
Setelah Li Xuan memasuki Kota Nian, Ia tak berlama lama di sana, Ia hanya membeli beberapa kebutuhannya selama perjalanan, juga menginap untuk mengistirahatkan tubuhnya selama beberapa hari.
Dikarenakan kultivasinya yang belum tinggi, menyebabkan daya tahan tubuhnya masihlah belum terlalu jauh dan berbeda dengan para manusia biasa.
Li Xuan beristirahat di kota itu selama 3 hari, menginap di sebuah penginapan terbaik di sana, setelah mempersiapkan apa saja yang perlu di butuhkan selama perjalanan, Li Xuan kembali melanjutkan perjalanannya.
**
Berpindah dari sisi Li Xuan yang kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui gurunya, di batas ujung paling selatan dari Benua Bumi Selatan, tepatnya di Wilayah Bebas, di sebuah bangunan yang cukup terisolir dari pantauan luar, terlihat sesosok tua yang sedang berbicara dengan seseorang yang samar dari dalam sebuah cermin.
" Bagaimana dengan rencana terakhir yang telah dilakukan? " ucap suara misterius dari dalam cermin itu.
Orang tua yang berdiri di sana menjawab dengan penuh kehati hatian dan juga penuh penghormatan,
" Mohon maaf sebelumnya Tuan, ternyata rencana sebelumnya juga masih gagal untuk memulai tujuan kita, mungkin masih diperlukan beberapa rencana kedepannya, namun efek yang dihasilkan rencana sebelumnya memberikan efek yang benar benar cukup signifikan, " ucap Orang tua itu.
" Hohoho.. Begitukah? Kalau begitu mungkin tidak lama lagi tujuan kita akan bisa segera terlaksana, "
" Sebelumnya.. Kau sudah memastikan apa yang ku minta sebelumnya bukan? "
Orang tua itu kembali menjawab,
" Sudah saya pastikan Tuan, seperti yang telah Tuan perkirakan, dan saya pun telah mencoba memastikannya, " ucap Orang tua itu.
" Hmm jadi begitukah? Sepertinya rencana ini akan terlampau terlalu lancar jika dibiarkan seperti ini, hahaha.. "
" Baiklah, simpan saja dulu perbincangan kita di lain waktu, jika pembicaraan ini dapat dirasakan seseorang maka akan sangat berbahaya, dan ingat, jangan kecewakan Kami, apalagi Dia... Kau mengerti? " ucap suara misterius itu.
Ketika Orang tua itu mendengar kata " Dia " dari suara misterius itu, seketika tubuhnya bergetar hebat,
" Ba - Baik, saya tidak akan mengecewakan kepercayaan ini, " ucap nya dengan terbata bata.
" Hahaha.. Baguslah, baik cukup sampai di sini aku masih harus mengurus beberapa hal di sini, persiapkanlah segalanya untuk beberapa tahun ke depan, kami tidak mau berlama lagi, tunggulah sampai aku menghubungi mu kembali, " pungkas suara misterius itu.
Kesunyian benar benar berada di dalam ruangan itu, seketika Orang tua itu hanya bisa terdiam merenungkan sesuatu,
__ADS_1
" Baiklah sementara ini mungkin tidak perlu terlalu dipikirkan, hanya bagaimana cara kita memanfaatkan sisa waktu ini dengan sebaik baiknya? " gumam Orang tua itu.
**
Di tempat lain, di seberang kekaisaran tempat Li Xuan berada, tepatnya di Kekaisaran Awan Darah, persis di sebuah tempat yang menyerupai kota besar, bahkan luasnya hingga beberapa hektar jauh mencakup daratan luas, gunung, sungai kecil juga beberapa lembah dangkal.
Di kelilingi sebuah tembok dengan beberapa gerbang di luarnya, tak lupa pembagian wilayah di dalam nya juga, di pintu masuk tertulis " Sekte Grup Awan Kematian " , sebuah sekte super penguasa aliran hitam.
Wilayah sekte itu terlihat hampir seperti sebuah kerajaan kecil yang berisi kota kota di dalamnya, dengan kumpulan klan klan kecil yang ikut membangun sekte ini di masa lalu, membuat terlihat wilayah wilayah mencolok di dalam wilayah luas dan besar sekte super ini.
