
Keesokan harinya , ia bangun dan pergi mandi untuk sholat subuh. Setelah Sholat Subuh , ia membaca Al Qur'an. Setelah satu jam membaca Al Qur'an. Ia pergi berganti baju untuk lari pagi.
Ia pergi ke toko terdekat untuk mentransfer sejumlah uang ke orangtuanya.
" mas , mau transfer uang "
" oh , baik mas. Nomornya berapa? "
Dirga memberikan selembar kertas yang tertulis angka di atasnya
" ini mas , 15 juta "
" siap mas "
Setelah mentransfer uang Dirga melanjutkan lari paginya. Seperti biasanya , ia pergi ke warung Bu Wati untuk sarapan.
Disana sudah ada Rio dan Boyeng yang sedang menyeruput kopi.
Dirga menyapa mereka berdua
" Assalamualaikum Rio , Boyeng "
" waalaikumsalam bang "
jawab mereka berdua serentak
" gimana bang rumah barunya? "
tanya Rio
" Bagus , nyenyak tidurnya "
Rio dan Boyeng saling menatap karena bingung.
" Bang kamu yakin?. Menurut rumor , rumah itu adalah rumah angker meski masih bagus. Bang Dirga hebat banget bisa tidur nyenyak "
ujar Boyeng
" ah , biasa aja. Ga ada yang serem dari rumah baru itu "
__ADS_1
" Hebat sekali kamu bang "
Bu Wati datang dan menyuguhkan makanan yang biasanya Dirga pesan. Ia mendengar perbincangan mereka dan ikut mengobrol
" memangnya rumah baru yang mana Rio? "
tanya Bu Wati
" ini lho Bu , yang pertigaan jalan udang. Lurusan rumah Putri "
" oh. Iya dek Dirga , rumah itu memang terkenal angker meski bagus. Dulunya udah ada yang pernah beli rumah itu , tapi dia ga betah di situ dek "
" oh , gitu yah Bu...?. Tapi saya baik-baik aja kok tinggal di sana "
" Syukurlah kalau dek Dirga ga di ganggu oleh penunggu rumah itu "
Dirga pun memakan makanannya sampai habis. Sesudah itu , ia dan Rio berangkat ke Indomaret untuk bekerja. Pelanggan hari ini sangat sedikit. Setelah ashar , mereka di suruh tutup sama manager karena hari ini sepi pelanggan.
Putri berpamitan dengan Rio dan Dirga karena mau ke pasar.
" mas Dirga , dan mas Rio. Saya pamit duluan yah , mau ke pasar untuk beli
bahan masakan "
Tanya Dirga
Rio tersenyum seperti sedang memikirkan sesuatu.
" tidak bang. Saya langsung pulang saja "
" oh baiklah.....ayo kita jalan Mbak "
Putri mengangguk dan berjalan bersama Dirga. Rio dari belakang berteriak
" Gaya amat itu!! "
Mendengar teriakan Rio dari jauh , wajah Putri merah merona. Sedangkan Dirga hanya biasa saja , karena tidak tahu maksud dari teriakan Rio.
Sesampainya di pasar. Dirga melihat wajah Putri yang merah.
__ADS_1
" Mbak sakit? "
" Ti-tidak kok mas. Ayo antar putri membeli bahan masakan "
jawab Putri cepat
Dirga mengangguk dan menemani Putri belanja dulu. Dirga melihat Putri sangat ahli dalam memilih bahan , dan juga jago dalam menawar harga. Setelah beberapa menit kemudian. Akhirnya Putri selesai membeli bahan makanan.
" sudah selesai mbak? "
tanya Dirga
" sudah mas , ayo kita beli handphone buat mas "
Mereka berjalan menuju tempat yang menjual HP. Sesampainya tempat yang dimaksud.
Dirga langsung melihat-lihat hp yang di pajang disana.
" Mas , yang recommended ada mas? "
" ada mas "
Ia pun menyuguhkan HP yang recommended buat Dirga. Ia menjelaskannya dengan seksama dan jelas. Dirga sesekali mengangguk menanggapi.
" baiklah mas , saya ambil yang ini. Berapa harganya? "
" Yang ini terjangkau mas , 5 juta aja buat mas mah , harga aslinya 8 juta mas karena keluaran terbaru "
" baiklah mas , saya bayarnya pakai kartu yah mas "
" iya mas "
Setelah selesai bertransaksi. Dirga dan Putri ingin pulang. Namun karena perut sudah keroncongan , mereka berdua memutuskan untuk pergi dulu ke tempat makan terdekat.
Saat sedang mencari tempat makan. Seseorang berteriak meminta tolong.
" Tolong , jambret !! "
Mendengar hal itu , Dirga bergegas mengejar jambret tersebut. Pengejaran terjadi dengan banyak aksi , jambret tersebut sangat lincah. Ia rela merubuhkan tenda demi melarikan diri.
__ADS_1
Dirga dapat menghindarinya dengan mudah.
Lari jambret itu terkejar oleh lari Dirga , Dirga menangkap tangannya yang membuat ia berhenti.