
Keesokan harinya. Seperti biasa , Dirga mengikuti kelas dengan sungguh-sungguh.
Begitu juga dengan Putri. Mentor bilang kalau ada yang menyabotase CCTV kampus , hampir di semua tempat CCTV - nya mati karena di sabotase
" ini pasti ulah mereka " pikir Dirga
Ratu sedang mengurus urusannya bersama polisi di kantor polres. Saat kelas Putri dan Dirga beres , mereka berdua pergi ke tempat makan untuk makan malam. Disana juga sudah ada Ratu yang tampak bimbang.
Putri menyapanya
" Assalamualaikum mbak Ratu "
" eh , waalaikumsalam mbak
Putri , mas Dirga "
" lagi mikirin apa sih Tu. Bengong begitu? "
" Ini , orang tua saya minta mas Dirga untuk datang ke rumah. Di pusat kota Purnamasari "
" Ooh gitu "
Putri melirik kearah Dirga
" Gimana mas? "
" Saat ga ada kelas , aku bisa-bisa aja "
" Bukannya besok tidak ada kelas mas? "
ujar Putri
" Hm , yaudah. Besok bisa , emangnya kenapa orang tua kamu mau ketemu? "
" Ga tau mas. Katanya mau bicara "
" Kok Dejavu yah? " pikir Dirga
Mereka pun makan malam disana. Setelah makan malam , mereka semua balik ke asrama masing-masing untuk beristirahat , kebetulan Daniel dan Rendi berpas-pasan dengan Dirga , Putri dan Ratu.
Daniel berbisik kepada Dirga
" bos , mereka datang lagi. Kali ini lebih banyak dari kemarin , di tambah mereka sepertinya membawa senjata api dan alat sabotase pintu "
" Tenang , bersikap biasa saja dulu. Kita pergi ke ruangan taekwondo untuk bicara "
Mereka berlima beralih ke ruang taekwondo untuk membuat rencana
" Haish , mereka semakin banyak saja. Jadi gimana ini bos "
" kalau mereka tidak memiliki senjata api , ini akan lebih mudah. Aku takut kalau kalian membuat sedikit kesalahan nanti malah menjadi pemicu menembakan "
" kau masih tidak percaya dengan kemampuan kami bos? "
" bukan begitu. Ini mah takutnya saja. Baiklah , kalau kalian memang percaya dengan kemampuan kalian. Nanti malam kita jalankan rencana seperti kemarin. Mbak-mbak sekalian nanti aku akan berada di kamar kalian. karena mereka punya Pick Lock , takutnya mereka langsung masuk ke kamar "
" iya mas , kami ikut apa yang di katakan mas aja "
Mereka pun pergi ke tempat masing-masing. Dirga pergi ke kamar Putri untuk menjaga Putri dan Ratu , sekaligus mengarahkan Daniel dan Rendi dari jauh.
Lita bingung karena Dirga masuk ke kamar mereka dengan wajah biasa saja
" apa yang mau kau lakukan !!? "
Lita melempar bantal kearah Dirga
Putri berusaha menengahi
" Tenang Lita , mas Dirga nggak ngapa-ngapain kok. Yang ada malah mas Dirga sedang melindungi kita "
Putri pun mulai menceritakan apa yang terjadi sekarang kepada Lita
" Oh gitu , maaf mas Dirga. Lita sudah salah paham sama mas "
__ADS_1
" iya , kamu jangan bicara tentang hal ini dengan siapa pun. Masalahnya ini adalah pembunuh kelas kakap. Takutnya kalau kamu memberitahu dekan , dekan akan melaporkan ini ke polisi dan pastinya akan ada pertumpahan darah "
" iya mas , Lita paham "
Dirga pun menelpon Rendi yang sekarang berada di kamar asrama putra
[ Dirga ]
Halo , kalian sudah siap?
[ Rendi ]
Siap bos , always ready
[ Dirga ]
jangan lupa pakai sarung tangan karet , ingat untuk bertindak seperti ninja
[ Rendi ]
Baik bos
[ Dirga ]
Baiklah , aku tutup telpon nya , tunggu sampai malam hari tiba. Para wanita sudah ada di kendali , mereka tidak bisa melukainya
[ Rendi ]
baik bos
Dirga menutup telponnya. Beberapa jam akhirnya berlalu. Aksi dimulai dari Rendi yang pergi ke tempat parkir secara mengendap-endap untuk memeriksa ada orang atau senjata lagi tidak.
Daniel mengamati posisi musuh dari atap asrama seperti ninja. Setelah diamati , terdapat 12 musuh yang tersebar di beberapa tempat.
" baiklah , kita mulai dari tempat dimana mereka berdempet dulu. Gedung penyiaran Informasi "
pikir Daniel
Daniel pergi ke tempat penyiaran informasi kampus. Terlihat 4 orang sedang berjaga di pintu ruang utama penyiaran. Dengan cepat , Daniel melumpuhkan mereka dari belakang.
" Huh , hampir saja "
ucap Daniel lega
Sementara itu di tempat Rendi , ia berusaha mengendap-endap mendekati mobil yang menurutnya mencurigakan. Ia melihat 2 orang yang sedang berdiri di mobil BMW ZX12 seperti sedang berjaga.
