Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Sekolah Militer Yang ' Peace Mode '


__ADS_3

Sesampainya di rumah Putri , Dirga menaruh barang-barangnya di kamar tamu.


" Bu , maaf sudah merepotkan "


" Gapapa nak , ga ngerepotin kok "


Dirga tersenyum


" saya keluar dulu yah , mau bertemu dengan Rio "


" iya mas , hati-hati dijalan "


Dirga pun pergi untuk menemui Rio yang sepertinya sedang ada di supermarket , disana ada Dimas juga yang sedang berbelanja. Dirga menyapa mereka berdua


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab mereka berdua serentak


" eh? Kamu lagi belanja , Dim? "


" iya nih , cemilan doang sih "


" Wah , kalian berdua saling kenal? "


Rio masuk ke obrolan


" Iya , dia namanya Dimas , temen SMA ku dulu "


" Ooh , gitu. Bang Dimas juga merantau ke sini? "


" iya nih , nyari uang juga. Katanya disini bisa dapet kerjaan dengan mudah kalau kita punya niat "


" yah begitulah. Oh yah , aku besok mau berangkat Dim , Kuliah "


" yaudah , hati-hati aja "


" Rio , titip rumah ku , yah? Sekarang masih di selidiki sih. Jadi kalau ada apa-apa , polisi bakal mendatangi kamu "


" Ga ada masalah bang , always ready saya mah "


" sip dah. aku beli coklat ini dua "


Rio mengangguk dan melayani Dirga seperti pelanggan pada umumnya. Keesokan harinya setelah sholat subuh dan membaca Al Qur'an , Dirga dan Putri mengambil barang-barangnya untuk bersiap berangkat.


Putri mencium tangan ibunya , begitu juga dengan Dirga yang mencium tangan Bu Tuti.


Bu Tuti berbisik kepada Dirga


" nak Dirga , jaga anak saya baik-baik yah? "


" Iya Bu , aman pokoknya mah "


Dirga pun membawa barang-barangnya dan berangkat ke Halte bus bersama Putri.


" Udah ga ada yang kelupaan kan mbak? "


" udah semua kok mas "


Bus pun datang , mereka berdua masuk kedalam bus dan duduk bersebelahan. Putri meminta untuk bisa duduk di samping jendela , karena ia ingin melihat pemandangan sepanjang perjalanan.


Bus pun berjalan , Putri tampak bersemangat melihat pemandangan. Sedangkan Dirga memasang Earphone untuk mendengarkan musik. Saat tiba di halte berikutnya , seseorang yang tampak mencurigakan masuk kedalam bus dan berjalan menuju tempat paling belakang.


Dirga sudah menyadari bahwa orang itu adalah pencopet. Dirga membiarkan pencopet itu untuk senang terlebih dahulu.


Setibanya di halte tempat dimana Dirga dan Putri turun , Dirga berbicara kepada para penumpang lain.


" Maaf semuanya , saya hanya ingin mengingatkan agar anda menjaga dompet ataupun sesuatu yang ada di saku anda "


Para penumpang mengecek saku masing-masing


" Hey , uang ku hilang!? "


" ya , dompet ku juga hilang!! "


" HP ku juga!! "


Pencopet mulai panik


" baiklah , karena ada banyak barang yang hilang , saya akan menunjukkan siapa pelakunya "

__ADS_1


Dirga mulai berjalan ke kursi paling belakang.


Dirga menarik baju pencopet tersebut dan membawanya ke depan.


" A-apa yang kau lakukan!!? "


tanya pencopet itu panik


Dirga tidak menjawab dan terus menarik pencopet tersebut ke depan. Dirga merogoh saku dari pencopet tersebut


" ini hp siapa? "


Seorang penumpang mengangkat tangan dan maju ke depan.


" ayo yang lainnya , biar cepat "


Semua pun maju dan merogoh kantong celana dan baju dari pencopet tersebut. Setelah beberapa menit , semua barang akhirnya di kembalikan. Dirga membawa copet tersebut ke luar , begitu juga dengan Putri yang ikut keluar. Dirga menyerahkan pencopet tersebut kepada Satpam setempat yang berjaga.


" pak , dia pencopet. Semua penumpang bus menjadi saksi kalau dia adalah pencopet "


" Ba-baik , terimakasih atas kerjasamanya "


Setelah selesai mengurus pencopet , Dirga dan Putri pun pergi ke kampus menggunakan taksi.


" mas tadi hebat banget , bisa tahu pencopetnya siapa "


" haha , hanya hal kecil. Kamu juga harus berhati-hati dan waspada akan barang bawaanmu dan juga sekitar , jangan sampai lengah seperti tadi "


" iya mas , lain kali Putri bakal lebih hati-hati "


Sesampainya di kampus , ada banyak sekali anak baru yang masuk universitas. Kordinator bilang agar anak anak baru langsung saja pergi ke asrama untuk beristirahat , besoknya lanjut orientasi ke di kelas masing-masing.


" Sampai ketemu lagi mbak Putri "


" iya mas "


Mereka berdua berpisah , Dirga pergi ke asrama putra untuk beristirahat di kamar yang sudah di tentukan oleh kordinator. Saat Dirga membuka pintu kamarnya , didalam sudah ada teman sekamarnya.


