Sebuah Jalan Keabadian

Sebuah Jalan Keabadian
Ch. 26 - Konfrontasi


__ADS_3

Di tempat lain, tepatnya di pusat Kota Batu Merah, terlihat sebuah array magic yang tersusun dari beberapa magic crystal dipasang persegi panjang di pusat kota, di luar gerbang menuju Sekte Batu Merah.


Magic crystal merupakan batu yang di tempa dari energi qi yang di kentalkan lalu di padatkan, juga dialirkan qi kedalamnya, sebagai pengganti para kultivator dalam membuat sebuah perangkat array atau jebakan array, yang di gunakan sekarang merupakan sebuah perangkat array, berupa layar penampil hologram, biasanya array perangkat seperti ini digunakan untuk acara acara perayaan besar ataupun rapat dalam skala besar.


Saat seorang kultivator maju dan menyalakan perangkat itu, terlihat riak riak energi menyebar menampilkan sebuah hologram yang lama kelamaan ternyata memperlihatkan suasana di dalam sekte yang nampak berbaris khidmat, lalu terlihat seorang pria paruh baya menaiki podium.


" Selamat malam semua warga dan tamu yang saya hormati!! , selamat datang semuanya di acara perayaan kecil yang telah saya siapkan di kota ini, selamat menikmati jamuan yang telah kami siapkan, saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas kedatangan kalian ke perayaan kecil ini, dengan bersama sama membagikan kebahagiaan ini, semoga malam ini menjadi malam yang di berkati para dewa. " Ucap pria paruh baya yang berada dalam layar hologram itu, yang tidak lain merupakan Patriak Sekte Batu Merah.


Bergema suara yang keluar dari hologram itu, membuat semua warga terbawa suasana, membuat riuh seisi kota, namun perasaan itu tak berselang lama, terlihat riak riak akan kehancuran gambar hologram itu, tak ada satupun warga yang menyadarinya, namun tiba tiba sebuah serangan yang ditujukan pada perangkat itu melesat.


Swooshhh


Booommmm


Tiba tiba terdengar suara manusia yang melayang di atas langit.


" Hahaha.... Semoga kalian diberkati para dewa untuk bisa masuk ke surga, dan bersiap untuk menggali kuburan kalian disini. " Teriak kultivator itu.


" Semuanya!!!! Serang!!!!! " Terlihat kultivator itu melebarkan qi nya, sehingga suara nya bergetar lalu bergema ke seantero kota.


" Kultivator melayang? Seorang Body Formation!!! "


" Lari!! Lari!! "


" Siapa kalian? Berani menyerang sebuah kota yang dipimpin oleh sebuah sekte menengah? " Terlihat beberapa kultivator Common Foundation yang bertugas menjaga acara berteriak dari bawah.


" Hahaha... Sungguh lelucon, jangankan menyerang sekte menengah, bahkan jika itu sekte besar atau super sekalipun kami tidak takut sama sekali. " Terdengar gelak tawa yang berasal dari pemuda yang berjalan memasuki medan peperangan.


" Heh... Ternyata tuan muda Heise Qian ini telah mendahuluiku datang ke sini. " Ucap pemuda yang berdiri diatas tembok kota, perlahan melompat ke bawah lalu turun menghampiri pemuda tadi.


" Hahaha.... Aku sudah tak sabar untuk membantai para tikus aliran putih ini. " Ucap Heise Qian dengan seringai.


**


Suasana di dalam sekte masih nampak riuh berpesta, banyak tamu tamu petinggi dari beberapa sekte bercanda dan bersenda gurau, namun tiba tiba seorang kultivator Kondensasi Qi masuk ke aula, tertatih tatih dengan sobekan baju seragam yang acak acakan dan juga darah yang berceceran, lalu berbicara hal yang mengejutkan.


" Koalisi sekte aliran hitam menyerang!! Mereka sudah merangsek masuk ke dalam kota!! Anggota dari beberapa sekte pun telah mencoba menahan nya, cepat kirimkan batuan!! "

__ADS_1


Bruggg


Kultivator kondensasi qi itu terjatuh lalu meninggal saat itu juga karena telah kehabisan banyak darah.


