Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 28 - Pertempuran 2


__ADS_3

Setelah berhenti lalu menengadahkan kepala nya ke langit sebentar, Li Xuan tiba tiba merasakan riak energi kuat yang berbahaya tak jauh dari tempat nya berdiri, dengan cepat Li Xuan mencoba memeriksa nya, tak butuh waktu lama dengan kecepatan nya untuk menuju ke tempat itu.


Terlihat oleh Li Xuan seorang anak muda yang memegang gagang pedang nya dengan erat, dengan tubuh yang sudah cukup babak belur, hembusan nafas terengah engah tak henti henti keluar dari hidung anak muda itu, mengalir setetes darah di ujung sudut bibir nya, namun tak menyurutkan tekad dan juga ke sombongan nya.


Di sisi lain, dua orang pemuda yang tengah bersiap saling mengeluarkan serangan terkuat nya, terlihat luka luka sayatan di badan keduanya, namun tak separah anak muda di seberang nya.


" Hahaha.... Tuan muda Jian Shutian, apakah mungkin ini akhir dari kehidupan mu? Terima saja nasib akan kekalahanmu ini, dan kembalilah belajar di neraka hahaha... " Tawa liar keluar dari mulut salah seorang pemuda yang sedang dalam kuda kuda, siap untuk mengeluarkan jurus pamungkas nya.


" Hahaha.... Baiklah jangan dibiarkan lebih lama lagi tuan muda Heise Qian, mari kita habisi saja dia sekarang, dewa neraka sudah menunggu nya disana hahaha... " Ucap anak muda yang berada di sebelah nya.


" Cihh... Memangnya aku tak bisa menahan serangan sampah seperti itu? Bahkan dengan tubuh seperti ini pun aku bahkan masih sanggup untuk mengalahkan kalian. " Timpal Jian Shutian.


" Hoho.. Baiklah jika seperti itu, cobalah terima ini Bola Darah Kegelapan!!!! " Terlihat sebuah bola qi hitam dengan ukuran cukup besar diluncurkan mengarah ke hadapan Jian Shutian.


Swoosshh


Dengan kekuatan nya akan mustahil bagi Jian Shutian menghindarinya, apalagi dengan keadaan tubuh yang seperti itu.


Di sisi lain Li Xuan melihatnya, dengan tergesa gesa Li Xuan mengeluarkan seluruh kecepatan nya untuk menghampiri bola qi hitam itu lalu menahan nya dengan serangan elemen cahaya nya.


" Holy Light!! "


Boomm


Tiba tiba sebuah cahaya keemasan keluar dari telapak tangan nya, berbenturan dengan bola energi qi hitam itu, jika dilihat memang ukuran nya sangat jauh berbeda, namun tanpa disadari bola hitam itu akhirnya hilang perlahan hingga tak bersisa, namun menyisakan asap qi yang mengepul akibat benturan nya.


" Hahaha.... Tamatlah sudah riwayat mu Jian Shutian, akhirnya aliran putih kehilangan satu penerus mereka, bahkan merupakan penerus dari Sword King baru itu hahah... " Tawa renyah terdengar dari mulut Heise Qian.


" Kau benar tuan muda Heise, ini merupakan kabar bagus bagi para sekte aliran hitam hahaha... " Sambung Zui Tanlan muda diiringi tawa kejam nya.


Namun, saat perlahan kepulan asap hasil benturan itu menghilang, terlihat seorang anak muda berdiri terbatuk batuk dengan baju yang compang camping.

__ADS_1


" Uhuukk.... Uhuukk... Huftt hampir saja... "


" Hei kau tuan muda yang disana apakah kau baik baik saja? " Tanya Li Xuan pada Jian Shutian dengan menolehkan kepalanya ke belakang.


" Kau... Kau... Siapa kau!? Kenapa kau menolongku!? Cihh... Padahal aku tak butuh bantuan mu untuk menahan bola sampah itu. " Ucap Jian Shutian dengan congkak nya.


" Huhh... Diambang kematian pun, keagungan, harga diri, dan juga kesombongan yang kalian miliki, terus saja kalian banggakan, para jenius aliran putih yang terhormat, memang benar apa yang guru katakan. " Ucap Li Xuan menghela nafas dengan sedikit gelengan kepalanya.


" Siapa kau yang berani menceramahi ku!? Tanpa kau bantu sedikitpun aku akan bisa mengalahkan mereka. " Protes Jian Shutian.


Prokk Prokk Prokk


" Ternyata datang lagi seorang singa emas kecil, yang sombong namun belum bisa mencari makan sendiri, hanya bisa bergantung dari para ayah mu saja, jadi, kau mencoba membantu nya? Lalu berani berdiri seperti itu dihadapan kami, berarti kau sudah siap menyerahkan anggota tubuh mu untuk di cincang lalu ku lemparkan pada para Demonic Beast yang kelaparan. "


" Berani sekali kau menghalangi dan juga mengganggu urusanku!? Siapa kau!? Dari sekte mana kau berasal!? " Terlihat Heise Qian melontarkan amarah nya.


" Huhh... para kultivator aliran hitam memang terkenal dengan mulutnya yang sangat pedas, benar juga apa kata guru. " Membuat tak henti hentinya Li Xuan menggelengkan kepalanya.


