
" bagi yang sudah , selanjutnya adalah lari 10 putaran di lapangan "
ujar pelatih
" gila , apa dia monster!!? "
Para mahasiswa tidak setuju dengan hal itu , karena mereka memang lemah
" jadi kita lomba. Yang bisa selesai pertama 10 kali putaran ini harus mentraktir makan "
" iya dah bos , siapa takut. Aku juga ingin lihat stamina bos seperti apa "
Dalam hitungan ketiga , mereka bertiga berlari dengan sangat cepat. Ternyata Hendra juga ikut berlari bersama mereka meski kecepatan mereka sangat berbeda jauh.
Baru selesai 7 putaran , Daniel dan Rendi sudah ngos-ngosan. Hanya Dirga saja yang masih tenang berlari tanpa kendala.
" hm , bocah ini boleh juga "
gumam pelatih
Dan akhirnya , sepuluh putaran berhasil dilalui oleh mereka bertiga. Yang menjadi juaranya sudah jelas adalah Dirga.
" Haha , kalian masih saja lebih lemah dariku. Setelah selesai , kalian harus mentraktir ku makan , oke? "
" Hosh , Hosh. Iya bos. Hosh "
" Uhuk , Uhuk. Stamina bos sangat kuat "
" Sudah cape? Habis ini ada Pull-up sampai 100 lho. Semangat dong "
" Kalian bertiga!!! Jangan ngobrol , ayo cepat lanjutkan latihan kalian!! "
pekik pelatih
Mereka bertiga pun melanjutkan pelatihan sampai tak terasa hari sudah menjadi sore hari. Dirga , Rendi dan Daniel sedang menunggu para murid yang tersisa di lapangan untuk ikut berbaris bersama yang sudah selesai.
" bagus untuk hari ini. Besok jangan sampai terlambat. Yang terlambat akan di kalikan 2 latihannya "
" siap! "
jawab mereka serentak
Semua pun bubar , Dirga pergi bersama Daniel dan Rendi untuk makan di tempat makan
" bos mau pesan apa? "
" aku mau menu top di sini "
" aku mau Sate kambing nya "
" oke. BU , MENU TOPNYA SAMA SATE KAMBINGNYA SAMA GADO-GADO NYA SATU SEMUA!!! "
" siap dek "
Sambil menunggu makanannya Dirga berbincang-bincang santai dengan Rendi dan Daniel. Ternyata Putri juga datang ke makan itu bersama teman sekamarnya.
" lho? Mas Dirga juga lagi nyari makanan? "
" iya mbak , gimana tadi latihannya? "
" cape mas , Putri ga kuat "
Dirga tersenyum. Melihat hubungan antara Dirga dan Putri , Daniel dan Rendi pun menatap satu sama lain dan tersenyum seperti sedang memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
Dirga pun bertanya
" kalian berdua kenapa? "
" nggak kok. Nieeeh , pesan kita sudah siap bos "
Temen Putri penasaran dengan pria yang tampak akrab dengan Putri itu , lalu mereka pun menebak-nebak
" Put , itu pacar yah? "
wajah Putri memerah
__ADS_1
" ih , apaan sih. Ini namanya mas Dirga Prananda "
Putri terdiam sejenak dan melanjutkan perkataannya
" mas , ini namanya Lita Ayunda. Temen sekamar ku "
" halo , salam kenal. nama saya Dirga Prananda , ini teman-teman saya. Daniel Mananta dan Rendi Hidayat "
Mereka berkenalan dan makan bersama di sore itu. Selesainya makan , mereka berpamitan untuk balik ke asrama masing-masing.
" bos memang hebat sih " ucap Daniel
" hm hm. Kau benar Dan "
" Hm? Kenapa? "
" Haha. tidak apa , ayo kita ke tempat taekwondo dulu untuk mencerna makanan "
Dirga mengangguk. Sesampainya di tempat Klub taekwondo , disana ada para senior maupun junior yang sedang berlatih taekwondo. Hendra juga disana sedang latihan.
" Yo Sam , ini dia senior ku yang aku ceritakan kepada kau " ucap Rendi kepada orang yang tampaknya ia adalah ketua klub taekwondo
" hm? Pemuda kurus ini? Kau sedang bercanda dengan ku yah? "
Tampang meremehkan terpampang jelas di wajahnya
" namaku Muhammad Samudi. Ketua klub taekwondo "
" namaku Dirga Prananda , mahasiswa baru "
Mereka berjabat tangan. Samudi berpikir karena tubuh Dirga tidak sebesar dirinya , ia bisa meremukkan tangan Dirga dengan mudah. Namun ternyata malah sebaliknya , tangan Samudi lah yang remuk karena di Cengkram oleh Dirga
Kreek!!
" Arrrrggg , sakit. Ampun-ampun , lepaskan tanganku "
Dirga melepaskan tangan Samudi.
