
Sesampainya di universitas , ia memarkirkan mobilnya dan pergi ke asrama untuk beristirahat. Ia pergi mandi dan sholat Maghrib. Setelah selesai sholat di musholla universitas , ia pergi untuk makan malam. Disana sudah ramai teman-teman Dirga yang berkumpul untuk makan malam bersama di kantin.
Dirga pun duduk di samping Putri , karena hanya tempat itu yang tersisa.
" Assalamualaikum semua " sapa Dirga
" Waalaikumsalam mas/bos/bang " jawab teman-teman Dirga
Dirga pun memesan makanan yang biasa ia makan untuk makan malam. Semuanya tampak membicarakan pahlawan bayangan yang sedang Hits di medsos
" Mas mas , lihat deh. Orang ini hebat sekali , bisa menghindari peluru " ucap Putri sembari memperlihatkan Hp miliknya kepada Dirga
" iya , dia sungguh hebat " sahut Dirga sambil tersenyum
Pesanan Dirga akhirnya datang , dan mereka semua pun makan bersama-sama di tempat makan kampus tersebut. Sesudahnya makan malam , mereka semua kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat karena besok masih ada kelas yang harus di ikuti.
***
Di tempat lain
" Berita sampah !!! Siapa sebenarnya pahlawan bayangan ini? Bisa mengalahkan adikku? " ujar seorang pria yang membanting hpnya karena melihat berita tentang pahlawan bayangan
" akan aku cari identitas pahlawan tidak berguna ini dan membalaskan dendam adik "
***
Polisi juga sedang menyelidiki siapa sebenarnya pahlawan bayangan yang menyelamatkan pengunjung dari maut di perampokan bank waktu itu.
" Irjen!! Kami menemukan pakaian dan topeng yang di kenakan oleh pahlawan bayangan di area 2 "
" baiklah , selidiki lebih lanjut "
" siap Irjen!!! "
Mereka membawa pakaian serta topeng hitam tersebut ke kumpulan barang bukti yang mereka temukan.
" pahlawan bayangan ini memang hebat. Ck ck ck , harus di nobatkan sebagai pahlawan masyarakat juga ini " pikir Dayu
***
Di asrama , Dirga bangun dari tidurnya dan membangunkan Daniel beserta Rendi yang masih tertidur pulas.
" Hey , bangun. Sudah subuh "
" Hmm/Zzzz "
Dirga pergi membersihkan diri karena adzan subuh sudah berkumandang. Saat ia selesai mandi , Daniel dan Rendi juga sudah bangun dari tidurnya dan menyambar handuk untuk membersihkan diri.
" Kau dulu saja lah Ndi "
" Iya dah "
Dirga pun pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah , begitu juga dengan Daniel dan Rendi yang menyusul Dirga setelah mereka mandi. Seusainya Sholat dan membaca Al Qur'an , Dirga , Daniel dan Rendi pergi kembali ke asramanya untuk mengambil manset olahraga , karena mereka akan mengikuti sekolah militer seperti biasanya.
Rendi menggoda Dirga , karena bentuk tubuhnya yang sangat bagus dan ideal
" Wuuiiish , yang sixpack pasti kepelet. Ahai ahai " canda Rendi
__ADS_1
" Berisik , cepat bersiap. Kalau tidak akan kena hukuman yang lebih berat dari waktu aku di hukum "
" iya iya bos "
Mereka pun pergi kelapangan dan berbaris dengan rapi di sana , menunggu instruksi dari pelatih untuk memulai latihan mereka.
Setelah mengikuti pelatihan sekolah militer dan juga kelas lainnya sampai sore hari tiba. Putri berjalan kearah Dirga
" Mas , bisa antar Putri ke pusat perbelanjaan ga? Putri mau beli kerudung dan juga peralatan yang di suruh dosen "
" boleh , saya juga mau ke sana sekarang "
" kalau begitu ayo kita jalan "
Dirga dan Putri pergi ke parkiran untuk naik mobil menuju pusat perbelanjaan. Sesampainya di sana , Putri dan Dirga berkeliling untuk mencari barang yang mereka cari.
" Mas , kita berpisah dulu yah. Soalnya Putri mau ke situ " ucap Putri sambil menunjuk ke toko dalaman wanita
Dirga pun memalingkan wajahnya dan berkata dengan cepat
" Iya iya , sampai jumpa jam setengah 6 "
Putri tersenyum melihat ekspresi wajah Dirga yang memerah
" hihi , iya mas. Sampai jumpa "
Dirga dan Putri pun berpisah ke toko yang ingin di tuju masing-masing. Dirga pergi ke toko buku untuk membeli buku.
" Nah ini dia buku yang lagi trend. Sekarang tinggal menunggu Putri "
Dirga pergi ke kasir untuk membayar buku tersebut , setelah itu dia pergi ke kafe yang tak jauh dari tempat Putri membeli dalaman wanita.