" Apa!!?? " Patriack Sekte Batu Merah tiba tiba menggebrak meja nya.


" Mereka berani menyerang kota dan juga sekte ku!? Akan ku habisi mereka. " Ucap sang Patriack dengan geram.


" Kerahkan semua anggota sekte kita!! , dan juga, saya meminta maaf yang sebesar besarnya kepada semua tamu terhormat yang berada disini, karena acara ini harus terganggu, dan juga saya Guo Dong yang lemah ini memohon kepada para tamu untuk mari kita bersama sama menghancurkan koalisi aliran hitam itu, kami membutuhkan uluran tangan kalian, mungkin setelah kerusuhan ini selesai, kami akan mengganti kerugian nya dengan beberapa kompensasi. " Pinta sang Patriack dengan menangkupkan tangannya hormat.


" Akan kami bantu sebisa kami Patriack, karena mereka juga telah menyerang para anggota yang kami bawa. " Ucap seorang utusan sekte lain.


" Kami Sekte Bangau Putih akan membantu anda Patriack, karena seperti mendapatkan teman baru di sekte menengah, tentu saja kami akan membatu anda Patriack. "


Begitupun semua aliran putih yang hadir di dalam ruangan itu menyampaikan persetujuannya, terbentuklah koalisi kecil dadakan aliran putih untuk melawan pasukan koalisi yang dihimpun oleh para sekte aliran hitam.


Namun, yang Guo Dong harapkan ternyata belum menyampaikan persetujuannya, Sekte Seribu Pedang Ilahi, tetua dengan kekuatan Nascent Life yang hadir di aula itu sebagai pengganti tuan muda nya masih lah menutup mata mendengarnya, tak ada yang berani mengusik bahkan bertanya padanya.


Guo Dong terpaksa mengerahkan pasukan kecil dadakannya yang telah terbentuk untuk segera menahan dan berbenturan dengan para kultivator aliran hitam di luar sekte nya.


**


" Zui Tanlan muda, dan juga Heise Qian ya, mari kita lihat seberapa cepat kalian berkembang. " Dengan kecepatan tertingginya Jian Shutian yang sedang berada di dalam ruangan temoat beristirahat nya tiba tiba melesat keluar menggunakan jurus kelincahan nya sebagai seorang berenergi root petir.


**


Terlihat seorang remaja sedang dalam proses lotus kultivasi di sebuah rumah yang berada di sudut kota itu, riak riak tipis qi berwarna emas mengelilingi tubuhnya, namun saat tiba tiba riuh pertempuran di luar terdengar semakin nyaring anak remaja itu menghentikan kultivasi nya.


" Akhirnya aku telah berhasil menembus kemacetan ku selama hampir 2 tahun ini, aku tidak tau apakah harus berterima kasih pada kultivator Superios Foundation itu. " Li Xuan menggelengkan kepalanya.


" Kondensasi Qi tingkat 7, memang sedikit peningkatan, namun aku harus menstabilkannya terlebih dahulu, mungkin peperangan ini memang diciptakan untuk menstabilkan kultivasi ku. " Li Xuan mencoba berjalan keluar dari rumah tersebut sambil merasakan riak riak energi yang berada dalam tubuhnya.


Saat sedang berjalan jalan untuk menuju medan peperangan di pusat kota, Li Xuan melihat seorang kultivator Kondensasi Qi tergeletak penuh luka, dihadapannya terlihat seorang kultivator Common Foundation tahap akhir dengan seringai kejamnya.


" Tolong!! Tolong!! Tolong jangan bunuh aku!!! " Teriak sang kultivator Kondensasi Qi.


" Heh... Ternyata memang benar, para semut aliran putih hanyalah orang orang pengecut yang bahkan hanya bisa berteriak minta tolong. " Ucap sang kultivator Common Foundation.

__ADS_1


" Tidak!! Tidak!! Biarkan aku hidup, aku akan memberikan mu apapun. " Sambung si Kondensasi Qi.


