Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 48 - Kompetisi & Pertemuan 2


__ADS_3

Suasana di ruang pertemuan semakin memanas, para Patriack sekte super telah saling memperlihatkan taring nya,


" Sudahlah kalian Shan tua, Jian tua, dan yang lainnya, sudah bukan waktunya bagi kalian untuk bersikap seperti itu, bisakah kalian lebih dewasa? " ucap seorang pria tua yang terlihat sama seumuran.


" Feng Xiantian? Kau berani? Ohh.. Aku tau.. Kau juga menginginkan warisan peninggalan itu kan? Aku sangat mengerti, apalagi dengan dirimu yang sama menggambil jalan Sword kultivator, cih.... "


" Menurutku, karena Tetua Fang tua itu mengambil hampir sebagian harta sekte ku, maka siapapun yang menemukan sesuatu apapun tentang dirinya, maka aku sangat berhak untuk mengetahui bahkan mengecek nya terlebih dahulu! " teriak Shan Yuan.


" Shan Yuan!! Hentikan omong kosong mu itu!! semakin tua kau semakin bodoh saja, aku jauh jauh dari Kekaisaran Giok Kuno bukanlah untuk mendengar ocehan mu!! " timpal Feng Xiantian.


" Ya.. Ya.. Kau hanyalah manusia busuk serakah yang berpura pura menyembunyikan maksud dan tujuanmu di belakang wajah bau mu itu!! " sambung Shan Yuan.


" Kau.. !? Lalu apa yang kau lakukan dengan memonopoli semuanya!? Apakah kau merasa diatas siapapun disini!? Dan lalu apakah itu bukanlah sebuah keserakahan!? Kalau begitu pergi saja kau dari sini, dan masuklah menjadi bagian dari menara dosa itu, kau tak pantas disini!! "


Feng Xiantian yang sedari tadi selalu tenang dan dingin terlihat berteriak dan mulai tersulut emosinya,


" Amithaba.. Manusia akan damai bila semua sifat setan dihilangkan daripada nya, amithaba... " ucap seorang biksu sepuh yang sedari tadi diam memejamkan matanya.


" Diamlah kau pak tua botak!! Kau tak punya urusan dengan masalah ini sedikitpun!! " teriak Shan Yuan.


" Ternyata selama ini kau bukanlah meningkatkan kekuatanmu dengan memurnikan qi, tetapi meningkatkan kuasa mu dan juga mengumpulkan kebodohan, sungguh Patriack Sekte Pegunungan Surgawi yang terhormat, " Ucap Jian Wang.


" Jian Wang.. Ku kira selama ini kau mengasah pedang mu, tenyata yang kau asah adalah mulut sialan mu itu! " timpal Shan Yuan.


" Apa kau bilang!? " jawab Jian Wang.


" Sudah lah para Patriack sekte yang terhormat, bukankah umur kalian sudah berkata untuk menjadi saling dewasa? Biarkan kita lanjutkan pembicaraan ini dengan kepala dingin agar kita dapat mencapai sebuah tujuan yang bisa disetujui semua orang, " ucap Luo Huang.


" Diamlah dulu Pemimpin cabang Luo Huang, ini masalah kita bertiga, kau tak berhak ikut campur di dalam nya, " jawab Shan Yuan.


" Sudahlah Tetua Luo, biarkanlah mereka bertiga, mungkin karena terlalu lama tak bertemu, pertemuan ini menjadi ajang reuni bagi mereka, " Ucap Pria yang sepertinya beberapa tahun lebih tua dari mereka bertiga.


" Hah.. Mungkin memang semua yang hadir disini dapat memakluminya, Patriack Guang " ucap Pemimpin cabang.


Terlihat ketiga Grand Elder dari Sekte Pegunungan Surgawi, Sekte Seribu Pedang Ilahi, dan Sekte Angin Petir Surgawi menghentikan pertikaian mereka bertiga.

__ADS_1


Namun, memang semua yang hadir disana telah mengetahui persahabatan mereka bertiga sejak dahulu, Shan Yuan yang memang memiliki watak yang berkuasa, selalu naik pitam, dan juga gampang sekali tersulut emosi, lalu Jian Wang yang memang selalu menjahili Shan Yuan dan menyulut emosi nya, terakhir Feng Xiantian yang selalu terlihat tenang dan mencoba menjadi yang paling dewasa dan selalu menyelesaikan pertikaiannya, namun malah pada akhirnya dia pun kembali tersulut emosi.


