
Setelah satu tahun berlalu, Li Xuan genap berumur 13 hari ini, namun uniknya tanggal itu ditetapkan dari hari ditemukannya Li Xuan oleh paman Liu, awalnya Li Xuan tak mengerti tentang apa itu tanggal lahir, ulang tahun dan lainnya, lalu dengan sigap Xiao Li mengambil alih pembicaraan, menerangkan tentang kelahiran seorang manusia, bahkan seekor hewan atau demonic beast pun, namun lagi lagi Li Xuan membuat keduanya tertawa terpingkal pingkal.
" Wanita? Betina? Apa itu? Apakah itu sejenis demonic beast? Atau ras kuno? Ataukah setingkat divine beast? " Tanya Li Xuan dengan wajah polosnya.
Ya, mereka berdua Fang Hao dan Xiao Li lupa menerangkan tentang hal hal paling dasar dalam kehidupan, mereka hanya memberikan pelajaran dasar dalam bagaimana cara menghadapi kehidupan dan juga kultivasi, akhirnya mereka mencoba menerangkannya kembali semua dari awal, hingga akhirnya Li Xuan dapat mengerti, Li Xuan hanya bisa menggelengkan kepalanya, menurutnya sungguh sangat miris, di kehidupannya yang sudah menginjak 13 tahun, ia baru mengetahui hal seperti ini.
Hingga malam larut mereka mencoba merayakan hari ulang tahun Li Xuan dengan sederhana dan seadanya, hingga mereka tertidur di lapangan luas atas gunung diantara kediaman ketiganya.
**
Esok harinya giliran Fang Hao mengajar Li Xuan, dan Xiao Li berjaga di gua tempat telur Divine beast itu berada, Fang Hao mengajarkan pengetahuan tentang Sword Dao, Fang Hao berencana untuk meningkatkan pengetahuan Li Xuan tentang Sword Dao, karena ada beberapa tingkatan yang harus dilalui dalam menempuh keabadian melalui jalur Sword Dao, pertama tama Li Xuan harus bisa dan mengerti dulu tentang apa itu pedang dan juga dasar dasar untuk mendalaminya dalam sebuah Sword Dao, dan Li Xuan telah mendalaminya dengan sempurna.
Selanjutnya barulah para kultivator harus bisa memasuki alam Sword Dao pertama, yaitu " Sebuah Pedang ", lalu tingkat kedua " Menjadi Pedang ", dan yang terakhir " Pedang tanpa Pedang " , dan Fang Hao termasuk salah satu dari beberapa orang yang telah berada pada tingkatan " Pedang tanpa Pedang ", bahkan saat dipuncak kekuatannya dulu Fang Hao hanya memerlukan sebuah jarinya saja untuk memotong sebuah batu bahkan bukit, yang Fang Hao ketahui hanya ada 6 orang yang dulu telah mencapai tingkat " Pedang tanpa Pedang ", dirinya dan seorang tetua tingkat tinggi di sekte nya, juga dua orang yang berasal dari Sekte Seribu Pedang Ilahi, konon mantan Patriack nya dan juga Patriack nya, bahkan terdengar desas desus bahwa tetua kehormatan sekte ini pun sangat dekat dari tingkatan ini, yang lainnya Patriack dari Sekte Matahari Suci, dan yang terakhir adalah Patriack Sekte Angin Petir Surgawi.
Fang Hao ingin Li Xuan juga bisa mencapainya di kemudian hari, dalam konteks sebuah jalan Dao, biasanya mereka hanya perlu memperdalam tentang jalannya tersebut, seperti memikirkan makna, arti dan juga hikmah dari sebuah kata atau kalimat, namun itu tidak berlaku bagi semua jalan Dao, karena pada dasarnya semua jalan Dao memang berbeda beda.
Kalimat pertama yang diberikan Fang Hao pada Li Xuan agar bisa meningkatkan kemampuan berpedang nya adalah tentang " Sebuah Pedang ", kalimatnya adalah " Penyambung hujan dan matahari, pemisah langit dan bumi, sang kera yang terbang ke timur atau ke barat. " Fang Hao memerintahkan agar Li Xuan memikirkan kata kata ini saat dirinya berkultivasi, tenangkan pikiran dan fokuskan pengetahuan.
