Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 63 - Awal Mekarnya Sang Teratai


__ADS_3

" Pemuda itu bernama Li Xuan. "


Ruo Ling mencoba memikirkan nama Li Xuan, ia tak pernah mendengar nama itu, bahkan di keluarga kekaisaran sebelah yang juga bermarga Li sekalipun,


" Berasal dari mana anak muda itu? " tanya Ruo Ling.


" Masih belum diketahui, para sekte besar hingga super sedang dengan gencar mencoba mencari asal usulnya, namun hasilnya masih nihil, ohh ya.. dan kalau tidak salah, anak Li Xuan itu pernah mengulurkan bantuan untuk Nona Yin Lianhua saat sedang berkeliling pasar bazar. "


" Intinya dia meminjamkan uang pada Nona muda untuk membeli barang yang ingin dibelinya, karena uang yang kami kumpulkan masih kurang, hehe.. " Fei Hua menjelaskan apa yang ia ketahui.


" Kau belanja sesuatu tetapi masih kurang? Memang semahal apa barangnya? " Ruo Ling merasa heran.


Fei Hua hanya bisa tersenyum malu menanggapi perkataan dari Ruo Ling.


" Aku tak mau tau, kau harus mencoba mencari tau latar belakang anak muda Li Xuan itu, jika perlu bahkan jejak jejak terkecilnya sekalipun, dan ingat.. kabar ini jangan sampai tiba ditelinga para petinggi sekte, kau mengerti? " ucap Ruo Ling.


" Baik Elder, saya akan melaksanakan perintahnya, " jawab Fei Hua.


Dalam sekejap mata Fei Hua tiba2 menghilang meninggalkan Ruo Ling di tempatnya sendirian,


" Siapa sebenarnya dirimu Li Xuan? "


**


Kembali ke pusat arena, semua jenius telah kembali ke tempatnya masing2, Li Xuan seperti biasa kembali ke atas langsung disambut oleh Shan Huangdi meminta ceritanya kembali yang belum selesai.


Di bawah undian telah mulai dilakukan, yang pertama keluar adalah, " Yin Lianhua! "


Wasit menyerukan namanya, dan mengambil undian kedua, " Bing Qingyun! Yin Lianhua melawan Bing Qingyun! " ucap wasit mengulangnya kembali.


Pertarungan dua jenius wanita kembali terjadi, namun karena keduanya yang bergerak secara pasif bahkan tanpa di duga, di tengah pertarungan Bing Qingyun memutuskan untuk menyerah.


Kemudian para jenius yang lain kembali di undi, satu persatu maju ke tengah arena, namun tak beraelang lama semuanya memutuskan untuk menyerah, Huo Lang, Guang Mu, Jian Shutian, Feng Shejian, Long Fui, dan juga Sheng Liu.


Wasit kembali mengambil undian 3 orang terakhir, nama Qing Yuelin keluar dari undian itu, tersisa Shan Jianfeng dan juga Li Xuan yang belum keluar namanya dari undian itu.


Pertarungan kecil kembali terjadi, namun seperti sebelumnya Qing Yuelin kembali menyerah di pertengahan pertandingan, para penonton mulai tak seramai pertarungan pertarungan sebelumnya, Yin Lianhua masih mengukuhkan kemenangannya.


Undian kembali diambil, tersisa Li Xuan dan Shan Jianfeng, " Li Xuan! Silahkan maju ke tengah arena untuk melawan pemenang bertahan dari 10 pertarungan beruntun yang telah dilakukannya, " ucap wasit, namun bagi semua penonton yang hadir di sana tentu saja mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Li Xuan menuju ke tengah arena pertempuran, semua mata tertuju padanya, seperti yang diminta oleh Yin Lianhua, ia akan meminta beberapa petunjuk pada Li Xuan, ternyata akhirnya mereka berhadapan di tengah arena, pertarungan antara keduanya akan segera dimulai.


" Kedua peserta bersiap!!! "


" Mulai!!! "


Yin Lianhua bergerak maju menerjang Li Xuan, Li Xuan menanggapinya dengan mencoba menahan serangannya, terlihat pertarungan yang seimbang dari keduanya.

__ADS_1


Namun, tak seperti yang dibayangkan para penonton, Li Xuan terlihat sedang mengajari Yin Lianhua teknik berpedang menggunakan jurus jurus yang Yin Lianhua gunakan.