" kayak kenal dengan mereka berdua nih..."


pikir Dirga


" assalamualaikum "


Mereka berdua melirik kearah Dirga dan menjawab salamnya dengan serentak


" Waalaikumsalam "


" Loh kamu? "


" kok kamu disini? "


" kok bisa kebetulan begini? "


Mereka bertiga saling menunjukkan satu sama lain. Mereka pun tertawa karena bisa mengalami kejadian yang aneh seperti ini.


dua adik seperguruan Dirga bernama Daniel Mananta dan Rendi Hidayat.


Dirga menaruh barang-barangnya di lemari dan lanjut mengobrol dengan mereka berdua.


" Kok ada bos disini? , gimana kabar guru?. Ga mungkin sakit kan? "


ucap Rendi membuka obrolan


" Ayah sehat kok "


" Ini sih sebuah kebetulan. Kemampuan bos sepertinya lebih kuat dari yang


lima tahun lalu "


" Haha , sekarang sudah kuliah , kau mau membandingkan ku saat masih SMP? "


" nanti kita uji saja , saat sudah selesai orientasi besok. Di ruang klub taekwondo "


" ok lah , aku juga mau melihat kemampuan Abang seperguruan ku ini. Mungkin kita bisa.... "


" ah , kalian berlebihan "


" gimana sekarang bos? Ekonomi udah membaik? Aku masih berharap perguruan Pranandrat akan di buka kembali "

__ADS_1


" sudahlah , lupakan masa lalu itu , ayah sudah tua , generasi sekarang juga tidak sebaik dulu. Alias pada pemales dan ga mau cape kayak kita waktu dulu. Ayah mengajarkan kalian dari kalian kelas 3 SD. mana ada anak zaman sekarang yang seperti kita "


" kau benar bos , sayang sekali "


" sudah lah , aku mau istirahat. Kalian berdua beresin barang-barang yang lainnya "


" siap bos "


Keesokan harinya , Dirga masuk kelas yang sudah di tetapkan oleh kordinator. Ternyata disana juga ada Putri yang sekelas dengan Dirga , Rendi dan Daniel beda kelas dengan Dirga. Dirga duduk bersama Putri


" Mentornya belum datang yah mbak? "


" belum mas "


Setelah beberapa menit akhirnya , mentor pun masuk kelas , ia menyuruh semuanya untuk duduk.


" baiklah anak-anak , sekarang adalah sesi perkenalan kalian. Dimulai dari saya , nama saya Mustika ratu. Dan selanjutnya dimulai dari yang paling kiri "


Sesi perkenalan pun dimulai , Dirga menunggu gilirannya untuk memperkenalkan diri setelah Putri , karena Dirga duduk di sebelah kirinya Putri.


" nama saya Putri Wulandari , mohon bantuannya yah...? "


" nama saya Dirga Prananda , mohon bantuannya tahun ini dan seterusnya "


Tatapan iri langsung mengarah kepada Dirga.


" sial , dia duduk di samping mbak Putri "


" iri sekali "


Sesi perkenalan dilanjutkan. Saat sesi perkenalan selesai , mentor Mustika menjelaskan aturan dan larangan kampus , dan juga soal sekolah militer selama sebulan , yang akan di latih oleh Alumnus.


" yang ngelatih kali ini sangat profesional , dan sudah mengalami kejadian hidup mati di Medan perang "


Para siswa berbisik


" Kau pikir itu benar atau tidak? "


" Tidak mungkin "


Dirga hanya diam saja


" Di mohon untuk para mahasiswa baru untuk menunju lapangan. Alumnus universitas sudah datang untuk mengajar sekolah militer selama sebulan. Sekali lagi di mohon untuk......."


Suara pemberitahuan kepada mahasiswa baru untuk segera menuju ke lapangan kampus.


" baiklah , karena sudah di panggil , kalian cepat pergi kelapangan untuk mengikuti pelatihan "


semua pun pergi kelapangan kampus , saat sudah di tempat. Semua berbaris meski pada kelihatan tidak serius dalam mengikuti pelatihan ini. Di samping kanan dan kiri Dirga ada Daniel dan Rendi


" Bos , menurut kamu , apakah benar yang ngelatih kita sudah pernah berada di Medan Tempur? "


tanya Rendi berbisik


" aku tidak tahu "


" ya , tapi mau latihan fisik bagaimana pun itu , kita pasti bisa karena sudah terbiasa "


" hm , benar yang kau katakan "


Saat melihat ke barisan lain , Dirga baru menyadari kalau Hendra juga masuk kuliah di universitas Weyangdarma. Wajahnya tampak sudah berubah dari yang tadinya dingin , sekarang agak hangat di lihat.


Pelatihan pun berbicara


" Baiklah , sebenarnya aku malas melatih kalian yang hanya seorang anak dalam kandang. Tidak mengenal kerasnya dunia luar , tapi aku menyempatkan waktu untuk melatih kalian sedikit. Jangan harap karena kalian anak orang penting , aku tidak akan keras melatih kalian. Di mata ku semuanya sama. Hanya seorang anak dalam kandang "


" Hm , pelatih ini sangat profesional "


pikir Dirga


" kita mulai dari Push-up 10x10 , setelah itu kita lanjut ke Sit-up dengan jumlah yang sama. Dimulai dari sekarang "


Para mahasiswa baru mengikuti perintah dari pelatih. Namun , jangankan seratus , bahkan hanya ada sedikit orang yang mencapai 50.


" cih , segini mah , masih peace mode "


ucap Daniel


Mereka bertiga Push-up dengan cepat , tak sampai 3 menit , mereka bertiga sudah bisa Push-up 100 kali tanpa keringat

__ADS_1


__ADS_2