" Hahaha.. Baiklah mari kita lanjutkan pertemuan ini Tetua Luo, " ucap seorang Pria yang terlihat seumur dengan Patriack Guang tadi, dengan wajah yang selalu tersenyum dengan tangan yang selalu dilipat silang di dadanya.


" Hah.. Baiklah, mari kita dengarkan usulan dari masing masing perwakilan disini, silahkan kepada para Patriack dan juga Matriack yang hadir disini untuk mengusulkan setiap pendapatnya, " ucap Pemimpin cabang Luo.


" Aku tetap dengan pendirian ku, jika sekte manapun menemukan jasad dari Tetua Fang itu, aku yang harus lebih dulu memeriksa nya, dan juga meminta hak penuh untuk peoses pemakamannya! " Ucap Shan Yuan.


" Jika seperti itu kau terlalu mendapatkan banyak Shan tua, aku mengusulkan siapapun yang pertama menemukan jasad Tetua Fang, berhak untuk mendapatkan seluruh barang atau apapun yang Tetua Fang itu bawa, lalu aku mengusulkan juga agar pemakaman nya di atur oleh semua sekte aliran putih atas bentuk penghormatan terakhirnya. " Ucap Feng Xiantian.


" Aku setuju dengan pemakaman nya, hahaha.. namun tidak setuju terkait dengan penemuan Tetua Fang nya, lebih baik jika kita bekerja sama untuk menemukan nya, agar yang ada bukanlah sebuah persaingan yang akan bisa memecah, tapi kerja sama yang bisa mempersstukan. "


" Mengingat kumpulan sekte hitam yang semakin kesini, mereka semakin erat kerja sama nya, walaupun di sebagian situasi ada kalanya mereka berselisih, dalam hal itu, kita sebagai sekte aliran putih menurutku sangat harus lah memiliki sikap kerja sama seperti para sekte hitam itu. " Ucap Pria tua yang tadi meminta Luo Fengtian melanjutkan percakapan nya.


" Aku setuju dengan mu Patriack Long, kemarin setelah pertempuran kecil di Kota Batu Merah aku mendengar bahwa hampir beberapa sekte aliran hitam bersatu untuk menyerang kota itu, jika tidak datang senior Smith Emperor mungkin semuanya akan habis dibantai mereka. " sambung Jian Wang.


Pertemuan itu berlanjut dengan beberapa usulan lain, dan juga pendapat serta persetujuan lain dari sekte lainnya.


**


Beberapa jenius sekte besar mulai di kalahkan satu persatu oleh para anak muda berbakat dari sekte super, di pertandingan terakhir yang sekarang sedang diadakan di arena itu yaitu seorang biksu muda dengan kultivasi Kondensasi Qi tingkat 10 nya, melawan seorang anak muda dengan ilmu pedang dua tangan nya yang berada di ranah Kondensasi Qi tingkat 9.


Di sudut ruangan, terlihat seorang pemuda yang tak henti hentinya berdecak kagum sejak pertama melihat pertandingan para jenius dari sekte super dan juga sekte besar yang sangat menonjol sejak pertarungan antara Yin Lianhua melawan Jian Mei.


Di pertandingan lain, sang jenius Sekte Pegunungan Surgawi Shan Jianfeng melawan kultivator pedang lain sang jenius dari Sekte Angin Petir Surgawi, Feng Shejian, Li Xuan dibuat terperangah dengan permainan pedang dari keduanya.


Di sisi lain, Jian Shutian seperti terus saja mencoba memperhatikan Li Xuan dari kejauhan, bahkan di pertarungannya pun melawan seorang jenius dari sekte besar, ia selesaikan dalam waktu beberapa nafas saja.


Pertandingan yang Li Xuan tunggu tunggu adalah pertandingan Sheng Liu ini, karena di pertandingan pertamanya Sheng Liu hanyalah menghindar lalu mengeluarkan sebuah jurus dan lawannya pun tunbang, bahkan tanpa melukai nya sedikit pun.


Akhirnya Li Xuan dapat melihat kemampuan sebenarnya dari biksu muda berbakat Sheng Liu ini, terlihat sejak awal pertemuan tekanan serangan yang dilakukan lawannya membuat Sheng Liu mau tidak mau tak bisa terus menghindar.


Dan ternyata anak muda jenius dua pedang ini berasal dari Sekte Pedang Giok yang tetua nya pernah memborong pill dari Li Xuan.


