Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Kalahnya Protagonis


__ADS_3

Dirga terkejut saat Patan menangkap serangan keras Dirga dengan tangan kosong. Dirga berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Patan. Namun sebelum hal itu bisa di lakukan , Patan mulai melayangkan serangan kerah kearah dada Dirga


Pow!!!


Yang membuat Dirga terlempar jauh Kedinding


Graaak!!!


Karena terhempas kearah tembok dengan kecepatan yang tinggi , Dirga muntah darah , namun ia masih tetap berdiri dan melayangkan serangan beruntun kepada Patan.


Patan bisa menghindari semua serangan beruntun dari Dirga karena Instingnya yang juga sangat kuat. Dirga mundur dan sekarang giliran Patan yang menyerang. Ia menggunakan roh-roh jahat untuk menyerang Dirga secara bersamaan , namun untungnya berkat kekuatan cincin Budarmo , Dirga jadi bisa mengalahkan semua Roh yang ada.


Patan mulai bergerak dan mengeluarkan aura roh dari tangan yang ingin memukul Dirga , meski di tahan. Dirga tetap saja terhempas ke tembok.


" Ha!! Hanya segini saja kah? kekuatan dari pahlawan bayangan? "


" Uhuh. Pfffft " Dirga muntah darah


" Aku ingin melawan mu karena ingin mencari tantangan. Tapi kenapa malah seperti ini? Mana pahlawan yang kuat dan misterius itu? " ujar Patan


Sementara Dirga melawan Patan , Dayu pergi membawa teman-teman Dirga keluar dari tempat tersebut. Karena Dayu memang tidak bisa mengalahkan Patan dan Dirga lah yang menyuruhnya pergi membawa teman-temannya.


Dirga berusaha untuk bangkit , berdiri untuk lanjut melawan Patan.


" hahaha , masih berusaha untuk bangkit? Ayo!! Keluarkan semua kekuatan mu Shadow Hero "


Meski Dirga terluka parah , namun masih bisa bergerak dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Tapi di mata Patan , itu semua bukanlah ancaman. Roh-roh jahat milik menyerang Dirga secara bersamaan lagi tapi kali ini bisa di kalahkan dengan mudah.


Meski mudah di kalahkan , roh jahat itu terus bermunculan dan tidak memberikan Dirga kesempatan untuk beristirahat.


Saat roh-roh jahat tersebut berhasil di urus , Dirga langsung menyerang Patan dengan seluruh kekuatan yang ia miliki


" Ini tidak seperti yang aku inginkan. Yang aku mau adalah pertarungan yang imbang , kenapa malah melawan bocah sepertimu? Kau masih tidak pantas untuk melawanku. Aku akan berikan kau kesempatan jika bertahan dari serangan pukulan ku ini !!! "


Dengan keras , Patan melayangkan pukulannya kearah dada Dirga yang membuat Dirga terhempas sampai menghancurkan gerbang pintu masuk ke ruangan tersebut.


Braaaaak!!!!


Tubuh Dirga terhempas ke ruangan labirin , tembok demi tembok berhasil hancur karena menahan hempasan Dirga yang kecepatannya sangat cepat.


Dayu yang sedang berusaha membuka tali yang mengikat teman-teman Dirga , terkejut mendengar suara seperti tembok yang hancur. Setelah melepaskan ikatan dan penutup mulut teman-teman Dirga , mereka semua pergi ke sumber suara itu.


Mereka terkejut melihat Dirga yang tidak sadarkan diri , ditambah dengan lubang di tembok yang Dirga hancurkan karena terhempas oleh serangan Patan.


Dayu segera menopang tubuh Dirga untuk keluar dari tempat tersebut.


Sementara itu di dalam Dungeon , Patan tampak senang sambil meminum minuman keras

__ADS_1


" Haha , hanya bocah saja. Bukan ancaman bagi kita " ujarnya.


Dirga di topang menuju ke luar dari Dungeon dan di bawa ke rumah sakit tentunya.


***


Di desa Seuring , Sari merasakan firasat yang buruk , ia merasa adiknya itu dalam bahaya.


" Ayah , aku merasakan firasat buruk tentang Ade "


" Hm , ayah juga. Apakah terjadi sesuatu sama Dirga? "


" Aduh , perasaan ibu tidak enak. Ibu tadi menelpon nomor Dirga , tapi tidak di angkat olehnya "


" Iya Bu , aku akan izin dengan ketua penyelenggara KKN untuk balik ke kota Purnamasari "


" iya. Kamu hati-hati "


Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya , Sari pergi untuk izin dengan ketua penyelenggara. Setelah di beri izin ia pun langsung pergi ke halte bus untuk pergi ke kota Purnamasari.


