Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Teman Baru


__ADS_3

Mereka berdua pulang sekitar jam 20:00.


Karena takut para berandalan datang untuk mengganggu Putri , Dirga mengantar Putri kerumahnya terlebih dahulu.


Wajah Putri merona , keadaan mereka sangat canggung.


" I-ini , makasih banyak mas , sudah mau mengantar Putri " Putri membuka obrolan.


" Iya , tidak apa , aku hanya takut berandalan tadi mengganggu kamu "


Perjalanan mereka tampak aman sampai di depan rumah Putri.


" Baiklah , sudah sampai , aku pulang dulu "


" Iya mas , sekali lagi terimakasih banyak "


Dirga melambaikan tangan dan pergi dari situ. Dirga sudah menebak apa yang akan terjadi kedepannya. Benar saja , ia di cegat oleh berandalan tadi. Mereka tampak membawa senjata tumpul.


Senyuman yang sangat gembira terpampang jelas di wajah mereka karena mereka mengira akan menghajar Dirga sampai babak belur.


" Hajar dia !!! "


Semua orang maju mengeroyok Dirga.


Namun mereka tak tahu kalau Dirga bisa beladiri.


Bang!! Bruuuk!!! Tung!!


Terdengar dengan jelas suara pukulan di telinga , namun bukan Dirga yang terkena pukulan , melainkan para berandalan itu yang babak belur karena dihajar oleh Dirga.


" Ini tidak mungkin... " Ucap Rio yang tak percaya dengan apa yang ia lihat. [ Rio adalah orang yang menggangu Putri di Indomaret ]


Dirga mendekat kearah Rio. Rio panik ketakutan , kakinya lemas dan tidak dapat berdiri.


" Kumohon , jangan pukul aku.... "


Dirga tidak menjawab. Bukannya memukul Rio , ia malah mengulurkan tangannya untuk membantu Rio berdiri sembari berkata


" Jangan lakukan hal semacam ini ya...? "


Rio terkejut dengan tindakan Dirga. suaranya gemetar karena menahan tangis


" Ma-maafkan Sa-saya Ba-ng , Hiks "


" Iya , jangan lakukan kejahatan lagi lain kali...ayolah , kamu kan laki-laki , masa menangis "


Rio menyeka air matanya.


" Sudah-sudah , lebih baik kamu bantu teman-teman kamu yang kesakitan itu , aku mau pulang , besok masih harus kerja "


" Ba-baik bang , nama Abang siapa yah? "


" Nama ku Dirga Prananda "


" Oh bang Dirga , nama saya Rio Febrian "

__ADS_1


" Baiklah , aku pulang dulu , jangan ulangi kelakuan kalian hari ini "


Dirga pulang ke gudang pak RT untuk beristirahat. Sebelum , tidur ia menyambar handuk dan pergi membersihkan diri.


Dan ia pun merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk beristirahat.


Keesokan harinya seperti biasa , ia mandi dan pergi berlari pagi berkeliling desa , menyapa orang-orang disekitarnya dan pergi sarapan di warung Bu Wati.


" Bu Wati , seperti kemarin yah...? "


" siap dek Dirga "


Bu Wati segera menyiapkan pesanan yang Dirga minta.


Dirga melihat sekitar , tampak warung Bu Wati sangat bersih dan segar.


" Yahhh. Udah di bersihin , harusnya biar aku saja yang bersihin agar tidak bosan menunggu pesanan "


Ia menunggu pesanan yang ia pesan.


" Dek Dirga , ini pesanannya "


ucap Bu Wati sembari menyuguhkan kopi dan nasi goreng.


Dirga makan dengan lahab. Saat sedang makan , Dirga melihat wajah Bu Wati merengut karena melihat sesuatu , Dirga melihat kebelakangnya dan menyadari bahwa Rio datang ke Warung Bu Wati , melihat wajah Bu Wati yang merengut Dirga pun bertanya


" Kenapa Bu? "


" Ini , si Rio datang kesini , takutnya dia mau membuat masalah "


Rio masuk kedalam warung dan menyapa Dirga


" Assalamualaikum bang "


" Waalaikumsalam , Tumben pagi-pagi udah kesini , mau sarapan? "


" Iya bang , sekalian beresin urusan sama Bu Wati "


Bu Wati datang dan Rio langsung berdiri dan membungkukkan badannya


" Bu Wati !!! Saya minta maaf karena selama ini sudah banyak mengacau di warung ibu "


Bu Wati terkejut dengan tindakan Rio yang tidak biasa. " I-iya dek Rio , saya maafkan. Jadi dek Rio mau pesan apa? "


" Saya mau pesan Nasi goreng dan teh hangat nya Bu "


" siap dek "


Dirga dan Rio berbincang-bincang santai sambil makan.


" Nah , tindakan ini yang aku suka. Kalau ada salah , minta maaf sama yang di salahkan "


" iya bang , saya udah tobat , tapi kemampuan Abang semalam sih hebat banget. Belajar di mana bang? "


" Ah , itu aku diajarkan oleh ayah di kampung halaman "

__ADS_1


" Hebat sekali ayah kamu bang "


Setelah makan , Dirga melanjutkan lari paginya dan menuju ke tempat GymBro.


Disana sudah ada bang Irfan yang sedang berlatih. Ia menyapanya dan berlatih bersama.


" Assalamualaikum bang "


" Waalaikumsalam Dek Dirga , wah badan kamu bagus juga yah , ideal pula "


" Haha, bang Irfan bisa aja "


Sama seperti biasanya , mereka berlatih sambil berbincang-bincang santai.


Setelah 1 jam berlatih , Dirga menyudahi latihannya dan berpamitan dengan Bang Irfan


" Hah , bang saya duluan yah "


" Iya dek , hati-hati di jalan "


Dia pulang ke gudang pak RT dan mandi lagi untuk berangkat bekerja.


" Huh , sudah jam 10:50 , aku harus cepat " Gumam Dirga sembari berlari mengejar waktu yang mepet.


Sesampainya di Indomaret , ia melihat pria yang memakai baju Indomaret yang sama dengan Dirga , ia tidak terlalu mengenal orangnya karena dia baru bertemu hari ini.


Orang itu berbalik badan mendepani Dirga ,


ternyata dia adalah Rio yang baru masuk kerja di Indomaret. Rio menyapa Dirga


" Assalamualaikum bang "


" waalaikumsalam , Haha gini dong , kerja tuh yang berfaedah "


" Haha , iya bang. Ngomong-ngomong , pacar Abang mana? Kok belum Dateng...? "


" Pacar apanya....siapa yang kamu maksud? "


" itu lho yang aku goda kemarin , aku mau minta maaf sama dia "


Dirga menyadari bahwa itu adalah Putri.


" Belum datang "


Mereka berbincang-bincang di Indomaret itu karena masih sepi pelanggan.


Putri pun datang , ia menatap Rio dengan tatapan yang jengkel.


Menyadari Putri sudah datang , Rio bergegas mendekat dan meminta maaf


" Mbak , maaf atas kejadian kemarin , saya khilaf "


" Eh...? Ti-tidak apa "


Dirga mengacungkan jempol kearah Rio,

__ADS_1


dan momen itu berakhir saat pelanggan masuk ke Indomaret tersebut.


__ADS_2