" Cobalah untuk membuat gerakannya semulus dan semengalir mungkin, dan juga kurangi gerakan kehati hatian yang kurang perlu, kau bisa meningkatkan keahlianmu Saudari Yin, " tutur Li Xuan.


" Emm.. " Yin Lianhua menjawabnya dengan sebuah anggukan lalu mencoba maju menerjang ke arah Li Xuan.


Peningkatan drastis dari permainannya mulai terlihat, menggunakan Tarian Bangau Salju nya, Yin Lianhua terlihat semakin mempesona dengan tubuhnya yang menari seperti bangau ditengah kumparan salju, semua mata terpesona melihatnya, hanya Li Xuan yang terlihat biasa saja.


Yin Lianhua menyerang Li Xuan dengan peningkatan keahliannya menggunakan Tarian Bangau Salju nya, namun tetap saja, mudah bagi Li Xuan untuk mematahkan setiap serangannya.


Beralih ke jurus yang lain, Li Xuan terus saja memberikan arahan arahan pada Yin Lianhua untuk meningkatkan penguasaan Yin Lianhua akan jurus jurus nya.


" Cobalah untuk melonggarkan pegangannya! "


" Bergeraklah lebih cepat dan jangan merasa gelisah, itu hanya akan membuat pergerakan mu kaku dan terhambat! "


" Ayunkanlah dengan perlahan, namun hentakkan lebih keras untuk meningkatkan kekuatan sayatannya! "


Dengan perlahan Yin Lianhua mulai mengerti dengan beberapa kekurangan dan juga kesalahan kesalahannya, " Terima kasih Saudara Li, aku benar benar terbantu karena dirimu! " ucap Yin Lianhua.


Di sudut lain, Ruo Ling seperti merasakan hal yang janggal dari pertempuran itu, dengan mata tua dan pengalamannya ia tau, itu bukanlah sebuah pertarungan, melainkan sebuah pengajaran,


" Anak muda Li Xuan itu mencoba mengajari Hua'er? Memangnya apa yang bisa diberikan bocah Li itu padamu dalam berpedang Hua'er? " Ruo Ling merasa ragu.


Namun, tak berapa lama Ruo Ling membelalakkan mata bulatnya, " Ini.. Bukankah peningkatannya terlalu cepat!? Dan juga.. Pengajaran dengan kecepatan pemahaman seperti itu, bahkan aku jamin senior Shan dan juga senior Fang belum tentu bisa melakukannya, "


**


Kembali ke tengah pertarungan, Yin Lianhua memutuskan untuk kembali menggunakan Tarian Bangau Salju nya, pesona tarian yang diperagakan oleh seorang kecantikan surgawi membawa suasana berbeda di seluruh arena.


Tanpa sepengatahuan yang lainnya Li Xuan mencoba menandinginya dengan Tarian Phoenix Api nya, saat bertemu terlihat keindahan Yin dan Yang seperti berputar di pusat arena pertempuran, semua orang berdiri kaget melihatnya, bahkan ketiga Emperor sekalipun.


Shan Yuan, Shan Huangdi, dan Shan Jianfeng membelalakkan kedua matanya, tak terkecuali Ruo Ling yang ikut hadir dari tempatnya.


Dua serangan berlawanan saling berhadapan, namun memberikan seni yang memukau semua yang hadir disana, bahkan Ruo Ling, Shan Yuan, dan juga Shan Huangdi sampai dibuat tak bisa berkata kata.


Berbeda dengan seorang yang lain, kebencian sepertinya hadir di benak Shan Jianfeng, kecemburuan tampak disudut matanya, kedua tangannya terkepal kencang menyimpan hasrat kebencian yang semakin memuncak.


Yin Lianhua terus terbawa suasana tempo permainan berpedangnya, tanpa di duga Yin Lianhua semakin tak terkendali, membuat tariannya menjadi kacau, Li Xuan dengan sigap menghentikannya, namun tanpa diduga...


Hap


Yin Lianhua berputar kehilangan kendalinya hingga menubruk Li Xuan dan dirinya terjatuh, dengan kecepatan tangannya nya Li Xuan dengan cepat meraih pinggang Yin Lianhua menahannya.


