Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch 94 - Sampai di Pulau Teratai Putih


__ADS_3

" Ayo! Ayo! Pemberangkatan terakhir menuju Pulau Teratai Putih! Harga murah fasilitas mewah! "


" Pemberangkatan terakhir Pulau Teratai Putih! Cepat, aman, dan sudaj dipastikan nyaman! Karena perjalanan kita ditemani oleh seorang kultivator Nascent Life, Ayo! Datanglah ke kapal kami! "


" Ke Pulau Teratai Putih dengan rute berbeda daan pemandangan yang bisa menenangkan hati dan pikiran? Maka mari! Naiklah perahu kami! "


Beberapa teriakan mulai terdengar di sekitar dermaga pelabuhan, orang orang mencoba mempromosikan kapalnya dengan beberapa kelebihan yang mereka punya, Li Xuan yang sudah tidak punya waktu, memilih untuk menaiki kapal mana saja.


Bahkan di pemberangkatan kedua pun semua kapal terisi penuh, banyak orang orang yang kecewa tak bisa menghadiri perayaan satu abad sekali ini, Li Xuan yang melihatnya pun merasa berempati pada mereka.


Setelah menunggu beberapa saat semua kapal akhirnya mulai berangkat dan berlayar menuju Pulau Teratai Putih, beberapa ada yang mengambil rute berbeda untuk kepentingan para penumpangnya, entah untuk lebih cepat sampai, ataupun pemandangan indah sepanjang jalannya.


Li Xuan memilih untuk menaiki kapal yang biasa saja, menurutnya agar dirinya bisa lebih fokus dalam berkultivasi, perjalanan jauh itu ditempuh dalam waktu satu hingga dua hari.


Sepanjang jalan tak ada yang dilakukan Li Xuan selain berkultivasi, Ia ingin agar saat dirinya sampai disana, kultivasinya telah meningkat ke Kondensasi Qi tingkat 10, Ia berpikir jika masih di tingkat lamanya, Ia tak percaya diri bila harus bertarung dengan jenius tiada tanding dari Sekte Grup Awan Kematian itu.


**


Setelah keberangkatan pertama, pulau itu menjadi sangat ramai, mereka yang baru pertama kali menghadirinya baru melihat acara sebesar dan semegah itu, bagaimana tidak satu pulau dihiaskan lampion merah dan emas, juga hiasan hiasan lainnya menyambut para pendatang.


Sudah beberapa hari sejak para penguasa puncak Benua Bumi Selatan sampai di pulau itu, dengan membawa perbekalan dan persiapan, mereka mendirikan tenda tenda untuk tinggal di pulau itu selama beberapa hari di tempat yang telah biasa sang Emperor itu sediakan.


" Huh.. Ternyata sudah seramai ini Yao Lao, apakah bocah Li Xuan itu sudah ada diantara mereka? " ucap sang Smith Emperor ( Kaisar Penempa ) Taiyang Huo


" Sudahlah kau ini, mungkin dia sudah berada disana, jikalau belum pun semoga Li Xuan itu bisa sampai tepat waktu, ataupun sampai disini dengan selamat, " ucap sang Space Emperor ( Kaisar Ruang ) Luo Fengtian.


" Sekarang mari kita segera siapkan dulu acara perjamuannya, kau juga Taiyang Huo, ayo bantu aku, sepertinya tamu tamu kali ini sangat banyak sekali, aku malas jika harus menyiapkannya sendirian, " ucap sang Pill Emperor ( Kaisar Obat ) Yao Lao.


" Baiklah baiklah aku akan membantu kalian, " ucap Taiyang Huo.


**


Di sisi lain, beberapa orang tua yang terbang akhirnya telah sampai dan menginjakkan kaki di Pulau Teratai Putih.

__ADS_1


" Huhh.. Akhirnya sampai juga di pulau tua ini, sudah lupa aku terakhir datang kesini, dan juga senior Yao Lao itu ternyata sangatlah panjang umur, "


" Bahkan jika diingat dulu ayahanda ku pernah berkata bahwa senior Yao Lao itu adalah seorang kultivator terkuat yang kita para junior janganlah mencoba untuk mengusiknya, sekarang aku baru memikirkan perkataannya itu, "


" Sadarlah kau orang tua, kita sekarang suddah bercucu, bahkan cucu kita sudah mengarungi dunia kultivasi ini, janganlah kau bawa bawa orang tua kita lagi, kita sudah harus jadi orang tua itu sendiri, "