Mungkin untuk kemampuannya dapat di golongkan dengan para jenius sekte super seperti Jian Shutian dan juga Shan Jianfeng, namun dengan kultivasi dan tingkat kesempurnaan penguasaan qi nya yang belum bisa sebanding dengan mereka.

__ADS_1


Setelah beberapa saat pertempuran barulah terlihat perbedaan dari kemampuan penguasaan dan penggunaan qi dan juga tingkat kultivasi nya.


" Seni Tapak Buddha, Tapak Asih Buddha!! "


" Teknik Dua Sayatan Pedang, Dua Sayatan Elang Penghancur!! "


Dua serangan kekuatan yang dahsyat berbenturan di atas arena itu, asap mengepul tersebar di seluruh stadion, pertarungan menggemparkan itu berakhir dengan hasil yang masih belum pasti.


Asap perlahan menghilang digantikan oleh pemandangan dua orang pemuda yang terlihat terluka, namun sang biksu muda terlihat masih berdiri dengan beberap luka ringan, berbeda dengan lawannya yang telah tergeletak namun masih dengan keadaan sadar, namun tak berapa lama pemuda berbakat itu pun mengangkat tangannya tanda menyerah.


Hasil pertandingan itu berakhir dengan riuh para penonton yang menggetarkan seisi arena, pertarungan penghujung yang begitu epic tersaji di arena ini memuaskan mata penonton semua yang hadir disana.


Begitupun dengan Li Xuan yang melihat semuanya, dirinya seperti mendapatkan banyak ilmu dari hasil beberapa pertempuran para jenius tadi, mata nya di dunia kultivator semakin terbuka lebar,


" Aku harus lebih sering berlatih dan juga meningkatkan kekuatan ku, melatih kembali teknik teknik yang diajarkan guru ku, juga teknik teknik baru yang ku dapat setelah pertempuran ini, " Li Xuan tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.


Tiba tiba wasit kembali berbicara, " Pertandingan terakhir babak 16 besar telah selesai dengan kemenangan Biksu muda Sheng Liu, kita akan memasuki pertandingan selanjutnya, yaitu pertandingan besar pilihan dari antara para jenius sekte super sebagai pertandingan puncak kompetisi ini. "


" Acara nya akan terdiri dari para jenius yang telah kalah akan kembali ke arena untuk menantang siapapun yang ingin mereka tantang kenbali dari para jenius yang memenangkan pertandingan. "


" Namun nanti di akhir kami pun akan membuka acara tantangan umum bagi siapapun untuk menantang saiap yang ingin mereka tantang, banyak hadiah yang sudah di siapkan oleh Asosiasi Harta Karun Langit. "


" Jadi, mari kita akhiri dulu acara ini, setelah istirahat beberapa jam dan semua jenius yang tadi mengikuti pertandingan telah pulih, maka akan kita lanjutkan kembali. " ucap wasit itu di sebuah sound memori yang menggema ke seluruh arena.


Beberapa orang tiba tiba keluar dari tempat itu, mungkin sekedar mencari angin sebelum pertandingan selanjutnya, di sisi lain, Li Xuan mencari sebuah penginapan yang bisa ia sewa sebentar sebelum pertandingan selanjutnya untuk memurnikan ribuan pill yang telah para kultivator pesan.


Hingga beberapa jam berlalu, akhirnya Li Xuan menyelesaikan pekerjaan nya, namun baru hanya separuh pesanan nya yang dapat ia selesaikan sebelum pertandingan itu kembali di lanjutkan.


" Hah.. Ternyata membuat pill secara serentak seperti itu ternyata melelahkan. " Keluh Li Xuan sambil berjalan kembali ke arah arena untuk menonton pertandingan selanjutnya.


~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~


Sebelumnya author minta maaf karena up nya telat, dua hari ini author sedang mengalami beberapa kesibukan seperti harus memberi makan ikan paus, mengganti air asin di air laut, memandikan gunung dan lain sebagainya, mohon dimaafkan ya🙏🙏🙏


Dan juga, Pray for Cianjur, mari kita berdoa sejenak dan berduka untuk saudara saudara kita yang meninggal disana, juga mari kita doakan kesembuhan bagi mereka membutuhkan doa kita, berdoa sesuai agama masing masing.... 🤲🤲🤲🤲🤲

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan juga berikan support nya ya!


__ADS_2