" Senior mu memang hebat Ndi "
ucap Samudi sambil memegangi tangannya yang bengkak karena di Cengkram oleh Dirga
" tidak ada , kami hanya ingin mencerna makanan. Habis makan tadi di tempat makan sana "
ujar Rendi
" oh , baiklah. Ayo masuk "
Suara tinjuan terdengar dimana-mana mengingatkan Dirga tentang masa-masa perguruan Pranandrat masih di buka.
Hendra yang melihat Dirga ada disana pun menghampirinya.
" Dirga. Ayo kita bertarung. Waktu itu , aku hanya sedikit lengah. Sekarang aku akan bersungguh-sungguh bertarung denganmu "
Daniel menyela pembicaraan mereka berdua
" hey , kalau kau ingin melawan bos , lawan aku dulu "
Hendra langsung mengangguk. Mereka berlima pergi ke arena latih tanding.
" Ndi , aku masih ada urusan sama mentor. Aku tinggal dulu lah ya "
" ya dah , terimakasih atas tempatnya "
Daniel dan Hendra masuk dalam mode bertarung. Hendra mengambil kuda-kuda , begitu juga dengan Daniel.
Dengan cepat , Hendra melancarkan serangannya kearah Daniel secara bertubi-tubi tanpa henti. Daniel hanya bisa menghindar dan menepis serang Hendra
Bang!! Buuk!! Baaak!! Buuk!!
" hey kawan , kalau kau terus melancarkan serangan seperti ini , kau akan cepat lelah "
ujar Daniel sembari menepis serangan dari Hendra
Hendra mundur untuk beberapa saat. Daniel tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang balik. Daniel menyerang Hendra secara beraturan , dimulai dari Fast knock yang berada di daerah paha , hingga Crit yang berada di daerah antara dada dan perut.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian , Hendra kalah dari Daniel
" wah , Dan , kau masih teratur sampai sekarang yah "
" iya dong bos. Kalau tidak teratur nanti bisa sakit kita "
Hendra pun bangun dari duduknya
" Terimakasih atas bimbingan kalian "
dan dia pun pergi dari sana menuju ke asrama untuk beristirahat
" sudahlah , ayo balik ke asrama. Melihat kau bertarung membuat makanan ku tercernanya dengan baik , Dan "
Mereka bertiga juga kembali ke asrama untuk beristirahat karena hari sudah gelap. Seusai mandi dan Sholat Isya , Dirga naik ke kasur atas untuk tidur.
***
Seorang wanita tampak sedang berlari ke arah kampus. Ia sedang di kejar oleh seorang yang ingin menyakitinya. Orang itu membawa pisau yang tajam.
Wanita itu terus berlari sampai akhirnya , ia memasuki daerah Universitas
Tidak ada orang sama sekali disana , mengingat sudah jam 00:05
***
Dirga terbangun dari tidurnya karena bermimpi keselandung. Ia pergi mengambil segelas air untuk minum.
Saat sudah minum. Ia mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari di halaman Universitas.
" wah , ga beres nih "
Gumamnya dalam hati
Dirga pergi keluar asrama untuk mengecek keadaan. Dengan menggunakan indra pendengarannya yang kuat , Dirga mendengar suara berlari itu berubah menjadi berjalan.
Mengikuti sumber suara , Dirga melihat seorang pria yang memegang pisau tajam.
Tampaknya pria itu sedang mencari-cari seseorang.
" apa ini? Percobaan pembunuhan? "
Gumamnya dalam hati
Dirga mengendap-endap mendekati pria itu dari belakang dan membuatnya pingsan dalam sekejap dengan memukul pundaknya
Buuk!!
Insting Dirga merasakan ada satu orang lagi , namun ternyata itu adalah wanita yang sedang di kejar oleh pria tersebut.
Dirga mendekatinya. Karena takut ia akan berteriak , Dirga sontak langsung menutup mulutnya.
" mbak jangan panik dan jangan berteriak "
bisik Dirga
Dirga melepaskan Mbak-mbak itu perlahan. Ia berbalik dan melihat sekitarnya.
" siapa kamu? " tanyanya Was-was
" saya Dirga Prananda , mahasiswa di universitas ini. Mbak sendiri siapa? "
" Saya Ratu Auliya "
" ok , pokoknya sekarang kita urus orang ini dulu. Ayo cepat telpon polisi "
" baik "
Ratu menelpon polisi untuk segera datang menuju ke universitas Weyangdarma. Tak membutuhkan waktu lama , polres sekitar datang untuk membawa pria yang pingsan tadi.
" baiklah , untuk sekarang kami akan menangani kasus ini dengan pelaku. kami akan datang lagi besok pagi untuk meminta keterangan kepada anda "
" baik pak , terimakasih "
" Hoam , baiklah. Aku kembali dulu , mbak Ratu bisa pergi ke asrama Putri untuk beristirahat di sana. Saya sarankan untuk pergi ke kamar nomor 10 , karena itu adalah teman saya , mbak Putri namanya "
__ADS_1
" baiklah , terimakasih atas bantuannya "
Mereka berdua kembali ke asrama untuk beristirahat.