
Setelah Li Xuan serta keduanya masuk dan mulai menikmati perayaannya, tiba tiba terlihat sebuah rombongan yang baru masuk dengan satu kereta kuda megah di pusatnya, melewati gerbang yang tadi Li Xuan lewati, setiap orang dalam rombongan itu saling membusungkan dada dan kepala nya, terlihat lambang pedang yang mengarah ke atas menghiasi baju mereka, bahkan terdengar teriakan nyaring dari arah gerbang.
" Perwakilan Sekte Seribu Pedang Ilahi telah tiba!!!! "
Kegemparan tiba tiba meledak di semua telinga warga dan juga tamu perayaan itu, salah satu sekte super yang menjadi sebuah adidaya menakutkan di Benua Bumi Selatan telah datang mengutus wakilnya ke sebuah daerah terpencil, bagaimana itu tak menggemparkan?
" Perwakilan dari sekte super? Ini menggemparkan. "
" Para kultivator Qi Foundation hanyalah menjadi seorang pengawal garda terdepan dirombongan ini. " Salah satu tamu tersenyum kecut.
" Kau ini.... Mereka itu sekte super, wajar saja jika hal seperti itu terjadi. "
" Baiklah baiklah, menurutmu siapa yang menjadi wakil terhormat utusan dari sekte super itu? "
" Huss... Jangan terlalu kencang, mereka bisa mendengar kita, aku dengar sekte super itu mengirimkan seorang pengawal Nascent Life untuk mengawal rombongan ini. "
" Seorang jagoan Nascent Life? Kemungkinan utusan terhormat ini adalah sosok yang sangatlah penting bagi Sekte Seribu Pedang Ilahi kali ini. "
" Mungkinkah Sang Sword King Muda? "
" Sword King Muda? Jenius pedang dari para jenius? Jenius pedang yang lahir beberapa ratus tahun sekali? Jenius muda dari Sekte Seribu Pedang Ilahi? "
" Sekte Batu Merah akan merasa terhormat dengan perwakilan kali ini. "
" Mungkin Sword King Muda sedang mencari pengalaman untuk bepergian kesini, sekaligus menjadi wakil utusan dari sekte super itu. "
Banyak obrolan yang bergulir dari mulut ke mulut, hingga terdengar ke telinga Li Xuan.
" Jenius pedang dari para jenius? Jenius pedang yang lahir beberapa ratus tahun sekali? Dan juga seorang jagoan Nascent Life? Huhh... " Li Xuan tersenyum kecut mendengarnya.
Saat Li Xuan sedang mengamati rombongan itu, tiba tiba Teng Jun mendekat.
__ADS_1
" Itulah para adidaya wilayah Benua Bumi Selatan ini, para yang terhormat orang orang dari sekte super bintang 10." Teng Jun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
Setelah Li Xuan mengamati rombongan ini dengan seksama, Li Xuan seperti merasakan akan terjadi sesuatu hal padanya dan juga pada semuanya.
" Paman Teng, aku akan berkeliling sebentar, kau disini saja bersama penjaga ini, aku ada urusan sebentar. " Ucap Li Xuan terburu buru.
" Hahaha..... Silahkan saja Nak Li, tapi hati hati kau tersesat, banyak orang berkerumun di sini bahkan berdesak desakan, dan juga jangan terlalu mencolok, banyak mata orang orang sekarang di sini. " Ucap Teng Jun.
" Baik Paman Teng. " Jawab Li Xuan lalu meninggalkan Teng Jun dengan si penjaga tadi.
**
" Bagaimana? " Terlihat di tengah kerumunan seorang anak muda bertanya pada pria dewasa yang sedang menunduk padanya.
" Saya telah mengkonfirmasi informasinya, terdapat beberapa sekte menengah dan juga sekte besar aliran hitam yang bermarkas di sekitar kota ini, dan juga saya mendapat informasi, rombongan dari Sekte Darah Kegelapan juga sedang menuju ke sini. " Ucap sang pria dewasa itu.
" Siapa yang mereka kawal? Dan kekuatan apa saja yang mereka bawa? " Tanya sang tuan muda Zui Tanlan Ke 100.
" Kabarnya jenius muda mereka ingin mencari pengalaman, dan kekuatan yang mengawal nya tak main main, beberapa Qi Foundation dan juga satu tetua luar Nascent Life. " Ucap pria dewasa itu.
" Ya tuan muda, mereka setuju dengan koalisi sementara ini, namun mereka meminta komando utama semua koalisi aliran hitam yang telah kau kumpulkan di sekitar daerah ini tuan muda. " Ucap sang pria dewasa tadi.
" Cihh... Baik, aku memberikannya, namun dengan syarat harus dari pihak mereka yang membuka penyerangan ini. " Tegas Zui Tanlan muda.
" Baik, akan saya sampaikan tuan muda, ahh harus saya sampaikan juga, rombongan dari Sekte Seribu Pedang Ilahi telah sampai di arah lain dari tempat anda saat ini tuan muda, kabarnya mereka juga mengawal penerus Sword King nya untuk mencari pengalaman, dan kekuatannya juga tak main main, mereka membawa beberapa jagoan Qi Foundatiom dan juga seorang tetua Nascwnt Life. " Jawab pria dewasa itu lalu menghilang.
" Jian Shutian ya, baiklah, mari kita buat dendam yang akan membawa kita pada persaingan antara para jenius di masa depan. " Zui Tanlan muda itu tersenyum dengan seringai sambil berjalan ke dalam kerumunan.
**
Terlihat seorang pria dewasa menunduk dan berbicara pada seseorang di dalam kereta megah yang telah berhenti di sebuah gerbang sekte pusat dari Kota Batu Merah.
