Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 15 - Telur Divine Beast 2


__ADS_3

**


Ke eseokan harinya riak energi tak beraturan yang berasal dari tubuh pemuda remaja itu mulai surut dan memadat masuk kedalam tubuhnya, hingga akhirnya selesai dan tingkat kultivasi Li Xuan pun bertambah menjadi kondensasi qi level 3, saat terbangun, ia mencoba mencari tau dan melihat, tak disangka gubuk kediamannya runtuh dan hancur, lalu ia menemui kedua gurunya dan menanyakan penyebabnya, kedua gurunya hanya tersenyum sinis melihatnya, dan kemudian dapat dirinya simpulkan bahwa, kekacauan ini, dia lah penyebabnya.


Untuk satu hari ini Li Xuan terpaksa tidur diluar beralaskan papan papan baru yang dihamparkan, sebagai bentuk hukuman dari kedua gurunya yang menyebabkan mereka harus membangun kembali kediamannya seharian penuh.


**


Esok harinya saat terbangun Li Xuan tiba tiba dikagetkan dengan kehadiran kedua gurunya.


" Xuan'er apakah kau tau tempat berdiamnya ayam yang sering kau sebut selalu berkokok dipagi hari itu? " Tanya Fang Hao.


" Aku mengetahuinya guru, dulu aku pernah melihat ayam itu bersama dengan paman Liu, dan mungkin tempatnya di sana. " Li Xuan menunjuk arahnya, namun sesuai prediksi Fang Hao arah itu sama dengan arah dari teriakan dan juga asal aura kemarin.


" Bisakah kita melihatnya ke sana Xuan'er? Mungkin kita akan mendapatkan suatu petunjuk di sana. " Ucap Fang Hao.


" Emm... Ayo guru, aku akan memimpin jalannya. " Li Xuan berjalan mendahului kedua gurunya untuk menunjukkan jalannya.


Tak perlu waktu lama untuk sampai di tempat itu, terasa aura ilahi kuno pekat merembes keluar dari dalam gua, namun sepengetahuan Li Xuan ada sebuah penghalang yang sangat kuat, bahkan kata paman Liu, dulu saat dia mencoba menghancurkannya, jangankan sebuah kerusakan, bahkan sebuah riak terdistorsi pun tak terlihat, penghalangnya sangatlah kokoh, sekarang mungkin dengan beberapa polesan keberuntungan penghalang itu telah sepenuhnya hilang.

__ADS_1


" Mungkin ini disebabkan oleh beberapa kejadian yang lalu, pertarungan kita, dan juga kenaikan tingkatnya Xuan'er, tapi ini hanyalah teori awal ku, mengenai detailnya aku belum tau. " Ucap Fang Hao.


" Baiklah, mari kita coba jelajahi gua ini, aku merasakan sesuatu yang baik, walaupun aura ilahi kuno ini teramat mencekam sedari tadi. " Xiao Li memberikan pendapatnya.


Mereka bertiga akhirnya memasuki dan menjelajahi gua itu, namun apa yang mereka perkirakan sepertinya salah, gua itu tak sedalam dan serumit yang dipikirkan, dengan hanya sebuah jalan lurus dan juga lorong yang besar, itu persis seperti goa tempat seorang penguasa berada.


" Cihh... Sungguh sombong dulu penghuni gua ini, entah seekor hewan ataupun seorang manusia. " Xiao Li mencoba mengomentari keadaan gua ini.


" Mereka atau dia yang tinggal disini memang pantas untuk menyombong, dengan kekuatan sebesar itu, bahkan jika sekarang ia masih ada dan hidup kembali, bukan sebuah hal yang sulit meratakan seluruh Benua Bumi Selatan, bahkan dunia Dao qi ini sendirian, mungkin dia merasa percaya diri karena adanya penghalang yang sangat kuat didepan, yang bahkan seorang paman Liu pun yang bahkan kita yakini lebih kuat dari kita dan bahkan mungkin telah bisa menerobos tingkat kekuatan yang telah diyakini banyak orang sebagai tingkat kekuatan paling akhir dari tingkat kultivasi, bisa kau bayangkan semengerikan apa kekuatan makhluk yang mendiami gua ini? Dan juga bisa kau bayangkan sekuat apa penghalang itu saat pertama kali diciptakan? " Tanya Fang Hao pada sahabatnya.


" Ya ya, kau memang benar, ahh sudahlah mari kita lanjutkan perjalanan, aku merasakan bahwa kita sudah dekat dari ujung lorong gua ini. " Sanggah Xiao Li.


