
Taiyang Huo terbang perlahan menuju Gunung Teratai Putih, kembali ke tempat acara perayaan yang sedang dilaksanakan, mencoba mencari Li Xuan.
Belum juga sampai Taiyang Huo ke puncak gunung itu, terlihat seorang anak muda yang terbang menaiki seekor burung berwarna merah keemasan.
" Kemana perginya semua orang Guru? " tanya anak muda itu yang tidak lain adalah Li Xuan.
" Ketemu kau, darimana saja kau bocah kecil? " ucap Taiyang Huo.
" Kemana saja? Aku dari tadi di gunung itu, tadi aku sedikit berkultivasi, setelah sadar ternyata semua orang sudah menghilang, aku jadi bingunh guru, " ucap Li Xuan.
" Kau ini.. Mereka sudah pindah ke bawah, sedang di adakan latih tanding para jenius, kau tidak diikut sertakan, tapi pemenang dari latih tanding itu akan memiliki kesempatan untuk bertarung dengan mu, " ucap Taiyang Huo.
" Bertarung denganku? Aku sedang kelelahan guru karena sebelumnya harus mengeluarkan kekuatan penuh ku, lalu menemani berbincang orang orang yang ingin mengenalku itu, hah.. Aku sedang malas melakukannya guru, " ucap Arzha.
" Kau ini.. Sudahlah ayo ikut dulu ke sana, lihatlah dulu pertarungan itu, setelahnya baru kau tentukan sendiri jalan mu, " ucap Taiyang Huo.
" Hufftt.. Baiklah guru.. " jawab Li Xuan dengan nada memelasnya.
Mereka berdua lalu turun, terbang menuju ke arah arena tempat latih tanding itu, semakin mendekat, Li Xuan mendengar banyak sorakan sorakan dari dalam arena, mengingatkan dirinya tentang sebulan yang lalu saat dia mengikuti tunamen para jenius itu.
Dengan perlahan Li Xuan turun di luar arena itu agar tidak terlalu mencolok, padahal Taiyang Huo menyarankannya untuk membawa peliharaan burung nya itu masuk ke dalam, namun Li Xuan bersikeras untuk tetap menjaga kerahasiaannya.
Melalui pintu belakang, Li Xuan dengan cepat masuk ke arena itu, berjalan ke arah gurunya sang Pill Emperor ( Kaisar Obat ) Yao Lao, dan juga sang Smith Emperor ( Kaisar Penempa ) Taiyang Huo.
" Salam guru! " ucap Li Xuan.
" Ahh.. Ternyata kau sudah sampai Li Xuan.. Kemana saja kau Xuan'er? Ku kira saat kita turun tadi, kau juga ikut, " ucap Yao Lao.
" Aku dari tadi berkultivasi di puncak gunung itu guru, jadi aku tidak mengetahui kepindahan kalian, dan untuk latih tandingnya aku cukup kelelahan guru, setelah mengeluarkan hampir seluruh kekuatan ku, juga ditambah menemani para tamu yang mencoba berbincang denganku, " ucap Li Xuan.
" Memang, aku pun berpikir seperti itu, namun guru ceroboh mu ini selalu mengusulkan ide ide yang ia dapat dari dengkulnya, bukan kepalanya, " ucap Yao Lao.
" Yao Lao tua si4l4n! Bukankah kau juga ikut menyetujuinya bersama si kakek kakek peyot kerempeng yang sedang diam di atas arena itu? " ucap Taiyang Huo.
__ADS_1
" Sejak kapan aku begitu? Kau terlalu mabuk, mungkin si Tua Luo itu menyetujuinya, sudahlah lupakan saja, pokoknya kau tinggal bertarung saja nanti Li Xuan, sana pergilah cari tempat duduk yang kosong, lalu tontonlah pertandingan ini dengan tenang, " ucap Yao Lao.
" Hah.. Baiklah guru.. " ucap Li Xuan.
Setelah beristirahat beberapa jam, akhirnya Luo Fengtian kembali berdiri dari kursinya,
" Setelah beberapa saat istirahat, mari kita lanjutkan pertarungan ini, silahkan kepada semua kultivasi Kondensasi Qi yang tersisa untuk masuk ke tengah arena, "
Semua yang menonton kaget dengan keputusan yang diambil oleh Luo Fengtian, beberapa penonton bahkan sudah mulai berdiskusi.