__ADS_1
" Tuan muda, kita sudah sampai di Kota Batu Merah, tepatnya di pusat Sekte Batu Merah. " Ucap pria dewasa yang tadi membungkuk.
" Ahh sudah sampai ya? Ternyata memang lama sekali bila harus naik kereta seperti ini untuk bepergian. " Ucap anak remaja yang terlihat belasan tahun itu dari dalam kereta.
Terlihat seorang remaja yang tergolong tampan turun dari kereta itu, usianya dikisaran belasan tahun, sudut mata nya mencerminkan ketajamannya, tubuhnya tinggi ramping namun tegap dengan dada bidang membusung, rambut hitam panjang diurai dengan sengaja, terlihat sebuah pedang berwarna ungu muda berukirkan kepala seekor qilin pada ujung pegangannya, riak energi selalu berkumpul disekitar pedang itu, mencerminakan kualitas nya yang merupakan pedang Heaven low tier, pedang itu dikenal sebagai Pedang Qilin Pembantai, pedang itu merupakan pedang pemberian dari gurunya, sang Sword King terhormat dari Sekte Seribu Pedang Ilahi, berjalan beriringan dengan para kultivator Qi Foundation, tak menghilangkan keistimewaan bakatnya, terlihat mencolok dengan kultivasinya di tingkat 9 puncak Kondensasi Qi, yang sepertinya siap meluap menjadi Kondensasi Qi 10 kapan saja.
Dengan menyarungkan tangannya ke dalam lipatan bajunya, berjalan di pusat rombongan dengan para kultivator dewasa mengelilinginya memasuki Sekte Batu Merah.
Ya, anak remaja itu adalah Jian Shutian, murid dari sang Sword King terhormat yang berasal dari Sekte Seribu Pedang Ilahi, Jian Shutian memiliki pure energi root berelemen petir, membuatnya menjadi menarik, apalagi bagi para pengguna sword dao, dengan keselarasannya antara sword dao dan juga energi root berelemen petir, maka kecepatan dan juga kekuatan berpedangnya akan sangat mengerikan, maka tak heran jika Jian Shutian sangat di agungkan bahkan oleh para manusia di luar sekte nya sendiri.
" Ahh selamat datang tuan muda di acara perayaan kecil kami ini. " Dengan hormat Patriak Sekte Batu Merah berdiri dan menangkupkan tangannya.
" Tak perlu sungkan Patriak, aku kesini juga karena ditugaskan oleh guru, untuk sekedar mencari pengalaman, dan juga menghadiri undangan ini, maka dari itu, sebagai perwakilan dari Sekte Seribu Pedang Ilahi aku mengucapkan atas kenaikan tingkat dan juga kenaikan peringkat sekte anda Patriak. " Dengan hormat Jian Shutian berbicara, sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Mungkin ini tidak seberapa, aku menemukannya saat di perjalanan, aku khusus membeli nya saat perjalanan ke sini, mohon untuk diterima Patriak. " Dengan senyum, Jian Shutian mengibaskan tangannya perlahan, lalu terlihat kotak giok transparan.
" Ini... Logam Giok Langit? Sungguh bahwa kata berbakat saja tak cukup untuk melambangkan ke agungan anda Sword King Muda, saya Gou Dong sangat tersanjung dengan pemberian ini. " Dengan perlahan tangannya meraih kotak giok transparan itu.
" Itu tak seberapa tuan Gou Dong, jika dibandingkan dengan jasa anda kepada Sekte Seribu Pedang Ilahi, walaupun tak sekuat logam berharga lainnya, namun logam itu bisa dibuatkan menjadi sebuah senjata Earth tier, maafkan saya yang hanya bisa memberikan barang seperti Logam Giok Langit ini tuan Gou Dong. " Sambil menggelengkan kepala memasang wajah takut mengecewakan dan dengan masih menangkupkan tangan dengan hormat.
" Anda ini berbicara apa Sword King Muda, ini merupakan hadiah yang sangat berharga bagi saya, ternyata rumor yang beredar benar, keluhuran budi anda selaras dengan ketinggian bakat anda, Gou Dong tua ini sangat berterima kasih kepada Tuan Sword King Muda ini. " Gou Dong menunduk dengan khidmat.
Setelah beberapa perbincangan formal antara Jian Shutian dan juga Gou Dong, Pateiak Sekte Batu Merah itu mendengar sebuah kabar, bahwa sudah saatnya bagi Gou Dong untuk menyambut para tamu dan warga yang telah ia undang untuk berpartisipasi.
" Baiklah, jika tuan muda ingin beristirahat, saya telah menyiapkan ruangannya, tuan muda hanya perlu memanggil salah satu pelayan yang ada disini untuk mengantar anda, saya harus kembali karena saya sudah berjanji pada para warga dan juga tamu semua yang berada di luar, hanya sekedar untuk menyapa dan juga berterima kasih, mohon maafkan saya yang tua ini tuan muda. " Gou Dong berdiri dari kursinya.
" Ahh jika seperti itu, saya akan lebih dulu beristirahat tuan Gou Dong. " Ucap Jian Shutian.
Jian Shutian dan Gou Dong mengakhiri obrolannya, Jian Shutian pun masuk ke kamarnya, namun tak terduga dan bahkan tak ada seorang pun yang tau, perubahandrastis terlihat di wajahnya, terlihat keangkuhan dan kesombongan tergambar dalam mimik muka nya.
" Dasar semut rendahan, berani meninggalkanku, padahal aku sudah memberinya Logam Giok Langit bekas yang sudah tak terpakai. " Gerutu Jian Shutian di dalam kamarnya.
__ADS_1
" Jika saja guru tak membebankan hal hal membosankan ini padaku, huftt... " Ucap Jian Shutian sambil merebahkan tubuhnya.
Jangan lupa vote, like dan juga support nya ya!