Rendi mengendap-endap dengan hati-hati untuk mendekati musuh yang ada di depannya. Ia langsung memukul pundak musuh yang membuatnya pingsan.
" Bos ada-ada saja yah , dia meminta kita untuk membunuh target dan juga sekaligus meretas data perusahaan Maju Jaya "
Menyadari temannya tidak ada di sisi mobil satunya , ia mengambil posisi sigap waspada sambil memegang pistolnya.
Ia mengobservasi sekitar mobil.
Tiba-tiba ia dikagetkan dengan tendangan seseorang yang tepat mengarah ke pistol yang ia pegang , membuat pistol tersebut terlempar jauh.
" Haish , setidaknya biarkan kita bersenang-senang sebentar , jangan menggunakan senjata. Kita beradu pukul saja lah kawan "
tanpa berpikir panjang , musuh menyerang Rendi dengan teknik Wingchun. Untungnya Rendi juga bisa Wingchun , dan mereka pun beradu pukulan di parkiran tersebut
Baaak!!! Buuuk!!!! Baaang!!!
Kalah cepat dengan Rendi , musuh akhirnya di lempar kearah pintu mobil yang membuat pintunya penyok dan kacanya pecah
Bang!!! Praaang!!!!
Ia pun tak sadarkan diri. Rendi mulai menyabotase semua senjata dan juga mobil BMW ZX12 tersebut. Setelah di Sabotase , Rendi mengabari kejadiannya kepada Dirga
[ Rendi ]
Halo bos , mereka membawa senjata dan alat-alat seperti koper yang berisi teropong dan pick lock untuk membobol. Aku sudah menyabotase dan mengamankan semua nya termasuk racun yang ada di dalam penutup wajah musuh
[ Dirga ]
__ADS_1
Kerja bagus , jaga mereka. Kalau bisa kamu interogasi mereka , jangan gunakan kekerasan untuk interogasi.
Kelitikin aja coba
[ Rendi ]
Haha , bos bisa aja. Aku tutup dulu
Rendi menutup telponnya.
Berpindah ke tempat Daniel. Daniel membuka pintu utama ruang penyiaran Informasi.
Tampak seseorang sedang mengotak-atik komputer yang ada di sana , orang itu adalah Hacker kelas kakap.
Daniel mengendap-endap mendekatinya dan langsung melumpuhkan Hacker tersebut dengan mudah.
" Haish. Untung saja aku melihat arah CCTV disini , jadinya pergerakanku tidak terlihat "
pikir Daniel.
" Ya Allah , lupa. Yang luar belum selesai. Harus buru-buru ini "
Daniel buru-buru menyabotase senjata , mengikat mereka semua termasuk si Hacker dan juga melepaskan racun bunuh diri si Hacker dan musuh lainnya dan juga sekalian mengambil gambar yang ada di komputer.
Di tempat Dirga. Suara pintu yang tampaknya sedang di buka menggunakan Pick Lock terdengar di telinga.
" Kalian masuk ke kamar tidur , biar aku yang urus mereka " Perintah Dirga
Para cewe buru-buru bersembunyi di bawah kasur dan di dalam selimut.
Greg!!
Pintu terbuka , Dirga langsung mengambil tindakan cepat melumpuhkan musuh yang masuk.
Sruug!! Plak!!! Buuuk!!!! Bang!!!!
Dirga menghajar setidaknya 6 orang sekaligus , serangan sangat akurat mengarah ke pundak dan leher agar mereka semua pingsan. Gerakannya sangat terkoordinasi , ia tidak memberikan para musuh kesempatan untuk melakukan perlawanan.
" Huh , selesai "
Dirga mengikat mereka semua dan menyeretnya ke belakang asrama putri.
Dirga menelpon Daniel dan Rendi
[ Dirga ]
Kalian , bawa tangkapan kalian ke belakang asrama putri
[ Daniel - Rendi ]
Baik bos
Setelah mengumpulkan tangkapan mereka.
Ratu menelpon polisi untuk mengurus tangkapan Dirga , Daniel dan Rendi. Polisi datang dengan membawa para anggotanya , mereka menyeret penjahat tersebut masuk ke mobil.
" Ini , saya sangat berterimakasih kepada mas Dirga dan teman-temannya. Kenapa kalian tidak menelepon kami? Kami akan membantu kalian "
" Gini pak , saya tidak sempat menelpon polisi karena mereka sudah beraksi dari tadi siang. Mereka memata-matai kami , ditambah juga mereka membawa senjata api dan tajam. Takut nya ada pertumpahan darah disini , melihat jumlah mereka yang
lumayan banyak "
" Baiklah , terimakasih atas bantuannya mas Dirga karena sudah membantu tugas kami lagi. Kalian sebaiknya beristirahat , serahkan selanjutnya pada kami "
" tunggu pak , saya ada foto. Barangkali berguna untuk penyelidikan "
Ucap Daniel sembari mengambil HP dari sakunya
Dia menunjukkan sebuah foto layar komputer yang terdapat data-data yang identik dengan Hack data sebuah perusahaan.
" Ini sangat membantu bagi penyelidikan mas , terimakasih atas fotonya. Ini nomor saya , nanti mas kirim ke saya saja fotonya "
" iya pak "
__ADS_1
Setelah kejadian panjang , akhirnya mereka semua kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat
" udah-udah , bubar "