Mata lentik Yin Lianhua yang tadinya terpejam tiba tiba terbuka kaget melihat pria yang sedang merangkulnya, tak berapa lama wajah kecantikan surgawi Yin Lianhua dengan cepat memerah, membuat tak hanya dirinya dikalahkan dari luar, juga diluluhkan dari dalam.


Berbeda dengan ekspresi yang diperlihatkan Li Xuan, dengan cepat Li Xuan melepasnya lalu kembali membantunya berdiri di hadapannya, karena berpikir saat melihat perubahan wajah Yin Lianhua yang memerah.

__ADS_1


Li Xuan menganggap bahwa Yin Lianhua merasa tak nyaman dengan keadaan seperti itu, Li Xuan merasa bahwa dirinya mungkin telah lancang melakukan hal seperti itu pada seorang seperti Yin Lianhua,


" Ahh.. Maafkan aku Nona Yin, aku tak sengaja menolong mu, aku tak bermaksud yang lain, mohon maafkan aku sebelumnya, " ucap Li Xuan dengan wajah memelas meminta maaf.


Di sisi lain Yin Lianhua yang masih mencerna kejadiannya merasa sulit untuk mengatakan sesuatu, " E - Emm.. Ti - Tidak apa apa, Sa - Saudara Li.. " ucapnya lalu memalingkan wajah cantik memerahnya.


Li Xuan semakin tersenyum kecut dibuatnya, ia berpikir bahwa mungkin Yin Lianhua sekarang telah membencinya, " Sebelumnya maafkan aku yang telah lancang Nona Yin, aku benar benar hanya berniat menolong mu, aku akan menyerah saja kalau begitu, mungkin pertarungannya sudah selesai, " pungkas Li Xuan.


" A - A.. Emm.. Itu.. Bukan begitu Saudara Li, biar aku saja yang menyerah, " ucap Yin Lianhua masih dengan wajahnya yang membelakanginya.


" A - Aku menyerah! " ucap Yin Lianhua tanpa jeda dan aba aba sedikitpun.


**


Sebelum permintaan menyerah dari Yin Lianhua terdengar, saat tangan Li Xuan melingkar di pinggang bidadari surgawi itu, semua penonton terdiam menohok dibuatnya, namun riuh tiba tiba bergema di seluruh arena itu.


" Kau hebat Saudara Li!! "


" Bukankah mereka sangat cocok? Kultivator pria terhebat, dengan kultivator wanita terhebat? Bukankah kau setuju? "


" Aku setuju setuju saja, lagian keduanya tampan dan juga cantik, kalau aku mempunyai anak perempuan, mungkin aku akan menawarkannya pada anak muda Li Xuan itu, mungkin menjadi seorang selir jika dirinya mau, hahaha.. "


Semua penonton wanita dibuat cemburu oleh Yin Lianhua, namun apa daya mereka melawan seorang Yin Lianhua, dengan tingkat kultivasi tinggi, dan juga keindahannya yang terlampau surgawi bagi mereka.


Kemarahan memuncak di wajah seorang pemuda yang berdiri di balkon tempat para jenius, berbeda dengan jenius lsinnya yang saking tertawa, pemuda ini hanya diam melipat tangan dan juga wahah dan matanya,


" Awas kau Li Xuan! aku akan menghancurkanmu dihadapan semua orang yang hadir di sini, akan ku perlihatkan, siapa itu seorang pendekar pedang sejati!! " gumam pemuda itu.


Ruo Ling yang melihatnya pum seperti bernostalgia saat dirinya dulu bahkan hampir persis mengalami hal serupa,


" Ternyata takdirmu mungkin harus seperti jejak guru mu Hua'er... " gumam Ruo Ling.


**


" A - Aku menyerah! " ucap Yin Lianhua.


Membuat wasit mengumumkan kemenangan Li Xuan, dengan secepat kilat Yin Lianhua pergi menghilang kembali ke tempatnya lagi, Li Xuan semakin berpikiran bahwa Yin Lianhua semakin membencinya.


Baru saja pengumuman selesai disuarakan, tiba tiba seorang pemuda meloncat dari tempatnya di balkon para jenius dengan membawa wajah yang terlipat dan juga tangan terkepal,


" Aku ingin bertarung dengamu! " ucap pemuda itu.


**


~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~


**

__ADS_1


Author mulai memasukkan campuran romansanya di chap ini, semoga kalian suka ya😁🙏.


__ADS_2