Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 98 - Melanjutkan Acara


__ADS_3

Setelah semua orang yang hadir disana merasa berada di keadaan yang sangat absurd, kemudian Li Xuan lalu diikuti oleh para gurunya mulai mencairkan suasananya.


" Guru, sudahlah mari kita hentikan ini, lepaskan saja mereka lalu sembuhkan, biarkan para dosa muda itu aku yang menyembuhkannya, mari kita lanjutkan perayaan yang tertunda ini, " ucap Li Xuan memecahkan keheningan sambil berjalan menuju para anak muda yang sedang terkapar.


" Ya.. Ya.. Mari kita lanjutkan acaranya, aku masih ingin mabuk, ayolah, haha.. " ucap Taiyang Huo.


" Benar Yao Lao, sudahlah, mari kita lanjutkan lagi acara ini, lagi pula tidak seharusnya ada drama kolosal selama ini di acara peryaan mu ini bukan? " ucao Luo Fengtian.


" Ya.. Ya.. Aku akan segera menyembuhkan mereka, mari semuanya kita lanjutkan acara ini, anggap saja drama sebelumnya tidak pernah terjadi, " ucap Yao Lao sambil melepaskan auranya dan berjalan menuju para orang tua yang sedang terkapar.


" Ya.. Ya.. Mari kita bakar kebahagiaan kita hari ini, bersulang! haha.. " ucap Huo Guan sang Flame King ( Raja Api )


" Ya.. Mari bersulang! " ucap Patriack Jian Wang menyahuti ajakan sang Flame King.


" Amithaba.. Biksu tidak minum minuman beralkohol seperti itu, amithaba.. " ucap sang Biksu Kepala.


Para Patriack dari sekte lain mulai mengikuti, di sisi lain Luo Fengtian dan juga Taiyang Huo sibuk menemani para tamu, Li Xuan dan Yao Lao sibuk menyembuhkan orang orang yang telah mereka lukai.


Terlihat di dekat para dosa muda yang tergeletak, terdapat rombongan dari Sekte Lembah Racun, melihat Li Xuan yang menggunakan jurusnya persis seperti apa yang Xiao Li lakukan, membuat mereka semakin bernostalgia.


Beberapa bahkan menangis bahagia karena Xiao Li mewariskannya kepada seorang anak berbakat, juga kenyataan bahwa dirinya pun masih hidup.


She Haipa, Ma Xinyun, dan juga Ma Duyao mencoba mendekati Li Xuan,


" Nak.. Apa yang terakhir muridku Xiao Li pesankan padamu? " ucap She Haipa.


" Pesan terakhir? Jadilah murid para emperor, wujudkanlah perdamaian di Benua Bumi Selatan, dan yang terakhir jenguk lah mereka jika aku mempunyai waktu luang, mungkin hanya seperti itu Nenek Guru, " ucap Li Xuan.


" Emm.. Saudara Li.. Bolehkah aku tau dimana guru sekarang? Bisakah aku menemuinya? " ucap Ma Xinyun.


" Putri Racun ya.. Sayangnya bahkan jangankan dirimu, para Emperor sekalipun takkan bisa menemuinya, hanya diriku saja yang diberikan keleluasaan untuk keluar masuk dari sana, " ucap Li Xuan.


She Haipa yang mendengar itu terkejut, " Bahkan para Emperor sekalipun? Lalu jika begitu apakah rumor rumor itu benar? " ucapnya.


" Masih menjadi sebuah kemungkinan Nenek Guru, semuanya belum dapat dipastikan, tapi dengan adanya hal seperti itu, maka kemungkinan seperti rumor dan mitos yang ada, tingkat diatas Nascent Life masih lhh mungkin, " ucap Li Xuan.

__ADS_1


" Bahkan di umur mu yang baru segini, kau sudah sekuat dan juga seberwawasan itu, maukah kapan kapan kau mencoba berkunjung ke Sekte Lembah Racun? Sebagai murid langsung nya, mana mungkin ada orang yang menahanmu bukan? " ucap Ma Duyao sambil menyerahkan sebuah token kalung giok berwarna ungu hitam kecoklatan.


" Apa ini Patriack? " tanya Li Xuan.


" Itu adalah liontin tanda Grand Elder milik guru mu, senior Xiao Li, ambillah itu, kau berhak memilikinya sebagai penerus sah nya, " ucap Ma Duyao.


" Terima kasih Patriack, tapi saya tidak harus berdiam di sekte bukan? " tanya Li Xuan.


" Tidak, kau hanya memegang kuasa penuh atas liontinnya, kau tak perlu berdiam di sekte, kerjakanlah apa yang kau mau, jika berdiam di sebuaj dunia kecil seperti itu, kemajuan mu akan terhambat, " ucap Ma Duyao.


" Terima kasih sekali lagi Patriack! " ucap Li Xuan sambil menundukan badannya hormat.


" Kau tidak harus sampai seperti itu juga Nak Li, sungguh senior Xiao Li tidak salah memilih mu, bisa di pastikan kau telah menduduki kursi tertinggi sebagai anak muda paling jenius di generasi ini, " ucap Ma Duyao.


" Tidak tidak.. Saya tidak pantas menerima itu, masih ada putri anda dan juga putri dari Patriack Yun Mingzhi, dan juga yang lainnya, saya hanyalah seorang anak muda pendatang, " ucap Li Xuan.


" Haha.. Baiklah baiklah, kalau begitu, mari kita nikmati acara perayaan ini Nak Li, " ucap Ma Duyao sambil pergi dari sana diikuti oleh sang Putri Racun dan juga She Haipa.


Di sisi lain beberapa Patriack dari sekte sekte aliran hitam pun mulai membawa keturunannya untuk sekedar menyapa dan juga mengucapkan selamat kepada Li Xuan, karena ini adalah acara perayaan hari lahir gurunya.


