
Keesokan harinya , Dirga bangun dan langsung menyambar handuk untuk membersihkan diri. Setelah mandi , ia membangunkan Rendi dan Daniel karena sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang.
Ia pun berjalan kearah mushola kampus untuk menunggu adzan subuh berkumandang. Setelah seleksi sholat , Dirga kembali ke asrama untuk ganti baju dan pergi lagi ke kafetaria untuk sarapan.
Saat sedang menyantap makanannya sambil membaca buku , Dirga di datangi oleh kakaknya yang juga sedang membawa makanan. Sari duduk di hadapan Dirga.
" Hey , jangan makan sambil baca buku gitu , ga baik "
" Oh , baik "
Dirga meletakkan bukunya di atas meja.
" Jadi gimana ini? , kakak tau itu bukan kecelakaan. Mereka pasti akan datang untuk mencelakai kamu lagi Dirga "
" Iya ka , ini memang rumit. Kalau jalan kaki nanti di hadang , kalau naik mobil nanti di tabrak. Tapi ada kenalan Dirga yang menawarkan mobil untuk Dirga "
" oh ya? Tapi bukan kah sama aja? Kalau kamu di tabrak lagi , mobilnya pasti bakal meledak dan hancur "
" Hehehe , mobil kali ini kecepatannya 3x lipat lebih cepat dari pada mobil yang lama ka "
" Haish , kamu ini. Tetap saja harus mengikuti aturan lalulintas yang berlaku "
" Hihi , tapi Dirga tetap menerima tawaran temen Dirga. Karena mobilnya sangat bagus , warnanya merah. Pokoknya mah keren abis , dan yang paling penting adalah kecepatan mobilnya "
" Ih kamu ini. Emangnya mau balapan!? "
" Hehe , iya iya. Dirga akan tetap mematuhi peraturan lalulintas kok. Kakak jangan khawatir "
" Iya deh. Pokoknya jangan membahayakan diri kamu. Masih banyak yang belum kamu lihat di dunia ini "
" iya yah , Dirga juga mau lihat dunia gaib seperti ayah. Mana tau dapat kemampuan yang lumayan bagus "
" hm , itulah yang kakak maksud "
Mereka berdua ngobrol-ngobrol sambil sarapan di kafetaria tersebut. Setelah selesai sarapan , mereka kembali ke kelas masing-masing untuk belajar.
Dirga masih berpikir tentang siapa lagi yang masih mencari masalah dengannya.
" Haish , hidup ini memang penuh masalah "
Setelah mengikuti semua kelas , Dirga dan Sari pergi ke tempat kenalan yang di maksud oleh Dirga. Mereka berdua menggunakan mobil milik Sari dalam perjalanan tersebut.
Tempat yang di maksud oleh Dirga ternyata adalah Maju Jaya Group , tempat yang pemiliknya bernama Ilham Arief.
Dirga dan Sari pun masuk ketempat tersebut dan langsung menuju ke kantor kerja Ilham. Saat masuk Ilham ternyata sudah menunggu mereka berdua.
" Assalamualaikum pak Ilham "
" Waalaikumsalam salah nak Dirga , ayo silahkan duduk dulu "
Mereka berdua pun duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Ilham.
" Gimana kabarnya pak? "
" Alhamdulillah sehat. Ini siapa nak Dirga? "
" oh , ini kakak saya. Namanya Sari Ayu Azzahri "
" Oh , salam kenal yah Sari , nama saya Ilham Arief , orang yang pernah di selamatkan hidupnya oleh Dirga "
__ADS_1
" Hehe , iya pak , salam kenal "
Mereka bertiga ngobrol-ngobrol santai di kantor milik Ilham
" Hebat sih kamu Dirga , bisa melewati maut seperti itu "
" haha , hanya keberuntungan saja pak "
" Tapi apa benar itu kecelakaan? Kok kayak ada yang aneh yah? "
" Ehm , itu emang bener kecelakaan pak , saya hampir mati karena itu "
" Ya. Untungnya kamu bisa selamat , jadi ini adalah kunci mobil baru kamu Dirga "
" Hehe , tapi ini gapapa pak? Ini adalah mobil yang mahal "
" Ah , urusan kecil "
Dirga pun menerima pemberian dari pak Ilham
" Gimana pak , kabar Ratu sama Sudarta? Baik-baik aja kan? "
" Haha , Alhamdulillah baik. Hubungan mereka sudah menjadi sangat dekat , kadang kala kalau di kampus tidak ada kelas. Ia pergi ke taman umum Purnamasari untuk jalan-jalan dengan Sudarta "
" Hm , sudah seharusnya seperti itu. Dan masalah bapak dengan Asean ID Group apakah sudah selesai? "
" Sudah nak Dirga , malahan kami menjalin hubungan kerjasama yang sangat menguntungkan kedua belah pihak. Membuat ekonomi kamu berdua melunjak tinggi "
" Alhamdulillah kalau begitu "
" Makanya mobil ini adalah hadiah dari kami berdua untuk kamu nak Dirga. Kamu tahu siapa pemilik Asean ID Group? "
" Saya tahu pak , dia adalah kenalan saya juga. Namanya Pak Walian Suyono "
Dirga dan Ilham mengobrol dengan santai di sana , sedangkan Sari hanya mendengarkan obrolan mereka.