[ Rio ]
Assalamualaikum bang Dirga
[ Dirga ]
Waalaikumsalam , tumben kamu chat saya. Ada apa?
[ Rio ]
Ini mas , ada berita gembira. Saya udah jadian sama Tasya
[ Dirga ]
Buset , bisa langsung sat set sat set gitu? Hebat juga kamu Rio
[ Rio ]
Haha , iya dong. Kalau tidak begitu akan di ambil orang
[ Dirga ]
Jaga dia baik-baik , jangan berbuat hal yang tidak-tidak sebelum menikah
[ Rio ]
__ADS_1
Siap bang , saya akan ingat pesan dari Abang
Dirga keasikan chatan sama Rio sampai menunjukkan pukul 6:40. Dirga menutup layar hpnya dan melihat sekitarnya. Lampu langit-langit kafe sudah menerangi area kafe tersebut yang berarti sudah masuk waktu magrib.
" Kenapa mbak Putri belum kembali juga? " gumam Dirga
" Mencurigakan. Pengen masuk ke tempat itu , tapi takut di kira mesum "
Dirga menunggunya lima menit lagi. Namun Putri tak kunjung keluar dari tempat tersebut.
Dirga akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan mendekati toko dalaman tersebut dan menggunakan Instingnya untuk mencari keberadaan Putri.
Ia merasakan Putri masih sibuk memilih pakaian dalam , namun tiba-tiba ada seorang wanita yang diam-diam mendekati Putri dari belakang. Dirga masih merasakan aura kehidupan mereka atau kata lainnya memantau pergerakan mereka.
Wanita tersebut menutup mulut dan hidung Putri dari belakang dengan menggunakan sapu tangan yang tampaknya sudah di campurkan dengan obat bius. Setelah pingsan , Putri di bawa kesebuah tempat yang lumayan agak jauh.
Dirga pun mengikuti pergerakan mereka dengan insting meski penggunaan insting yang terlalu lama akan membuat seluruh indra yang ada di dalam tubuh melemah.
Putri di bawah ke bagian lain dari gedung pusat perbelanjaan tersebut , tepat di belakang gedung , tempat yang terbengkalai.
" Pufffh. Mereka membawanya jauh juga " Gumam Dirga sambil muntah darah karena ia memakai instingnya terlalu lama. Dirga sebagai murid paling kuat di perguruan Pranandrat , bisa memakai instingnya selama 10 menit dalam mode mengintai. Jika lewat dari itu , ia akan muntah darah , sesak , kepala yang sakit dan juga telinga yang berdengung karena gendang telinganya juga sudah tak kuat menggunakan insting dalam mode mengintai.
Tapi dalam mode bertarung , Insting dan juga refleks di gabung menjadi satu sehingga pergerakan bisa membuat insting bertahan beriringan dengan refleks.
Dirga pun berhenti menggunakan Instingnya dan beristirahat sejenak sambil memperhatikan gerak-gerik penculik tadi.
" hah , melatih insting memang sangat sulit dan berbahaya " gumamnya
setelah beberapa menit istirahat , ia melanjutkan misinya untuk menyelamatkan Putri yang di culik. menggunakan Instingnya kembali untuk merasakan apa saja peralatan yang di bawa oleh penculik.
" Mereka membawa pistol dan senjata tajam di saku mereka. Penculik berjumlah 5 orang , 1 orang menjaga Putri dan lainnya menjaga sekitar. Pufffh "
Dirga memulai langkah aktif untuk menyerang secara diam-diam para penculik tersebut.
Paaak!!!
Satu dari lima penculik sudah berhasil di lumpuhkan , Dirga seperti biasa melepaskan semua persenjataannya yang penculik itu miliki.
Lanjut ke target kedua
Bang!!!
" nice , tiga lagi "
Dirga ingin menyerang satu lagi secara diam-diam , tapi Dirga tanpa sengaja menendang pisau penculik yang ia taru di lantai.
" Aduh , Dirga kamu bodoh banget!! " Gumam Dirga dalam hati
Semua penculik masuk ke mode waspada dan menarik senjata api mereka. Menyadari bahwa dua teman mereka hilang , mereka menjadi sangat waspada.
Dirga pun akhirnya menampakkan dirinya di depan para penculik sambil mengangkat tangan.
" haish , terpaksa pakai kekerasan " pikir Dirga
" Siapa kau!!? " tanya salah satu penculik
Tanpa mengatakan sepatah kata pun , Dirga menghilang dari pandangan penculik dan melumpuhkan keduanya dalam sekejap mata.
__ADS_1
" huh , akhirnya beres juga " ucap Dirga
Ia melepaskan ikatan Putri yang masih tak sadarkan diri dari pingsannya dan membawanya pergi dari tempat terbengkalai tersebut , pergi ke parkiran untuk pulang menggunakan mobil.