
Malam hari pun tiba. Setelah makan malam , Dirga berpamitan kepada orangtuanya untuk kembali ke kampus.
" Ayah , ibu. Aku kembali ke kampus dulu yah , kalian sehat-sehat disini "
" iya nak , kamu juga jangan sampai sakit disana. Jangan telat makan " ujar Mina
" iya Bu "
" nak , ayah punya pesan untuk kamu. Kalau kamu bertemu dengan murid-murid lainnya , kamu bilangin pesan ayah agar jangan menggunakan kemampuan mereka untuk melakukan kejahatan "
" iya ayah , aku sudah bertemu dengan Dimas , Rendi , dan Daniel. Daniel dan Rendi membantu Dirga memberantas pembunuh "
" iya iya "
Setelah mencium kedua tangan orangtuanya , Dirga pun berangkat. Ia pergi kearah balai desa , melewati jalan rumah pak Gusdi untuk sekalian menjemput Nadila.
Nadila sudah ada di depan rumah , tampak sedang berpamitan dengan ayahnya. Dirga pun menghampiri mereka berdua
" Assalamualaikum " sapa Dirga
" Waalaikumsalam " jawab mereka berdua serentak
" pak Gusdi , saya dan Nadila pamit dulu yah "
" iya nak , saya titip anak saya di perjalanan "
" siap pak "
Dirga dan Nadila pun berangkat menuju balai warga , dimana mobil Dirga di parkirkan. Disana , karena mobil yang bewarna hitam , mobil itu hampir tak terlihat pada malam hari jika berada di tempat yang gelap
" mas , mobilnya mana? "
" Sebentar "
Bip!! Bip!!!
" nah , itu dia. ayo kita naik , taruh barangnya di bagasi dulu "
" iya mas "
Nadila menaruh barang bawaannya ke dalam bagasi , sedangkan Dirga langsung pergi ke kursi supir karena ia tidak membawa barang apa pun. Hanya dompet saja yang ia bawa.
Jalan pada malam hari itu sangat sepi. Tidak ada mobil lain selain milik Dirga yang ada di jalan. Setelah beberapa kilometer , mereka berdua singgah di Rest area untuk istirahat sejenak.
" mas Dirga mau saya pesanin kopi? "
" iya mbak , tolong kopi hitamnya "
Setelah makan dan ngopi di rest area , mereka berdua pun melanjutkan perjalanannya menuju universitas Weyangdarma yang masih agak jauh dari tempat mereka berada.
Mereka berdua sampai sekitar jam 1:06 pagi. Setelah Dirga memarkirkan mobilnya , ia merasakan ada yang tidak beres.
" hmm , 5 orang di depan. Mau ngapain mereka pagi-pagi begini "
Dirga berbisik kepada Nadila
" mbak , jangan jauh-jauh dari saya. Ada beberapa orang di depan "
Wajah Nadila memerah karena Dirga membisikkannya sangat dekat dengan telinga Nadila. Nadila mengangguk dan tetap berada di samping Dirga
Saat keluar dari parkiran , mereka semua menyerang Dirga secara bersamaan. Tanpa pikir panjang Dirga juga memukul mereka
__ADS_1
Bang!!! Bruuk!!!
Meski dapat mengimbangi semua orang jahat tersebut. Dirga kewalahan karena harus melindungi Nadila dari mereka. Dirga lengah , salah satu dari mereka berhasil menangkap Nadila dan menodongkan senjata api kearah kepala Nadila.
" Berhenti atau teman cewek mu ini mati !! " ancam penjahat tersebut
Dirga pun akhirnya mengangkat tangannya
" ikuti kami !! "
Dirga menurut dan pergi mengikuti para penjahat tersebut pergi kearah parkiran lagi. Ia membawa Nadila masuk ke mobil Jeep Rubicon yang terparkir di sana.
Mereka dibawa kesebuah tempat gedung perusahaan yang lumayan jauh dari universitas Weyangdarma berada
" ada yang ingin menemui mu , jangan macam-macam di sini " ujar penjahat itu
Dirga mengikuti mereka masuk ke gedung besar tersebut. Mereka berhenti di sebuah ruangan yang tampaknya adalah ruangan Presdir dari gedung perusahaan tersebut.
Nadila dan Dirga di suruh masuk ke ruangan tersebut untuk menemui seseorang.
Didalam , sudah berjejer para penjaga yang siap untuk melawan Dirga kalau ia melawan. Di tengah-tengah ruangan tersebut , Seseorang yang tampaknya adalah orang yang dimaksud oleh penjahat tadi , sebagai seorang Presdir dari gedung yang besar ini.
" jadi kamu yang membereskan pembunuh kelas kakap ku? " tanyanya
" ya "
" Kemampuan mu boleh juga "
Ia menepuk tangannya
Prok!!! Prok!!!
Para penjaga mulai mengambil kuda-kuda , dan langsung menyerang Dirga , sedangkan Nadila masih di Sandra di pojok ruangan tersebut.