" Cobalah kau pahami satu kalimat yang tadi ku ucapkan ini Xuan'er, satu kalimat ini mengandung 3 maksud yang terselip didalamnya, kau harus menyimpulkannya dengan baik dan benar, maka fokuskan dan dinginkan lah pikiranmu selagi kau berkultivasi, mungkin aku bisa memintamu untuk cuti dahulu dari latihan bersama Xiao Li, apalagi aku telah merasakan riak aneh dari telur itu selama beberapa hari terakhir, fokuskan saja semua pikiranmu pada kata kata itu. " Fang Hao memberikan instruksi kepada Li Xuan.
" Murid menaati guru. " Li Xuan menangkupkan tangannya hormat.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Fang Hao kemudian meninggalkan Li Xuan yang sedang dalam keadaan berkultivasi, Li Xuan mencoba memikirkan maksud dari kalimatnya, terutama kata kata pertama.
" Hemm? Penyambung hujan dan matahari? Apa maksudnya itu? Hujan? Matahari? Apa yang melatar belakangi kata kata ini? Apa yang diakibatkannya? " Dengan keras sambil berkultivasi Li Xuan terus saja memfokuskan pikirannya.
Hingga tak terasa waktu berlalu agak cepat, kembali hari berganti hari, dan minggu mengikuti hari, barulah setelah beberapa bulan Li Xuan menghentikan kultivasinya.
" Aku telah memecahkannya, mungkin ini sedikit lama dari yang guru Fang Hao perhitungkan. " Pikir Li Xuan dengan menggelengkan kepala.
Sebelum Li Xuan mencari Fang Hao dan Xiao Li yang kemungkinan besar berada di gua tempat telur Divine beast itu berada, Li Xuan tiba tiba teringat dengan bekas kediaman lamanya yang ambruk karena dirinya sendiri, Li Xuan mengunjungi bekas tempat tinggalnya dulu, terlihat tumpukan kayu dengan debu yang mengumpul diatasnya, Li Xuan mendekatinya dan terbengong lama memikirkan bekas kediamannya yang bahkan dulu ia bangun dengan bantuan sang paman Liu.
Namun pada saat Li Xuan akan meninggalkan bekas tumpukan kediamannya itu, Li Xuan melihat sebuah benda yang memancar dari baliknya, sontak Li Xuan bergegas mencarinya, dan tanpa diduga peninggalan paman Liu yaitu sebuah surat dan jade memori ternyata belum lah sepenuhnya menghilang, benda benda itu masih ada di rumah bekas Li Xuan dulu, namun mungkin Li Xuan lupa menyimpannya dimana, dengan wajah bahagia Li Xuan buru mengambilnya dengan hati hati lalu menyimpannya.
Setelah itu barulah Li Xuan bergegas mencari kedua gurunya ke gua tempat telur Divine beast itu berada, sebelum sampai di gua Li Xuan berpapasan dengan gurunya yaitu Xiao Li.
" Hah... Baguslah Xuan'er, maka itu tepat waktu, tadinya aku akan membangunkan mu terlebih dahulu atas perintah Fang Hao karena telurnya akan segera menetas, dan kau harus menyaksikannya, baiklah, mari ikut denganku. " Dengan tergesa gesa Xiao Li mengajak Li Xuan kedalam gua itu.
" Baik guru. " Li Xuan meniawab.
Mereka berdua lalu pergi kedalam gua dimana tempat telur itu berada, terlihat Fang Hao cemas melihat retakan retakan yang telah menyebar dari pangkal telur Divine beast tersebut.
" Ahh ternyata kalian sudah datang, syukurlah kita belum terlambat, Li Xuan ayolah cepat pergi kehadapan telur itu, kami akan keluar dulu agar meningkatkan keintiman dirimu dan juga Divine beast yang akan keluar dari telur tersebut, karena kemungkinan tak akan lama lagi setelah retakan retakan itu seekor bayi Divine beast akan lahir, ayo Xiao Li, kita harus keluar, ohh ya ingat, biarkan Divine beast itu melihatmu sendiri saat ia keluar dari telurnya, saat dia melihatmu dan berjalan kehadapanmu barulah sambut dan anggaplah ia sebagai anakmu atau temanmu, semakin dalam perasaan yang kau berikan, maka dia akan meresponnya. " Ucap Fang Hao pada Li Xuan.
__ADS_1
" Baik guru, murid ini akan mengingatnya. " Jawab Li Xuan.
