Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Reunian


__ADS_3

Sesampainya di desa Seuring , ia sampai sekitar jam 11:30 siang. Hal yang pertama Dirga kunjungi adalah rumah orang tua tentunya. Ia memarkirkan mobilnya di balai desa dan segera pergi ke rumah orangtuanya.


Disana Dirga melihat ayahnya yang sedang ngopi di depan rumah , menunggu adzan Dzuhur berkumandang.


" assalamualaikum yah "


" Eh? Waalaikumsalam. Kok sudah balik lagi? Bolos kelas yah...? "


" nggak kok. Hari ini dan besok tidak ada kelas , jadi bisa santai dulu yah. Kebetulan temen-temen SMA ngadain reunian "


" ooh , gitu. Yasudah ayo masuk dulu , taruh barangnya di dalam "


Dirga mengangguk dan membawa tas yang berisikan baju salinan kedalam rumah.


" assalamualaikum ibu "


" Eh? Dirga? Waalaikumsalam , ayo duduk dulu. Kita makan "


" wah , enak banget ini "


" hihi , iya. Ini juga karena uang yang kamu kirimkan , jumlahnya tidak masuk akal nak "


" Haha , tenang saja ibu. Uang itu halal "


" Oh ya nak. Ibu sudah berencana membangun sebuah peternakan di belakang rumah kita. Karena kebetulan kosong dan juga lumayan luas , jadi ibu beli menggunakan uang itu "


" tidak apa , semuanya terserah ibu. Dirga mau makan dulu "


Dirga memakan masakan ibunya dengan lahab. Seusai makan , adzan Dzuhur pun berkumandang. Dirga bersiap-siap memakai kain dan pecinya dan pergi ke mushola bersama ayahnya.


Setelah selesai sholat , mereka berdua pulang ke rumah. Mereka berdua berpas-pasan dengan Nadila yang juga ingin pergi ke rumah Dirga.


" Assalamualaikum mbak Nadila "


" Eh? Waalaikumsalam mas. Kebetulan saya mau ngasih kabar ngumpulnya kapan. Katanya ngumpulnya setelah sholat ashar di taman Kaliageng "


" ooh , iya dah mbak "


" iya mas , saya pamit pulang dulu assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


Dirga melanjutkan perjalanan pulang bersama ayahnya , ayahnya tampak senyum-senyum sendiri. melihat hal itu , Dirga pun bertanya kenapa


" Ayah kenapa senyum-senyum? "


" ah , tidak apa-apa "


Di rumah. Karena ngumpulnya setelah sholat ashar , Dirga pergi tidur.


***


Di tempat lain


" kalah lagi !!? "


" maaf bos , pahlawan bayangan ini sangat kuat dan susah untuk terdeteksi "


" payah!!! Tapi tidak apa , kita sudah mendapatkan identitas aslinya "


" iya bos , kita bisa dengan leluasa untuk mengancamnya "


" Hahaha , bagus kalau begitu "


***


Singkat cerita. Setelah Dirga sholat ashar , ia bersiap-siap untuk menghadiri acara Reunian Alumni SMA nya. Ia berpamitan kepada orangtuanya dan pergi ke tempat yang dimaksud , yaitu taman Kaliageng.


Dirga tidak menggunakan mobilnya karena tempatnya juga dekat. Ia berjalan santai sambil mengingat kembali saat-saat masih SMA.

__ADS_1


***


Dahulu ia sering belajar bersama dengan Dimas di taman Kaliageng itu. Kadang kala mereka juga makan dan ngobrol di tempat itu untuk melepas pusingnya pelajaran sekolah.


Dirga pernah di buli di tempat itu oleh murid kelas lain karena terlihat lemah dimata mereka sekolahnya. Pada saat itu Dimas lah yang menolongnya mengusir para pembuli.


" Dirga , kamu sungguh hebat. Bisa menuruti perintah guru meskipun harus di pukuli seperti ini " sanjung Dimas sambil membantu Dirga berdiri


" Yah , ini juga bukan karena di suruh guru tapi juga karena disuruh oleh ayah sendiri. Aku tidak bisa melanggar apa yang di katakan orang tua "


" yah , kamu memang hebat "


***


Dirga terus mengingat hal itu di jalan. Dan akhirnya ia pun sampai di taman Kaliageng. Disana sudah ada Nadila yang sedang mengobrol dengan yang lain. Dirga pun menghampiri mereka dan menyapa semuanya


" Assalamualaikum semuanya "


" Waalaikumsalam " jawab mereka serentak


Mereka semua menatap kearah Dirga dan mulai berbisik.


" Eh? kalian kenapa bisik-bisik gitu? " ucap Dirga bingung


Nadila beranjak dari duduknya dan mulai menjelaskan sesuatu kepada yang lain


" Guys , aku kenalin dulu. Ini adalah Dirga , murid terpintar sekolah kita dulu "


Mereka tampak terkejut


" Ini bener Dirga? Kok beda jauh banget " ujar salah satu teman Dirga bernama Diana Sera


" Iya bener , jauh banget kayak dulu " ucap Zikrillah , teman Dirga juga


" ah kalian ini. Waktu terus berjalan , sekarang aku sudah berubah "


Dirga pun duduk di alas karpet merah tersebut.


