
Sesampainya disana , Dirga memarkirkan mobilnya di parkiran umum dan langsung pergi masuk ke dalam kantor perusahaan yang besar tersebut. Ia menemui Walian di kantornya untuk membicarakan soal penculikan.
Ia menaiki lift dan langsung pergi menuju tempat dimana Walian berada. Didalam kantor kerjanya , Walian berjalan mondar-mandir dengan tatapan wajah yang sangat khawatir.
Dirga pun masuk kedalam ruangan
" Assalamualaikum pak "
" Waalaikumsalam nak Dirga , ayo duduk "
Mereka langsung ke inti pembicaraan
" jadi bisa di ceritakan pak? "
Walian pun menceritakan bagaimana anaknya hilang. Setelah bercerita selama 1 jam , akhirnya Dirga angkat bicara
" Baiklah pak , saya akan mengurus hal ini. Bukan hanya anak bapak saja , semua orang di kota ini juga sudah tau kalau ada kasus penculikan dimana-mana. Teman saya dari kepolisian juga sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini "
__ADS_1
" Haish , kenapa lah tuhan menguji ku sampai seperti ini "
" Hm. Yang sabar pak. kalau begitu saya mau ke polres Purnamasari untuk menyelesaikan masalah ini "
" iya nak Dirga. Saya percaya sama kamu "
Setelah selesai berbicara dengan Walian , Dirga pergi ke polres Purnamasari menggunakan mobilnya untuk langsung menyelesaikan masalah ini bersama dengan Dayu.
Disana mereka tengah pusing dengan diskusi mereka yang sedari kemarin tidak tahu mau ngapain.
" Assalamualaikum , Kita pergi malam ini berempat , polisi akan diam di sekitar titik base musuh menunggu perintah dari Dayu untuk menangkap musuh yang sudah kita lumpuhkan. Kita akan melawan para musuh yang berjaga di atas maupun dibawah tanah , tempat mereka berada di hutan jadi mohon hati-hati kalau tidak ingin mati "
Dirga berhenti di dekat Dayu dan menyeruput kopi miliknya
" Srrrrrpppp. Ah. Kalau begitu sampai jumpa nanti malam jam 11:00 di titik lokasi musuh , assalamualaikum "
Dirga pun pergi keluar dari ruangan tersebut. Dayu , Akil dan Falen bingung dengan apa yang di katakan oleh Dirga , tapi mereka tahu tujuan Dirga adalah untuk menyerang musuh dari depan.
__ADS_1
Dirga pergi ke parkiran untuk pulang ke kampus. Ia sampai sekitar jam 14:30 siang , hal itu membuat Sari agak sedikit marah. Tapi ia memaafkan Dirga.
Setelah Dirga menjalani sholat ashar , Ia di datangi oleh kakaknya yang meminta Dirga untuk mengantarnya ke tempat beli mobil.
" De , anterin kakak ke tempat beli mobil dong. Beli mobilnya pakai uang kamu yah "
" iya deh. Ayo kita jalan , tapi kalau kakak mau beli mobil , kakak harus punya SIM dulu. Apakah kakak punya? "
Sari menunjukkan SIMnya yang baru ia dapatkan dua bulan lalu. Dan mereka berdua pun pergi ke tempat beli mobil. Disana Dirga hanya menunggu kakaknya yang sedang sibuk memilih mobil bersama Dealernya.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Sari telah menetapkan pilihannya untuk membeli mobil Toyota New Rush. Dirga membayar mobil tersebut dan Sari langsung menggunakannya.
Dirga pergi ke parkiran untuk mengendarai mobilnya bersama dengan mobil baru Sari. Mereka berkeliling kota untuk tes mobil barunya Sari. Saat sudah puas , mereka pun kembali ke asrama untuk beristirahat.
Dirga kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan baju yang akan ia pakai untuk menjalani misi dimalam hari nanti bersama Dayu , Akil dan Falen.
Ia memilih untuk memakai manset hitam beserta celana spesialis Parkour agar bisa dengan leluasa bergerak dan melompat.
__ADS_1