
Gonggg
Suara sebuah alat besar yang dipukul menandakan acara akan segera dimulai,
" Baiklah.. Karena semua tamu terhormat dan juga penonton semua telah hadir kembali, mari kita lanjutkan saja acara kompetisi para jenius ini yang telah menginjak babak yang terakhir, dimana semua yang mereka punya akan dipertaruhkan di atas arena pertandingan ini. "
" Untuk pertandingan pertama kami persilahkan bagi setiap 12 peserta untuk turun ke arena, lalu saling melingkar berhadapan, boleh untuk menunjuk siapapun yang berada disana, ataupun bagi mereka yang diluar arena. "
" Juga kami sediakan acara tambahan di sesi terakhir nanti, bagi beberapa orang yang terpilih dari para penonton, kalian boleh memberikan tantangan terbuka bagi siapapun untuk bertarung diatas arena ini, untuk memeriahkan acara yang besar ini. "
" Baiklah, kami persilahkan bagi para peserta untuk memasuki arena! " teriak sang pembawa acara.
Swoosshh
Swoosshh
12 pemuda pemudi dari setiap sekte super yang telah mengalahkan pesaing2nya dari jenius sekte sekte besar satu persatu memasuki arena.
Terdapat 1 pasang pemuda pemudi yang berasal dari sekte yang sama terlihat oleh kerumunan penonton.
" Ternyata fondasi sebuah sekte super tak bisa di ukur dari seberapa meruginya mereka hanya karena sebuah kejadian. "
" Ya.. Memang benar sekali, dengan menghilang atau bahkan terbunuh nya Grand Elder mereka Tetua Fang, Sekte Pegunungan Surgawi, masih dengan fondasi para jenius nya yang bisa tetap mendominasi di arena. "
" Sepasang jenius pemuda dan pemudi sekte, hanya Sekte Pegunungan Surgawi yang bisa melakukannya tahun ini. "
" Kau benar... "
Suara penonton kembali riuh dengan pendapat pendapat nya, di sisi lain, ke 12 pemuda pemudia di arena terlihat saling melayangkan provokasi ke setiap pesain pesaing nya,
" Ternyata nona Yin Lianhua semakin cantik dan kuat saja dari hari ke hari, " ucap seorang pemuda berbaju merah dengan rambut pendek berwarna merah terang dan wajah yang cukup tampan.
" Ahh.. Ternyata tuan muda Huo Lang, anda juga terlihat semakin biasa biasa saja, apakah memiliki 4 calon istri seperti itu measyikkan? Dan dengan tak tahu malunya masih saja mengirimkan sebuah surat lamaran kepada seorang wanita " jawab Yin Lianhua dengan wajah acuh tak acuh nya.
" Itu memang benar benar mengasyikkan, dan juga apakah kau menerima lamaran ku? Aku bisa menjamin bahwa kau yang akan menjadi permaisuri pendamping utama ku nanti, " sambung pemuda Huo Lang itu dengan seringai nya.
__ADS_1
Yin Lianhua melirik pemuda Huo Lang itu dengan sebuah tatapan menjijikan.
" Hohoho.. Kau tampaknya semakin liar saja Huo Lang, apakah aku harus memberimu pelajaran lagi? " ucap seorang pemuda yang memberikan serangan provokasi lain pada Huo Lang tadi.
" Guang Mu, kau memberi pelajaran padaku? Sungguh lelucon yang menjijikan, kau ingin mencobanya? Majulah jika berani, akan ku berikan pembakaran dari sebuah api yang mematikan padamu! " tantang Huo Lang.
Pemuda bernama Guang Mu itu maju sedikit ke depan dengan perlahan dengan tangan nya yang terbungkus saku baju tangan nya dan senyuman, rambut panjang dan juga muka tenang nya menunjukan riak pesona seorang remaja yang menenangkan.
" Aku menunjuk mu sebagai tantangan pertarungan, aku ingin memberikan sebuah perasaan pembakaran padamu, dan juga aku belum mendapatkan pertandingan yang sebanding sejak awal, mungkin aku bisa mengawali nya dari mu! " ucap Huo Lang pada Guang Mu dengan menunjuknya.
" Heh.. Aku menerima itu, cepat persiapkan arena ini untuk kamu, " Teriak Guang Mu itu.
