
Li Xuan berjalan santai menuju arena, karena ia sudah tak perlu lagi mencari tempat duduk, di dalam peraturan ketertiban penonton bahwa siapapun yang mendapatkan kursi pertama kali akan dapat memilikinya hingga acara selesai.
Jadi di setiap gerbang masuk seluruh penonton akan dipinta biaya masuk beberapa energi stone, lalu mereka akan memiliki hak untuk saling berebut kursi dengan energi stone itu, dan kursi itu akan bisa digunakan hingga pertandingan atau acara selesai.
Saat kembali memasuki pintu masuk, Li Xuan melihat beberapa puluh kursi berjejer di sebuah ruangan khusus yang tadinya di tempati oleh para jenius, dan para jenius itu sendiri berpindah ke tempat khsus di bawah kursi kursi kosong yang telah berjejer itu.
Li Xuan mencoba kembali duduk di kursinya karena sepertinya acara di arena akan segera dilanjutkan, wasit sudah menaiki tempat khusus nya, para penonton telah bersiap dengan antusias, sang pembawa acara tiba tiba berbicara,
" Penonton semua! selamat datang kembali di arena ini! Bagaimana untuk istirahatnya? Siapkah kalian untuk melanjutkan acara pertandingan ini lagi? "
" Ya!! Ya!! "
" Ayo cepatlah!! "
" Kami sudah tidak sabar menunggunya!! "
" Ya! "
Riuh penonton memenuhi seluruh arena, namun sesaat setelah kebisingan itu, tiba tiba beberapa gelombang kekuatan besar terlihat memasuki arena, membawa kekuatan mengerikan.
Terlihat para Pria tua memasuki arena dari atas, membawa keagungan yang mereka miliki, banyak penonton melihatnya takjub, bahkan sebagian disertai dengan kengerian menjalar di tulang punggungnya.
Mereka semua terbang melintasi arena itu menuju ke puluhan kursi yang telah di sediakan, Li Xuan melihat parade para petinggi sekte itu tak henti hentinya berdecak kagum.
Dari sebelah kiri hingga kanan, Patriack Sekte Pegunungan Surgawi, Shan Yuan, yang merupakan ayah dari Shan Jianfeng, masih dengan muka masamnya beserta Sang White King, Grand Elder sepuh Shan Huangdi, yang mana merupakan guru dari Fang Hao dan juga Shan Jianfeng.
Disebelahnya seorang Pria tua yang terlihat seumur dengan Shan Yuan, dengan muka yang sedikit malas nya beserta Grand Elder sekte nya, Sang Sword King pengganti Fang Hao, Patriack Sekte Seribu Pedang Ilahi, Jian Wang, yang mana merupakan ayah dari Jian Shutian.
Selanjutnya terdapat seorang Pria tua lagi yang terlihat seumuran dengan kedua patriack tadi, dengan ditemani oleh Grand Elder nya juga, Patriack Sekte Angin Petir Surgawi, Feng Xiantian.
Lalu ada seorang Patriack yang sepertinya lebih tua dari mereka bertiga, juga memancarkan sikap kebijaksanaan yang tinggi, di dampingi oleh Grand Elder sepuh nya juga, Patriack Sekte Istana Matahari Suci, Guang Zhou.
Di sisi nya seorang manusia besar dengan rambut pedek yang selalu tegak ke atas, juga selalu terlihat bahagia dan tersenyum, dengan tangan yang dilipat silang di dada nya, ditemani oleh seorang Grand Elder sepuh juga, Sang Beast King, Patriack Sekte Paviliun Harimau Putih, Long Shen.
Ada lagi seorang Biksu tua di tengah nya, dengan selalu melipat sebelah tangan di perutnya, juga membawa tasbih besar terkalung di tubuhnya, dan tasbih kecil di pergelangan tangan lainnya, Sang Earth King, Patriack Kuil Penyucian Ilahi, Sheng Tong, dengan ditemani oleh salah satu Biksu pengurus di kuilnya.