" Salam Senior Death Lord dan juga Senior Black Lord! " ucap Li Xuan. ( Penguasa Kematian ) dan ( Penguasa Hitam )


" Salam Saudara Li! " ucapan salam dari belakang para Lord ( Penguasa ) itu, yang tidak lain adalah sang jenius Sobg Jiudao.


" Sa - Salam Saudara Li! " ucap Yun Qingxue dengan wajah yang sedikit memerah malu.


" Ahh ternyata yang jenius Tuan muda Song Jiudao, dan juga sang jenius dari para jenius, sang Mawar Hitam, Matriack muda dari Sekte Grup Awan Kematian Yun Qingxue, sungguh kehormatan yang tak ternilai bagi saya, " ucap Li Xuan sambil membungkukkan sedikit badannya.


" Anda ini tak perlu sampai seperti itu, mana bisa anak saya ini dibandingkan dengan kehebatan anda, haha.. " ucap Yun Mingzhi.


" Senior Death Lord ini bisa saja, mari silahkan menikmati acara perayaan ini, " ucap Li Xuan dengan sopan.


Di belakang sang Death Lord, seorang wanita muda masih saja terus memperhatikan Li Xuan, raut wajah ketidak percayaan terus saja tergambar diwajahnya, anak muda yang ditemuinya di saat dirinya tersesat, merupakan murid dari 5 orang kuktivator terkuat yang bahkan jika namanya di sebutkan saja dapat mengguncang seluruh Benua Bumi Selatan.


Di depannya Song Jiudao dengan keahlian komunikadinya, Ia mencoba untuk membuat relasi yang baik dengan Li Xuan.

__ADS_1


Tak jauh dari sana, dua orang wanita, satu wanita muda yang cantiknya tidak kalah sedikitpun dari sang Mawar Hitam, dengan seorang wanita paruh baya yang sejak tadi tak berhenti mengucurkan air matanya.


" Guru? Bukankah guru masih menangis sejak tadi? " ucap Wanita muda itu.


" Tidak.. Guru tidak apa apa Hua'er, guru hanya sedikit terkena dampak dari pertempuran tadi, " ucap gurunya itu menutupi kebohongannya.


" Begitukah? Kalau begitu saya meminta izin untuk menghampiri Saudara Li itu guru, bukankah mengagetkan ternyata dia adalah murud dari 5 orang terkuat di benua ini, bahkan pewaris sah mereka, termasuk juga sang mantan Sword King ( Raja Pedang ), Senior Fang Hao, "


" Aku masih mempunyai hutang padanya, akan berbahaya jika mengungkitnya nanti guru, bisa bisa aku berakhir seperti anak anak muda itu, " ucap wanita muda yang di sebut Hua'er itu.


" Baiklah pergi saja, tapi ajaklah beberapa teman aliran putih mu agar kau selalu waspada, " pesan sang guru.


" Lianhua juga sudah bisa menjaga diri sendiri guru, guru tenang saja, "


" Yin Lianhua, guru hanya khawatir padamu, kau adalah salah satu murid berbakat yang dimiliki guru, bahkan dimiliki oleh Sekte Oegunungan Surgawi ini, keamanan mu lebih penting, "


" Sudahlah tenang saja guru, selagi kita sedang berada di pulau ini, mungkin kita akan aman, karena perlindungan dari para orang tua terhormat yang sangat kuat itu, kalau begitu Lianhua pergi dulu guru! " ucap Yin Lianhua pergi dari sana sambil melambaikan tangannya.


Gurunya hanya diam melihat daari kejauhan dengan terus saja mengeluarkan air matanya,


" Itukah pewaris mu Senior Fang? "


" Bisakah bakatnya sama dengan mu atau bahkan melebihi mu? "


Ratap guru Yin Lianhua yang tidak lain adalah tetua Ruo Ling.


Di seberang terlihat Li Xuan yang sudah mulai lelah menerima ucapan dan juga sapaan dari para tamu, mencoba mendinginkan kepalanya berpindah ke sisi belakang 3 kursi megah milik para gurunya.


" Hah.. Menjadi orang populer ternyata sangat melelahkan, tidak terpikir oleh ku, bagaimana dulu guru Fang dan guri Xiao jika harus menerims tamu seperti itu, untung saja guru baru ku yang tiga ini hanya melakukannya 100 tahun sekali haha.. " gumam Li Xuan sambil beristirahat.


~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~


Untuk para pembaca Sebuah Jalan Keabadian ( SJK ), tolong bantu share dan juga terus pantengin baca nya ya, belakangan ini author sedang tertimpa musibah, juga terkena PhK, tolong dukung karya ini ya, selagi author mencari pekerjaan lain, doakan dan bantu juga supaya Author cepat untuk naik level karya dan sedikitnya bisa untuk bantu bantu sehari hari, dikarenakan memang Author ini seorang lelaki jomblo, namun sudah ditakdirkan untuk menjadi penjaga pilar suci keluarga, tetap dukung, doa, dan juga bantu Author ya, diusahakan untuk selalu update minimal 1 chap setiap hari ya, dikarenakan Author yang sedang sibuk mencari untuk sesuap nasi, semangat bagi para pejuang penjaga pilar suci keluarga✌✌✌🔥🔥🔥


Note : Bagi pihak Noveltoon juga editor, tambahan ini saya tulis sebagai narasi dukungan saja ya, boleh di cek cerita aslinya juga sudah lebih dari 1000 kata, bahkan 1200 kata, terima kasih jika sudah bisa memaklumi nya, bukan merupakan sebuah narasi penambah kata agar menjadi lebih dari 1000 kata, terima kasih sebelumnya kepada Noveltoon🙏🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2