Mereka semua ngobrol-ngobrol sambil menunggu Dimas yang belum datang. Selang beberapa menit kemudian , Dimas akhirnya datang sambil membawa banyak makanan.


" nah , ini dia yang aku tunggu " ujar Wira Ananda


" Guys , makanannya udah jadi ini. Ayo kita makan bareng " ucap Dimas.


Mereka semua bergembira di tempat itu sambil makan-makan. Salah satu teman sekelas Dirga bernama Agus Salim mulai membuka obrolan


" Eh , ceritain dong apa yang terjadi setelah lulus SMA "


Zikrillah mengangguk menanggapi perkataan Agus


" Yasudah. mulai dari kamu dulu " ujar Zikrillah


" ok. Aku setelah lulus , kuliah sambil kerja di tempat ayah ku " ucap Agus


" kalau aku hampir sama kayak Agus , kuliah sambil kerja " ucap Nadila


" Kalau kamu Wir? Jangan makan mulu "


" Hmmm , kalau aku masuk militer. Sekarang masih pelatihan , aslidah latihannya keras banget gila. Makanannya aja ular yang masih hidup , daun , rumput. Ck Ck , pokoknya mah mimpi buruk deh "


" haha , pantas saja kau sangat lahab sekarang "


Semuanya menceritakan tentang kehidupan mereka pada saat sesudah lulus SMA. Begitu juga dengan Dirga yang bercerita tentang ia yang merantau ke desa Curuguyang dan pergi kuliah.


Mereka Bersenang-senang disana , ada juga yang meminta maaf kepada Dirga karena kelakuannya di masa SMA. Dirga memaafkan mereka dengan senang hati.


Saat sedang berbincang-bincang santai , tiba-tiba hp Dirga berdering


" Bentar , mau angkat telpon dulu "

__ADS_1


" iya dah "


Dirga menjauh dari kerumunan tersebut dan mengangkat panggilan yang berasal dari Dayu.


[ Dayu ]


Assalamualaikum mas Dirga


[ Dirga ]


Waalaikumsalam pak , ada apa yah?


[ Dayu ]


Ini mas , saya berhasil mendapatkan informasi lagi. Ingin membicarakannya dengan mas Dirga


[ Dirga ]


Iya pak , tapi saya tidak bisa hari ini. Besok baru bisa pak , soalnya saya lagi ada di kampung halaman


[ Dayu ]


Iya mas , Besok waktunya seperti yang kemarin saja mas


[ Dirga ]


Iya pak , kalau begitu assalamualaikum


[ Dayu ]


Waalaikumsalam


Dayu menutup telponnya.


Dirga kembali ke tempat teman-temannya berada dan melanjutkan reunian mereka. Setelah selesai , mereka semua membersihkan area taman tersebut dari sampah.


Setelah selesai , mereka semua pamit dan pulang ke rumah masing-masing. Dirga pulang bersama Nadila dan Dimas karena kebetulan rumah mereka masih satu arah.


Dirga pun berpamitan dengan Dimas dan Nadila karena sudah sampai rumah


" kalian hati-hati dijalan " ujar Dirga


" Iya. sampai jumpa "


Dirga melambaikan tangannya dan masuk kerumahnya untuk beristirahat karena besok sudah harus berangkat ke kampus lagi.


Malam hari pun tiba. Setelah Dirga membereskan barang-barangnya , ia berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk kembali ke kampus


" Nak , hati-hati dijalan yah. Jangan memaksakan diri kalau sudah ngantuk " ucap Mina


" iya ibu "


Suryanto tampak sedang mengambil sesuatu di dalam kamarnya. Saat keluar , ia membawa kotak kecil yang tampaknya berisikan cincin.


" Nak , bawa ini "


" hm? Apa ini yah? "


" itu cincin , sekarang kamu sudah dewasa dan bisa menggunakannya. Pakailah saat di perjalanan "


" baik ayah "


Setelah mencium tangan ayah dan ibunya , Dirga pergi ke balai desa untuk menaiki mobilnya. Di depan rumah pak Gusdi juga sudah ada Nadila yang menunggu Dirga untuk menjemputnya.


" Mas Dirga " panggil Nadila kepada Dirga


" iya mbak , ayo kita jalan ke rumah Dimas "


" ayo "

__ADS_1


Dirga juga menjemput Dimas sekalian ke pusat kota Purnamasari karena Dimas bilang ada pekerjaan disana.


Setelah menjemput mereka berdua , Dirga menyalakan mobilnya dan mengeluarkannya dari parkiran. Dan mereka pun berjalan kembali menuju kota Purnamasari.


__ADS_2