Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Perjalanan ke Kota Wayangandja


__ADS_3

Raja siang terbit dari ufuk timur , Dirga bersiap-siap untuk mengikuti ujiannya hari ini. Ia mendapatkan kabar tentang keadaan Dayu melalui Hermanto Sandoyo. Ia di panggil ke kota Wayangandja oleh Dayu untuk melakukan interogasi kepada penjahat yang masih hidup , karena memang keahliannya adalah menginterogasi.


Hermanto menghubungi Dirga.


[ Hermanto ]


Halo!? Mas Dirga?


[ Dirga ]


Halo , ya.. Ada apa mas Herman


[ Hermanto ]


Irjen Dayu meminta anda untuk menemuinya saat anda memiliki waktu luang.. Di kota Wayangandja , pusat kemiliteran


[ Dirga ]


Baik , saya akan kesana sesudahnya menyelesaikan ujian disini


[ Hermanto ]


Baik , kami tunggu kedatangan mu


Dirga pun menutup telponnya dan bersiap-siap , karena ujian hari ini akan segera dimulai.


Mentor yang mengawasi mereka sangat tegas , sedikit saja kalian berbuat curang dalam ujian. Maka habislah sudah.


Mata mentor mengawasi ke segala arah. Satu matanya bagaikan lima puluh CCTV yang yang aktif mengawasi sekitar.


Entah apa yang di pikiran oleh salah satu teman sekelas Dirga. Ia memberikan kertas yang berisi kunci jawaban kepada temannya melalui bawah meja , mata mentor langsung tertuju pada kertas tersebut dan tanpa pikir panjang ia langsung merobek kertas kecil tersebut beserta kertas ujian teman Dirga itu.


" Tidak ada kesempatan dua kali... Yang melakukan pelanggan langsung keluar dari kelas... "


Seisi kelas langsung sunyi , bukan berarti tentram dan damai melainkan tegang dan mencekam. Waktu pun habis dan para mahasiswa menaruh kertas ujian mereka di pojok meja , dan membiarkan mentor mengambil kertas tersebut selesai atau tidak selesai.


" Huh , selesai juga akhirnya "


" Iya mas... Mentornya serem banget "


" Oh ya mbak Putri.. Setelah selesai ujian kan ada libur selama sebulan.. Nah , saya akan pergi ke kota Wayangandja untuk bertemu kenalan "


" Ooh , gitu yah mas.. Yaudah , hati-hati aja.. "


" Saya tidak akan lama kok... Hanya bersilaturahmi beberapa hari saja dan setelah itu balik lagi "


" iya mas.. Hati-hati "


Hari-hari demi hari di lewati oleh Dirga. Sampai pada akhir pengumuman hasil dari ujian tengah semester keluar. Wajah dari sebagian mahasiswa ada yang pucat dan sebagian lagi berwajah ceria bagai bunga yang bermekaran di musim semi.


Dirga berjalan menuju aula untuk berkumpul dengan semua mahasiswa lainnya. Kepala sekolah berpidato disana , mengapresiasi para mahasiswa yang telah berusaha keras untuk ujian kali ini.

__ADS_1


Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian penghargaan mahasiswa terbaik di kampus. Ada beberapa nama yang di sebutkan oleh kepala sekolah. Diantaranya adalah Rey , Julian , Iryan , Dirga , Putri , Dan Royan.


Mereka yang di panggil oleh kepala sekolah pun naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan berupa medali dan sertifikat.


Dirga berbisik kepada Royan.


" Kok lu bisa naik ke sini? "


" hehe , meski begini... Nilai akademik ku ini sangat tinggi bang.. Kau tidak boleh meremehkan ku "


" Haha , hebat-hebat "


Mereka menerima penghargaan itu dan bersua-foto untuk mengenang masa-masa yang bahagia ini. Setelah selesai , Dirga pergi ke asrama untuk menyiapkan barang bawaan yang akan ia bawa ke kota Wayangandja.


Dirga tak membawa banyak barang , hanya baju ganti dan peralatan mandi saja. Ia berpamitan dengan Rendi dan Daniel serta teman-temannya yang lain , yang sedang berkumpul di kafetaria.


" Semuanya... Aku duluan.. Yah? "


" Iya Ga , hati-hati dijalan "


Putri tergesa-gesa berlari sembari membawa rantang yang berisi berbagai macam lauk dan nasi tentunya.


" Huh huh... Mas Dirga.. Ini buat mas. Kalau mas laper di jalan , tinggal makan makanan ini aja " ujarnya yang terengah-engah


" Wah , makasih banyak mbak Putri.. Saya pasti makan.. "


Dirga pun melambaikan tangannya kearah kawan-kawan sekalian dan pergi ke parkiran.


" Yahh.. Entah mengapa kepekaan Dirga sangat rendah.. Padahal instingnya sangat-sangat kuat " Rey menggelengkan kepalanya karena bingung dengan Dirga


Dirga menaiki mobil dan menyalakannya.