" Lihatlah Yin Lianhua kehebatan Huo Lang perkasa mu ini, akan ku bakar pria muda dengan penuh wibawa ini dibawah api pemusnahan ku, hahaha.. " ucap Huo Lang dengan sarkas.
" Baiklah, wasit jangan terlalu berlama aku harus segera memusnahkan pria muda Huo itu, kau bisa percaya padaku nona Yin, " ucap nya dengan penuh wibawa pada Yin Lianhua.
Masih dengan muka acuh tak acuh nya, Yin Lianhua menjawab dengan pergerakan kepala acuh tak acuhnya, mencoba mundur dari panggung arena itu, " Hem.. " Menggeserkan kepalanya ke arah lain, lalu berjalan mundur dari arena itu.
" Hohoho.. Anak mu ternyata seimpulsif dirimu juga, memang benar, sebenarnya seorang anak adalah titisan sebenarnya dari sifat ayah nya, entah dulu atau sekarang, " ucap seorang Pria tua di podium para Patriack.
" Baiklah, pertarungan antara Huo Lang, melawan Guang Mu, mewakili Sekte Lembah Api Suci dan juga Sekte Istana Matahari Suci melalui sebuah tantangan akan segera di mulai, kedua peserta bersiap di arena! " teriak sang wasit.
" Siap kapan saja! " ucap Huo Lang itu.
" Hem.. " jawab Guang Mu dengan sebuah anggukan.
" Baiklah, pertarungan pembuka babak ini antara Huo Lang dan juga Guang Mu, dimulai!!! " teriak sang Wasit.
Swosshh
Swosshh
Dua tapak pemuda yang dialiri qi beradu, membuat keduanya terpental ke belakang dan terus menyerang menggunakan semua kemampuannya.
" Dao Magic Api, Serangan Bola Api! "
__ADS_1
" Dao Magic Cahaya, Cahaya Pelebur! "
Dua serangan bertabrakan, terlihat keduanya tak menghiraukan ledakan itu, kembali tapak kedua pemuda itu beradu, tendangan dan juga teknik teknik pertarungan jarak dekat kedua nya beradu,
" Seni Pukulan Api, Tinju Penghangus! "
" Seni Kilat Cahaya, Gerakan Kilat! "
Guang Mu dengan memanfaatkan keunggulannya memaksimalkan kecepatan yang dihasilkan dari jurus dan juga energi root nya, membuat Huo Lang sedikit terdesak pergerakan nya.
" Cih.. Dao Magic Api, Domain Api! "
Namun, masih banyak kartu as yang dimiliki Huo Lang untuk menghindari, bahkan memberi perlawanan lainnya bagi Guang Mu.
Api besar dengan panas yang mengerikan terlihat seperti membakar tubuh Huo Lang hingga meninggalkan aura panas di sekitarnya, membuat Guang Mu kesusahan mendekatinya.
" Ternyata kau masih mempunyai jurus seperti itu, terimalah ini Huo Lang! " teriak Guang Mu.
" Seni Cahaya Penyucian Kuno, Cahaya Ilahi! "
Sebuah cahaya yang membawa riak kuno terlihat seperti keluar dari sebuah dimensi melaju cepat menuju ke arah Huo Lang.
" Ini berbahaya jika harus ditahan. "
" Seni Api Pemusnah, Api Pembakar Segalanya! "
Dua jurus kekuatan yang mengerikan melaju berhadapan, bahkan saling berbenturan, menyebarkan riak qi yang berhamburan, keduanya terlihat babak belur setelah pertukaran serangan itu.
Pertarungan keduanya itu berlangsung sengit, membuat para penonton yang hadir disana terperangah dengan aksi mereka, bahkan para Patriack sekalipun terkejut dengan pertarungan para jenius sekarang,
" Hahaha.. Itulah anak ku, kau lihat? Jangan pernah meremehkan sebuah api, atau kau akan terbakar, haha... " ucap sang Pria tua yang berada diatas podium.
" Hohoh.. Kau boleh berkata seperti itu sekarang, tapi mari kita nikmati saja dlu pertarungan para jenius ini, " sambung sang Pria tua yang terlihat tenang dan juga berwibawa itu.
" Haha.. Kau bisa berharap, haha.. " jawab Pria tua di sebelahnya.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!