Namun di pusatnya terdapat dua pemukiman besar terkuat, dan paling berpengaruh di seluruh Sekte Awan Kematian itu, Klan Yun dan juga Klan Song, selaku pendiri dan juga pilar penyokong keberlangsungan Sekte Awan Kematian sendiri.
Dulu tepatnya beberapa millenium kebelakang, Sekte Awan Kematian ini hanyalah sebuah sekte kecil yang di bentuk oleh dua klan yang saling menjalin kerjasama, bertujuan untuk menguatkan posisi dan mengukuhkan keberadaan masing masing klan agar bisa bertahan di wilayah yang tidak terkonsolidasi oleh sistem kepenguasaan.
Maraknya peperangan dan kehancuran yang selalu mewarnai keseharian di wilayah itu, kerja sama kedua klan itu awalnya hanyalah sebuah taktik kepentingan bilateral semata, untuk membangun pundi pundi kekuatan yang nantinya akan mereka gunakan untuk menguasai wilayah yang bisa dijadikan sumber kekayaan mereka kedepannya.
Namun seiring berjalannya waktu, dalam sejarahnya penerus Klan Yun saat itu jatuh cinta kepada penerus sah perempuan putra tunggal Ketua Klan Song, yang mana kemudian menyebabkan kedua klan ini memantapkan status kerja sama nya menjadi sebuah ikatan yang serius, sebagai perencanaan awal kepentingan di masa depan secara masif.
Kemudian dibentuklah awal Klan Awan Kematian, lalu menikahlah keduanya sebagai bentuk penguatan kerja sama keduanya dalam menjalankan tujuan utama kedepannya, yaitu membangun Sektw Awan Kematian ini.
Hingga akhirnya tujuan keduanya tercapai, terbentuklah sebuah perkumpulan klan besar dengan wilayah yang luas, sejak awal Ketua Klan Yun dan Klan Song saat itu sepakat untuk membangun sebuah negara dari Sekte Awan Kematiannya tersebut yang sudah sangat besar dan luas.
Namun semua klan kecil menolak, mereka hanya menginginkan kedamaian sebagai sebuah anggota klan atau anggota sekte saja, tidak mengharapkan hal hal lain semacamnya, sejak saat itulah maka Ketua Klan Yun dan Ketua Klan Song secara serentak mengumumkan sebuah sekte super yang terbentuk dari beberapa klan di dalamnya.
Menjadikannya sebuah Sekte Grup Awan Kematian, sistem kepenguasaan didalamnya tak berbeda jauh dari sebuah negara, kerajaan atau kekaisaran, kepenguasaan terpusat dengan beberapa wilayah tambahan di wilayah wilayah lainnya.
Di pusat wilayah luas Sekte Grup Awan Kematian, seorang wanita berumur belasan tahun terlihat sedang berlatih sendirian di sebuah aula yang sangat luas.
Dari setiap gerakannya memancar kekuatan kuat yang dikelilingi oleh Qi warna merah setiap kali mengalir menyerang ataupun bertahan, ditemani sebuah pedang panjang runcing yang sangat tajam, namun memiliki bilang yang bisa terbelah seperti cambuk, membuat wanita itu semakin mempertebal pesona nya.
Warna putih pucat terpampang jelas di wajah remaja nya, tubuh ramping dengan rambut hitam nya memancarakan aura kecantikan misterius di dalamnya, tanpa ekspresi tubuhnya seperti membawa angin kejam menyakitkan di setiap gerakannya, cepat dan mematikan adalah dua kata yang bisa menggambarkan setiap gerakan gerakannya.
Yun Qinxue, semua yang mengetahuinya pasti tak asing dengannya, wajah pucat tanpa ekspresi, kecantikan murni tanpa cacat, suara yang lembut namun selalu membawa aura mengancam yang kuat.
Konon menurut kabar, wajah tanpa ekspresinya itu bermula saat ibunya yang tiba tiba meninggal, di usia Qinxue yang masih balita, bahkan kabar pasti dan jasadnya pun menghilang tanpa diketahui penyebabnya hingga sekarang.
