Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Esok harinya, Dirga bangun dan mandi untuk sholat subuh di gudang itu. Setelah selesai sholat, Ia berlari pagi berkeliling desa Curuguyang. Ia menyapa orang-orang yang ia temui di desa.


Ia mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.


" Haaaaah, segar sekali rasanya. Aku akan melihat baliho lamaran pekerjaan seperti yang di bilang oleh Pak Jaka kemarin " Gumamnya.


Sesampainya di baliho yang di maksud oleh pak Jaka.


" Hm , banyak pekerjaan yang bisa di ambil disini. Mungkin aku akan menjadi pegawai Indomaret untuk permulaan "


Ia mengambil brosur tersebut dan memberikannya kepada Pak RT. Atau yang biasa dikenal dengan Pak Abdul Darta.


" Pak RT , saya mau mengambil pekerjaan ini "


Dirga memberikan brosur yang ia bawa dari baliho desa.


" Oke lah nak Dirga , nanti siang sudah boleh mulai kerja "


" Baik pak , terimakasih "


Ia pun pergi ke warung kopi Bu Wati untuk sarapan dan ngopi. Melihat sampah yang berserakan di halaman warung kopi Bu Wati ,


Ia berinisiatif membersihkannya. Sebelum itu dia memesan nasi goreng dan juga secangkir kopi.


" Bu Wati , saya mau nasi goreng sama kopinya Bu "


" Siap dek Dirga "


Ia membersihkan halaman warung sambil menunggu makanannya.


Sreeet Sreeeet


Bu Wati mendengar suara sapu lidi yang sedang di gunakan untuk menyapu , ia terkejut melihat Dirga yang menyapu halaman warungnya sampai bersih.


Dirga yang melihat Bu Wati membawa pesanan yang ia pesan buru-buru menyelesaikan menyapu halaman warung.


" Huh , selesai. Bu sudah pesanan saya? " tanya Dirga sembari meletakkan sapu lidi yang habis ia pakai , " Eh , iya dek , ayo makan dulu sini " ajak Bu Wati.


Dirga memakan nasi goreng itu ,


" Nak Dirga , tidak usah repot-repot menyapu halaman warung saya nak. Jadi merepotkan nak Dirga jadinya kan " ujar Bu Wati

__ADS_1


" Tidak apa Bu , sembari menunggu pesanan saya , mending saya nyapu , karena kebetulan tidak enak dilihat "


" Yaudah , maaf karena sudah merepotkan nak Dirga "


" Tidak merepotkan kok Bu "


Dirga menghabiskan makanannya


" Bu , saya mau jalan Gym dulu yah " Dirga berpamitan sembari membayar makanan yang ia pesan ,


" Iya nak Dirga , hati-hati dijalan "


Ia pergi kesebuah tempat olahraga bernama


" GymBro " untuk berolahraga.


Disana ia melihat abang-abang dengan tubuh yang kekar. Kemudian ia menyapa abang-abang itu


" Assalamualaikum bang , lagi olahraga juga nih "


" Waalaikumsalam Dek , iya nih. Kita harus menjaga kesehatan tubuh kita agar tidak mudah terkena penyakit " Sahut abang-abang itu.


" Namanya siapa bang? " tanya Dirga


" nama saya Dirga Prananda bang , badan Abang bagus banget , udah lama Gym di sini bang? "


" iya dek , kamu juga harus Gym di sini agar badannya bagus seperti Abang. Ngomong-ngomong , kamu orang baru yah? "


" Siap lah bang....iya bang saya merantau dari kampung halaman saya ke kampung Curuguyang ini "


Mereka berbincang-bincang sambil berolahraga. Setelah beberapa 2 jam berolahraga , Dirga berpamitan dengan Bang Irfan untuk pergi kerja


" Bang , saya duluan yah , mau kerja soalnya "


" Iya dek , mari-mari "


Karena masih jam 10:05 , ia pulang ke gudang pak RT untuk pergi membersihkan diri. Seusai mandi ia pergi ketempat kerja , ia melihat wajah partner kerjanya yang cantik.


Ia bernama Putri Wulandari. Tampak ia sedang menghadapi para pelanggan yang sangat banyak dan terlihat kesulitan ,


Dirga masuk dan membantunya.

__ADS_1


" Hah ! , hari pertama ini sangat melelahkan "


Dirga menghela nafas.


" Terimakasih mas karena sudah membantu putri "


" Tidak apa , sudah seharusnya. Baiklah Karena sudah sepi , aku akan mengambil stok barang di belakang "


" Iya mas , saya akan menjaga kasir "


Dirga pun pergi mengangkat stok barang dari belakang Indomaret dan menyusunnya di lemari yang kosong.


" oke , yang kosong sudah di isi , sekarang kita kembali ke kasir " Gumam Dirga.


Di meja kasir , Dirga melihat orang yang tampaknya sedang mengganggu Putri


" Nona cantik~ boleh minta nomornya? " ucap salah satu dari mereka


" maaf , mohon jaga sopan santunnya " Ucap Putri sopan


" Ih kamu~ , jangan pelit gitu dong~ "


pria itu ingin menyentuh lengan Putri namun di tepis olehnya.


" Tolong jaga sopan santun anda sebagai pembeli ! " Putri mulai berbicara tegas namun orang itu malah memaksa untuk memegang tangan Putri , untungnya Dirga datang dan menahan tindakan orang itu.


" apa yang kau lakukan kan!!!? "


" Maaf , kami tidak menerima pelanggan yang tidak tahu tata krama "


Dirga ingin di hajar oleh orang itu , namun Dirga mengunci tangannya yang membuatnya tidak bisa melakukan apapun selain berteriak kesakitan.


" Argg , sakit !! " ia mengerang kesakitan.


Dirga mendorong tubuhnya keluar Indomaret.


rombongannya yang melihat hal itu malah ikut keluar dan tidak berani melakukan kekerasan karena ada CCTV yang mengawasi.


" Terimakasih mas , mas gapapa kan? " tanya putri khawatir


" Tidak apa , mereka berandalan yang gajelas masuk ke Indomaret , mungkin karena melihat mbak Putri yang sendirian "

__ADS_1


mereka melanjutkan pekerjaannya sampai jam kerja selesai.


__ADS_2