Hawa panas selalu terasa dari sebelah Biksu tua itu, seorang Pria tua dengan menggunakan baju merah, dengan tangan yang selalu di dalam saku tangannya, dengan seorang Tetua Api nya, Sang Flame King, Patriack Sekte Lembah Api Suci, Huo Guan.
Di sebelahnya terdapat seorang wanita bergaun biru dengan sebuah cadar menutupi wajahnya, namun tetap tak bisa mengurangi kecantikan nya, Sang Matriack Utama Sekte Lima Samudera, Shui Ling, yang di dampingi oleh seorang Ketua Samudera Utama, Ma Shinyi.
__ADS_1
Yang terakhir ada seorang Pria tua yang selalu diam dengan tangan terlipat silang di dadanya, juga memejamkan matanya, bahkan hampir selama acara pertemuan pun ia hanya terus seperti itu, bahkan ketika berbicara sepatah dua patah kata pun ia tetap seperti itu.
Di dampingi oleh salah satu tetua tingkat tinggi nya, Sang Ice King, Patriack Sekte Es Abadi, Bing Qingluo.
Dan banyak lagi para Patriack sekte sekte besar di belakang nya, ada juga dari sekte besar bintang 9 yang Li Xuan kenal, Sekte Pedang Giok.
Ke semuanya mengeluarkan aura yang mencekam namun tak berbahaya, mengerikan namun tanpa penindasan, yang penuh dengan kewibawaan.
" Memang benar benar para pemegang puncak kultivasi di benua ini, bahkan aura nya saja bisa membawa hal yang mengerikan seperti ini, " gumam Li Xuan.
Setelah mereka bersebelas menduduki kursinya masing masing, tiba tiba dari bawah, pintu gerbang masuk kehormatan terbuka, terlihat para peserta anak muda jenius dari para sekte super, berjalan ke tengah arena, lalu berbalik menghadap para Patriack nya.
" Salam para Patriack sekte terhormat!!! " para peserta muda berbakat itu memberikan hormatnya dengan memperagakan sikap setengah membungkuknya.
Sontak semua orang melakukan hal yang sama, bahkan Li Xuan mengikuti apa yang orang lain lakukan itu, semua penonton berdiri, lalu membungkuk kan badan nya seperti tadi,
" Salam para Patriack sekte terhormat!!! "
Setelah para penonton mengikutinya, tak lama para jenius sekte itu mengangkat kepalanya lagi, diikuti oleh penonton seemuanya, lalu berpindah ke tempat yang telah disediakan oleh Asosiasi untuk mereka.
Tiba tiba sang pembawa acara tiba tiba berbicara di tempatnya,
" Yooo!!! "
" Hidup para Patriack sekte!!! "
" Semoga kalian panjang umur!! "
" Semoga kalian bisa menjaga kami dari para aliran hitam itu!! "
" Hidup para Patriack sekte!!! "
Suara penonton bersahur sahutan, di sisi lain di belakang panggung, Luo Huang tersenyum kecut,
" Jika saja tadi tak segera ku selesaikan, maka bahkan mungkin untuk satu tahun ke depan pun mereka akan tetap saja terus berdiskusi seperti itu, hufftt... " ucap seorang pria tua yang tak lain adalah Pemimpin cabang Luo Huang.
Luo Huang pernah mengadakan pertemuan seperti ini sebelumnya, walaupun hal yang dibahas sangatlah sepele dan sederhana, namun hingga beberapa bulan diskusi yang dilakukan tak menemukan tiktik temu, karena ke semuanya yang hanya selalu bersikap acuh tak acuh.
Maka dari itu Luo Huang mencoba sebuah cara lain, Luo Huang mengusulkan untuk mencoba menjadi seorang pemimpin acara, dan dengan rencana dari Luo Huang, pertemuan pun dapat diselesaikan dengan cepat.
