, membelokkan arahnya mencoba menuju arah lain dari Pelabuhan Teratai Putih untuk berjaga jaga kalau harus bertemu dengan para kultivator aliran hitam.
__ADS_1
" Guru Fang.. Guru Xiao.. Saat ini Xuan'er sudah setengah jalan untuk dapat memenuhi keinginan kalian menjaga kedamaian di Benua Bumi Selatan ini, semoga kalian dapat tenang menunggu nya disana sampai Xuan'er kembali... " gumam Li Xuan sambil melanjutkan perjalanannya.