Setelah Fang Hao dan Xiao Li keluar dari gua itu, Li Xuan dengan sabar menunggu telur itu menetas dengan berkultivasi, mengingat qi yg terdapat di gua ini cukup padat, seperti tempat yang benar benar terpisah dari dunia diluar gua ini, setelah menunggu beberapa hari, barulah terlihat retakan yang dihasilkan dari telur itu semakin besar, bahkan dalam beberapa nafas saja terlihat membesar dengan sangat cepat, saat retakan menyeluruh mengelilingi seluruh permukaan telur itu barulah satu persatu retakan telur tadi terjatuh.
Saat semua pecahan nya terjatuh, terlihat seekor burung kecil yang masih menutup mata terbalut bulu bulunya perlahan lahan membuka mata, bayi Divine beast kecil itu tiba tiba membuka sayap kecilnya, dan perlahan berjalan menuju Li Xuan yang pertama dilihatnya, setelah berada dihadapan Li Xuan, burung kecil itu tiba tiba diam disebelah kaki kanan Li Xuan dan lalu kembali menutup matanya dengan menopangkan tubuh kecil nya pada kaki Li Xuan, lalu Li Xuan mengangkatnya perlahan, lalu membawanya keluar gua.
Diluar terlihat Fang Hao dan juga Xiao Li menunggu Li Xuan, memang Fang Hao dan Xiao Li merasakan riak energi yang berasal dari telurnya semakin membesar dan kacau, namun itu tidak dalam situasi yang membahayakan, setelah beberapa hari barulah riak itu tiba tiba berhenti dan senyam, namun mereka merasakan sebuah eksistensi makhluk hidup baru, seperti sebelumnya mereka akan menunggu Li Xuan menyelesaikan semuanya didalam, tak selang waktu lama dari keberhentian riak energi nya, Li Xuan keluar dari dalam gua, dengan membawa seekor burung kecil yang masih terlelap ditangannya.
" Fang Hao apakah kau pernah melihat burung yang bentuknya seperti ayam ini di catatan catatan dan literatur kuno mengenai para Divine beast? " Xiao Li keheranan saat melihat bentuknya.
Bagaimana tidak, burung kecil itu terlihat hampir seperti ayam dari setengah badan kecilnya kebawah, namun bagian atas tepatnya bagian sayapnya, burung ini tergolong burung yang memiliki sayap yang panjang kira kira seukuran panjang tangkai sebuah pohon yang berukuran sedang, bahkan di umurnya yang masih beberapa nafas, sayapnya telah sepanjang itu, dan bagian kepalanya selalu menengadah keatas seperti menentang apapun yang berada dihadapannya, juga dibelakang nya terdapat tiga helai ekor panjang, yang mana jika dia terbang maka ekor itu seperti sebuah hiasan keunikannya.
" Ya, aku tidak pernah melihat Divine beast seperti ini di buku catatan kuno manapun, bahkan lebih terlihat seperti ayam, namun ayam ini bukanlah ayam sembarangan, lihatlah dengan umurnya yang baru beberapa nafas, kultivasinya telah berada di tingkat kondensasi qi 1, bahkan di seluruh Benua Bumi Selatan pun tidak ada yang bisa mengalahkan kultivasinya, dan juga dia memiliki dua energi root didalamnya, cahaya dan juga api, bahkan sebenernya mungkin energi api rootnya sedikit unik, tapi aku belum bisa mengidentifikasi nya karena umurnya yang masih kecil. " Ucap Fang Hao.
"Baiklah, mari kita lanjutkan diskusinya di kediaman kita saja, hari telah mulai menunjukan bahwa malam akan datang. " Xiao Li memberikan sarannya.
" Ohh ya, Xuan'er kau jangan lupa untuk mengambil sisa bangkai yang berada di dalam gua itu, walaupun yang tersisa hanya tulangnya saja, tulang seekor Divine beast bukanlah hal yang tak berguna, mungkin bisa diperlukan untuk nanti menempa sebuah senjata Magic tool yang sangat kuat, baiklah, ayo pergi. " Sambung Fang Hao.
" Baik guru. " dengan cepat Li Xuan melesat ke dalam gua.
Sebelum kembali, Fang Hao dan juga Xiao Li menunggu Li Xuan sesaat untuk mengambil terlebih dahulu sisa bangkai yang berada didalam gua tersebut, barulah setelah itu ketiganya kembali ke kediamannya dan melanjutkan kembali diskusinya di tempat pertengah antara ketiga kediamannya, bahkan diskusinya berlanjut hingga menjelang malam, sebelum akhirnya mereka beristirahat.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan juga support nya ya!