__ADS_1
**
Sesaat sebelum para Patriack sekte memutuskan untuk ikut menonton pertandingan kompetisi,
" Aku telah mengumpulkan usulan dari beberapa Patriack sekte, mungkin aku akan meminta pendapat para Patriack yang lainnya, kita akan diskusikan usulan usulan dan juga pendapat pendapat yang telah kita rangkum, " ucap Luo Huang.
" Kita mempunyai beberapa usulan, Sekte Pegunungan Surgawi mengusulkan agar segala sesuatu yang ditemukan dan berhubungan dengan Tetua Fang diserahkan pada Sekte Pegunungan Surgawi, lalu akan diberikan beberapa kompensasi pengganti yang siap dikeluarkan oleh Sekte Pegunungan Surgawi sesuai dengan apa yang didapatkan nya. "
" Lalu dari Sekte Angin Petir Surgawi mengusulkan bahwa siapapun yang mendapatkan jasad nya, berhak untuk pertama kali memeriksa nya, dan apapun yang nanti didapatkan nya akan menjadi hak serta miliknya. "
" Untuk pemakamannya menurutnya lebih baik semua orang yang merasa beraliran putih haruslah mengantar ke peristirahatan terakhirnya, karena jasa yang begitu besar bagi aliran putih, yaitu telah bertempur habis habisan dengan sang Poison Lord, lord terkuat aliran hitam. "
Dan usulan ini di dukung oleh hampir beberapa sekte super dan sekte besar yang mempelajari Sword Dao di dalam nya.
" Lalu, kami juga menerima usulan dari Biksu Kepala, bahwa bagaimana jika kita mencarinya bersama sama, lalu siapapun yang menemukan nya mari kita simpan bersama, dan kita makamkan bersama sama juga sebagai penghormataj terakhirnya, " ucap Luo Huang.
Dan seperti yang diperkirakan, usulan dari Biksu Kepala atau Earth King itu adalah usulan yang sangat dapat diterima oleh semua pihak dalam sekte aliran putih.
Saat setelah semuanya sepakat dengan usulan tersebut, walaupun sebagian kecil seperti Shan Yuan dan juga Feng Xiantian lalu Jian Wang kurang puas dengan hasilnya, mau tidak mau mereka harus menyetujui kesepakatan bersama yang disetujui oleh kebanyakan sekte aliran putih.
Tiba tiba Luo Huang mendapatkan kabar bahwa perrandingan kompetisi para anak muda jenius setiap sekte telah mencapai puncaknya,
" Para Patriack sekte yang terhormat, jika pertemuan ini telah mencapai kesepakatan bersama, bagaimana jika kita menghabiskan waktu kebersamaan ini dengan menonton para jagoan muda dari setiap sekte yang sedang memperebutkan keagungan nya? " ucap Luo Huang dengan senyuman nya.
Lalu semua orang yang ada di ruangan itu melihat padanya,
" Memangnya kompetisi itu belum selesai? "
" Ya.. Berapa lama waktu yang kita habiskan untuk pertemuan ini?
" Para Patriack sekte yang terhormat, untuk pertemuan sekarang, kalian hanya menghabiskan waktu beberapa jam saja, mungkin karena terkoordinasi nya acara, membuat semuanya menjadi sederhana, " ucap Luo Huang.
" Ahh.. Kalau begitu mungkin tak ada salahnya kita menonton pertarungan itu sekarang, bukankah seperti itu para Patriack sekte super? Selama ini kita beluk pernah melihatnya, hanya kabar saja yang selalu sampai, " ucap seorang Patriack sekte besar.
" Emm.. Itu memang cukup bagus, bagaimana para orang tua? " ucap Shan Yuan.
" Ya.. Ya.. Aku sudah cukup tak sabar melihat anakku mematahkan salah satu bagian tubuh anak mu, hahaha... " ucap Jian Wang
" Sungguh, atau mungkin anak mu yang akan kehilangan beberapa potong bagian tubuh nya, hahaha... " balas Shan Yuan.
__ADS_1
" Hah.. Mereka mulai lagi, " gumam Luo Huang.