" Kau.. Kau tidak mati!? Lalu apa kerja si Zui Guo keparat itu!! "


" Kau mengenal nya juga tuan muda Zui? " Tanya Heise Qian.


" Ya, aku mengenal nya, dia sudah menguntit ku sejak aku tiba di kota ini, dia juga bukan anak muda sembarangan, dengan tingkat kultivasi yang tak bisa ku deteksi, lalu bisa menahan pukulanku di 70% kekuatan ku, pastinya dia bukan anak muda sembarangan. " Ucap nya pada Heise Qian.


" Heh... Ternyata masih ada orang seperti itu di dunia ini, semakin menyenangkan saja hahaha.... "


" Mari kita habisi saja sekaligus mereka berdua. " Ucap Heise Qian.


" Aku pun memikirkan hal yang sama. " Sahut Zui Tanlan dengan seringai jahatnya.


" Berikan saja si anak baru itu padaku, dan si Jian Shutian kau yang mengurusnya. " Sambung Heise Qian.

__ADS_1


" Baiklah, aku tak ada masalah dengan itu hahaha... " Jawab Zui Tanlan dengan tawa mengerikan nya.


Swoshh Swoshh


Kedua jenius muda aliran hitam itu melesat dengan kecepatan tertinggi nya menyerang Jian Shutian dan juga Li Xuan, terlihat pertempuran sengit diantara kedua nya, pertempuran yang saling seimbang.


" Pukulan Penghancur Gunung!! "


" Pukulan Api Neraka!! "


" Dengan kekuatan energi root tanah jurus jurus itu menjadi sangat mematikan. " Ucap Heise Qian sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


" Pukulan api yang selaras dengan energi root yang dimiliki memang sangat mengerikan, apalagi di kombinasikan dengan elemen kegelapan, tuan muda Heise Qian ini memanglah seorang jenius berbakat. " Terlihat dengan baju yang compang camping dan juga tubuh yang babak belur, Li Xuan terlihat kurang di untungkan.


Namun, dengan bantuan jurus dan juga trik trik yang berasal dari guru nya Li Xuan dapat bertahan hingga sejauh ini, juga dengan bantuan pill yang dengan rutin ia konsumsi, guru nya Fang Hao berpesan agar tak terlalu mengandalkan pedang nya, karena memang benar dengan pedang nya Li Xuan dapat mengalahkan lawan dengan kultovasi yang tak terlalu jauh diatas nya dengan sangat mudah karena memang bakat nya, maka dari itu guru nya ingin, jika tak terlalu terdesak Li Xuan tidak disarankan oleh Fang Hao menggunakan pedang nya, untuk melatih keterampilan nya sendiri dalam bertarung dan mengkombinasikan trik dan jurus yang dimilikinya, agar dapat membuat kartu as nya sendiri di masa depan.


" Namun, sepertinya sangat merugikan bagi kami para sekte aliran hitam jika harus memperpanjang waktu pertempuran ini, karena bagaimana pun ini adalah wilayah aliran putih, kita tak bisa berdiam disini sembarangan dalam waktu yang lama, apalagi membuat kekacauan, bisa mengundang para harimau tua yang tak mau mati itu ke sini." Gumam Heise Qian.


" Maka dari itu, aku akan langsung menghabisi mu saat ini juga, saksikanlah, kau harus dengan sangat merasa terhormat, karena telah bisa melihat teknik rahasia salah satu sekte super bintang 10 legenda, Sekte Darah Kegelapan! " Teriak Heise Qian.


Tiba tiba tubuh Heise Qian membesar, tumbuh tanduk di kedua pelipis nya, riak aura kuno hitam mengelilingi tubuhnya, perlahan tingkat kultivasi nya naik, 10, 11, mulai menuju puncak, dan bang!! Kondensasi Qi 12.


Dengan berhenti naiknya tingkat kultivasi Heise Qian, menghilang lhh riak kuno hitam di sekeliling nya, dan mulai perlahan diserap, tubuh yang tadinya membesar tiba tiba menyusut, namun tak menghilangkan tampang menyeramkan nya.


Teknik rahasia ini dinamai dengan Pengaktifan Bloodline atau garis darah, dengan menggunakan kekuatan yang terkandung di dalam garis darah yang digunakan untuk berkultivasi, seorang Bloodline Kultivator bisa meningkatkan kekuatan nya berkali kali lipat, dalam jangka waktu tertentu.


" Ini mungkin sedikit berbahaya, mungkin aku harus mengeluarkan seluruh kemampuan ku, namun, situasi seperti ini mungkin juga akan sangat bagus bagiku untuk meningkatkan kemampuan berpedang ku, tingkat selanjutnya dari Sword Dao, " Menjadi Pedang " . " Dengan perlahan menggoyangkan tangan nya mengeluarkan sebuah Magic tool pedang kayu pemberian gurunya.


Li Xuan ingat Fang Hao pernah berkata, bahwa untuk naik ke tahap selanjutnya dari Sword Dao, Li Xuan harus memikirkan nya di dalam situasi bertarung hidup dan mati, Fang Hao menekankan bahwa semakin tinggi tingkat Dao yang ingin dikuasainya, maka semakin sulit tantangan untuk dapat menggapainya.


" Baiklah, mungkin ini saat nya aku serius. " Ucap Li Xuan dengan sorot mata penuh tekadnya.

__ADS_1


.


Jangan lupa vote, like dan juga support nya ya!


__ADS_2