" Baiklah baiklah, aku mengerti, mari kita cari para anak2 kita, tubuh tua renta seperti ini sangatlah membutuhkan banyak istirahat, apalagi setelah seharian terbang mengarungi luasnya Danau Teratai Putih itu, "


" Ya.. Kau benar, perairan ini memang seperti danau yang mengelilingi pulau, tapi luasnya ini tak seperti apa yang di katakan sebagai danau, "


" Ya.. Aku juga berpikir seperti itu, tapi sekarang bukan waktunya kita untuk memikirkan itu, mari kita cari para anak anak kita itu, "


" Ya benar, ayo! "


Setelah menyelesaikan perbincangannya, para orang tua itu kemudian berpisah mencari para anak yang dicarinya, yang tidak lain adalah para Patriack yang sekarang memegang penuh pucuk pimpinan sekte mereka masing masing.


Di sebuah puncak gunung di pusat pulau, tepatnya kediaman sang Emperor, telah tertata beberapa kursi kursi mewah dan megah, dengan sebuah meja besar di tengahnya, di ujung utara tiga kursi kebesaran telah disiapkan juga untuk mereka para Emperor


" Besok acara ini akan dimulai, masih dimana anak itu menurut mu Yao Lao? " ucap Taiyang Huo yang teruss saja menanyakan keberadaan Li Xuan.


" Ya itu benar, tapi hei kalian apakah ada yang mengingatkan anak itu jika sudah sampai langsung saja ke gunung ini? " ucap Taiyang Huo.


Sontak kedua orang tua itu kaget dengan pernyataan Taiyang Huo,


" Luo Tua? "


" Yao Tua? "


" Hei hei.. Kalian lupa!? " ucap Taiyang Huo.


" Kau juga tak mengingatkan Taiyang Huo! " ucap Yao Lao.


" Cepat buka Divine Vision kalian! " ucap Taiyang Huo.

__ADS_1


Sontak ketiganya membuka Divine Vision mereka, saat Divine Vision mereka satu persatu melihat seisi pulau, pada akhirnya seorang Li Xuan tak mereka temukan.


" Sudahlah mungkin dia belum sampai, mari kita tunggu saja, masih ada sehari lagi bukan? Mungkin anak itu sedang di perjalannya pemberangkatan kedua, " ucap Luo Fengtian.


" Ya.. Mari kita tunggu saja anak itu, " ucap Yao Lao menambahkan.


**


Keesokan paginya mentari mulai menyinari seisi Pulau Teratai Putih, para tamu pun sudah mulai mempersiapkan dirinya menuju Gunung Teratai Putih, gunung yang berada di pusat pulau itu, yang menjadi kediaman sang Pill Emperor ( Kaisar Obat ) itu.


" Ini saatnya, apakah anak itu sudah sampai Yao Lao? " ucap Luo Fengtian.


" Aku tidak tau, mari kita tunggu saja, biarkan dia sampai disini sendiri, aku tau, dia tidak akan mengecewakan kita, " ucap Yao Lao.


" Ya.. Aku percaya padamu Yao Tua, " tambah Taiyang Huo.


**


Di sudut lain, setelah satu hari lebih perjalanan akhirnya Li Xuan dapat melihat penampakan pulau gurunya melalui Divine Vision ( Penglihatan Surgawi ) dari ikat kepalanya.


" Tidak lama lagi aku akan sampai di Pulau Teratai Putih itu, " gumam Li Xuan.


**


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Li Xuan sampai di Pulau Teratai Putih, Ia langsung turun dan menginjakkan kakinya di pulau itu.


" Akhirnya aku sampai di pulau ini guru, ternyata pulau ini seindah seperti yang kau katakan guru, "


" Ternyata pulau yang sebegitu luasnya ini, setiap seratus tahun sekali selalu seramai dan bahkan sepenuh ini, ditambah orang orang yang baru sampai dengan ku, "


" Aku harus segera mencari tempat tinggal guru, " gumam Li Xuan.


Dengan tekadnya Li Xuan mencoba berbaur di kerumunan itu untuk menanyakan kediaman gurunya, namun saat mengetahui saat ini adalah hari acara perayaannya, Li Xuan memutuskan untuk pergi bersama sama semuanya ke gunung kediaman tempat tinggal gurunya itu.

__ADS_1


" Guru tunggu aku! "


__ADS_2