Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 78 - Masalah Kecil


__ADS_3

" Tunggu! "


Seseorang dari kursi penonton tiba tiba berteriak, sontak saja Yao Lao, Luo Huang, dan juga Li Xuan menolehkan kepalanya,


" Saya merasakan beberapa kejanggalan dari kompetisi ini, bukankah Nak Li Xuan itu memiliki seorang guru yang katanya Nak Li Xuan sendiri menjual pill pill miliknya, kalau boleh tau memangnya siapa guru Nak Li Xuan ini? "


" Karena dalam pikiranku sekarang sudah terlalu berbelit belit, bukankah begitu Nak Li? " ucap Penonton itu.


Li Xuan mencoba melihat siapa orang tersebut, ternyata orang yang Li Xuan kenal, sang tetua Sekte Pedang Giok Ji Guo,


" Ahh ternyata tetua Ji Guo, salam tetua! " ucap Li Xuan menangkupkan tangannya.


" Salam juga Nak Li, emm.. sebetulnya banyak hal yang mengganjal pikiran ku Nak Li, sebenarnya siapa gurumu itu? Bukankah sangat beruntung jika mempunyai murid seberbakat dirimu, dan juga sepertinya guru Nak Li ini sangat hebat hingga bisa mengajari murid menjadi sehebat ini, "


" Namun, ahh.. Sebelumnya saya minta maaf karena sudah terlalu panjang dan lancang dalam memberikan pertanyaannya Nak Li, emm.. ngomong ngomong.. apakah pesanan pill ku sudah kau siapkan Nak Li? " tanya Ji Guo dengan raut wajah sedikit tersenyum.


Li Xuan kemudian mengernyitkan dahinya ketika mendengar Ji Guo yang dengan secara terang terangan bertanya tentang hal yang sengaja disembunyikan nya.


" Ahh itu.. Sebenar- "


Belum sempat Li Xuan menyelesaikan ucapannya, tiba tiba Shan Huangdi sang White King menyela pembicaraannya,


" Sudahlah Tetua, kau jangan mempersulit bocah Li Xuan itu, kau tau gurunya adalah seorang yang tidak mau diketahui asal usulnya? Lalu kau tau bukan seberapa tinggi kualitas pill yang bisa dibuat oleh gurunya itu, bukankah kau sedikit berani untuk mencoba mengorek informasinya? " pungkas Shan Huangdi.


Ji Guo kaget mendengar pernyataan Shan Huangdi yang begitu tiba tiba, ia mencoba memberikan kode bantuan kepada Patriack sekte nya yang berada di tempat khusus para Patriack untuk membantunya,


" Emm.. Mohon maaf sebelumnya yang mulia White King, mungkin yang dimaksud oleh Tetua kami ini bukanlah seperti itu, dia hanya ingin mengetahuinya untuk berterima kasih kepada guru Nak Li yang terhormat ini karena telah menghasilkan beberapa pill berkualitas yang sangat berguna bagi sekte kami kedepannya, " ucap sang Patriack.


" Sudahlah, akhiri saja berbasa basi mu itu, biarkanlah bocah Li Xuan itu menyusul sang Pill Emperor, kau tau bukan seperti apa watak para Emperor? " ucap Shan Huangdi.


Ji Guo dan Patriack nya tiba tiba saja terdiam mendengar ucapan Shan Huangdi itu, dengan tubuh yang seketika penuh dengan keringat lalu bergetar tak karuan bergidik ngeri mendengarnya, mereka akhirnya menyerah untuk mengorek informasi dari Li Xuan.

__ADS_1


Li Xuan yang melihat itu langsung menoleh ke arah Shan Huangdi lalu menangkupkan tangan dan membungkukkan badannya sedikit untuk berterima kasih pada Shan Huangdi.


Namun benar saja seperti apa yang Shan Huangdi perkirakan, dari arah lain terlihat Yao Lao kembali dengan wajah dinginnya,


" Siapa yang berani menunda nunda keperluanku? " ucap Yao Lao dengan muka penuh amarahnya.


Perkataannya itu keluar bagai hawa dingin yang menusuk setiap tubuh para penonton yang hadir di sana, Ji Guo dan sang Patriack semakin merinding dibuatnya, apalagi Ji Guo yang secara terang terangan menunda waktu sang Pill Emperor itu.


Namun dengan sigap Li Xuan mencoba mencairkan suasana itu, Ia merasa jika suasana itu tetap dalam beberapa saat lagi saja, kemungkinan akan ada sebuah sekte yang menghilang hari ini, juga menghilangnya ribuan pelanggan setia pill buatannya.


" Emm.. Sudahlah yang terhormat Pill Emperor, ini hanyalah basa basi yang tak penting, senior yang terhormat bisa menganggap nya angin lalu, apalagi ini hanya akan lebih mengganggu waktu senior saja, " ucap Li Xuan.