Perjalanan memakan waktu satu setengah hari. Saat sampai di kota , Sari kembali merasakan aura kehidupan Dirga yang menipis. Ia pun panik dan segera berlari ke arah aura tersebut.


Aura kehidupan Dirga membawanya ke sebuah rumah sakit. Disana Putri menangis tersedu-sedu karena mengetahui Dirga masuk IGD. Sari berjalan mendekati Putri dan memeluknya agar bisa tenang.


Sari juga mulai mengeluarkan air matanya.


" Hiks hiks , kak Sari. Hiks , Dirgaaaa...."


Mereka berdua duduk di kursi tunggu , Sari meminta Putri untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Putri pun menceritakan apa yang terjadi.


Dari cerita Putri , Dirga ternyata sudah di rawat di IGD selama satu hari dan sampai sekarang , dokter bilang kalau luka Dirga sangat serius.


Setelah berjam-jam menunggu , akhirnya dokter keluar dari ruangan.


" Dok , gimana keadaan adik saya? "


" Haish , lukanya sangat parah. Pendarahan dimana-mana dan tulang dadanya retak , sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya. Tapi sayangnya ia koma sekarang dan tidak tau kapan akan sadarkan diri "


Sari menangis dan menyeka air matanya lalu berterimakasih kepada dokter


" makasih dok , apakah saya sekarang bisa melihat adik saya? "


" silahkan-silahkan "


Sari dan Putri masuk kedalam ruang pasien dan melihat Dirga yang terbaring di kasur pasien dengan terpasang jarum infus di tangannya.


Sari mendekat tubuh adiknya itu dan memegang lengan Dirga sambil menangis.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu , Dayu datang untuk menjenguk Dirga. Ia menyadari kalau Sari adalah kakaknya Dirga dan langsung meminta maaf karena ia tidak bisa menyelamatkan Dirga


" Saya minta maaf atas apa yang terjadi pada Dirga , saya menyesal tidak bisa menyelamatkannya "


" Hiks , tidak apa. Adikku memang ceroboh "


" tapi tetap saja saya merasa bersalah , saya ingin menebus kesalahan saya "


" Biarkan adikku saja yang memutuskan hal itu untuk mu setelah ia sadar "


Berhari-hari , berminggu-minggu sudah di lewati oleh Dirga yang masih terbaring koma di rumah sakit. Teman-temannya yang sudah selesai KKN ingin menjenguk Dirga , yang akan di wakili oleh Abelia , Nia , Zahra , Vania dan juga Rey.


Mereka semua meminta maaf kepada Sari dan juga berterimakasih kepada Dirga yang masih tak sadarkan diri. Dua bulan telah berlalu , Dirga masih belum sadarkan diri di rumah sakit tersebut. Saat Sari telah selesai sholat subuh dan berdoa agar Dirga cepat sadar , Sari mendengar suara Dirga yang memanggil dirinya , ayahnya dan ibunya


Ia beranjak dari duduknya dan mengecek keadaan adiknya tersebut.


Dirga perlahan membuka mata dan melihat kakaknya yang ada di samping kanannya


" Ka-kakak "


" Dirga. Hiks. Akhirnya kamu sadar juga , kamu membuat kami semua khawatir "


" Apa yang terjadi? " tanya Dirga dengan suara kecil


" Kamu koma selama dua bulan " jawab Sari sambil membelai rambut adiknya itu


" Shh , kepala Dirga sakit "


" oh , maaf. Kamu istirahat saja lagi , jangan banyak bergerak "


Dirga mengangguk dan tidur kembali.


Pada siang hari , Dirga terbangun dari tidurnya dan mendapati teman-temannya berada di sekitarnya. Mereka semua sangat lega melihat Dirga akhirnya sadar dari komanya.


" Ga , kamu boleh pulang ke kampung halaman dulu untuk beristirahat , masalah izin serahkan saja sama aku " ujar Rey


" Iya , mas Dirga istirahat aja di rumah. Jangan melakukan banyak aktivitas dulu " ujar Vania yang juga ada di sana.


Dayu masuk ke ruangan tersebut untuk menjemput Dirga pulang ke desa Seuring menggunakan mobilnya.


" Ayo , Dirganya di topang aja badannya "


Rey , Rendi , Daniel dan Dayu membantu menopang tubuh Dirga dan membawanya ke mobil.


" terimakasih yah semua "


" tidak Dirga , jangan bilang seperti itu. Nanti mimpi buruk ku tidak akan hilang jika kau bilang begitu. Aku sedang berusaha menebus kesalahan ku " ujar Dayu

__ADS_1


" haha , baiklah "


Teman-teman Dirga melambaikan tangan kearah mobil Dayu yang semakin lama semakin jauh. Sari juga ikut untuk pulang ke rumah bersama dengan Dirga.


__ADS_2