" Cihh... Matilah kau!! " Saat pedang kultivator itu menembus kepalanya, tiba tiba Li Xuan dengan pedang kayu magic tool nya menahan pedang kayu kultivator itu.


Klangg


Kultivator Common Foundation tadi terdorong sedikit ke belakang.


" Cihh.. Kau berani mengganggu mangsaku kultivator semut aliran putih? , kau ingin mati bersama dengan nya? Akan ku kabulkan itu. " Ucapnya dengan tanpa aba aba, melesat ke arah Li Xuan.


" Matilah kau!! Tusukan Gagak Hitam!! " Dengan pedang yang ditodongkan pada Li Xuan disertai kecepatan puncak nya di tingkat Common Foundation membuat Li Xuan akan susah untuk menghindarinya, jika harus menggunakan Gerakan Seribu Petir maka itu akan menghambatnya lagi dan menguras seluruh qi nya.


" Aku harus menggunakan jurus itu agar pertarungan ini tak berlangsung lama. " Gumam Li Xuan.


" Tarian Pedang Phoenix Api!! " Ucap Li Xuan.


Menurut penuturan dari gurunya Fang Hao, jurus Tarian Pedang Api Phoenix ini merupakan sebuah jurus yang murni mengandalkan keahlian seseorang dalam Dao Pedang nya, tak heran hanya dengan sedikit qi untuk melapisi pedang nya, teknik tarian pedang ini bisa menjadi sebuah teknik pedang yang mematikan, bahkan untuk seorang kultivator jagoan Nascent Life sekalipun.


Li Xuan menari bagai phoenix yang melebarkan sayap nya di udara, awalnya terlihat biasa saja, karena hanya di gunakan untuk menangkis serangan lawan, namun lama kelamaan jurusnya meningkat menjadi sangat mematikan, gerakan nya semakin tajam dan dan tempo nya berjalan semakin cepat, hingga tanpa sadar sebuah kepala dengan darah yang berceceran tergeletak ke tanah tanpa suara, dan seorang remaja yang menyelesaikan jurus tariannya dengan indah.


" Hufftt... Memang jika tanpa jurus jurus yang diberikan guru aku takkan bisa bertarung seimbang menghadapi lawan yang lebih kuat dariku. " Ucap Li Xuan.


Li Xuan lalu menghampiri kultivator yang tergeletak tadi.


" Makanlah pill ini, lalu beristirahatlah dan sembuhkan semua luka luka mu dulu. " Ucap Li Xuan dengan sedikit goyangan tangan lalu melemparnya ke arah kultivator itu.


"Terima kasih, terima kasih tuan muda, kau telah menyelamatkan nyawa saya, terima kasih tuan muda. " Kultivator Kondensasi Qi itu bersujud di hadapan Li Xuan.


" Baiklah tak perlu sampai berlebihan seperti itu, aku hanyalah seorang pengelana, bahkan mungkin aku pun juga junior mu, jadi angkatlah kepala mu. " Ucap Li Xuan.


" Terima kasih tuan muda, terima kasih, seandainya tadi tak ada dirimu mungkin saya ini sudah menemui penjaga alam neraka tuan muda. " Ucap kultivator itu sekali lagi.


" Sudahlah, sekarang kau cari tempat persembunyian yang aman, lalu makanlah pill itu, semoga itu bisa membantu pemulihan mu, aku harus segera menuju ke pusat kota. " Sambung Li Xuan.


" Baiklah tuan muda, namun kalau boleh tau tuan muda dari sekte manakah anda? Sepertinya saya belum pernah melihat ada tuan muda? " Ucap kultivator itu.


" Hah... Sudahlah, aku tidak dari sekte manapun, bahkan dari seluruh sekte di benua ini, aku hanyalah seorang pengelana biasa yang kebetulan singgah di kota ini, baiklah aku akan peegi dulu, ingat! carilah tempat aman, lalu sembuhkan dulu dirimu, selamat tinggal. " Ucap Li Xuan yang dengan tiba tiba saja langsung menghilang.

__ADS_1


" Ahh... Tunggu tuan muda... " Kultivator tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu melakukan apa yang tadi di istruksikan oleh Li Xuan.


__ADS_2