
Saat sedang beristirahat , Daniel menelpon Dirga. Dirga pun mengangkat telpon tersebut
[ Dirga ]
Halo , kenapa Dan?
[ Daniel ]
Salah pencet bos , saya mau Vidcall sama bos
[ Dirga ]
iya dah , ganti ke Vidcall
Daniel menggantinya menjadi Video call karena ingin menunjukkan sesuatu kepada Dirga.
Daniel ternyata sekarang berada di desa Seuring dan tepat di tengah sawah dimana tempat ayahnya Dirga biasa bekerja.
Tampak Rendi sedang mengambil sikap kuda-kuda di tengah sawah tersebut bersama dengan Suryanto
" Haha , udah pasti kalah si Rendi " ucap Daniel
Mahasiswa lainnya juga tampak menonton aksi Rendi yang ingin latih tanding bersama gurunya tersebut.
Setelah siap , Rendi melancarkan serangannya dengan cepat dan terkoordinasi. Tapi Suryanto bisa menghindari dan menepisnya dengan mudah tanpa hambatan , malah yang terkena hambatan sekarang adalah Rendi karena ia tidak bisa leluasa bergerak di lumpur sawah.
Suryanto mulai memberi arahannya
" Jaga keseimbangan mu Ndi , jangan sampai goyah " ucapnya sambil menghindari semua serangan Rendi
Rendi tetap menyerang gurunya tersebut dengan sangat cepat , teman-temannya kagum dengan kecepatan Rendi dalam memukul.
Namun ia tidak mementingkan pertahanan tubuh dan malah terus menerus melancarkan serangannya yang membuat keseimbangannya tidak stabil. Suryanto mulai menyerang balik Rendi. Hanya bermodalkan satu pukulan ke lengan bagian atas , Rendi berhasil terjatuh.
Bukan karena hanya keseimbangan tubuhnya yang tidak stabil , tapi juga karena ia terlalu mementingkan serangan kepada lawan. Ia jadi kehabisan tenaga dan membuatnya gampang untuk dilumpuhkan meski hanya di pukul sedikit saja.
" Hm , ingat untuk memikirkan pertahanan juga , Ndi "
" baik guru "
Latih tanding dimenangkan oleh Suryanto dengan kemenangan telak
" Haha. Memang susah dalam mempertahankan pertahanan sambil melakukan serangan " ucap Dirga
" iya bos , memang sangat susah "
" kita cenderung lebih memilih menyerang daripada bertahan , mungkin bagus. Tapi manusia kan punya stamina , aku saja bisa pingsan kalau bertarung memakai teknik serangan beruntun " jelas Dirga
" Ya. Tapi bos , di berita , pahlawan bayangan kecepatannya bukan main. Ia mampu menghindari peluru tembakan beruntun , gila sih kalau ketemu orangnya aku bakal ngefans banget sama dia "
__ADS_1
" iya dah. Yasudah aku tutup dulu Vidcallnya , sampein salam ku ke ayah "
" iya bos "
Dirga pun menutup Vidcallnya.
Dirga kembali ke ruang tamu di mana tempat teman-temannya sedang berbincang-bincang santai. Dirga juga ikut bergabung
" Aku tidak menyangka , rumah Dirga adalah yang terbesar di desa ini "
" Haha , iya ya. Hebat juga Dirga ini "
Mereka asik mengobrol disana.
Singkatnya waktu magrib tiba. Setelah mereka semua sholat Maghrib , Dirga mengajak mereka untuk pergi ke tempat makanan kece.
" Yo Guys , kita ketempat makan di Deket Halte bus. Sekalian makan malam "
" Iya deh , ayo kita jalan "
Disana mereka mencari tempat duduk untuk memesan makanan. Hari ini jadwalnya Boyeng untuk melayani pelanggan , ia menghampiri meja Dirga untuk menerima pesanannya.
" Halo , mau pesan apa yah? Loh? Bang Dirga? Kapan pulang? "
" Hehe , baru pulang kemarin. Aku mau pesan nasi ayamnya sama desert spesialnya "
***
Sementara itu di kota kota lain bernama Wayangandja , Dayu sedang menelusuri tempat yang di laporkan disana ditemukan sebuah kotak yang penuh dengan obat-obatan terlarang , tempat itu adalah Ruko kosong.
Ia curiga kalau ini adalah kasus penyelundupan seperti kemarin-kemarin. Karena sudah tidak ada lagi yang di temukan di tempat itu , ia mengakhiri penyelidikannya.
Yang ia temukan di tempat itu hanyalah kotak penuh dengan obat-obatan terlarang dan satu orang yang dinyatakan sebagai pelaku penyelundupan. Dayu dan timnya membawa tersangka tersebut kembali ke polres pusat Wayangandja untuk menginterogasi tersangka tersebut.
Setelah beberapa jam di interogasi , Dayu tidak mendapatkan informasi apapun dari orang tersebut.