__ADS_1
Bersumber dari sang ayah yang mengatakan bahwa ibunya tiba tiba menghilang, membuat Qinxue kecil menguatkan tekadnya berlatih meningkatkan kekuatannya untuk di kemudian hari bisa mencari tau sendiri penyebab dari kematian ibunya tanpa campur tangan orang lain.
Kembali ke tempat latihan Yun Qinxue, tanpa disadari seorang Pria tua yang masih terlihat bugar terbang menghampiri Yun Qinxue dan turun di dekatnya sambil terus memperhatikan latihan yang dilakukan oleh Yun Qinxue.
Dengan sedikit pergerakan di wajahnya, Ia lalu melohat Pria tua yang diam di dekatnya itu,
" Ayah? Apa yang sedang kau lakukan di sini? " ucap Qinxue masih dengan tanpa ekspresi di wajhnya.
" Hah.. Ayah hanya sedang melihatmu berlatih, rasanya rindu sekali jika Ayah bisa melihatmu berhenti berlatih sebentar saja, " ucap Ayah dari Yun Qinxue, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang Patriack Sekte Grup Awan Kematian, Yun Mingzhi.
" Berhenti? Aku sering berhenti berlatih, saat makan, tidur, dan kepentingan lainnya, bukankah saat itu aku berhenti berlatih Ayah? " ucap Yun Qinxue sambil terus meneruskan latihannya.
" Hufftt.. Sesekali beristirahatlah dengan benar, kau adalah seorang perempuan, kau juga sudah memiliki kultivasi di atas rata rata, bahkan Ayah berani bertaruh, di umur dan generasi yang sama tak ada yang menyamai kultivasi mu, di aliran putih sekalipun, Kondensasi Qi 12 di umur mu sekarang ini bahkan di aliran hitam tak ada yang berani menantang mu di kompetisi beberapa waktu lalu, " keluh Yun Mingzhi.
" Sesekali cobalah untuk memikirkan masa depan mu, kau adalah seorang perempuan, bahkan sudah dipastikan calon Matriack sekte ini di masa depan, jadi cobalah untuk berbaur, sudah puluhan bahkan ratusan surat lamaran dikirim ke meja ku, Ayah mu ini sampai pusing untuk menolak semuanya, "
" Cobalah untuk kembali menegaskan keinginanmu dengan suara mu sendiri, buat mereka membungkam mulutnya dengan tangan mereka sendiri, jika kau memang bertekad ingin mengupas tuntas kesalahan kami beberapa waktu yang lalu, " tegas Yun Mingzhi.
Seketika tubuh Yun Qinxue membeku terdiam di tempat itu beberapa saat, sebelum gerakan gerakan latihannya tadi berbalik arah menuju Yun Mingzhi Ayahnya sendiri yang tak jauh dari sana,
Masih dengan wajah tanpa ekspresinya, Yun Qinxue mengayunkan pedang panjang runcingnya ke hadapan Ayahnya,
Swoosshh
Slasshh
" Apa yang bisa kulakukan untuk menyelesaikannya!? " ucapnya dengan tegas dan dingin, namun tetap masih tanpa ekspresi di wajahnya.
Dengan tatapan sendu yang tersimpan di wajahnya, Yun Mingzhi kemudian menghindar sambil terus memberikan nasihat pada anak semata wayangnya itu,
" Bersikaplah seperti biasa, mari ikut denganku melatih sisi pengetahuan politik mu, kau harus menjadi seorang yang kuat di semua sisi untuk bisa mewujudkan impianmu, untuk sekarang pertama tama mungkin Ayah akan menyarankan mu untuk keluar mencari pengalaman, "
" Perlu kau ketahui, terkadang jalan bagi seseorang yang memilih untuk mempunyai ambisi besar dan tekad yang kuat memang sangatlah sulit dan menyakitkan, ujiannya bahkan bisa mengancam nyawamu sendiri kapan saja jika dirimu lengah, apakah kau siap menghadapinya? " ucap Yun Mingzhi sambil menahan serangan dari anaknya itu.
Dengan sorot mata yang mulai menajam, Yun Qinxue seperti telah memutuskan sesuatu,
__ADS_1
" Apapun yang perlu kulakukan, jika itu menyangkut tujuan awal ku, bahkan penghalang terkecil sedikitpun, aku akan melewatinya, apapun yang terjadi, " ucap Yun Qinxue disertai tekad dan ambisinya.