Vroooom!!! Vroooom!!!


Dirga pun berangkat menuju kota Wayangandja yang berjarak lumayan jauh dari kota Purnamasari. Sepanjang perjalanannya menuju kota Wayangandja , samping kanan dan kiri ia melihat gedung-gedung kota sertakan pepohonan yang menari tertiup angin.


Dirga menikmati perjalanan pagi harinya itu. Setelah beberapa kilometer ia lewati , raja siang pun tergantikan oleh cahaya rembulan. Dirga memutuskan untuk singgah di Rest area untuk beristirahat sejenak dan memakan makanan Putri.


" Hah , makanan mbak Putri memang yang terbaik.. "


Harumnya makanan Putri membuat orang yang menciumnya seakan sedang berada di surganya makanan , karena saking enaknya makanan yang dibuat oleh Putri.


Namun , seakan menghantui Dirga setiap saat. Sekelompok geng motor datang ke rest area tersebut untuk sekedar membuat masalah dan mengacau untuk mencari perhatian. Dirga tak menghiraukan hal itu dan tetap fokus pada makanannya.


Akan tetapi , kehidupan Dirga tidak akan pas kalau tidak ada konflik yang muncul. Maka dari itu , preman-preman tersebut mulai mencari masalah dengannya dengan cara menggeprak meja tempat Dirga makan.


Braaak!!!


" Hei..!! Kau tau siapa aku!!? "


" hanya orang biasa? Makan nasi , tidak mungkin kau makan kayu dan batu "

__ADS_1


Mendengar hal yang terlontarkan dari mulut Dirga , preman-preman tersebut terprovokasi dan mulai mengeluarkan senjata tajam yang mereka bawa.


" Kau jangan macam-macam.. Atau aku akan membunuhmu di tempat ini..!! Daerah ini adalah kekuasaan bos ku!! "


Dirga berbicara sembari membereskan rantang milik Putri dan menyusunnya kembali seperti semula.


" Tak peduli siapapun bosmu itu.. Kau tetap saja tidak boleh mengacau di tempat umum "


Preman-preman tersebut marah dan mulai menyerang Dirga secara bersamaan dengan senjata yang mereka bawa. Dirga hanya menghindari semua serangannya karena ia tidak ingin membuang-buang tenaga dan waktu untuk melawan orang-orang bodoh seperti ini.


Dirga memberikan kode kepada pegawai rest area untuk menelpon polisi. Pegawai itu mengangguk dan bergegas menelpon polisi untuk segera datang ke rest area.


" Hey.. Kalian sudah kelelahan? Aku bahkan belum melakukan serangan balik "


Seolah tak menyadari tingkat kekuatan antara mereka dengan Dirga , para preman terus mengayunkan senjata tajam mereka kearah Dirga. Sampai pada akhirnya polisi datang , inspektur polisi mereka adalah wanita yang tegas dengan kriminal seperti ini.


" Kalian sudah terkepung , cepat angkat tangan kalian semua " ujar inspektur polisi tersebut


Mereka pun mengangkat tangannya dan melepaskan semua senjata mereka. Salah satu dari preman tersebut ingin melarikan diri , akan tetapi inspektur polisi tanpa pikir panjang langsung menembak kaki preman yang melarikan diri itu dan melumpuhkannya.


" Haish , sudah melakukan kejahatan.. Masih ingin lari? Kalian cepat amankan pelaku itu "


" siap "


Polisi pun mengamankan semua preman beserta senjata mereka.


" Hei kamu.. terimakasih sudah menghubungi kepolisian , kalau tidak tempat ini pasti sudah kacau " inspektur polisi tersebut berbicara kepada pegawai yang meneleponnya tadi


" eh.. Tidak.. Ini bukan saya , mas-mas itu yang telah menyuruh saya dan mengulur waktu sampai anda datang "


" Hm? Dia? "


Inspektur polisi tersebut melirik Dirga yang sedang merogoh kantong celananya untuk mencari kunci mobilnya. Setelah Dirga mendapatkan kunci mobilnya , ia pun berjalan kearah mobilnya yang terparkir di parkiran.


Saat ingin masuk ke dalam mobil , ia di tanyai oleh inspektur polisi tersebut


" Hey , kamu orang yang mengukur waktu tadi yah? Terimakasih atas bantuannya.. Ini sangat membantu bagi kepolisian "


" Ahaha , sudah menjadi tugas saya sebagai warga "


" oh ya , namaku Kanza Felina "


" Nama saya , Dirga Prananda. Seorang mahasiswa "


Mereka berdua berjabat tangan satu sama lain.


" Baiklah kalau begitu , hati-hati dijalan "


" Baik , Um... Mbak inspektur "


Dirga pun masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya untuk segera berangkat menuju kota Wayangandja yang sudah tak jauh lagi dari rest area tersebut.

__ADS_1


__ADS_2