Dirga pun balik menyerang penjaga tersebut
Bang!!! Pow!!!! Bruuk!!! Braak!!!
Setengah dari penjaga tersebut sudah berhasil di tangani , sisanya malah keluar ruangan karena ketakutan melihat gaya Dirga bertarung. Dengan kecepatannya , Dirga juga berhasil merebut senjata api milik penjahat yang menyandra Nadila dan membuat penjaga tersebut pingsan.
Presdir tersebut bertepuk tangan
Prok!!! Prok!!! Prok!!!
" kau sangat hebat. Aku akan tes sekali lagi dengan Petarung terbaik milikku. Roy keluar "
Ia memanggil seseorang yang dikenal sebagai Roy
" Siap bos...."
Roy masuk ke ruangan. Dirga berbalik badan dan melihat orang yang sangat familiar dengan wajahnya.
Dialah Royan , murid terbaik kedua setelah Dirga. Badannya juga sangat besar. Kemampuannya hampir bisa mengalahkan Dirga.
" kau? Royan? "
" oh , jadi Abang seperguruan ternyata. Pantas para penjaga pada kabur keluar ruangan "
" kenapa kau mengikuti perintahnya? "
" aku hanya bosan karena tidak latihan lagi di perguruan "
__ADS_1
[ Royan. Murid terkuat kedua setelah Dirga di perguruan Pranandrat , ia memiliki kekuatan yang sangat kuat. Pada beberapa kali sesi ujian pertarungan , ia berhasil mengalahkan Dirga yang adalah Abang seperguruanya. Namun sayangnya dia itu berpikiran pendek , dengan kata lain " bodoh " ]
" Ayolah bang Dirga , aku mau berlatih dengan mu sebentar " ujarnya
" kau melupakan pesan guru? "
" pesan? Pesan apa? "
" hadeh , kau memang bodoh "
Mereka berdua mengambil ancang-ancang untuk bertarung. Dirga memperhatikan gerakan ancang-ancang Royan , namun saat sedang memperhatikan , Royan menghilang dari pandangan Dirga
" Haha , kau menjadi lambat setelah beberapa tahun tidak bertemu , bang Dirga "
Serangan beruntun di lancarkan oleh Royan. Dirga berusaha menghindar namun masih tetap terkena beberapa serangan. Dengan menggunakan insting , Dirga berhasil mengikuti ritme serangan Royan.
Karena sudah tidak bisa menyerang Dirga , Royan malah menggila dan menggunakan seluruh kekuatan untuk menyerang Dirga secara beruntun dari depan.
" bodoh " umpat Dirga
Dirga mulai melancarkan serangannya kebagian yang terdapat celah untuk menyerang.
Bang!!! Pow!!!
Hanya membutuhkan Dua serangan , Dirga berhasil mengalahkan Royan.
" kau masih saja terbawa untuk menyerang , tidak mementingkan pertahanan "
" haha , Uhuk. bang Dirga memang hebat "
Dirga membantu Royan berdiri , dan pergi membuka ikatan tali yang mengikat Nadila. Setelah itu , dia mendekat kearah Presdir tersebut untuk bicara dengannya.
" mau apa kau!!? " Presdir tersebut panik karena Dirga mendekat kearah nya
" tidak kok pak , saya cuman mau bicara "
Dirga mengambil kursi yang ada di situ dan duduk berhadapan dengan Presdir tersebut.
" nama saya Dirga Prananda. Nama bapak? "
" Na-nama saya Walian Suyono , Presdir Asean ID Group "
" jadi apa tujuan bapak ingin membunuh teman saya? "
" Ha-hanya persaingan bisnis. Tadinya saya ingin mengalahkan bisnis Maju Jaya Group "
" Ooh begitu. Saya tidak akan melibatkan polisi untuk masalah ini , tapi pak maaf kalau saya tidak sopan pada orang yang lebih tua. Kita harus berbisnis secara halal pak , agar hidup ini enak. Semuanya punya rezeki masing-masing , kalau bapak ingin mengalah Maju Jaya Group hanya karena ego sendiri. Itu hanya akan menghancurkan usaha bapak "
wejangan Dirga
" iya dek , maaf karena sudah merepotkan kamu selama ini "
" iya pak , saya juga minta maaf karena sudah tidak sopan menasehati anda "
" Dengan ini saya dengan nama Asean ID Group ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada dek Dirga dan Maju Jaya Group "
" Iya pak saya maafkan , sekarang bapak bereskan masalah dengan Maju Jaya Group dulu "
" iya dek , terimakasih atas wejangannya yang sudah membuka pikiran saya "
" ah , jangan gitu pak....yasudah saya pulang dulu "
__ADS_1
" mari saya antar sampai universitas "
Dirga mengangguk dan mereka berlima pun pergi ke parkiran untuk pulang ke asrama universitas menggunakan mobil Walian.