" Hadeh , susah memang urusan kayak gini nih " gumam Dayu
Ia memperketat penjagaan dan pengawasan di daerah kota tersebut , ia tau kalau hal seperti ini akan terjadi lagi.
***
Seusainya makan , Dirga beserta teman-temannya pulang ke rumah Dirga untuk beristirahat karena besok masih harus melakukan kegiatannya masing-masing.
Keesokan harinya , mereka semua bangun karena mendengar suara adzan subuh yang berkumandang. Setelah mereka semua membersihkan diri , yang laki-laki ikut Dirga untuk sholat di masjid desa. Sedangkan yang perempuan sholat di rumah sekaligus mempersiapkan sarapan dengan bahan-bahan yang sudah di beli oleh Putri.
Di masjid desa. Para mahasiswa mengadakan pencerahan sehabis sholat subuh , mengajarkan para warga ilmu agama dan juga sosial secara bersamaan.
" Maaf ya bapak-bapak , karena mengganggu aktivitas paginya. Saya dan teman-teman saya ingin menyampaikan setidaknya motivasi pagi untuk bapak-bapak sekalian " ujar Rey
__ADS_1
" Iya pak , kami akan terus setiap hari mengadakan pencerahan selama 1 bulan KKN ini " ujar Dirga
Mereka pun melanjutkan pencerahan pagi atau motivasi pagi mereka. Sesudahnya ditutup dengan doa dan bersalaman. Setelah selesai , kini saatnya mereka bersih-bersih dalam masjid dan juga luar masjid , ada dari mereka yang bertugas menyapu dan mengepel , ada juga satu orang yang bertugas sebagai pengambil gambar untuk dokumentasi.
Dirga ikut menyapu halaman masjid bersama marbot yang bertugas dan beberapa temannya.
Setelah selesai melakukan kegiatan remaja masjid , mereka semua pulang ke kediaman Dirga untuk sarapan. Disana para perempuan yang bertugas memasak sudah menyiapkan berbagai makanan untuk sarapan pagi mereka sebelum menjalani aktivitas selanjutnya.
" Ayo makan dulu , nanti keburu dingin " ujar Putri
" Wah , enak-enak semua nih "
Mereka semua pun sarapan bersama di rumah Dirga. Setelah selesai sarapan , mereka semua mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing , sekarang waktunya untuk Dirga mengajar di sekolah SMP. Ia akan mengajar mata pelajaran informatika dan IPS.
Para pelajar mengikuti pelajaran dengan baik dan nurut dengan apa yang Dirga katakan. Mereka semua sangat antusias mengikuti pelajaran yang di bawakan oleh Dirga karena metodenya yang sangat menyenangkan.
setelah mengambil gambar untuk dokumentasi dan bel istirahat di bunyikan , Dirga kembali ke rumahnya karena sudah berganti posisi dengan Rey. Di jam pelajaran berikutnya , Rey lah yang akan mengajari para murid-murid.
Alih-alih balik ke rumah , ia malah pergi ke tempat Rio bekerja yaitu Indomaret karena ingin membeli makanan ringan juga.
Disana , tampak orang dengan pakaian seperti preman berusaha memprovokasi Rio untuk bertarung.
" Hey , biarkan aku ambil ciki ini !!! " pekik preman tersebut
Namun Rio masih berusaha untuk berperilaku sopan terhadap preman tersebut , karena bagaimanapun ia adalah pelanggan Indomaret tersebut.
" Maaf , anda harus membayar ciki ini "
" Ha!!? Kau tidak tahu aku siapa!!? Aku adalah orang geng naga. Kau siapa beraninya meminta ku untuk bayar!! "
" Mohon maaf pelanggan. Tapi , barang yang di ambil memang harus di bayar , kecuali anda menaruhnya di tempat semula "
" Halah!!! jangan berlagak seperti ini kau!! "
Preman tersebut berusaha ingin memukul Rio namun dengan keahlian bertarung Rio yang lumayan bagus , mana mungkin pukulan bobrok dari preman tersebut dapat melukainya. Rio berhasil menangkap pukulan tersebut sambil berkata
" Maaf , kami tidak menerima pelanggan yang tidak tahu tata krama "
Dirga pun bertindak dengan menarik baju preman tersebut dan menyeretnya keluar Indomaret.
" huh , beres "
" terimakasih bang , atas bantuannya "
" haha , mendengar ucapan mu tadi mengingatkan ku pada diri kamu yang dulu "
" ah , saya jadi malu kalau mengingatnya kembali bang , jangan di ungkit lagi. Kalau begitu silahkan Abang berbelanja "
Dirga masuk dan memilih memilah makanan ringan untuk ia makan di rumah. Setelah selesai mencari makan yang ia inginkan , Dirga pergi bayar ke kasir dan langsung pulang ke rumahnya untuk istirahat sebelum melanjutkan aktivitas KKN selanjutnya.
__ADS_1