Dengan beberapa tarikan nafas saja mereka akhirnya sampai diujung lorong gua itu, saat sampai mereka dikejutkan dengan sebuah gua yang sangat amat luas, bahkan menurut Fang Hao luas gua ini bisa seukuran satu kota besar di kota kota manusia, namun yang membuat mereka terkejut bukanlah hal itu, melainkan terdapat sebuah bangkai besar, dan bahkan Xiao Li juga Fang Hao belum pernah menemukan bangkai sebesar itu, memancarkan aura kuno ilahi, anehnya tak ada jejak pembusukan dari setiap bagian tubuhnya, dan setelah melihat dengan seksama, kekagetan yang amat sangat, muncul dalam wajah Fang Hao dan Xiao Li, bagaimana tidak, setiap bagian yang seharusnya membusuk, hilang menjadi serpihan serpihan energi qi ilahi kuat dan kuno, yang mana semua qi itu seperti sebuah jaring yang terpusat dan terserap, dan pusat dari semua penyerapan qi itu adalah sebuah telur besar raksasa.


" Telur? Aku mendengar dari paman Liu bahwa telur itu rasanya sangat enak guru? " Tanya polos Li Xuan.


" Kau ini, kalau sedetik saja aku lupa bahwa kau adalah muridku yang berharga,jenius dan berbakat, maka kau sudah ku bunuh Xuan'er. " Ucap Xiao Li.


" Cukup Xiao Li, wajar saja jika Xuan'er tak mengetahuinya, walaupun mungkin ia sudah tau bangkai itu merupakan sebuah Divine beast, namun ia tidak mengetahui telur nya dan juga apa itu sebuah telur. " Tegas Fang Hao.

__ADS_1


" Baiklah baiklah, aku hanya bercanda Fang Hao, kalau begitu ceritakanlah apa itu telur, dan bagaimana jika itu telur sebuah Divine beast. " Sanggah Xiao Li.


Dengan cermat dan teliti Fang Hao memberitahu semua tentang apa itu telur, dan bagaimana jika itu sebuah telur Divine beast, terlihat keterkejutan muncul dari sudut wajah LI Xuan setelah mendengar semua yang dijelaskan Fang Hao kepadanya.


" Kalau seperti itu, kita harus menunggu, menjaga dan merawatnya guru? " Tanya Li Xuan.


" Kesimpulannya memang seperti itu, namun kita harus memastikan saat waktu kelahirannya harus ada salah satu dari kita didepannya, agar ia merasa dan menebak bahwa kita orang tuanya, atau penolongnya. " Jawab Fang Hao.


" Ya, dan mungkin... " Xiao Li memandang Fang Hao sebentar, lalu mereka berdua melihat pada Li Xuan.


" Nanti kami akan secara berkala memperhatikan perkembangannya, dan jika telur itu akan segera menetas, maka kami akan segera memberitahu mu untuk menunggunya sampai menetas, akan baik jika kau mempunyai teman seperjalanan nantinya, dan mungkin teman seperjalananmu nanti adalah seekor Divine beast, baiklah mari kita kembali dulu sekarang, kita masih harus melatihmu, nanti secara bergiliran bagi kita berdua yang sedang tidak mengajar akan menjaga dan memperhatikan perkembangan telur ini. " Ucap Fang Hao dari kesimpulannya.


" Ya, aku setuju denganmu Fang Hao. " Xiao Li menunjukan persetujuannya.


" Baiklah jika itu keinginan guru. " Dengan hormat menangkupkan tangan.


**


Setelah keluar dari gua itu, mereka kembali melakukan rutinitasnya belajar dan mengajar, bahkan waktu mengalir berlalu, tak terasa minggu, bulan, terlewati begitu saja, pelatihan intensif terus dilakukan, tahun mulai berganti dan bahkan Li Xuan pun telah menaikkan tingkatnya sekali lagi menjadi kondensasi qi tingkat 4.

__ADS_1


Telur itu masih saja menyerap qi yang melimpah dari bangkai burung ilahi kuno itu, bahkan setelah melewati waktu berhari hari, berminggu minggu bahkan berbulan bulan, namun saat Fang Hao selesai memeriksa dan memperhatikan riaknya, Fang Hao memperkirakan bahwa waktu penetasannya tak akan lama, Fang Hao memberitahukannya pada Xiao Li dan Li Xuan, Fang Hao mengisyaratkan agar Xiao Li selalu siap dan waspada jika terjadi sesuatu, dan jika waktu penetasannya telah tiba, segera Li Xuan harus menunggu di dekat telur itu, hingga telurnya menetas dan mungkin akan melahirkan seekor calon Divine beast baru.


Jangan lupa vote, like dan juga support nya ya!


__ADS_2