" Apakah pertarungannya akan di buat seperti di awal tadi? Bukankah itu akan mengurangi keseruannya? "
" Tidak.. Kau salah, mungkin kau mengira pertandingan yang tadi kurang seru itu karena yang bertarung hanya para orang orang Kondensasi Qi biasa bukan? Sepertinya pertarungan kali ini akan sedikit berbeda, "
" Mari kita coba lihat saja nanti, "
" Tanpa berlama lama, mari kita mulai saja pertarungannya, ayo perlihatkan padaku, sampai batas mana kekuatan kalian! "
" Hanya akan ada 1 pemenang yang berhak menantang murid ku juga mendapatkan hadiahnya nanti! Semuanya siap.. Pertandingan dimuali! " ucap Luo Fengtian.
Para jenius sekte super pun tak tinggal diam, dengan hanya beberapa tarikan nafas saja 3 dari mereka tumbang, tinggal satu orang yang dengan gigih tetap berdiri di tengah arena.
" Aku menantang Saudara Li Xuan untuk berduel dan bertarung dengan ku disini! " teriak anak muda itu.
Sontak membuat kaget semua orang yang melihatnya, dengan berani dan lantang anak itu meneriakan tantangannya, dariarah sebaliknya, Li Xuan yang sedang menikmati hidangan menontonnya pun kaget luar biasa.
" Ada yang menantangku? Siapa itu? " gumam Li Xuan sambil mengunyah makanannya, lalu melihat sedikit ke depan.
" Dengan keadaan yang seperti itu dia mencoba menantangku? Sungguh pemuda hebat yang gigih, aku juga seperti mengenal seragam sektenya, tapi dimana.. "
" Ahh.. Sudahlah, yang terpenting mungkin aku harus menerimanya terlebih dahulu, " gumamnya.
Namun.. Sebelum Li Xuan turun, terlihat Luo Fengtian dari atas mencoba memprotesnya,
__ADS_1
" Kalahkan saja dulu mereka, kau baru boleh menantangnya, bukankah peraturannya seperti itu? " ucap Luo Fengtian.
" Sebelumnya saya Ji Fan dari Sekte Pedang Giok ingin memohon maaf pada semuanya, termasuk pada para kakek senior yang terhormat, saya hanya ingin mendapatkan satu dua ilmu dari Saudara Li tentang cara berpedang dan pengalaman bertarung, "
" Mohon pada Saudara semua untuk membiarkan junior ini menantang Saudara Li secara langsung, keputusan menerima atau tidaknya itu tergantung pada Saudara Li sendiri, " ucap pemuda Ji Fan itu.
" Ya.. Aku menerimanya! " ucap Li Xuan dari tempatnya, ia lalu bergegas turun ke arena itu.
" Tunggu murid ku! Jika kau menerima nya secara asal seperti itu, maka kau juga telah merusak tujuan dari pertarungan ini.. " ucap Luo Fengtian.
" Kalau begitu.. Mari kita ubah peraturannya saja guru, "
" Bagi siapapun yang telah masuk 30 besar, berhak untuk menantang ku bertarung, bagi siapa saja yang bisa mengalahkan ku, maka mereka bisa mendapatkan hadiahnya, bagaimana? " ucap Li Xuan.
" Nak.. Kau ini.. Baru datang sidah berbicara semau mu, terserah kau saja, panggung ini milikmu! " ucap Luo Fengtian.
" Hehe.. Terima kasih guru! " balas Li Xuan.
" Haha.. Saudara Li! Sudahkah kau beristirahat yang cukup dari pertempuran terakhir mu? " ucap Jian Shutian.
" Cukup sepertinya jika untuk melawan mu, haha.. " balas Li Xuan.
" Makanlah dulu pill itu Ji Fan, mungkin akan sedikit memulihkan kekuatan mu, aku tidak ingin bertarung dengan orang yang sudah lemah seperti itu, " ucap Li Xuan sambil melemparkan sebuah pill kepadanya.
Ji Fan kemudian menangkap pill pemberian Li Xuan itu, " Terima kasih Saudara Li! " ucap Ji Fan.
" Baiklah.. Sekarang si - "
Belum selesai Li Xuan bicara, serangan yang sangat cepat datang dari sisi kanannya,
Syaattt
Clangg
__ADS_1
Dua benda loga berbenturan, dengan kecepatan seperti itu sangat sulit bagi Li Xuan untuk menghindarinya.