Hari sudah mulai malam , Dirga dan Sari berpamitan dengan Ilham untuk pulang ke kampus.
Setelah berpamitan , mereka berdua pergi turun menggunakan lift. Sari langsung ke parkiran untuk menggunakan mobilnya , sedangkan Dirga pergi ke sebuah garasi VIP milik Maju Jaya Group untuk mengambil mobil barunya tersebut.
" Wow , keren sekali. Warna merah bersinar dan modelnya juga ck ck ck. mantep banget "
Dirga menaiki mobil barunya dan menyalakan mesin.
Vroooom!!! Vrooooom!!!!
" Hm hm "
Dirga mengeluarkan mobil dari garasi VIP tersebut dan pergi menyusul kakaknya. Mobil ini sangat awet bensin karena tidak di tancap gasnya pun sudah sangat laju , apalagi kalau di pacu ke kecepatan yang tinggi.
" Haha , luar biasa "
Tak membutuhkan waktu yang lama , Dirga berhasil menyusul mobil kakaknya yang berhenti di lampu merah.
Setelah lampu hijau menyala , Dirga langsung tancap gas dengan kecepatan yang sedang yang membuat mobilnya menjadi sangat cepat.
Sesampainya di kampus , ia memarkirkan mobilnya dan pergi ke kafetaria untuk makan malam.
Disana sudah ada teman-teman Dirga yang sedang menyantap makan malam. Dirga pun ikut bergabung dengan mereka
__ADS_1
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Dirga pun duduk di kursi yang tersedia disana dan memesan makan malamnya.
" Bu , mie goreng-gorengnya sama es tehnya "
" siap "
Sambil menunggu makanannya , Dirga ngobrol-ngobrol santai dengan teman-temannya itu. Sari yang baru datang juga ikut bergabung dengan mereka.
***
Di tempat lain , lebih tepatnya di kota Wayangandja. Orang dengan topeng burung berparuh itu sedang berbicara dengan Aris Cahyono [ Paman Dirga di episode awal ]
Mereka berdua tampak sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Suryanto dan Dirga.
" Hehehe , adikku ini sudah kaya , bisa di andalkan lagi " ujar orang bertopeng burung tersebut.
" Jangan sok akrab dengan ku , topeng burung bodoh mu itu sungguh mengganggu bang Budi "
Ternyata nama asli dari pria bertopeng burung itu adalah Budiman Djaka Juntak , paman kedua Dirga.
" Hei , kita sama-sama membenci bang Suryanto. Jangan gitu lah "
" sudah lah. Kau juga memiliki kemampuan spiritual yang kuat , sedangkan aku hanya punya harta "
" ya , tapi asal kau tau aja , kekuatan bang Suryanto itu lebih kuat 2x lipat dari ku. Kekuatan itu murni warisan dari ayah "
" Hm , aku tau itu. Ayah memang pilih kasih , hanya memberikan kekuatan kepada bang Suryanto "
Aris Cahyono sebenarnya adalah pengusaha yang sukses di sektor pertanian dan juga industri. Ia juga adalah CEO dari SPI ID Group yang tak kalah besarnya dengan Asean ID Group milik Walian. Ia membenci keluarga Suryanto karena masalah Warisan. Bukan harta atau apapun yang bersifat material melainkan sebuah ilmu yang sekarang di pegang oleh Suryanto.
" jadi , ada apa kau memanggil ku jauh-jauh ke kota ini "
" Haha , hanya ingin meminta sedikit bantuan untuk mengambil warisan dari tangan Bang Suryanto aja "
" Lupakan saja , aku tidak tau dimana ia menyimpan buku-buku itu "
" Hehe , kau mungkin tidak tau , tapi keponakan kita pasti tau tempatnya "
" hm? Maksudmu Dirga? "
" ya. Potensi Dirga ini sangat diluar nalar , kekuatan bisa melampaui ku kalau di biarkan berkembang "
" Hm , Bang Suryanto memang membuka sebuah perguruan dulu , mungkin Dirga juga pernah ia latih. Tapi perguruannya telah di tutup karena masalah ekonomi "
" Hoh , berarti ia masih punya murid lain selain Dirga? "
" Sudah pasti "
Budiman berusaha berpikir selama beberapa menit dan melanjutkan Dialognya
" Kesampingkan dulu soal murid lain. Potensi yang paling berbahaya adalah Dirga , dia harus di singkirkan terlebih dahulu "
" yah terserah "
" Kau harus menggunakan hartamu itu untuk menyingkirkan Dirga "
__ADS_1
" hm "
Aris keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Budiman.