" Hemm.. Kau benar juga bocah, "


" Hei tua Luo Fengtian! Aku tau kau mengetahuinya, ku tunggu kompensasi nya di ruangan ku, sungguh perkara sepele seperti ini telah mengganggu waktu ku yang berharga, ingat! bawalah kompensasi yang sepadan! " ucap Yao Lao.


Li Xuan menggelengkan kepalanya perlahan disertai dengan senyuman kecutnya,


Lalu tiba tiba sebuah suara yang merupakan suara Luo Fengtian terdengar di seluruh tempat itu,


" Hohoho.. Kau ini sangat pandai bercanda Saudara ku Yao Lao, baiklah kau hanya harus menunggu, nanti aku akan mengirimkan kompensasi nya, " ucap Luo Fengtian.


" Begitu lebih baik! " pungkas Yao Lao yang langsung saja kembali terbang menuju ke tempatnya.


Yao Lao meninggalkan pusat terjadinya kompetisi dan juga lelang, tempat Li Xuan asalnya bertanding di kompetisi para alkemis, Ia langsung mengikuti sang Pill Emperor yang terbang dengan cara berjalan di bawahnya karena memang keterbatasan kultivasinya.


Yao Lao langsung menuju ke tempatnya yang memang disediakan di lantai teratas sebuah gedung di area tempat itu, khusus beserta para Emperor yang lain, Yao Lao menunggu kedatangan Li Xuan yang terlambat karena perjalanannya yang memang hanya bisa mengandalkan tanah sebagai pijakannya.


Saat Li Xuan sudah sampai di depan pintu, tiba tiba suara Yao Lao dari dalam membuyarkan fokusnya,


" Masuklah, aku tau kau sangat gugup sekali sampai harus menunda langkah terakhirmu untuk mengetuk lalu masuk ke ruangan ini, tenang saja kami takkan membunuh mu, apalagi si Taiyang tua ini ingin sekali mengobrol beberapa hal denganmu, " ucap Yao Lao.

__ADS_1


Li Xuan yang mendengar itu langsung membuka pintunya dan masuk ke dalam, di dalam Li Xuan terdiam beberapa saat memandangi kemewahannya, disertai rembesan rembesan energi Qi kuat mengelilingi ruangan itu


" Li Xuan memberi salam pada dua Emperor yang terhormat! " ucap Li Xuan menangkupkan tangannya lalu membungkukkan setengah badannya.


Baru saja Li Xuan selesai memberi salam pada kedua Emperor, tiba tiba sebuah celah spasial kecil terbentuk, lalu keluar seorang Pria tua dari dalamnya,


" Hohoho.. Apakah aku ketinggalan? " ucap Luo Fengtian yang baru datang dari celah spasialnya.


" Ya.. Ya.. Ya.. Cepatlah berikan kompensasinya, kau sangat tidak terlambat, tanyakan saja pada bocah itu, " ucap Taiyang Huo.


" Itu kompensasi milikku! Dasar Taiyang s14l4n! " ucap Yao Lao.


" Hahaha.. Kau memang yang paling serakah dalam hal harta Yao Lao, hahaha.. " ucap Taiyang Huo mencoba memprovokasi Yao Lao.


" Hah.. Sudahlah kalian ini, jangan lupakan keberadaan bocah itu sekarang di sini.. " ucap Luo Fengtian mencoba mengingatkan.


" Huh.. Sudahlah Nak biarkan saja mereka, biar aku yang mengurus keperluan mu selanjutnya, " ucap Luo Fengtian.


" Baiklah senior! " ucap Li Xuan.


" Mari ikut dengan ku mengambil hadiah mu, biarkanlah mereka seperti itu beberapa saat lagi, mungkin jika menunggu mereka akan menghabiskan waktu mu sangat banyak, mari ikuti saja aku, " ucap Luo Fengtian.


Baru saja mereka berdua akan keluar, tiba tiba Taiyang Huo dan Yao Lao menahan kepergian keduanya,


" Tunggu Luo tua, bocah Li! " ucap keduanya serempak.


~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~


Sebelumnya kemarin ada yang ketinggalan beberapa kata sedikit diakhirnya, mohon dimaklum dan boleh membacanya kembali sedikit di chap sebelumnya.


Kebetulan saya kalau mencatat cerita seperti ini dicatat dulu di catatan hp lalu di copas ke sini, buat arsip si tadinya, ehh dikit lagi ada yg ga ke kopas, terlalu rusuh kemarin, mohon dimaafkan dan dimaklum ya, Author ini masih dalam masa proses penyembuhan🙏.

__ADS_1


__ADS_2